Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 44 SHM


__ADS_3

Cassandra ikut memandang kepergian Jackson Thompson dari rumahnya dengan tatapan tak terbaca.


Sejak pria itu muncul di depan rumahnya dan menanyakan keberadaan Pretty Stewart, ia sudah menduga kalau sebuah masalah mungkin sedang terjadi di keluarga Timothy.


Jason Derylo berbalik dan mendapati istrinya itu sedang berdiri dibelakangnya dengan wajah khawatir.


"Jason, apakah Pretty sedang dalam masalah? kenapa pria itu datang mencarinya?"


"Aku tidak tahu Cassy, tetapi sepertinya Pretty sedang bersedih karena masalah yang terjadi beberapa hari yang lalu di tempat ini." jawab pria itu dengan tarikan nafas berat kemudian melanjutkan,


"Dia mengatakan telah diberhentikan dalam pekerjaannya oleh Tuan Jackson Thompson." pria itu menunduk dengan perasaan tak nyaman.


"Aku yang salah karena memintanya kemari bersama Nyonya Timothy, Cassy. Seharusnya aku tidak melakukannya." Cassandra bisa merasakan apa yang dirasakan suaminya. Ia lalu menarik tangan pria itu lalu menciumnya.


"Aku yang salah Jason. Semua masalah ini bermula dariku 'kan? mungkin kamu sudah lelah menghadapiku hingga kamu meminta bantuan pada orang lain." ujar Cassandra dengan airmata yang kembali berlinang.


Nasehat Pretty Stewart rupanya sudah mampu mengubah cara pandangnya dan sekarang ia sangat menyesali semuanya.


"Maafkan aku Jason. Tolong jangan bosan padaku. Aku akan belajar untuk menerima keadaan ini." perempuan itu memeluk pria yang selama hampir dua tahun ini selalu sabar menemaninya dan menghiburnya saat ia sedang depresi berat.


"Aku mencintaimu Cassy, dan aku tidak akan bosan padamu." jawab Jason Derylo kemudian balas memeluk perempuan yang telah melahirkan putrinya itu.


"Kembalilah jadi Cassandra yang dulu yang memiliki harapan yang tinggi. Masa lalu yang buruk kita buang saja jauh-jauh dan jangan lagi mengharapkan sesuatu yang bukan milik kita." Cassandra mengangguk. Ia akan belajar jadi istri yang baik buat Jason Derylo.


"Sekarang lihat Aku Cassy, aku sekarang sangat merindukanmu." bisik pria itu dengan suara bergetar. Dua tahun sudah ia menikahi perempuan itu tapi tak sekalipun Cassandra ingin melakukan kewajibannya sebagai isteri.


Perempuan itu malah selalu menyalahkannya karena telah hamil. Dan lebih parah lagi ia selalu membayangkan Bradley Timothy lah yang menjadi Ayah dari anaknya itu.


Cassandra menatap wajah pria itu kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bibir suaminya itu. Perempuan itu ingin menebus rasa bersalahnya dengan memulai menyentuh pria itu terlebih dahulu.


Jason Derylo menyambut baik sentuhan istrinya dengan balas mengulumm bibir tebal itu dengan hasrat yang sudah lama terpendam.


"Cassy, kamu tahu 'kan aku sangat mencintaimu, dan aku akan membuatmu bahagia sayang, kita akan menua bersama," ucap Jason Derylo seraya menggendong tubuh istrinya itu ke arah kamar mereka berdua.

__ADS_1


Cassandra tersenyum kemudian mengelus lembut rahang pria itu lalu berucap, "Buat aku bahagia Jason, buat aku melupakan masa-masa sedihku selama ini."


Pria itu meletakkan tubuh Cassandra disamping tubuh putri kecil mereka yang sedang tertidur lelap.


"Aku akan membuatmu melupakan semua hal yang menyedihkan sayangku," ucap Jason seraya membuka pakaian yang melekat ditubuhnya. Cassandra hanya tersenyum. Ia sangat tahu apa yang diinginkan oleh pria itu padanya. Dan ia akan memberikan apapun agar Jason tidak akan berpikir untuk meninggalkannya.


Dalam hati Ia terus membujuk hatinya untuk melupakan niatnya ingin memiliki Bradley Timothy lagi.


Jason Derylo perlahan membuka kancing-kancing bajunya dengan tatapan penuh cinta. Mereka berdua saling menghantarkan perasaan ingin menggapai nirwana yang menjanjikan kenikmatan tak berujung.


Cassandra kembali menyerahkan dirinya seperti dulu ketika ia masih punya hubungan khusus dengan Bradley Timothy. Tetapi sekarang ia tak akan merasa bersalah lagi karena mengkhianati orang lain. Saat ini mereka sah melakukan apa saja.


"Mommy," keduanya tersentak kaget karena putri mereka terbangun dan memanggil perempuan yang sudah hampir berada diatas awan itu.


"Oh my darling, my baby girl," Jason Derylo menghentikan hentakannya dibawah sana dan segera menarik inti tubuhnya yang sedang berkunjung ke sebuah tempat yang sudah lama ia rindukan itu.


Nampak sekali kalau kedua orang itu sangat kecewa karena terganggu disaat-saat mereka sedang asyik-asyiknya.


"Maafkan aku Cassy, tetapi aku harus membuatkannya susu sekarang," ujar Jason seraya memakai celananya kembali. Ia keluar dari kamar itu dengan membawa putrinya ikut serta.


"Daddy, aku mau Mommy!" teriak gadis kecil itu dan memaksa turun dari gendongan Daddynya. Ia berlari lagi ke arah ranjang dimana Cassandra sudah berhasil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kemarilah sayang, peluk Mommy," ujar sang mommy seraya merentangkan tangannya menyambut sang Puteri. Mereka berdua saling berpelukan dengan senyum diwajah Jason Derylo.


"Kita masih punya banyak waktu Cassy," ucapnya kemudian melanjutkan langkahnya ke arah dapur untuk membuat susu.


🍀


Jackson Thompson melalui koneksi yang ia punya segera menghubungi tiga bandara internasional di New York, yakni Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, Bandar Udara Internasional Liberty New York, dan Bandar Udara LaGuardia untuk mencari data penumpang bernama Pretty Stewart.


Dalam waktu kurang dari 30 menit orang-orang kepercayaannya memberikan informasi bahwa gadis yang sedang dicari itu tidak terdaftar sebagai penumpang untuk semua maskapai penerbangan manapun.


"Pergi kemana kamu gadis cerewet!" kesal pria itu seraya memukul kemudinya dengan emosi. Ia sudah berkeliling kota New York sepanjang hari itu tetapi tidak juga menemukan gadis itu.

__ADS_1


Akhirnya Jackson Thompson kembali ke Apartemennya malam itu dengan wajah kuyu tak bersemangat. Ia rasanya ingin sekali melampiaskan perasaan bersalah ini dengan melakukan sesuatu yang memacu adrenalinnya.


Bugh


Bugh


Pria itu memukul samsak yang ada dihadapannya dengan keras. Berkali-kali ia lakukan hal itu seraya menendang untuk meringankan beban yang sedang bergelayut didalam hatinya.


"Aaaaargh!" Jackson Thompson berteriak keras setelah tubuhnya sudah sangat lelah karena kehabisan tenaga. Ia luruh ke lantai dengan berlutut. Rambutnya ia jambak keras dengan perasaan bersalah dihatinya.


"Pretty, kumohon maafkan aku. Tapi tolong jangan menghilang seperti ini!" ujarnya dengan suara tertahan.


Pria itu akhirnya jatuh terkapar di lantai dingin dalam ruangan gym nya dengan kerinduaannya yang sangat pada seorang Pretty Stewart.


Ternyata ia tak lebih buruk daripada Steven Brown. Ia melukai gadis itu dengan tidak memberikannya kesempatan untuk menjelaskan titik masalahnya.


Drrrt


Drrrt


Pria itu mengabaikan panggilan teleponnya yang terus-menerus berteriak-teriak memanggilnya.


Persetan dengan pekerjaan!!!


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


.

__ADS_1


__ADS_2