Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 58 HSM


__ADS_3

Diana Thompson menimang-nimang baby girl mungil putri kedua dari Bradley Timothy dan Valerie Dominguez dengan wajah yang sangat bahagia.


Puluhan tahun tidak menggendong bayi kecil membuat dirinya sedikit takut pada awalnya. Tubuh kecil dan masih sangat lembut ini rasanya harus dijaga dengan hati-hati.


"Apa kamu sudah merindukan seorang cucu juga Diana?" tanya David Timothy dengan senyum diwajahnya.


"Iya David, aku juga sangat menginginkan cucu. Bukan hanya satu tetapi banyak melebihi cucu yang diberikan oleh Bradley."


"Mana bisa seperti itu bibi? aku yang lebih dulu punya istri dan juga punya anak. Jadi Jack tidak mungkin berani mengalahkan aku." ujar Bradley seraya mengelus lembut tangan istrinya yang sedang duduk disisinya.


David Timothy terkekeh kemudian berucap,


"Jackson Thompson bisa saja menyalipmu dari samping kiri Bradley. Aku lihat pria itu sudah mendatangi istrinya sekarang."


Bradley Timothy tersenyum karena ia yang telah memberi tahu mantan asistennya dimana keberadaan Pretty Stewart. Dan ia yakin pasangan itu pasti sedang memadu kasih.


"Apa yang kamu katakan David, tidak mungkin Jack menemui istrinya tanpa membawaku bersamanya terlebih dahulu. Aku ingin minta maaf pada gadis itu." ujar Diana seraya memandang keseluruh ruangan berusaha mencari putranya.


"Hey, dimana Jack?" tanyanya lagi dengan wajah ingin tahu. Ia khawatir putranya itu benar-benar sudah meninggalkannya dan telah bertemu dengan Pretty Stewart terlebih dahulu.


"Bersantailah dulu bibi. Putramu sekarang sedang menemui kekasihnya." jawab Bradley Timothy tersenyum.


"Iya bibi, putriku juga sepertinya sedang ingin digendong olehmu." timpal Valerie mendukung kata-kata suaminya.


Ia yakin sekarang ini Jackson Thompson dan juga Pretty Stewart sedang meleburkan rasa rindu yang sudah menggunung.


"Baiklah kalau begitu, kurasa aku memang harus banyak bersabar dan menikmati hari ini dengan kalian saja." ujar Diana seraya mengayun-ayunkan tubuh mungil baby girl pencetus keluarga Timoty itu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam sebuah kamar yang cukup jauh dari posisi mereka saat ini. Hawa panas sudah nampak terasa menyelimuti dua orang penghuni yang sedang memadu kasih itu padahal mesin pendingin ruangan sudah sangat bekerja dengan baik.


Suara dessahan seorang Pretty Stewart yang keluar dari mulutnya semakin membuat suasana kamar itu semakin terasa eksotis. Apalagi Jackson Thompson yang tak berhenti memuji dan meminta maaf secara bersamaan.


Tubuh Pretty Stewart yang nampak sangat kurus itu membuat sang suami tak pernah berhenti menyesali perbuatannya yang sudah meninggalkan sang istri dalam penderitaan dan kesedihan sendirian.


"Maafkan aku Pretty, Aku pikir kamu sudah aman aku tinggalkan pada keluarga Timoty sayangku." bisik Jackson seraya mencium tulang selangka sang istri yang nampak sangat menonjol karena tubuhnya yang bobot tubuhnya yang menurun.


"Tidak apa Jack, Aku bahagia di tempat ini. Tuan dan Nyonya Timothy sangat menyayangiku."


"Aku hanya sangat merindukanmu hingga, aaaaaahk," Pretty Stewart tidak melanjutkan kata-katanya dan lebih memilih menggigit bibir bawahnya menahan untuk tidak mendessah nikmat.


Jackson Thompson sepertinya sedang melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan dibagian tubuhnya yang sangat kencang dan kenyal.


"Aku juga sangat merindukanmu sayangku, dan aku akan menggantinya dengan waktu yang lebih banyak untukmu." ujar pria itu seraya melanjutkan menyusuri seluruh permukaan kulit istrinya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat memabukkan.


Menit berikutnya, dua insan yang sedang dilanda rindu itu saling berusaha memuaskan dengan melakukan sesuatu yang sangat istimewa untuk keduanya.


πŸ€


Makan malam pun tiba. Semua orang berkumpul di meja makan untuk merayakan peresmian pernikahan antara Jackson Thompson dan juga Pretty Stewart.


Diana Thompson meraih tangan menantunya dan menciumnya lembut seraya berucap,


"Maafkan ibu dan ayah ya? karena kami sempat berniat untuk memisahkan kalian berdua yang ternyata saling mencintai."


Pretty Stewart tersenyum kemudian mengelus lembut tangan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Aku memaafkan kalian berdua. Kami yang salah karena tidak meminta izin dengan baik pada ayah dan ibu." ujar perempuan cantik itu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sangat bahagia sekarang. Ia merasa sudah mempunyai keluarga yang sangat baik.


"Ayo nikmatilah makanan yang tersedia di atas meja. Dan kami semua mengucapkan semoga pernikahan kalian bahagia dan segera memberikan keturunan pada keluarga Thompson." ujar David Timothy dengan wajah gembira.


Pria tua itu sungguh sangat senang karena kedua cucunya itu sudah mendapatkan kebahagiaannya masing-masing.


Mereka semua tersenyum bahagia kemudian mulai menikmati hidangan makan malam dua keluarga itu.


Sementara itu Bradley Timothy meremas tangan istrinya dibawah meja.


Tatapannya yang penuh dengan cinta tak lepas pada wajah istrinya yang telah melahirkan dua orang putra dan putri yang sama cantik.


TAMAT


Hai readers tersayangnya othor, terimakasih banyak atas atensinya selama ini dalam menemani kehaluan Othor yang hanya recehan ini.


Tanpa readers tersayang, apalah artinya aku iniπŸ˜….


Sampai jumpa lagi besok, dengan karya baru yang insyaallah juga lebih menghibur.


Jangan kemana-mana ya gaess. Peluk cium dari sini, love your all😘😍


Ini nih karya baru othor, dijamin puassss sampai minta nambah, πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚



Atau yang ini.

__ADS_1



Tapi Launchingnya besok ya, jadi jangan dicari sekarang 🀣😍


__ADS_2