Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 7 HSM


__ADS_3

Cekrek


Cekrek


"Cassy, tatap kamera sayang... good!"


Cekrek


Cekrek


"Nah sekarang peluk Jason seperti ini, iya begitu, good!"


Cekrek


Cekrek


"Kamu hebat dan luar biasa Cassy!"


Penata gaya itu tersenyum puas dan mencium pipi model cantik yang sangat jago berakting di depan kamera itu.


"Kamu sudah tahu kan kalau aku dari dulu hebat." ujar Cassandra dengan gaya angkuhnya seperti biasa. Ia melepaskan pakaiannya di depan semua orang dan meraih pakaian santainya untuk segera meninggalkan tempat pemotretan itu.


Jason Derylo, pasangannya dalam setiap pemotretannya untuk kontrak kerja beberapa brand terkenal di dunia ini memandang gadis itu tak berkedip.


Pria itu langsung meraih pinggangnya dan meraup bibirnya dengan lembut.


"Cassy, aku rindu padamu sayang, bagaimana kalau kita menghabiskan waktu istirahat ini di pulau Hawai, hemm?" tanyanya dengan pandangan penuh hasrat pada gadis cantik yang sedang naik daun itu.


"Aku akan periksa jadwalku dulu Jason. Setelah itu aku akan menghubungimu, okey?" ujar Cassandra sembari berusaha melepaskan rengkuhan tangan model itu di pinggangnya.

__ADS_1


Meskipun mereka berdua selalu menghabiskan saat-saat menyenangkan bersama tetapi model cantik itu tidak ingin para pencari berita tahu hubungan khusus diantara mereka atau keinginannya untuk menjadi menantu David Timothy akan menjadi khayalan saja.


Pria tampan berusia 25 tahun itu sedari dulu mengucapkan cinta padanya dan lumayan memberinya kepuasan ketika berjauhan seperti ini dengan Bradley Timothy sang kekasih.


Tetapi ia sungguh tidak mempunyai perasaan pada pria itu. Dan entah kenapa hari ini ia sedang ingin menikmati waktunya sendiri. Ia sedang tidak ingin bercinta dengan siapapun.


"Cassy?"


"Jason, please. Aku sedang tidak ingin melakukan apapun. Aku ingin benar-benar istirahat." Cassandra mengangkat kedua tangannya dan memanggil asisten pribadinya.


"Kita berangkat sekarang Cassy?" tanya Pretty sang asisten.


"Iya Pretty, aku sangat lelah dan benar-benar ingin beristirahat saat ini." ucap Cassandra dengan wajah sedikit lesu. Wajahnya tampak sangat pucat saat ini.


"Ah iya, masuklah ke mobil dan kita akan kembali ke Hotel." ujar Pretty dan segera meminta beberapa kru pemotretan itu untuk membantu membawa beberapa barang dan perlengkapan sang model.


Jason Derylo menarik nafas dalam-dalam. Ia sangat mencintai Cassandra dan selalu berniat melamarnya tetapi entah kenapa gadis itu tidak pernah menerimanya.


"Apa sebenarnya yang kamu cari Cassy?" ujarnya pelan kemudian meraih tas ranselnya dan juga segera menuju ke arah mobilnya. Ia juga ingin istirahat setelah begitu padatnya pemotretan yang mereka lakukan beberapa bulan ini.


Mereka berdua pun sama-sama mengambil arah yang berbeda. Jason menuju arah barat dimana selama ini ia menginap di hotel selama beberapa hari di negara ini.


Sedangkan Cassandra menyewa apartemen mewah untuk menikmati setiap pekerjaan yang ia lakukan ketika berkeliling negara seperti ini. Transferan dari Bradley Timothy lebih besar daripada penghasilannya menjadi seorang model.


Tetapi bukan uang saja yang ia ingin cari. Ia terjun ke dunia seni dan modeling karena ingin mendapatkan nama dan popularitas agar bisa bersanding dengan seorang billionaire seperti Bradley Timothy.


Gadis angkuh itu ingin orang lain tidak memandang rendah dirinya yang hanya berasal dari keluarga miskin dari Amerika Latin. Untuk itu ia mati-matian mengeluarkan semua daya yang ia punya untuk memikat para produser dan agency agar keinginannya itu tercapai.


"Cassy, are you okey?" tanya Pretty saat melihat gadis itu tampak semakin pucat dan mengeluarkan keringat dingin.

__ADS_1


"Humm," gumam Cassandra tanpa membuka kelopak matanya.


"Kita sebentar lagi sampai Cassy, bertahanlah sayang." ujar sang asisten sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih.


"Hummm, kepalaku sangat pusing Pretty, ueeeekkk." tiba-tiba saja Cassandra merasa ingin muntah.


"Ini kantong plastiknya Cassy, jangan muntah dimobil okey?" Pretty menyerahkan sebuah kantong plastik agar gadis itu bisa muntah sepuasnya dan tidak mengotori mobil.


"Ueeeekkk, Ueeeekkk," Pretty meringis ngeri dan merasa sedikit jjijk dengan keadaan modelnya itu.


"Kamu sepertinya sedang sakit Cassy, apa kita ke rumah sakit saja sekarang?"


"Tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya kelelahan. Setelah istirahat aku pasti baik-baik saja." jawab Cassandra sembari memijit kepalanya sendiri.


"Ueeeekkk Ueeeekkk,"


"Ya ampun Cassy, kuharap kamu benar-benar baik-baik saja." ujar Pretty kemudian menghentikan mobilnya saat tiba di depan apartemen mewah milik gadis itu.


"Apa kamu sanggup berjalan sendiri?" tanya Pretty dengan wajah khawatir.


"Aku sanggup Pretty. Kamu pikir aku akan mati hanya karena sakit kepala seperti ini hah?!" bentak gadis itu dan berusaha berjalan ke arah pintu masuk apartemennya.


Bugh


Cassandra jatuh pingsan dan segera diangkat oleh petugas security yang sedang berdiri di depan pintu itu.


*Bersambung


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2