Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 42 HSM


__ADS_3

Bradley Timothy menggebrak meja yang ada dihadapannya dengan sangat keras. Ia baru saja mendapat kabar kalau istrinya pingsan dan masuk rumah sakit membuatnya sangat marah.


"Aku sudah mencurigai Pretty Stewart dari dulu. Pecat gadis itu dan aku tidak mau melihatnya lagi di sekitar Valerie!"


"Entah dimana kamu menemukannya Jack!" pria itu memandang wajah asistennya dengan sangat marah. Jackson Thompson tidak menjawab. Ia belum bisa mengambil keputusan saat ini.


"Aku sangat mempercayaimu dan kamu malah membawa gadis yang sangat dekat dengan Cassandra untuk melayani Istriku, lihat sekarang! apa yang ia lakukan! ia mempertemukan Cassandra dengan Valerie yang sedang ngidam!" Bradley Timothy mencecar asistennya dengan begitu banyak keluhan.


Bradley Timothy meninggalkan asistennya dengan emosi di dadanya. Ia sungguh ingin sampai di New York saat itu juga dan melihat keadaan Valerie dan calon bayinya.


Jackson Thompson menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Menurut laporan dari orang-orang kepercayaannya.


Pretty Stewart lah yang membawa Nyonya Valerie ke tempat itu dan berakhir istri bos-nya itu jatuh pingsan dan akhirnya dirawat di Rumah Sakit.


Ia yakin Cassandra pasti telah melakukan sesuatu yang buruk hingga berakibat sangat fatal bagi keadaan emosi dan mental perempuan yang sedang hamil itu.


Dengan tangan sedikit gemetar karena perasaan kacau di dalam hatinya, ia segera menghubungi Pretty Stewart untuk memastikan kebenarannya agar ia bisa mengambil keputusan untuk gadis itu.


Tuuut


Tuuut


"Aaaargh!" Jackson Thompson meremas benda pipih itu dengan emosi diwajahnya. Gadis cerewet itu tidak menjawab panggilannya sedang berada diluar jangkauan.


Pria itu berharap ia bisa mengambil keputusan yang tetap apalagi Bradley Timothy terus menerus menyalahkan dirinya dan juga gadis itu.


"Aku tahu kamu menyukainya Jack. Tetapi kamu sedang tidak sadar telah mendekatkan Valerieku dengan sebuah pemicu bom yang mungkin saja sewaktu-waktu akan meledak."


"Dan aku tahu kamu pasti cukup bisa mengambil keputusan. Aku sungguh tidak ingin melihat gadis itu di Mansion atau dimanapun." tegas Bradley Timothy dengan tatapan lurus di mata asisten kepercayaannya itu.


"Iya Tuan. Aku mengerti maksud anda." jawab Jackson Thompson dengan nada datar. Setelah itu mereka berdua tidak ada lagi yang membicarakan hal ini.


Mereka berduaan terdiam dengan pikiran masing-masing sampai helikopter yang membawa mereka mendarat dengan selamat di atas roof top Rumah Sakit milik Yayasan Timothy.


Bradley Timothy segera menemui Valerie di ruang perawatan khusus untuk keluarga Timothy sedangkan Jackson Thompson mencari keberadaan Pretty Stewart.

__ADS_1


"Mily dimana Nona Stewart?" tanyanya pada gadis yang sedang duduk di depan kamar perawatan Nyonya Valerie.


"Aku melihat Nona Stewart di koridor sebelah sana Tuan. Ia sedang bersama dengan seseorang." jawab Mily dengan wajah menunduk.


"Ah iya. Kamu tetap berada di sini. Aku akan menemui Nona Stewart." Jackson Thompson berlalu dari hadapan Mily dengan langkah cepat. Ia ingin sekali bertemu dengan gadis itu dan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.


Langkahnya terhenti diujung lorong dengan tangan mengepal sempurna. Gadis cerewet yang sangat dicintainya itu sedang asyik berbicara dengan seorang pria yang ia tahu adalah orang yang sangat dekat dengan Cassandra.


"Nona Stewart, bisa kita bicara sebentar?!" tanyanya yang lebih merupakan sebuah perintah. Gadis itu berpamitan pada Jason Derylo kemudian mengikuti langkahnya.


"Kamu dipecat Nona Stewart!" putus Jackson Thompson tanpa mau menatap wajah kaget gadis itu.


"Ambil ini!" lanjut pria itu seraya menyerahkan selembar cek kosong ditangan Pretty Stewart yang masih nampak tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Tapi kenapa?" tanya gadis itu setelah berhasil menguasai perasaannya.


"Aku tidak menyangka kalau kamu masih menjalin hubungan yang sangat baik dengan Cassandra dan pria itu."


"Apa maksud anda Tuan?"


Aku seharusnya pergi dari dulu. ujarnya membatin.


Gadis itu pun melangkahkan kakinya ke arah Jason Derylo dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu.


"Ada apa Pretty, kenapa kamu menangis?" tanya pria itu dengan wajah heran.


"Tidak ada apa-apa Jason. Aku hanya ingin menemui Cassandra saja. Aku tadi belum berpamitan dengan benar padanya."


"Baiklah, aku akan membawamu untuk bertemu dengannya. Kurasa ia akan lebih baik jika ada sahabat sepertimu yang menemaninya." ujar pria itu tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari Rumah Sakit itu.


Jackson Thompson berusaha untuk tampak baik-baik saja dan terus melangkahkan kakinya menuju ruang perawatan Nyonya muda Timothy. Ia sudah berhasil memecat gadis itu tanpa perasaan dan ia berharap ia bisa tenang dan melaporkan semua ini pada Bradley Timothy.


"Kenapa Nona Stewart malah pergi Tuan? baby Andrew sedari tadi mencarinya dengan menangis." tanya Mily seraya berusaha menenangkan baby boy itu yang memanggil-manggil nama onty Pretty.


"Nona Stewart tidak akan bekerja lagi di sini karena ia sudah bertemu dengan majikannya yang sebenarnya." jawab pria itu dengan nada datar. Mily hanya mengangguk seraya mendorong stroller baby Andrew menjauh dari tempat itu agar tidak menggangu istirahat Nyonya Valerie di dalam sana.

__ADS_1


"Val, bagaimana kabarmu sayangku?" tanya Bradley Timothy seraya mengecup lembut kening istrinya yang sudah mulai membuka matanya itu.


Valerie tidak menjawab tetapi malah menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu.


"Val, apa yang kamu rasakan sayang?" tanya pria itu lagi karena sang istri tidak memberikan responnya sedikitpun.


"Aku sedih Bradley, kamu meninggalkan Cassandra dan memilihku untuk apa? padahal ia juga sudah melahirkan anak untukmu." jawab Valerie setelah lama terdiam.


"Ya ampun Val. Apa yang kamu katakan sayang? Aku mencintaimu untuk itu aku memilihmu. Dan lupakan tentang perempuan itu."


"Tidak Bradley, perempuan itu sangat menderita sekarang. Ia sangat merindukanmu. Tolong temui dia. Ada anakmu juga disana."


"Val, dengarkan aku sayang. Anak itu bukan anakku. Itu adalah anak dari pria lain."


"Tidak Bradley, aku ingat kamu pernah mengakui kalau anak itu adalah anakmu. Aku sungguh kasihan padanya sayang. Aku pernah merasakan bagaimana susahnya mengandung dan melahirkan. Dan itu pasti dialaminya."


"Val, kenapa aku harus menemui perempuan yang tidak ada hubungannya denganku? aku suamimu dan kamulah satu-satunya perempuan yang melahirkan putraku, tidak ada orang lain lagi Val." Bradley Timothy tampak sangat frustasi dengan keadaan yang sedang dihadapinya ini.


"Temui perempuan itu Bradley dan minta maaf padanya. Aku tahu ia sangat menderita karenamu." ujar Valerie seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia merasa sangat kecewa dengan pria yang sangat dicintainya itu.


"Val? aku tidak akan pernah mau menemuinya sayangku. Dia hanya seorang masa lalu." jawab pria itu dengan tarikan nafas berat. Tak ada lagi sisa cinta yang dimiliki hatinya untuk seorang pengkhianat seperti Cassandra.


Valerie menyusut airmatanya dengan rasa sesak yang semakin menghantam dadanya.


Ia sungguh ingin percaya pada suaminya tetapi bayangan penderitaan perempuan bernama Cassandra itu menggelitik jiwa keibuannya.


Apalagi tangisan baby girl yang sangat cantik itu. Ia merasa sangat bersalah karena mengambil seorang Bradley Timothy yang sangat berharga bagi dua orang itu.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2