
Valerie Dominguez menggeliat pelan diatas pangkuan seorang pria tampan yang juga sedang tertidur sembari bersandar di jok Limousine mewah itu.
"Kamu sudah bangun Val?" tanya Bradley Timothy saat merasakan pergerakan seseorang di atas tubuhnya. Ia menatap perempuan cantik yang sedang berjarak sangat dekat dengannya itu dengan bibir tersenyum.
Valerie mengangguk kemudian menutupi area dadanya yang rupanya masih terbuka itu. Nampak sekali kalau ia tampak sangat malu sekarang. Ia tidak menyangka kalau tubuhnya sudah lebih baik dan nyaman setelah suaminya melakukan apa yang seharusnya Andrew lakukan.
Bradley Timothy mengelus lembut dua buah benda kenyal yang sepertinya sedang menantangnya lagi dan lagi itu. Cairan putih kembali menetes keluar dari keduanya sebagai respon atas apa yang tangannya lakukan.
Valerie Dominguez menutup matanya merasakan sensasi nikmat yang diberikan oleh suaminya itu padanya. Sedangkan Bradley Timothy semakin diatas angin.
Pria itu mendekatkan wajahnya kemudian mengecup tombol merah muda itu dan menghisapnya lagi dan lagi. Ia benar-benar sudah melewati batas dengan menguasai sepenuhnya milik Andrew putranya.
Valerie Dominguez meremas rambut suaminya sembari menggigit bibirnya. Ia berusaha menahan diri untuk tidak merintih-rintih nikmat. Bradley baru melepasnya setelah menghissap keduanya secara adil.
"Untuk sementara aku yang akan merawatnya sayang, agar kamu tidak kesakitan." bisik pria itu kemudian mengecup lembut bibir istrinya dengan penuh cinta.
"Aku harap baby Andrew tidak akan cemburu padamu Bradley," ucap Valerie sembari membalas mengulum bibir suaminya yang terasa sangat manis rasa susu putih itu.
"Asalkan kamu tidak memberitahunya sayang, aku yakin baby Andrew tidak akan tahu, Hem." Bradley Timothy tersenyum kemudian mencubit pipi istrinya yang sudah tidak demam lagi.
"Hahahaha, kamu Daddy yang nakal" Valerie Dominguez tertawa renyah dengan ucapan suaminya itu. Mereka masih terus memanjakan dengan belaian di daerah-daerah sensitif dan tidak sadar kalau Limousine yang mereka kendarai sudah berhenti.
Tok
Tok
Tok
Jackson Thomson mengetuk kaca mobil mewah itu karena sudah merasa cukup lama menunggu dan memberi waktu sepasang suami istri yang saling merindukan itu.
"Oh my God, dimana pakaianku Bradley?" Valerie Dominguez tersentak dan langsung melepaskan tangannya yang sedang bermain-main di bagian bawah sang suami.
__ADS_1
"Val, lanjutkan dulu sayangku. Aku belum sampai," pria itu mengerang frustasi karena sang istri menghentikan aksinya untuk memanjakan dirinya.
"Tapi ada Jack diluar, pasti sudah lama menunggu kita." cicit Valerie dengan wajah tidak nyaman.
"Jack akan menunggu tapi aku tidak bisa sayangku. Kemarilah Valerie," bujuk Bradley Timothy dengan wajah frustasi. Dirinya sedang berada hampir dipuncak sekarang dan sang istri malah meninggalkannya.
Valerie tersenyum meringis kemudian segera melanjutkan apa yang ia lakukan tadi. Dan tak lama kemudian Ia bisa menyaksikan sendiri bagaimana wajah tampan itu berada dipuncak dan menyemburkan lava ditangannya.
Bradley Timothy mencengkramkan pegangan kursi saat pelepasan itu datang sembari mengerang nikmat.
"Terimakasih sayangku, aku sangat bahagia Valerie, kamu sungguh hebat." ucapnya dengan senyum puas diwajahnya. Ia meraih tubuh Valerie ke dalam pelukannya. Menciuminya karena sangat bahagia.
Tok
Tok
Tok
"Brengsek kamu Jack!" teriak Bradley Timothy saat ia masih ingin bercinta tetapi diganggu oleh sang asisten. Jackson Thomson menjauhkan telinganya dari handphonenya karena teriakan sang bos.
Mereka sekarang sudah berada di bandara untuk kembali Ke New York tetapi sang bos masih saja berada di dalam Limousine dan tidak keluar-keluar.
Drrrt
Drrrt
Jackson Thomson menatap layar handphonenya dan melihat panggilan lagi dari sang bos arogan.
"Siapkan pakaian untuk Valerie sekarang juga Jack!" titah Bradley Timothy padanya dengan suara tegas dan nyaring. Pria itu kembali menarik nafas panjang kemudian meminta salah satu pramugari di sana untuk mencari pakaian baru di Toko di dalam bandara itu.
"Cari pakaian yang terbaik untuk Nyonya muda sekarang!" titahnya sembari menyerahkan satu kartu debet pada gadis itu.
__ADS_1
"Baik Tuan." jawab sang pramugari dan meninggalkan tempat itu untuk segera melakukan perintah pria kepercayaan Bradley Timothy itu. Tetapi belum begitu jauh, gadis itu kembali menghadap Jackson Thomson dengan wajah yang tampak berpikir.
"Kenapa kembali lagi, waktu kita tidak banyak!" sentak Jackson Thomson dengan wajah kesal. Pria itu benar-benar tidak sabar sekarang. Karena jadwal terbang pesawat akan berlangsung sebentar lagi.
"Bagaimana dengan ukurannya Tuan?" tanyanya meminta jawaban. Pria itu pun diam tampak berpikir. Ia juga tidak tahu ukuran pakaian Nyonya mudanya itu.
Seketika ia teringat akan gadis cerewet yang ada di Mansion keluarga Timothy. Dengan cepat ia menghubungi gadis itu untuk meminta ukuran pakaian yang biasa digunakan oleh istri dari Bradley Timothy itu.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, ia pun memberikan ukuran maupun model pakaian yang sering digunakan oleh Valerie Dominguez, cucu menantu kesayangan David Timothy itu.
"Kembali dalam waktu 10 menit!" titahnya pada sang pramugari.
"Baik Tuan, saya akan menggunakan pesawat jet untuk berbelanja sekarang juga." jawab gadis itu dengan wajah dipaksa tersenyum. Jackson Thomson menyeringai senang. Pria itu paling suka jika semua urusan pekerjaannya cepat teratasi.
Sementara itu di dalam Limousine, dua pasangan yang baru saja bercinta dengan cara yang lain itu sudah tampak kelelahan. Mereka saling menatap kemudian kembali saling mendekatkan dirinya lagi. Mereka seakan tak pernah puas dengan apa yang mereka baru saja lakukan.
"Valerie, kenapa kamu berniat meninggalkan aku dan Andrew sayangku?" tanya Bradley sembari membelai lembut rambut panjang sang istri yang sedang berada dalam pelukannya.
"Perjanjian kita kan seperti itu Bradley, aku hanya ingin melakukan kesepakatan kita saja." jawab perempuan cantik itu dengan tangan bergerak membelai bulu-bulu halus didada bidang sang suami.
"Eh, kamu istriku Valerie. Aku sudah menikahimu dan itu kamu yang minta. Jadi tidak semudah itu kamu pergi sayang."
"Aku pikir kamu tidak menginginkan aku, Aku pikir aku hanya sekedar melahirkan putramu saja."
"Aku sudah jatuh cinta padamu Valerie, dan aku tidak akan rela jika kamu pergi jauh dariku. Kamu akan melahirkan banyak keturunan Timoty sayang, kamu mau kan?" Valerie mengangguk kemudian tersenyum.
"Aku akan melahirkan banyak anak untukmu Bradley, asalkan cintamu hanya untukku." ucap Valerie dengan hati yang menghangat.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍