
Jackson Thompson akhirnya membawa pulang gadis cantik itu ke Mansion keluarga Timothy saat itu juga.
Keinginannya untuk berdua saja dengan gadis itu harus ia kubur dalam-dalam untuk saat ini. Pria itu yakin kalau gadis itu pasti mempunyai masa lalu yang buruk dengan sebuah ikatan.
Jadi ia akan tetap berusaha menunjukkan kalau ia tidak seperti Steven Brown. Ia adalah pria sejati yang mempunyai cinta yang tulus dan pastinya akan membahagiakannya.
"Kita sudah sampai Pretty," ucapnya saat mobil yang ia kendarai sudah sampai di depan tempat yang mereka tuju.
"Ah ya, terimakasih banyak Tuan karena sudah mengantar aku pulang dan juga melepaskan aku dari Steven." gadis itu berucap sembari membuka seatbeltnya.
"Aku juga akan melepaskanmu dari trauma pria brengsek itu Pretty," Jackson Thompson meraih tangan gadis itu lalu mengecupnya lembut. Ia ingin sekali membuktikan kalau ia bisa membahagiakan gadis itu.
Pretty Stewart tersenyum kemudian berucap, "Maafkan aku Tuan. Tetapi sampai sekarang aku belum siap untuk itu." Ia pun menarik tangannya dan bersiap untuk turun dari mobil itu. Tetapi Jackson Thomson dengan cepat menguncinya agar ia tidak bisa turun.
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan Pretty." ucap pria itu dengan nada bertanya. Ia sungguh ingin diberikan petunjuk agar ia bisa meraih hati gadis itu.
"Izinkan saja aku turun Tuan. Dan ingat jangan potong gajiku kalau pekan depan aku masih ingin keluar untuk weekend."
Jackson Thompson menarik nafas panjang lalu membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan gadis itu turun. "Turunlah!" Ia tidak menyangka kalau di dalam otak gadis itu selain ketakutan pada Steven Brown ia juga takut kehilangan gaji. Sungguh gadis aneh.
"Terimakasih banyak." ucap gadis itu kemudian mengecup pipi pria itu sekilas lalu turun dari mobil itu dengan ceria.
"Aku harap bisa menahan diriku dengan sikap gadis Cerewet itu. Ia sengaja membuatku gila, aaargh!" pria itu memukul kemudinya karena kesal dan gregetan sendiri dengan tingkah gadis itu padanya.
Menolak tetapi sekaligus memberiku harapan, apa sebenarnya maumu Pretty Stewart?!" batin pria itu sembari meraup wajahnya kasar. Ia benar-benar dibuat frustasi oleh gadis cerewet itu.
Jackson Thompson pun turun dari mobilnya dan mengikuti gadis itu ke dalam Mansion dan langsung disuguhi dengan sebuah adegan dramatis.
Valerie Timothy langsung memeluk tubuh Pretty Stewart sang asisten. Perempuan cantik itu sudah mendengar kabar dari suaminya akan peristiwa apa yang sudah terjadi pada gadis itu.
"Aku sangat bahagia Pretty karena kamu kembali dengan selamat." ucap Valerie dengan wajah yang tampak senang. Ia bahkan memeriksa keadaan gadis itu dari atas sampai ke bawah.
"Kamu tidak terluka 'kan Pretty?" tanyanya lagi dengan wajah yang berubah khawatir.
"Tidak Nyonya. Aku baik-baik saja. Ini karena pertolongan Tuan Timothy dan juga Tuan Thompson. Mereka berdua sangat baik padaku."
"Ah ya, suamiku memang sangat baik Pretty. Dan aku yakin Jackson Thompson juga tak kalah baik." imbuh Valerie sembari melirik dua pria yang sedang berdiri di sekitar mereka berdua. Pretty Stewart tersenyum kemudian mengangguk setuju.
__ADS_1
"By the way, aku minta maaf ya, karena aku yang memaksamu untuk keluar dari Mansion untuk menikmati weekendmu."
"Ah itu bukan salah anda Nyonya. Pria brengsek itu yang datang menggangguku. Dan kurasa kita masih bisa keluar bersama suatu saat nanti, bagaimana?" Valerie mengangkat kedua jempolnya mengiyakan. Ia sangat senang karena Pretty Stewart sudah ceria kembali.
Kedua perempuan itu pun berjalan masuk ke dalam Mansion meninggalkan dua pria yang saling bertatapan dengan wajah tak terbaca itu.
"Dua perempuan itu mengabaikan kita Jack, berani sekali mereka!" gerutu Bradley Timothy dengan wajah kesal. Ia lantas ikut menyusul mereka berdua sedangkan Jackson Thompson hanya bisa diam berdiri di sana. Ia harus memikirkan cara untuk mendapatkan gadis cerewet itu.
🍀
Pretty Stewart kembali beraktivitas seperti biasa. Dengan banyak melakukan kesibukan ia jadi bisa melupakan kejadian buruk yang dialaminya beberapa hari yang lalu.
Pagi ini ia membawa baby Andrew untuk berjalan-jalan disekitar kolam renang. Sementara Valerie masih berada di dalam kamar dengan Tuan Bradley Timothy.
Gadis itu mendorong stroller baby boy itu dengan bernyanyi kecil. Beberapa pelayan ia sapa dengan ceria jika sedang bertemu di jalan. Sepertinya ia sedang sangat bahagia hari ini.
Baby Andrew pun ikut berceloteh seolah-olah mengerti tentang apa yang dirasakan oleh gadis itu.
"Ta ta ta ta," ujar baby boy itu sembari menendang-nendang udara saat Pretty menemaninya berbicara.
"Baby Andrew kok pintar sekali ya? mirip Daddy or mommy nih?"
Jackson Thompson memandang gadis itu dengan hati yang semakin berdebar bahagia. Pria itu membayangkan gadis itu juga bisa melahirkan anaknya kelak. Dan mereka bisa membentuk keluarga yang bahagia.
Pria itu berjalan mendekati Pretty Stewart dan juga baby Andrew untuk ikut bergabung bermain bersama.
"Halo Andrew," sapanya pada bayi itu yang masih sibuk menendang-nendang udara seraya menggigit bola karet yang ada ditangannya.
"Oeeeek Oeeeek Oeeeek," baby Andrew langsung menangis karena bolanya terlepas dari tangannya. Pretty Stewart langsung menggeser tubuh besar Jackson Thomson agar ia bisa mendiamkan baby boy yang sedang menangis itu.
"Permisi Tuan, anda sepertinya tidak cocok jadi Daddy, lihat baby Andrew langsung menangis karena anda datang." gadis itu meraih bola karet yang terjatuh itu dan memberikannya kembali pada baby boy itu.
"Nah kan bisa diam dan bermain lagi." lanjut Pretty seraya memandang Baby Andrew yang melanjutkan kegiatannya. Jackson Thomson tersenyum.
"Ah, yang begitu sih gampang, cuma memberinya mainan dan langsung diam. Aku juga bisa." timpal pria itu kemudian mengambil bola karet dan gigitan baby Andrew dan langsung membuat baby itu menangis kencang.
"Oeeeek Oeeeek Oeeeek." mata Pretty Stewart melototkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sedangkan Jackson Thomson hanya tersenyum kemudian memberikan bola itu lagi pada baby Andrew yang seketika langsung membuatnya berhenti menangis.
__ADS_1
"Kamu lihat 'kan tidak perlu menjadi Daddy yang baik kalau cuma seperti itu, Hem."
Ish
Pretty Stewart mencibir, "Kalau Daddynya tahu anda melakukan ini, ia pasti akan mencincang anda Tuan Thompson."
"Hahahaha, kamu jangan memberitahunya kalau begitu."
Ish
Gadis itu langsung mendorong stroller baby boy itu menjauh dari sana untuk menghindari pria itu yang akhir-akhir ini semakin gencar memintanya untuk menjadi istrinya.
"Apa kamu tidak ingin melahirkan anak sendiri dan menemaninya bermain seperti ini Pretty?" tanya Jackson Thompson dari arah belakang gadis itu.
Pretty Stewart tersentak kaget karena ia pikir pria itu sudah tidak mengikutinya. Gadis itu menghentikan laju stroller itu kemudian memandang pria itu yang sudah berada di depannya.
"Entahlah Tuan. Tetapi untuk saat ini aku masih ingin menikmati hidupku yang seperti ini. Baby Andrew sangat lucu dan menggemaskan untuk aku tinggalkan." jawab gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya pada baby boy yang berada di dalam stroller itu.
"Kalau begitu aku akan membawa gadis lain untuk menjaga Baby Andrew agar kamu bisa memikirkan tawaranku."
"Ih mana boleh begitu, ini pekerjaan yang aku sukai. Jadi jangan berpikir untuk menggantikan aku dengan yang lain. Anda benar-benar tidak punya perasaan!"
"Lalu apa perasaan aku tidak pernah kamu pertimbangkan Pretty? walaupun sedikit saja?" tanya pria itu dengan wajah memohon.
"Anda lucu sekali Tuan Thompson. Anda menghubung-hubungkan perasaan anda dengan pekerjaan aku ya jelas tidak boleh." gadis itu menatap Jackson dengan tatapan kesal.
"Okey baiklah. Aku tidak akan menggangu pekerjaanmu." dengan wajah kecewa karena selalu ditolak akhirnya pria itu pergi dari sana.
Ia berpikir kalau gadis itu memang tidak punya perasaan padanya. Jadi mungkin ia akan menghibur hatinya dengan bertemu dan berkencan dengan gadis lain saja.
Pretty Stewart memandang punggung pria itu dengan perasaan yang tiba-tiba tidak nyaman. Ia jadi merasa sangat bersalah pada asisten kepercayaan Tuan Timothy itu. Tapi sungguh, hatinya sekarang belum bisa diajak kerjasama.
🍀
"Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍