
Pagi itu Valerie sudah tampil dengan sangat cantik dan juga segar. Pengaruh morning Sickness untuk kehamilan anak keduanya ini sepertinya sudah berlalu dari hari-harinya. Ia merasa sudah sangat sehat dan kuat.
Rupanya berhari-hari menjadi penghuni ranjang membuatnya ingin sekali menghirup udara segar dengan nuansa yang berbeda. Ia juga ingin makan makanan seperti yang dulu ia makan sewaktu masih bersama dengan mendiang ibunya.
Dan keinginannya ini sangat tidak bisa ditunda atau ia akan merasa sangat sedih dan bahkan menangis. Perempuan hamil itu sedang berada dalam emosi yang tidak menentu. Mungkin dikarenakan oleh hormon kehamilan yang sedang ia alami.
Padahal Bradley Timothy dan juga Jackson Thompson sedang tidak berada di New York sekarang. Mereka sedang ada pekerjaan di California. Sedangkan keinginan ini sangat tidak bisa ditunda. Jadi Valerie terpaksa hanya meminta izin lewat telepon.
Tidak diizinkan keluar perempuan itu malah menangis sejadi-jadinya dan bahkan mengancam tidak akan makan atau melakukan sesuatu. Dan Akhirnya ia mendapatkan izin tetapi harus dikawal oleh orang-orang kepercayaan keluarga Timothy.
Kembali perempuan cantik itu mematut dirinya di depan kaca. Ia tersenyum bahagia dan sudah sangat siap untuk berangkat bersama asistennya Pretty Stewart.
Sejak semalam ia dan Pretty sudah merencanakan sebuah kegiatan yang cukup menyenangkan di luar Mansion yaitu di Bronx Zoo (Kebun Binatang Bronx) yang merupakan salah satu tempat rekreasi dan konservasi bagi kehidupan liar di New York.
Tempat ini sering digunakan untuk belajar dan melihat keanekaragaman dari seluruh dunia.
"Apakah baby Andrew juga ikut Nyonya?" tanya Pretty saat mereka berdua bertemu di meja makan. Gadis itu melayaninya menyiapkan ini dan itu sebagai bekal mereka pada perjalanan nanti.
"Tidak Pretty, kurasa ia bisa bersama dengan Mily di Mansion ini. Jadi kita tidak perlu membawanya. Kamu lihat 'kan, kalau anak itu sudah sangat akrab dengan gadis itu, jadi sekarang kita bisa bersenang-senang berdua.
"Ah iya Nyonya." jawab gadis itu seraya tersenyum.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang Pretty sebelum baby Andrew melihat kita dan akhirnya rewel meminta ikut." ujar Valerie dan melangkahkan kakinya keluar dari Mansion itu.
"Apa sebaiknya kita membawanya juga Nyonya? anak itu pasti senang melihat binatang-binatang yang sedang dikonservasi di tempat itu." usul Pretty karena ia tahu baby Andrew suka sekali bermain dengan kucing dan juga burung.
"Ah iya baiklah Pretty, jika kamu memaksa." Valerie setuju dan akhirnya membawa putranya ikut serta bersama dengan Mily.
Dengan mengendarai mobil mereka berdua berangkat ke Bronx Zoo. Pretty Stewart sebagai drivernya. Mereka benar-benar menikmati suasana luar rumah yang begitu menyenangkan.
__ADS_1
Setelah sampai ke kebun binatang itu, mereka turun dan mengikuti aturan seperti pengunjung pada umumnya. Membeli tiket dan diantar oleh seorang guide.
"Hai saya Jason Derylo. Saya akan mengantar anda untuk berkeliling tempat ini." ucap seorang pria tampan yang mengaku sebagai guide your mereka di tempat itu. Pretty Stewart seketika terhenyak. Ia memandang pria itu yang kebetulan juga memandangnya.
"Hai Jason, lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu?" tanya Pretty Stewart pada pria yang sangat ia kenal itu.
"Baik. Nona Stewart. Dan kamu?" Jason membalas sapaan gadis itu dengan senyum diwajahnya.
"Seperti yang kamu lihat Jason. Sekarang saya bekerja di keluarga Tuan Timothy."
"Oh ya, itu bagus. Semoga kamu selalu bahagia."
"Ah iya, Jason. Terimakasih banyak. Kalau begitu perkenalkan, ini Nyonya Valerie Timothy. Dan ini putranya," Pretty dengan memperkenalkan istri dari Bradley Timothy itu pada Jason Derylo.
"Hai Nyonya. Senang berjumpa denganmu."
"Hai Tuan Derylo, senang berjumpa denganmu juga." jawab Valerie dengan senyum cerah diwajahnya.
Baby Andrew tampaknya benar-benar ikut menikmati acara yang digagas oleh Ibunya dan juga Pretty Stewart.
Anak itu tidak berhenti berceloteh dan berteriak senang ketika bertemu dengan bermacam-macam burung yang berasal dari seluruh dunia itu. Sedangkan Valerie nampak tak kalah bahagia. Keinginannya untuk menghirup udara segar layaknya di sebuah hutan, ia rasakan kini.
Bunyi burung dan binatang-binatang lain menghiasi pendengarannya dengan sangat merdu. Ia sampai menutup matanya kemudian merasakan kebahagiaan yang tak terkira.
"Ini benar-benar luar biasa Tuan Derylo. Aku sangat suka berada di tempat ini. Lain kali aku akan datang lagi bersama dengan suamiku." ujar Valerie sembari menatap hewan-hewan liar dari balik kerangkeng.
"Siapa nama suami anda Nyonya? saya yakin ia pasti sangat mencintai anda."
"Apa?" tanya Valerie balik. Perempuan cantik itu menatap wajah Jason Derylo sekilas kemudian mengalihkan pandangannya ke arah kumpulan binatang-binatang liar yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Anda sangat cantik dan sangat bahagia. Saya rasa itu karena suami anda memberi banyak cinta." jawab Jason Derylo sembari membayangkan wajah Cassandra yang sedang ada di Rumahnya saat ini.
"Ah ya, Bradley Timothy sangat mencintaiku. Dan aku sangat bahagia akan hal itu. Aku juga sangat mencintainya." jawab Valerie dengan sangat bahagia. Bibirnya tak berhenti melengkung membentuk sebuah senyuman.
Deg
Jason Derylo tersentak. Ia menatap Valerie dan Pretty Stewart bergantian. Sudah lama ia berharap bisa bertemu dengan seseorang yang dekat dengan pria itu agar ia bisa menyampaikan keluh kesahnya tentang istrinya Cassandra.
"Jason?" Pretty memanggil nama pria itu yang tiba-tiba saja terdiam padahal kendaraan yang mereka gunakan sudah berjalan jauh di dalam kebun binatang itu.
"Ah ya maafkan saya. Kita sudah terlalu jauh dan sebaiknya kita memutar arah untuk kembali." ujarnya setelah tersadar ia telah melamun dan memikirkan istrinya.
Setelah selesai berkeliling diantar oleh guide itu. Mereka semua pun berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Central Park di kota New York juga. Tetapi langkah mereka ditahan oleh Jason Derylo.
"Bolehkah saya meminta tolong Nyonya?" pinta pria itu pada Valerie Timothy.
"Silahkan Tuan. Katakan saja apa yang anda inginkan." jawab Valerie dengan senyumnya seperti biasa.
"Saya mohon anda mengunjungi alamat ini. Kalau anda tidak keberatan." ujar pria itu sembari memberikan selembar kertas yang berisi alamat rumahnya bersama dengan Cassandra.
"Jason?" Pretty Stewart memandang pria itu dengan pandangan tanya. Ia sampai menggelengkan kepalanya agar tidak melakukan hal itu pada majikannya itu.
"Tidak apa Pretty. Ayo kita kesana. Alamatnya sepertinya tidak jauh dari sini." jawab Valerie cepat seolah mengerti kegundahan hati asisten pribadinya itu.
Mereka pun akhirnya berangkat ke alamat yang dimaksud atas permintaan Valerie sendiri.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍