Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 39 SHM


__ADS_3

"Mily!" Valerie Dominguez memeluk tubuh seorang gadis yang baru muncul dihadapannya dengan sangat gembira.


"Maaf Nyonya, jangan seperti ini. Aku takut pada Tuan Timothy dan juga Tuan Thompson." ucap gadis yang bernama Mily itu dengan perasaan tidak nyaman.


Ia merasa bahwa tatapan dua orang pria yang sedang berada di dalam ruangan itu seolah menguliti tubuhnya. Ia tahu diri bahwa ia hanya seorang pelayan yang sekarang ditugaskan untuk membantu Nyonya Valerie yang sedang berbadan dua ini.


"Ah Maafkan aku Mily, itu karena aku merindukanmu." ujar Valerie dengan senyum diwajahnya. Ia lantas menjaga jarak dengan pelayan itu kemudian menghampiri suaminya.


"Bradley, dimana kamu menemukan Mily sayang?" tanyanya dengan nada manja. Sang suami tersenyum kemudian memandang wajah Jackson Thompson sang asisten. Ia ingin pria itu yang menjawab pertanyaan sang istri.


"Nona Mily selama ini bekerja di sebuah tempat milik usaha Tuan Timothy. Dan sekarang aku mengajaknya kemari untuk membantu anda merawat Baby Andrew." Valerie langsung menatap sosok Pretty Stewart dan Jackson Thompson bergantian.


Bukankah ada Pretty Stewart disini Jack?


Tatapan mata Valerie kepada pria itu seolah-olah menanyakan hal tersebut.


"Nona Mily selama ini berpengalaman merawat anda ketika sedang mengandung baby Andrew Nyonya. Dan aku rasa ia akan melakukan hal yang sama saat ini." jelas Jackson Thompson dengan tegas.


Valerie Dominguez sebenarnya sangat suka dengan pelayanan Mily selama ia mengandung baby Andrew tetapi ia jadi tidak mau kalau Pretty Stewart jadi tersinggung karena ini. Karena gadis itu juga sangat baik dan cukup tahu tugasnya.


"Tapi aku-," belum selesai ia mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya, Bradley Timothy langsung menatapnya dengan maksud menyuruhnya diam.


"Kita ke kamar saja ya, kamu kan belum sehat sayang," ucap Bradley Timothy yang sangat tahu akan apa yang akan dikatakan istrinya itu.


Valerie Dominguez akhirnya mengangguk setuju. Rasa mual dan pusing yang ia rasakan sejak kehamilan anak kedua ini membuatnya lebih betah tinggal di dalam kamar saja bersama sang suami sedangkan Baby Andrew yang baru berusia kurang dari 12 bulan itu sepenuhnya dijaga oleh Pretty Stewart.


"Biarkan Jack yang mengurus semuanya sayang, dia yang memiliki ide seperti ini." ucap Bradley Timothy saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar pribadi mereka.


"Tapi untuk apa sayang? aku tidak perlu lagi pelayan. Lagipula kan ada kamu yang akan menemani aku setiap saat."


"Iya aku mengerti. Tetapi aku dan Jack akan keluar negeri untuk beberapa hari ke depan jadi mungkin ia merasa perlu ada yang mendampimgimu saat sedang ngidam seperti ini. Sedangkan Pretty Stewart harus menjaga baby Andrew."


"Iya betul juga sih, tapi kenapa Jackson Thomson lebih perhatian padaku daripada kamu Bradley?" tanya Valerie dengan tatapan tajam pada suaminya.


"Itu karena Jackson mempunyai tujuan khusus." jawab pria itu dengan senyum diwajahnya.


"Tujuan khusus pada siapa?" tanya Valery masih dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Itu masih rahasia sayang hehehe," jawab pria itu sembari terkekeh.


"Apa ada yang sedang kamu sembunyikan dariku Bradley?"


"Oh tidak sayangku. Aku cuma menebak-nebak isi pikiran seorang bernama Jackson Thomson saat ini."


"Hem, lain kali ceritakan padaku apa sebenarnya yang sedang terjadi."


"Iya, ada waktunya pasti kamu akan tahu." ucap Bradley kemudian meraih tangan istrinya itu. Valerie Dominguez hanya tersenyum kemudian membaringkan tubuhnya di ranjangnya.


Rasa pusing kembali datang menyerang kepalanya dan seperti biasa ia merasakan perasaan ingin muntah.


"Tolong panggilkan Mily sayang, ia tahu apa yang harus dilakukan saat aku seperti ini." pinta perempuan cantik itu pada suaminya. Wajahnya nampak sangat pucat saat itu.


"Baiklah, aku akan memanggilkannya untukmu." Bradley Timothy mengecup lembut bibir istrinya kemudian keluar dari kamar itu.


Drrrt


Drrrt


"Suruh Nona Mily ke kamarku sekarang juga!"


"Baik Tuan!"


Tut


"Nah, Nona Mily. Waktumu untuk bertugas di kamar pribadi Nyonya Valerie." ujar Jackson Thompson seraya mempersilahkan gadis itu untuk melayani Nyonya muda itu di kamarnya.


"Baik Tuan." jawab gadis itu kemudian membungkukkan badannya hormat. Gadis itu segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Tuan Jackson Thompson dengan seorang gadis cantik yang juga merupakan asisten pribadi Nyonya Valerie.


Ruangan itu langsung berubah lengang dan sepi. Pretty Stewart menatap Jackson Thompson dengan tatapan kecewa. Entah kenapa hatinya merasa sangat sakit saat ini. Dengan melihat perlakuan istimewa Valerie dan pria itu pada Mily, si pelayan baru.


"Aku juga mau keluar Tuan, Maaf." ujar Pretty Stewart seraya menyusul gadis baru itu.


"Jangan kemana-mana Nona Stewart!" titah Jackson Thompson dengan suaranya yang tegas tak ingin dibantah. Gadis itu berhenti melangkahkan kakinya.


"Tetap tinggal di ruangan ini sampai aku mengizinkanmu keluar!" Pretty Stewart menarik nafas panjang kemudian membalikkan tubuhnya. Ia menatap orang kepercayaan keluarga Timothy itu dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Aku harus melihat baby Andrew sekarang Tuan. Ia pasti membutuhkan aku sekarang."


"Ada Nona Mily dan pelayan yang lain yang akan menggantikanmu!" gadis itu langsung menghampiri Jackson Thompson dengan perasaan yang bertambah kesal.


"Aku sudah mengerti sekarang. Aku akan pergi dari Mansion ini. Terimakasih banyak atas apa yang sudah anda lakukan padaku selama ini." ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca. Ia langsung pergi dari sana dengan berlari. Ia tahu kalau sekarang dirinya sudah dipecat dengan sangat halus.


Jackson Thompson meraup wajahnya kasar karena gadis itu salah paham padanya. Ia segera memburu langkah gadis kesayangannya itu tetapi tiba-tiba saja di tengah jalan handphonenya berbunyi.


Sedangkan Pretty Stewart berusaha menahan air mata yang memaksa ingin keluar dari kelopak matanya dengan terus memperbaiki perasaannya. Ia terus menerus menarik nafas dalam-dalam dan berusaha menghembuskannya.


Ia akan pergi dari Mansion ini hari ini juga sebelum ia dipecat secara resmi. Pria itu sudah membawa penggantinya jadi untuk apa lagi ia tinggal di sana.


Langkahnya yang ingin kembali ke kamarnya untuk mengambil barang-barangnya terhenti karena bertemu dengan Mily sang pelayan baru.


"Nona Stewart, baby Andrew mencari anda dan tidak mau bersama denganku sedangkan Nyonya Valerie sedang tidak enak badan." ujar gadis itu dengan satu kali tarikan nafas. Nampak sekali kalau ia kewalahan dengan baby boy itu.


"Baiklah, aku akan kesana sekarang juga." jawabnya dan langsung menuju kamar pribadi Nyonya Valerie.


"Huaaaaa Huaaaa, onty..." Baby Andrew memanggilnya minta digendong dengan tangisan yang cukup menyayat hati.


"Pretty, tolong jaga Baby Andrew ya, kepalaku sekarang sedang sakit dan aku merasa mual." ujar Valerie seraya memijit pelipisnya.


"Iya Nyonya, aku akan membawa Baby Andrew keluar untuk bermain." jawab Pretty kemudian segera membawa keluar baby boy itu.


"Pretty?" sapa Jackson Thompson yang bertemu dengannya di depan kamar itu. Gadis itu tidak menjawab dan langsung melengos pergi meninggalkan pria itu yang sedang tersenyum samar.


Syukurlah kamu tidak berniat untuk pergi dari sini.


Karena kamu memang tidak boleh meninggalkan aku.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2