Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 24 HSM


__ADS_3

Bradley Timothy nampak sangat gembira melihat seorang penerus yang sangat dinanti-nantikan oleh kakeknya lahir dengan sangat tampan dan sehat.


Pria itu tak berhenti menciumi pipi halus baby boynya dengan rasa yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


Valerie Dominguez yang melihatnya merasakan rasa yang sama. Perempuan itu sangat gembira karena pria itu tampak sangat menyayangi sang baby.


Hatinya jadi tenang dan berharap kasih sayang itu akan mengalir terus untuk putranya meskipun Bradley Timothy telah memiliki bayi yang lain dari perempuan yang sangat pria itu cintai.


Setelah meletakkan baby boy itu ke dalam boxnya, Bradley Timothy pun menghampiri Valerie Dominguez yang masih berbaring di atas ranjang Rumah Sakit itu.


"Terimakasih banyak Val. Kamu sudah memberikan apa yang aku mau. Putraku lahir dengan sehat." ucapnya sembari mengecup kening perempuan itu. Valerie hanya tersenyum kemudian menjawab,


"Aku sudah melakukan tugasku, Tuan."


"Ya, ya, tugas yang sangat berat dan aku ingin mengatakan kalau kamu sangat hebat." jawab pria itu sembari membayangkan bagaimana penderitaan perempuan itu pada saat akan melahirkanmu. Belum lagi ia melihat sendiri darah yang begitu banyak keluar dari pangkal paha sang istri.


Tiba-tiba ia jadi bergidik ngeri jika seandainya perempuan cantik ini tidak selamat begitupun bayinya.


"Rasanya berapapun harta yang ingin aku berikan padamu tidak akan sepadan dengan perjuanganmu melahirkan Timoty Junior, Val. Terimakasih banyak," lanjut pria tampan itu dan membuat hati Valerie Dominguez menghangat karena bahagia.


Perempuan itu langsung teringat perkataan Bradley Timothy padanya dulu, kalau ia berhasil melahirkan bayi yang sehat maka ia akan mendapatkan lebih banyak uang lagi.


Sesungguhnya Ia bukanlah perempuan gila materi tetapi ia harus memandang realita. Ia hanya seorang perempuan yang bertugas melahirkan saja, dan sepertinya takdirnya memang seperti itu.


Ia sudah pernah berusaha lari tetapi pada akhirnya kembali lagi bertemu dengan sang pemilik bayi. Dan sekarang ia sudah ikhlas dan pasrah.


Mungkin sebelum ia pergi, ia akan meminta uang itu untuk melanjutkan hidupnya di luar sana.


Valerie Dominguez kemudian menutup matanya. Ia sangat lelah dan mengantuk. Dan rasanya ia ingin sekali tidur.

__ADS_1


Apalagi pria yang sebentar lagi bukan suaminya itu mengelus lembut kepalanya. Hatinya sangat bahagia dan merasakan kalau ia mendapatkan bonus yang banyak dari pria itu.


Ucapan Terimakasih dalam bentuk lain yaitu perhatian karena ia telah memberikan seorang bayi.


"Jangan tidur Val, makanlah dulu. Tenagamu harus pulih karena sudah terkuras banyak," ujar Bradley Timothy saat melihat kelopak mata Valerie Dominguez sepertinya sudah sangat berat dan sebentar lagi akan tertidur.


"Ah iya, aku akan makan sesuatu. Aku lapar sekaligus mengantuk," jawab Valerie sembari berusaha membuka kelopak matanya.


Bradley Timothy tersenyum kemudian meminta gadis yang ia kenal sebagai asisten Cassandra itu untuk menyiapkan makanan bagi Valerie.


Pria itu pun pamit keluar setelah memastikan gadis itu bisa melayani istrinya dengan baik. Ia mengajak Jackson Thomson, sang asisten meninggalkan ruangan perawatan itu.


Sesungguhnya ia sangat penasaran dengan keberadaan asisten Cassandra itu di Mansion sang kakek dan kini bertemu lagi disini.


"Katakan padaku Jack, kenapa gadis itu ada di sini?" tanya Bradley Timothy saat ia dan Jackson sudah berada di depan ruang perawatan istrinya.


"Maafkan aku Tuan karena membawanya ke Mansion tanpa sepengetahuan anda."


"Aku menemukannya sedang melayani tamu di sebuah acara sosial yang kita kunjungi waktu itu. Dia sangat butuh pekerjaan, Tuan." jawab Jackson Thomson berusaha memberikan alasan dengan rasa iba dihatinya kemudian ia melanjutkan,


"Waktu itu Nyonya Valerie sedang butuh teman karena aku dan Tuan Timoty senior menyembunyikan identitas kami. Jadi Aku pikir dengan membawanya ke Mansion, Nyonya muda bisa mempunyai teman dan tidak berniat untuk pergi lagi." jelas asisten itu dengan wajah serius. Bradley Timothy tersenyum kemudian berucap,


"Meskipun aku sangat marah padamu Jack karena telah menyembunyikan istriku tetapi aku juga ingin berterimakasih karena Valerie sangat aman disana. Kamu tahu Jack? aku sangat bahagia saat ini." Pria itu pun memeluk tubuh asistennya itu dengan hati yang sangat bahagia.


"Dan aku harap gadis itu bisa diandalkan untuk merawat Valerie dan putraku."


"Aku pastikan itu Tuan," jawab Jackson Thomson dengan senyum samar dibibirnya. Ia tahu gadis itu sangat baik meskipun kadang sangat cerewet dan terlalu banyak ingin tahu.


"Apa kamu sudah menyampaikan kabar baik ini pada Kakek Jack?"

__ADS_1


"Belum Tuan. Akan aku sampaikan sekarang juga." Jackson Thomson segera meraih handphonenya dari dalam saku jasnya kemudian menghubungi pria tua yang sangat menginginkan cicit itu.


Sementara itu di dalam kamar perawatan Valerie Dominguez. Kedua perempuan itu sedang bercakap-cakap dengan sangat akrab.


"Baiklah, aku sebenarnya juga lapar sekali Pretty," ujar perempuan itu saat gadis itu membantunya untuk makan.


"Iya Nyonya, makanlah yang banyak agar anda kuat." gadis itu menyuapi lagi sesendok demi sesendok bubur yang berisi campuran daging dan sayuran agar tenaga perempuan cantik itu kembali seperti sedia kala.


"Lihat, aku menghabiskannya Pretty, hehehe " Valerie menunjuk mangkuk bubur yang sudah kosong itu dengan terkekeh.


"Itu bagus Nyonya, dan aku yakin anda akan segera pulih dan memiliki air susu yang banyak untuk baby boy tampan itu. Nah, Sekarang lanjutkan dengan meminum obat anti nyeri dan juga susu ini." ujar Pretty Stewart setelah makanan yang ada dihadapannya sudah dihabiskan oleh Valerie Dominguez.


"Terimakasih banyak Pretty. Kamu baik sekali." ucap perempuan cantik itu dengan senyum diwajahnya.


"Ah, Nyonya. Jangan memujiku seperti itu. Ini adalah tugasku." jawab Pretty kemudian membereskan semua perlengkapan makan itu dan membawanya ke sebuah meja lain di dalam kamar itu.


"Aku ingin tidur Pretty, kamu tidak masalah 'kan kalau menjaga baby boynya?"


"Tidur saja Nyonya. Aku akan menjaga bayi tampan inj dengan sangat baik." Valerie Dominguez tersenyum kemudian benar-benar menutup matanya.


Setelah perutnya kenyang rasa kantuk pun semakin menyerangnya yang membuatnya jatuh tertidur lebih cepat. Pretty Stewart menutupi tubuh perempuan itu dengan selimut sampai ke dadanya. Kemudian menghampiri baby boy yang juga sedang berada di dalam box itu.


Gadis itu menatap baby boy yang sangat tampan dan mirip sekali dengan Bradley Timothy itu.


"Jadi kamu benar-benar putra Tuan Timothy ya. Kamu beruntung sekali lahir dalam keluarga kaya raya. Lalu bagaimana kabar dengan bayi Cassandraku? Apa ia juga sudah lahir?" ucapnya sembari terus memandang bayi itu.


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2