
Valerie tersenyum senang saat bisa berjumpa kembali dengan asisten pribadinya setelah beberapa hari. Ia memeluk erat tubuh gadis itu dengan sangat gembira.
"Pretty, kamu darimana saja?" tanyanya dengan tangan mengelus lembut lengan gadis itu. Pretty Stewart tersenyum seraya memandang wajah Bradley Timothy dan Jackson Thompson bergantian.
Wajah dua pria tampan itu langsung berubah tak nyaman. Mereka berdua khawatir jika gadis itu melapor pada Valerie kalau ia sebenarnya telah dipecat dan tidak diizinkan berada di sekitar keluarga Timothy.
Bradley Timothy langsung meminta izin untuk keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Jackson Thompson sang asisten. Mereka sengaja memberikan mereka waktu berdua.
"Katakan Pretty, kenapa kamu pergi saat aku sedang sakit, apakah kamu ada masalah diluar sana?" Pretty Stewart tersenyum meringis. Ia tidak mungkin juga menceritakan kejadian yang sebenarnya. Takutnya akan menimbulkan masalah baru lagi.
"Aku ada masalah dengan seseorang beberapa hari ini Nyonya, tetapi semuanya sudah beres. jadi aku bisa menemani anda lagi di sini."
"Aku senang mendengarnya, Pretty." ujar Valerie kemudian menarik gadis itu untuk duduk di sampingnya.
"Aku duduk di sini saja Nyonya," Pretty Stewart menolak untuk duduk di samping Nyonya muda itu. Ia tahu diri kalau ia hanya seorang asisten dan tidak pantas seakrab itu dengan majikannya.
"Pretty, jangan seperti itu. Aku ini seperti sahabatmu sendiri. Ayolah duduk disebelah sini." Valerie terus menarik tangan gadis itu agar mau duduk di sampingnya.
Akhirnya gadis itu duduk di samping isteri dari Tuan Bradley Timothy itu.
"Katakan padaku bagaimana hubungan Cassandra dan suamiku, Pretty." Valerie memandang wajah gadis itu meminta penjelasan dengan sejelas-jelasnya.
Pretty Stewart terdiam. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Dan darimana ia harus memulainya.
"Pretty, kenapa diam saja. Katakan yang sebenarnya, apakah baby girl itu adalah putri dari suamiku?" Valerie meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya, menyalurkan keberanian agar ia mau bicara.
Pretty Stewart tersenyum kemudian membalas menggenggam tangan perempuan cantik itu. Gadis itu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
"Tuan Bradley Timothy pernah menjalin hubungan dengan Cassandra sebelum bertemu dengan anda Nyonya." ujar Pretty Stewart memulai kisahnya.
"Tuan Timothy berencana untuk menikahi Cassandra dan memiliki anak darinya. Tetapi anda tahu kan kondisi pekerjaan Cassandra sebagai seorang model yang harus tunduk patuh pada kontrak pekerjaannya. Ia tidak boleh hamil dan menikah atau ia akan membayar denda dan pinalti untuk itu."
Valerie menyimak dengan sangat baik apa yang diucapkan oleh asisten pribadinya itu. Pikirannya sudah mulai menduga-duga tentang apakah yang terjadi pada akhir kisah dari hubungan mereka berdua hingga ia bisa masuk dalam lingkaran hubungan itu.
__ADS_1
"Sayangnya Cassandra berkhianat dengan cara berhubungan secara diam-diam dengan pria lain yaitu Jason Derylo yang justru membuatnya hamil."
"Oh My God. Jadi anak itu bukanlah putri dari suamiku, Pretty?" Gadis asisten itu mengangguk lalu tersenyum.
"Anda tidak perlu khawatir Nyonya, dan percayalah pada Tuan Timothy kalau ia sangat mencintai anda. Perasaannya untuk Cassandra sekarang sudah berubah menjadi benci."
"Meskipun aku menyayangi Cassandra tetapi sungguh aku sangat membenci perbuatannya itu Nyonya. Ia berkhianat tetapi tidak mau menerima hasil dari pengkhianatannya." Valerie terdiam dengan perasaan campur aduk yang mulai menggangu hatinya.
Ia mulai bersalah karena tidak juga mau menerima penjelasan dari suaminya itu. Ia pikir Bradley Timothy adalah sosok pria yang tidak bertanggung jawab. Pria yang hanya bisa mengambil keuntungan pada perempuan saja setelah itu dibuang. Meskipun ia sendiri sangat baik padanya.
"Terimakasih banyak Pretty, sekarang hatiku sudah tenang. Itu berarti mereka hanyalah masa lalu yang sudah lewat."
"Iya Nyonya. Aku yang salah karena tidak menceritakannya dari dulu."
"Bukan kamu yang salah. Suamiku yang seharusnya menjelaskan masalah ini sejak dulu. Ah sudahlah, sekarang maukah kamu memanggilkan Tuan Bradley Timothy untukku? aku sangat rindu padanya." Valerie menatap wajah asistennya itu dengan wajah memohon. Matanya ia kedip-kedipkan dengan sangat lucu.
"Ah Nyonya, kurasa inilah yang membuat anda sangat dicintai oleh Tuan Timothy." ujar Pretty Stewart dengan senyum diwajahnya.
"Hey Pretty, kamu pasti ingin menggodaku ya?" pipi Valerie berubah warna menjadi merah karena malu.
"Jangan menggodaku terus Pretty, sekarang tolong panggilkan suamiku. Aku ingin meminta maaf padanya."
"Baik Nyonya." gadis itu pun keluar dari kamar mewah itu untuk mencari keberadaan cucu dari David Timothy itu. Di depan kamar ia bertemu dengan Mily sedang membawa baby Andrew.
"Ah Mily, apakah kamu tahu dimana Tuan Bradley Timothy berada?"
"Aku melihatnya bersama dengan Tuan Thompson di dalam ruang kerjanya. Mungkin mereka masih ada disana."
"Terimakasih banyak Mily, aku akan kesana sekarang." jawab Pretty Stewart tersenyum. Gadis itu mempercepat langkahnya ke arah sebuah ruang kerja yang berada dilantai yang sama dengan keberadaan mereka sekarang.
Langkah gadis itu terhenti di depan ruang kerja pemilik Mansion itu yang sedang terbuka pintunya. Tanpa sadar ia menguping pembicaraan dua orang pria yang ada di dalam sana.
"Jack, apa menurutmu Nona Stewart akan menceritakan hubunganku dengan Cassandra?" tanya Bradley Timothy dengan nada suara khawatir.
__ADS_1
"Tentu saja Tuan, bukankah itu yang anda harapkan supaya Nyonya Valerie tidak lagi mencurigai anak dari perempuan itu."
"Tetapi bagaimana kalau istriku cemburu karena aku dan Cassandra sudah sering ber- cin -ta." sanggah Bradley dengan nada suara yang masih sangat khawatir.
"Itulah masalah anda Tuan. Tetapi kurasa Nona Stewart tidak akan mengatakan hal sedetail itu. Karena itu terlalu pribadi." jawab Jackson Thompson dengan ujung mata menangkap sosok gadis kesayangannya itu ada di depan pintu.
"Ya semoga saja Jack Aku harap gadis yang sangat kamu sukai itu bisa dipercaya dalam hal ini."
"Tentu saja Tuan. Aku sangat menyukainya jadi aku harus percaya padanya," jawab Jackson Thompson dengan nada suara yang meninggi. Ia sengaja melakukannya supaya gadis itu tahu betapa besar cintanya pada gadis itu.
Tok
Tok
Tok
"Bisakah saya masuk Tuan?" izin Pretty Stewart dengan suara pelan.
"Masuklah." jawab Bradley Timothy dengan wajah dibuat serius.
"Permisi, Nyonya Valerie meminta saya untuk memanggil anda Tuan." ujar Pretty Stewart dengan wajah ia hadapkan pada majikannya itu.
"Benarkah? apa katanya?" tanya Bradley Timothy dengan wajah sumringah. Beberapa hari diabaikan oleh istrinya membuatnya sangat senang dengan kabar baik ini.
"Nyonya Valerie mengatakan kalau ia sangat merindukan anda, Tuan."
Bradley Timothy tidak menjawab. Dalan hitungan sepersekian detik ia sudah menghilang dari dalam ruang kerja itu meninggalkan Jackson Thompson dan Pretty Stewart yang nampak kebingungan.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍