Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 32 HSM


__ADS_3

Jackson Thomson memukul kemudinya dengan keras karena jejak taksi yang digunakan oleh Pretty Stewart tidak bisa ia susul karena ada Insiden kecelakaan pas di depan mobilnya.


Akhirnya ia kembali ke Mansion setelah menghubungi gadis itu dan tetap tidak bisa tersambung. Ia akan mencari tahu kenapa gadis itu bisa keluar dari Mansion disaat ia sengaja datang untuk mengunjunginya.


"Awas saja kamu jika bertemu dengan pria lain!" geram Jackson Thomson dengan wajah kesal.


Sementara itu Pretty Stewart tersenyum lebar sembari memandang Mall terbesar di Kota itu. Hatinya sangat senang hari ini. Dan benar-benar ingin menikmati apa yang sudah dikerjakannya selama beberapa bulan ini.


Hari ini ia mendapatkan izin untuk melakukan Me Time dari Nyonya Valerie. Dan ia berjanji akan menggunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Ia ingin menikmati semua bonus yang sudah diberikan oleh Nyonya mudanya dengan berbelanja sepuasnya.


Gadis itu pernah juga memiliki uang banyak tetapi belum sempat ia nikmati malah sudah habis untuk membayar utang dan pinalti Cassandra. Ibaratnya ia pernah merasakan punya banyak uang tetapi tidak pernah menikmatinya.


"New York! aku datang sayang!" teriaknya di dalam hati dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya. Langkahnya begitu ringan dan menyusuri toko-toko yang menjual semua barang yang diinginkan oleh perempuan.


Beberapa toko ia masuki dengan ceria. Dan bermacam-macam barangpun ikut bersamanya saat ia keluar. Sebagai tanda kalau ia sudah menukar uang yang ia bawa dengan benda-benda mahal yang ada ditangannya.


"Hemm, waktunya makan..." ujarnya dengan wajah ceria. Kakinya ia bawa ke arah sebuah Restoran yang ada di dalam lokasi Mall itu. Setelah memesan makanan barulah ia mengaktifkan handphonenya. Dan begitu terkejutnya ia saat mendapati puluhan panggilan dari Jackson Thomson asisten pribadi Tuan Bradley Timothy.


Ini hari liburku Tuan. Jadi biarkan aku bebas beberapa jam saja. Jangan ganggu aku Okey?


Pretty Stewart mengirimkan pesan itu ke nomor handphone Jackson Thomson kemudian menyimpan benda elektronik itu di depannya.


Makanan yang ia pesan pun tiba. Dengan wajah gembira ia melahap semuanya tanpa memperdulikan teriakan handphonenya minta dijawab.


"Itu pasti dari Tuan Thomson, yang suka mengatur seluruh hidupku. Biarkan saja. Setelah ia lelah pasti pria itu akan berhenti." ujarnya dengan seringaian dibibirnya. Ia benar-benar ingin menikmati waktu weekend ini sendiri tanpa ada gangguan dari orang lain.


"Hai Pretty. Bisa aku duduk di sini?" sapa seseorang yang langsung membuatnya menghentikan aktivitasnya.


Deg


Hatinya langsung merasa tidak nyaman. Pria yang pernah menjadi kekasihnya itu kini berdiri di hadapannya dengan tersenyum manis.


Gadis itu tidak menjawab. Ia sebenarnya sedang tidak ingin diganggu saat ini tetapi demi sopan santun ia pun mempersilahkan pria itu untuk duduk.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Pretty." ujar pria yang bernama Steven Brown itu dengan senyum diwajahnya. Gadis itu hanya menarik nafas panjang kemudian melanjutkan makannya.


"Lama tidak berjumpa denganmu Pretty. Dan sekarang kamu semakin cantik." lanjut pria itu dengan tatapan dalam pada gadis yang nampak berusaha untuk cuek itu.


Pretty Stewart berdecih dalam hati. Ia sangat membenci pria yang pernah menjalin hubungan serius itu dengannya.


Pria itu sudah sangat sering mengkhianatinya dengan perempuan lain.


"Apa sekarang kamu tidak bisa bicara Pretty?" tanya pria itu dengan wajah yang mulai nampak kesal karena gadis yang ada dihadapannya mengabaikannya. Gadis itu mencebikkan bibirmya tetapi tetap tidak berbicara.


"Pretty! maafkan aku. Sekarang aku menyesal mengkhianatimu. Cleo ternyata gadis jahat. Ia sengaja menggodaku hanya untuk membalas dendam padamu." ujar Steven dengan menunjukkan wajahnya yang nampak menyesal.


Pretty Stewart menggeser mangkuk yang sudah tandas itu ke sisi lainnya kemudian melanjutkan meminum jus lemon yang ada dihadapannya.


"Lalu?" tanyanya pada pria yang sedang menatapnya itu. Ia rasanya ingin tertawa dalam hati. Karena bukan hanya satu Cloe yang pernah menjalin hubungan dengan pria itu. Tetapi masih banyak Cloe yang lainnya.


Ia begitu jijik dengan pria itu sekarang. Setiap selesai berselingkuh ia akan datang seperti itu dengan memberikan pujian setinggi langit dan mengingatkan akan masa-masa bahagia mereka.


"Kumohon kembalilah padaku. Aku masih sangat mencintaimu Pretty. Rumah di tepi danau yang pernah kita rencanakan sudah selesai sayang. Kita akan tinggal disana sampai tua bersama anak-anak kita." bujuk Steven sembari meraih tangan gadis itu kedalam genggamannya.


"Sayangnya aku sudah tidak punya perasaan untukmu Steve. Hatiku sudah terluka dengan seringnya engkau mengkhianatiku." jawab gadis itu dengan wajah tenang dan datar.


"Pretty, aku meminta maaf. Tetapi kita bisa memulainya kembali sayang." bujuk pria itu lagi dengan wajah memohon. Nampak sekali kalau ia sudah menyesali segala perbuatannya.


"Aku minta maaf, Steve. Tetapi aku tidak bisa. Kamu sudah merusak kepercayaanku dulu jadi sekarang aku sudah tidak ingin kembali padamu."


"Brengsek kamu Pretty!" teriak Steven emosi. Pria itu sampai memukul meja dihadapannya karena marah pada gadis itu.


"Aku sudah meminta maaf padamu! Tetapi kenapa kamu tidak mau menerimaku kembali hah!?" Steven mencengkram pergelangan tangan gadis itu dengan keras dan menariknya untuk berdiri.


"Lepaskan aku Steve!" teriak gadis itu berusaha melepaskan dirinya tetapi tangan pria itu begitu besar dan kuat.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu Pretty! hanya kamu perempuan di dunia yang paling baik padaku." geram pria itu dan menarik gadis itu keluar dari kursinya.

__ADS_1


"Awwww, Steve kamu menyakitiku!" teriak gadis itu kesakitan. Ia cepat meraih handphonenya yang ia simpan di atas meja. Ia berharap bisa meminta pertolongan pada siapa saja yang ada di dalam benda pipih itu.


"Kamu pikir aku akan melepaskanmu begitu saja hah?! hanya kamu Pretty yang mengerti diriku." ujar Steven dengan tangan menarik gadis itu untuk mengikuti langkahnya ke dalam sebuah ruangan di Restoran itu.


"Steve, baiklah aku ikut denganmu tetapi jangan perlakukan aku seperti ini." ujar gadis itu mengalah. Ia berusaha untuk bekerjasama agar tidak diperlakukan kasar seperti itu di depan umum.


"Nah, itulah Prettyku yang aku rindukan." Steven mulai melepaskan cengkraman tangannya pada gadis itu lalu tersenyum.


"Aku tahu hanya kamu perempuan yang baik padaku di dunia ini sayang." Pretty berusaha tersenyum kemudian berucap,


"Tapi barang belanjaanku bagaimana Steve? semuanya masih berada di Meja itu?"


"Karyawan di sini yang akan membawanya untukmu Pretty, jadi kamu jangan khawatir." jawab Steven dengan nada suara mulai menurun. Pretty Stewart mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling tempat itu dengan wajah bingung.


"Apa tempat ini milikmu Steve?" tanyanya dengan suara pelan.


"Yah, Restoran ini milikku Pretty. Dan kamu akan menjadi Ratuku di sini sayang." jawab pria itu dengan wajah berubah cerah. Perasaan kesalnya sudah mulai berkurang karena gadis itu tampaknya sudah mulai bisa diajak kerjasama.


Oh pantas, tidak ada seorang pun yang menolongku saat ia berlaku kasar padaku.


"Nah, sekarang. Kamu sudah bisa mempercayaiku kan Pretty? aku sangat bisa membahagiakanmu sayang."


Pretty Stewart terdiam dengan pikiran yang kacau. Ia tidak mungkin menyerahkan dirinya lagi pada orang yang selalu menyakitinya ini. Pria itu pembohong dan mempunyai kebiasaan buruk dengan bermain banyak perempuan.


Tangannya berusaha menekan nomor handphone orang yang selalu menghubunginya beberapa saat yang lalu.


Please, tolong aku! ujar gadis itu membatin.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2