Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 43 HSM


__ADS_3

Pretty Stewart mengelus punggung Cassandra yang sedang memeluknya. Gadis itu terus menstimulasi otak mantan model itu dengan kalimat-kalimat positif lagi membangun.


"Jason sangat mencintaimu Cassy, jadi jangan kamu pikirkan laki-laki lain lagi."


"Jason yang membuat aku seperti ini Pretty, gara-gara dia aku mengkhianati Bradley, hiks." Cassandra masih sesenggukan setelah menangisi lagi nasibnya dan berusaha menyakiti dirinya sendiri.


"Yang lalu seharusnya kamu lupakan saja Cassy, karena bagaimanapun itu tidak akan terulang lagi seberapa kuatnya kita ingin mengembalikannya."


"Sekarang ada putrimu yang sangat cantik, ia juga ingin bahagia Cassy, ia ingin kamu menerimanya dengan cinta."


"Tapi aku tidak bisa. Aku hanya ingin anak yang lahir dari keturunan Bradley, Pretty, hiks." Pretty Stewart menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya pelan. Kesabarannya sudah hampir habis menghadapi perempuan gila ini.


"Lalu kenapa kamu melakukannya dengan Jason dan malah tidak memakai pengaman Cassy?!" suara gadis itu sudah mulai meninggi karena kesal pada perempuan yang sedang berada dalam pelukannya ini.


"Jangan salahkan Jason semata-mata. Semuanya terjadi karena kamu juga menikmatinya. Dan sekarang itulah akibat dari sifatmu yang berkhianat!"


Cassandra tersentak kaget dengan kata-kata kasar mantan asistennya itu padanya. Ia melepaskan dirinya dari pelukan gadis itu.


"Kamu menyalahkan aku Pretty? sejak kapan kamu berubah hah?!"


"Jadi kamu belum menyadari kalau semua ini terjadi karena kesalahanmu Cassy, oh ya ampun.!" Pretty Stewart menatap perempuan kacau itu dengan tatapan tajam.


"Jason sangat mencintaimu meskipun sikapmu seperti ini padanya dan jangan sampai ia juga meninggalkanmu seperti Bradley Timothy membuangmu. Camkan itu!" Pretty Stewart dengan kesal ingin meninggalkan perempuan itu.


"Dan ya, jangan sampai kamu menyesal karena Jason mungkin akan membawa serta putrinya bersamanya. Dan kamu akan mati sendirian tanpa seorang keluarga pun yang menemanimu!" gadis itu membanting pintu dengan keras tepat dihadapan Cassandra.


Ia berharap perempuan itu segera sadar akan kebodohannya meratapi nasibnya dan menyalahkan orang lain.


🍀


Jackson Thompson menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tiga hari ini ia seperti orang yang tidak waras.

__ADS_1


Semua pekerjaan yang sedang ia kerjakan kacau dan tidak ada yang berjalan dengan baik. Bayangan tatapan kecewa dan airmata Pretty Stewart sedang menguasai perasaannya saat ini.


Ia tahu gadis itu sekarang tidak akan bisa lagi ia miliki. Ia sudah memutus hubungan ini dengan sangat menyakitkan.


Apalagi hubungan antara Bradley Timothy dan juga Valerie sekarang sedang tidak baik-baik saja. Ia jadi merasa punya andil untuk ketidakberesan ini.


"Aaaaargh!" sekali lagi ia berteriak frustasi. Untuk pertama kalinya ia tidak bisa bekerja dengan baik hanya karena ia mencintai seseorang yang justru tidak pernah memberinya harapan.


Dengan menarik nafas panjang, ia segera berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Ia ingin mencari Mily untuk memastikan keadaan Nyonya dan putranya baik-baik saja.


"Mily, bagaimana keadaan Nyonya Valerie?" tanyanya pada gadis pelayan itu.


"Nyonya sudah lebih baik Tuan. Tetapi dia menanyakan keberadaan Nona Stewart terus-menerus dan saya tidak tahu harus menjawab apa." jawab gadis itu dan langsung membuat Jackson Thompson justru semakin merasakan perasaan tidak nyaman.


"Untungnya Baby Andrew sekarang sudah agak tenang dan tidak mencarinya lagi, Tuan." imbuh gadis itu dengan wajah menunduk.


"Mily, bisa kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat Nyonya Valerie sakit di rumah orang itu?"


"Sebenarnya Nona Stewart menolak untuk mengunjungi alamat itu tetapi Nyonya Valerie memaksa, maka jadilah kita semua pergi kesana Tuan."


"Oh begitu ya? jadi bukannya Nona Stewart yang punya inisiatif untuk mengunjungi alamat itu?" tanya pria itu lagi untuk memastikan keadaan yang sebenarnya terjadi.


"Iya Tuan. Yang benar adalah Nyonya Valerie yang memaksa untuk kesana dan akhirnya bertemu dengan seorang perempuan gila di tempat itu."


"Oh baiklah Mily, terimakasih banyak." Jackson Thompson tersenyum atas informasi yang diberikan gadis itu. Ia sekarang semakin bersalah karena telah memecat Pretty Stewart tanpa mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.


Ia pun segera berlalu dari depan kamar pribadi Tuan Bradley Timothy itu tetapi langkahnya tertahan karena sang pemilik kamar memangil namanya.


"Temukan kembali Nona Stewart, Jack. Mungkin dengan penjelasan gadis itu bisa membuat Valerie mau mendengarkan penjelasanku tentang Cassandra."


"Tetapi apakah Tuan masih ingin melihatnya? bukankah ia tidak boleh berada disekitar keluarga ini?" tanya Jackson Thomson dengan ekspresi berubah aneh. Dan Bradley tahu kalau pria itu sedang menyimpan perasaan kecewa padanya.

__ADS_1


"Kepercayaan Valerie padaku lebih penting dari itu semua Jack! buat gadis itu bicara jujur tentang apa sebenarnya yang terjadi selama ini. Ia tahu banyak hal tentang aku dengan perempuan itu. Aku sudah lelah menjelaskan semuanya pada istriku tetapi ia tidak percaya!" Bradley berucap dengan tegas dan berusaha mengabaikan tatapan tidak nyaman asisten pribadinya itu.


Baginya dengan kedatangan kembali Pretty Stewart maka semua masalah akan beres. Benar, ia egois karena keputusannya memecat gadis itu justru membuat masalah semakin banyak. Ada hati Jackson Thompson yang ia abaikan. Tetapi itu karena ia tak mau melihat airmata dan kesedihan Valerie sang istri. Dan sekarang pria itu tahu mereka semua sekarang sedang terluka akan keadaan ini.


"Bawa gadis itu kemari Jack, dan aku akan meminta maaf padanya." titah Bradley Timothy dengan nada tegas.


"Semoga saja ia mau kembali Tuan." jawab Jackson Thompson kemudian berlalu dari hadapan pria itu.


Jackson Thompson meraih kunci mobilnya untuk mencari keberadaan Pretty Stewart. Nomor handphone gadis itu pun sudah tidak aktif dan ia tidak tahu harus mencari kemana. Ia tidak punya petunjuk kecuali ia harus mendatangi rumah Cassandra.


Alamat rumah mantan model itu ia dapatkan dari orang-orang kepercayaannya yang pernah mengikuti gadis itu waktu kejadian buruk itu terjadi.


Jackson Thompson menghentikan mobilnya didepan rumah minimalis milik Jason Derylo dan Cassandra. Sungguh ia tidak ingin bertemu lagi dengan kedua Pengkhianat ini tetapi ia harus demi mengetahui keberadaan gadis cantik tambatan hatinya.


"Tuan Thompson, silahkan masuk." ujar Jason saat melihatnya berdiri di depan pintu rumahnya.


"Saya hanya mencari Nona Stewart. Apakah ia ada di dalam?" tanya Jackson dengan harap-harap cemas.


"Oh, Nona Stewart sudah meninggalkan rumah ini beberapa jam yang lalu, Tuan."


"Anda tahu kemana perginya?"


"Dia tidak mengatakannya tetapi sepertinya ia akan pergi ke Bandara, Tuan."


"Oh baiklah, terimakasih banyak Tuan Derylo." jawab Jackson Thompson dan langsung berlari ke mobilnya. Ia berharap ia tidak terlambat dan bisa menahan gadis itu untuk tidak berangkat meninggalkan kota ini.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2