Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 18 HSM


__ADS_3

"Kamu selama ini bekerja dengan seorang model terkenal tetapi tidak tahu caranya merawat pakaian!" gerutu Jackson Thomson dengan nada marah.


"Pantas saja modelmu itu tidak lagi terkenal karena mempekerjakan asisten tidak berbakat sepertimu!" kembali pria itu mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan di telinga seorang Pretty Stewart.


Jackson Thomson bahkan menyimpan bungkusan pakaian itu di atas meja dihadapannya dengan cara melemparnya.


Pretty Stewart hanya tersenyum meringis kemudian meraih bungkusan yang sudah ia lipat rapih itu dan telah dikacaukan oleh seorang Jackson Thomson.


"Aku tidak punya uang untuk membayar Loundry untuk pakaian anda yang sangat mahal tuan Thomson, jadi aku mencucinya memakai tanganku sendiri."


"Dan aku akan membawa pakaian ini lagi ke rumah ku." lanjut Pretty Stewart dengan wajah ceria.


"Untuk apa?" tanya pria itu dengan senyum samar diwajahnya.


"Aku akan menjualnya dan membeli kebutuhan sehari-hari untukku. Setidaknya pakaian ini bisa berguna daripada anda melemparnya ke tempat sampah."


"Hah?" mata abu-abu Jackson Thomson membelalak dengan jawaban gadis cerewet itu. Sebenarnya ia hanya ingin mengerjai seorang Pretty Stewart tetapi sepertinya gadis ini bermental baja.


"Anda tahu kalau anda itu sangat sombong dan angkuh tuan Thomson? Anda tak punya perasaan empati sedikitpun pada orang yang sedang lemah dan kesusahan. Sekarang aku ingin pulang dan bekerja. Permisi!" Pretty Stewart memasukkan bungkusan pakaian itu kedalam tas ranselnya kemudian meninggalkan Jackson Thomson yang sedang melongo tak percaya.


"Hey, berhenti!" teriak pria itu sebelum gadis bernama Pretty Stewart itu meninggalkan ruangannya.


Gadis itu menghentikan langkahnya tetapi tidak menoleh.


"Aku punya pekerjaan untukmu. Gajinya banyak melebihi penghasilanmu bersama model bangkrut itu." gadis itu belum bereaksi.


"Dan kamu bisa membeli kebutuhan sehari-harimu. Aku juga tidak akan menuntutmu." Pretty Stewart masih diam. Ia menunggu kalimat apa lagi yang akan disampaikan oleh asisten pribadi Bradley Timothy itu.


Jackson Thomson tidak melanjutkan kata-katanya dan juga menunggu reaksi gadis yang sedang membelakanginya itu.


Sepi


Mereka berdua saling menunggu. Dan akhirnya Jackson Thomson mengalah. Ia pikir gadis itu ternyata keras kepala juga.


"Tetapi kamu harus bekerja selama dua puluh empat jam. Dan itu artinya kamu tinggalkan rumah kontrakanmu dan pekerjaanmu." Pretty Stewart berbalik kemudian menatap mata abu-abu Jackson Thomson.


"Pekerjaan apa sampai 24 jam seperti itu? Anda tidak sedang bercanda 'kan?"


"Tidak."

__ADS_1


"Anda mau menjadikan aku sebagai istri anda ya? hahahaha katakan saja kalau anda sebenarnya suka padaku." Jackson Thomson mencibir kemudian meninggalkan gadis itu dan kembali duduk di kursinya.


"Terlalu percaya diri!" balas Jackson Thomson dengan wajah datar.


"Hey bicara yang jelas tuan atau aku benar-benar pergi dari sini." ujar gadis itu dan mendekati meja pria itu lagi. Rupanya ia sudah mulai tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan oleh asisten pribadi Bradley Timothy itu.


"Semuanya sudah jelas. Dan kamu harus bekerja selama 24 jam sehari. Libur pada saat weekend. Gaji lumayan tinggi dan hanya menemani seseorang." jelas pria itu dengan tatapan tajam pada gadis cerewet dihadapannya.


"Baiklah, aku setuju karena sepertinya anda sangat memaksa." jawab Pretty Stewart dengan senyum lebar diwajahnya. Ia yakin pekerjaan ini pasti bukanlah pekerjaan yang sulit. Hampir sama dengan pekerjaannya dulu sewaktu menjadi asisten Cassandra.


"Hari ini kamu mulai bekerja." titah Jackson Thomson dengan wajah serius.


"Baiklah, itu berarti aku akan mendapatkan gaji dengan cepat." Pretty Stewart mulai membayangkan uang yang sangat banyak sudah berada di tangannya. Selama ini ia punya banyak tabungan tetapi pada akhirnya habis untuk membantu Cassandra sang model.


Pria itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ekspresi gadis itu yang begitu lucu menurutnya.


"Tetapi kamu harus menyembunyikan identitas saya yang telah menyuruhmu untuk menjaganya, okey?'


"Hah?"


"Sudahlah, jangan banyak tanya, sekarang kita akan berangkat." ujar Jackson Thomson dan langsung menarik tangan gadis itu untuk keluar dari kantor itu.


Sekitar 1 jam mereka berkendara dan akhirnya sampai di sebuah mansion yang sangat luas dan mewah.


"Apa disini tempatnya tuan Thomson?" tanya Pretty Stewart pada pria itu dengan tatapan takjub pada bangunan yang sangat besar dan luas itu.


"Iya. Dan ingat untuk tidak banyak bicara. Lakukan saja apa tugasmu."


"Baik tuan."


"Sekarang masuklah. Dan aku akan segera pergi dari sini."


"Hah?"


"Aku kan tidak mengenal orang yang ada di dalam sana. Bisa-bisa aku diusir tuan."


"Masuk saja, ada kepala pelayan yang akan menjemputmu."


"Tapi?" nampak wajah gadis itu semakin bingung.

__ADS_1


"Gunakan kecerewetanmu agar kamu tidak hilang dan kesasar."


"Ish." Pretty Stewart menghentakkan kakinya kesal. Ia tidak tahu harus berbuat apa tapi demi uang ia akan menggunakan sifatnya yang luwes ini agar tidak mati kutu sesampainya di dalam mansion itu.


Jackson Thomson segera melajukan mobilnya dan meninggalkan gadis itu dengan segala kebingungannya.


Dengan dada berdebar, Pretty Stewart melangkahkan kakinya ke dalam Mansion yang disambut oleh seorang kepala pelayan.


"Aku Pretty Stewart. Dan aku..."


"Silahkan masuk nona. Dan aku akan membawa anda ke dalam kamar Nyonya muda." kepala pelayan itu tidak memberi kesempatan kepada gadis itu untuk menjelaskan siapa yang menyuruhnya.


Sesampainya di sebuah kamar yang sangat luas dan cantik itu, Pretty Stewart memandang penghuni kamar itu yang ternyata adalah seorang perempuan hamil. Tiba-tiba saja ia teringat Cassandra, model kesayangannya.


Ia memandang wajah perempuan cantik dan sederhana dihadapannya dengan tersenyum kikuk.


"Hai Nyonya, aku Pretty Stewart. Dan aku akan menemani dan melayani kebutuhan anda." ujar gadis itu dengan senyum tak lepas dari wajahnya.


"Hai, nona Stewart. Aku Valerie Dominguez. Senang berjumpa denganmu." Mereka berdua saling bersalaman kemudian saling berbagi cerita.


"Anda cantik sekali Nyonya. Aku yakin putra anda pasti akan sangat tampan." puji Pretty Stewart dengan tatapan memuja pada perempuan sederhana tetapi nampak elegan itu. Ia yakin suaminya pasti adalah orang penting di negara itu.


"Kamu juga cantik nona Stewart. Dan kurasa kita bisa berteman." ujar Valerie sembari meraih tangan gadis yang akan melayaninya itu.


"Ah ya kuharap begitu Nyonya." senyum cerah kembali hadir diwajah gadis asisten itu. Valery Dominguez ikut tersenyum. Ia sangat bahagia karena sudah memiliki seorang teman. Beberapa hari berada di mansion luas yang tidak ia kenali ini membuatnya bingung.


Ia ingat hanya naik taksi sewaktu melarikan diri dari apartemen milik Bradley Timothy tetapi kenapa ia langsung berada di tempat asing ini?.


Semua orang juga sangat ramah padanya tetapi tak seorang pun yang mau menjelaskan dimana dia dan siapa pemilik Mansion mewah itu.


"Baiklah, nona Stewart, kita akan menikmati fasilitas ini dengan baik. Kita tidak perlu tahu siapa pemiliknya hahahaha." Valeri tertawa renyah dan membuat Pretty Stewart yakin bahwa perempuan ini mungkin istri simpanan Jackson Thomson yang sedang disembunyikannya.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2