
Jackson Thomson mengendarai kendaraannya ke arah sebuah acara amal dimana David Timothy adalah sebagai penyumbang terbesar pada kegiatan itu.
Pria itu membawa Bradley Timothy sebagai perwakilan dari sang Kakek untuk membuka acara dan juga menyerahkan sumbangan-sumbangan itu secara simbolis.
Tugasnya sebagai asisten pribadi membuatnya harus selalu siap sedia berada disamping tuannya yaitu Bradley Timothy. Memastikan bahwa tuan muda itu merasa nyaman dan semua urusannya berjalan dengan semestinya.
"Silahkan masuk tuan. Saya akan keluar untuk menghubungi seseorang." ujar pria itu pada tuan muda Timothy saat mereka berdua sudah sampai di tempat acara.
"Iya Jack." jawab Bradley kemudian memasuki ruangan VVIP yang sudah disiapkan untuknya. Pria itu duduk kemudian meraih handphonenya untuk memeriksa lagi beberapa pekerjaan yang mungkin terlewat ia kerjakan.
Sedangkan sang asisten segera keluar dari ruangan yang sudah mulai ramai itu untuk melakukan panggilan telepon pada seseorang. Jackson Thomson yang sedang membuka layar handphonenya dan tidak memperhatikan kalau seorang pelayan sedang berjalan ke arahnya.
Brakkk
Prang
Pelayan yang membawa makanan dan minuman itu tampak sangat kaget dengan apa yang sudah terjadi. Setelan jas mahal seorang Jackson Thomson kini berubah warna. Penuh dengan tumpahan cairan berwarna-warni.
"Maafkan saya tuan." ujar pelayan baru yang sangat tidak berpengalaman itu dengan wajah meringis. Hari yang buruk baginya saat ini. Padahal ini adalah hari pertamanya bekerja.
Jackson Thomson menatap pakaiannya dengan emosi tertahan. Ia marah dan sangat kesal tetapi ia berusaha untuk tenang. Hampir semua orang yang ada di tempat itu tahu siapa dirinya. Jadi ia tidak boleh gegabah untuk langsung emosi atau reputasi keluarga Timothy akan terpengaruh.
"Kamu tahu kalau aku sangat tidak suka hal yang berantakan seperti ini," geramnya dengan rahang mengetat sempurna. Tatapannya tajam memandang gadis itu yang sedang menunduk takut.
"Angkat wajahmu!"
"Nona Stewart?!"
__ADS_1
"Tuan Thomson?!"
Dua orang yang saling mengenal itu saling menyebutkan nama masing-masing.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Jackson Thomson memandang gadis cantik itu dari atas sampai ke bawah dengan pandangan mata tak percaya.
"Anda tahu bagaimana nasib Cassandra sekarang 'kan? dan aku harus bekerja untuk membiayai hidupku sendiri." jawab Pretty Stewart dengan jari-jari saling bertaut.
"Ini hari pertama aku bekerja. Jadi kumohon anda tidak mempermasalahkan kesalahanku ini ya tuan Thomson." lanjut gadis itu dengan melipat tangannya di depan dadanya.
"Kita kan saling kenal iya 'kan tuan?" lanjut gadis itu lagi dengan wajah memohon. Jackson Thomson tersenyum samar kemudian berucap,
"Maaf ya, tapi aku belum mengenal kamu dengan baik. Jadi kupikir kamu harus mendapatkan pelajaran khusus supaya kamu bisa bekerja profesional."
"Hah? tuan tidak mengenalku dengan baik? padahal dimana tuan Timothy dan Cassyku berada anda juga pasti ada di sana. Kurang kenal apa tuan Thomson!"
"Cassandra sudah mati bagi tuan Timothy junior jadi kamu tidak perlu menyebut-nyebutnya lagi, mengerti?!" geram Jackson Thomson dengan tatapan tajam pada gadis cantik itu.
"Eh iya tuan maafkan aku."
"Dan seharusnya kamu mendapatkan hukuman yang sama yang seperti perempuan itu dapatkan. Berupa penderitaan seumur hidup karena ikut bekerjasama mengkhianati tuan Timothy junior."
Tubuh Pretty Stewart berubah gemetar takut. Gadis itu tahu betul kekuasaan seorang Bradley Timothy di kota New York ini. Dan ia sudah melihat bagaimana karir Cassandra dan Jason langsung hancur dalam hitungan menit.
Lalu dirinya sendiri? apakah ia juga akan dihancurkan karena ikut berkhianat?
Oh Tidak!
__ADS_1
Ini saja ia hanya mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan.
"Maafkan aku tuan Thomson, aku salah tetapi jangan hancurkan aku. Kemana lagi aku akan tinggal dan hidup jika pekerjaan ini pun anda ambil." Jackson Thomson tersenyum.
"Kalau begitu bersihkan pakaianku ini!" ujar pria itu kemudian membuka setelan jasnya dan menyerahkannya pada gadis itu. Ia sendiri akan ke mobilnya untuk mengambil pakaian yang lain.
"Iya tuan. Akan aku bersihkan asalkan anda mau memaafkan aku dan tidak merasa dirugikan dalam hal ini."
"Anda juga tidak memecatku dari pekerjaan ini, karena ini adalah pekerjaan yang kesepuluh yang aku cari dan baru aku dapatkan." jelas Pretty Stewart dengan panjang lebar.
"Banyak sekali maumu." ujar pria itu kemudian segera pergi dari sana dengan hanya menggunakan kemejanya.
Gadis itu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia harus menyimpan pakaian mahal pria itu di tempat yang aman.
Perlahan ia melangkahkan kakinya ke dalam sebuah ruangan. Gadis itu ingin sekali membersihkannya sekarang juga tetapi tugasnya untuk melayani tamu pada acara sosial ini bisa-bisa akan terganggu.
Sementara itu Jackson Thomson tersenyum kemudian memakai pakaiannya yang lain. Entah kenapa ia sangat bahagia hari ini karena bertemu kembali dengan gadis cerewet mantan asisten model itu.
Dengan segala ide di dalam kepalanya ia kembali tersenyum samar. Sekarang ia sudah mempunyai cara untuk mengikat gadis cerewet itu.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1