Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 22 HSM


__ADS_3

Bradley Timothy menatap tubuh indah di depan matanya itu dengan pandangan semakin berkabut hasrat. Sedangkan Valerie Dominguez berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua telapak tangannya tetapi ternyata itu tidaklah cukup.


"Jangan menatapku seperti itu Tuan, aku malu," cicit Valerie dengan suara pelan. Wajahnya menunduk dengan pipi menghangat. Ia sungguh tidak kuat membalas tatapan pria tampan dihadapannya itu.


"Valerie, aku ingin menyapa putraku," ujar Bradley kemudian mulai menggerakkan tangannya ke arah permukaan kulit perut perempuan itu yang sudah sangat besar.


Pria itu mengelus dengan sangat lembut sampai Valerie menutup matanya karena sangat menikmati perlakuan sang suami. Sembilan bulan ini, ia merindukan diperlakukan seperti ini oleh seseorang yang bertanggung jawab atas keadaannya sekarang.


Setelah puas bermain-main di daerah perut yang sangat indah dan sek*si itu tangan kanan pria itu bergerak ke belakang tubuh Valerie ke kedua bongkahan lembut dan kenyal dan meremassnya.


"Aaaaakh," tanpa sadar perempuan cantik itu mendessah nikmat saat bibir Bradley menyentuh dan menghissap pucuk berwarna pink miliknya yang sangat kenyal. Tangannya ikut membelai punggung suaminya yang masih berbalut kemeja itu.


"Tuan, Aaaaaakh," Valerie merasakan tulangnya sudah tak sanggup menopang tubuhnya yang ingin melebur bagai jelly. Ia sudah sangat lemas dengan berbagai sentuhan lembut yang diberikan oleh suaminya.


Bradley Timothy tersenyum lembut kemudian mengangkat tubuh Valerie ke atas ranjangnya. Pria itu menatap dengan tatapan penuh pemujaan pada perempuan yang sedang mengandung putranya itu.


"Kamu sangat cantik Valerie, " bisiknya pelan kemudian melumate bibir merekah sang istri dengan sangat lama. Valerie mencoba untuk membalas dengan ikut melakukan apa saja yang dilakukan Bradley Timothy padanya.


"Kamu sepertinya sudah sangat siap Valerie," bisik sang suami saat tangannya memeriksa sebuah lorong rahasia yang sangat ingin ia datangi. Perempuan itu tersenyum malu kemudian menutup wajahnya.


Rasanya Valerie ingin bersembunyi disebuah tempat yang sangat sepi. Ia mengutuk dirinya yang begitu sangat menginginkan pria yang sedang menatapnya tak berkedip itu. Kerinduaannya akan belaian selama ini membuatnya lupa kalau mereka hanya akan bertemu sekali saja lalu berpisah.


Bradley Timothy meraih telapak tangan istrinya agar ia bisa melihat wajah cantik yang sedang ia rindukan selama ini.


Dan tanpa bicara pria itu kembali menyentuhkan bibirnya keseluruh permukaan wajah Valerie Dominguez. Setelah puas disana ia pun mulai bergerak turun ke leher dan memberikan banyak tanda disana sampai terdengar kembali teriakan merdu dari perempuan cantik itu.


Bradley Timothy sudah merasa pemanasan yang ia lakukan sudah sangat cukup. Ia pun mulai membuka seluruh penghalang dari tubuhnya dan segera memasuki inti permainan. Lorong rahasia ia datangi dengan ucapan perkenalan yang membuat Valerie menggelinjang nikmat.


"Tuan..." Valerie mencoba menutup kedua kakinya karena masih merasa malu dan asing. Ini adalah pertemuan keduanya dengan sang suami.


"Val,.." Bradley Timothy memaksa agar Valerie membuka dirinya. Cukup lama juga pria itu membujuk dengan sentuhan dan belain sampai Valerie membuka dirinya.


Dan


Desh

__ADS_1


Suara rintihan indah pun terdengar mengalun diiringi erangan seorang Bradley Timothy. Pria yang untuk kali keduanya ini merasakan sensasi yang luar biasa bersama seorang perempuan yang belum ia kenal dengan baik tetapi sudah resmi dan berhak ia sentuh.


Bradley Timothy menciumi kembali perut sang istri dengan kecupan- kecupan kecil hingga Valerie yang baru saja tiba dari kayangan bersamanya bergerak geli.


"Istirahatlah Val, setelah bangun nanti aku akan mengajakmu melihat taman." ucap pria itu kemudian menutup tubuh Valerie dengan selimut.


Perempuan itu tersenyum dengan hati menghangat. Ia sangat bahagia saat ini dan ia ingin melupakan rasa sedihnya jika nanti harus berpisah dengan putranya kelak.


Ia mencoba membujuk hatinya kalau apa yang dilakukan pria itu padanya adalah sebuah bonus untuknya sebelum ia dibuang dan dicampakkan. Tak lama kemudian ia pun tertidur karena kelelahan.


Bradley Timothy segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian ikut naik ke tempat tidur. Senyum bahagia terbit terus diwajahnya yang tampan.


Meskipun sangat kesal dan marah pada Kakeknya tetapi ia juga bersyukur karena ternyata Valerie dan putranya aman di Mansion sang Kakek.


Ia berjanji setelah bangun nanti, ia akan mengucapkan terimakasih pada pria tua itu atas pengaturannya selama ini.


Sementara itu diluar sana, Pretty Stewart yang menyaksikan sendiri bagaimana seorang Bradley Timothy memperlakukan Valerie Dominguez dengan sangat romantis tadi mulai memutar otaknya untuk berpikir.


Apa mungkin Nyonya Valeria adalah istrinya Tuan Bradley Timothy?


Itu berarti Cassandra tidaklah salah sepenuhnya karena pria itu juga mempunyai perempuan lain?


Dan Cassandraku sudah sangat menderita dengan kejadian ini.


Oh My God.


"Hey, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Jackson Thomson yang langsung membuatnya tersentak dari lamunannya. Gadis itu menatap wajah asisten pribadi Bradley Timothy itu dengan wajah khawatir.


"Ada apa dengan wajah anda Tuan Thompson? apa ada habis menabrak tembok?" gadis itu balik bertanya karena bibir pria itu terlihat pecah.


"Obati lukaku ini dan jangan banyak bertanya, okey?" jawab Jackson kemudian menarik tangan gadis itu ke sebuah ruangan di dalam Mansion itu.


"Aaaww, pelan-pelan." teriak Jackson Thomson saat kain kasa berisi cairan anti septik itu ditekan keras oleh Pretty Stewart. Gadis itu langsung tersenyum meringis kemudian meminta maaf.


"Kamu mengobati orang tetapi sedang memikirkan hal lain, dasar ceroboh!" gerutu pria itu sembari meraih kain kasa itu dari tangan Pretty Stewart.

__ADS_1


"Eh, Maafkan aku Tuan. Tapi apa boleh aku bertanya sesuatu?" tanya gadis itu dengan wajah yang masih menunjukkan kebingungan.


"Aku sudah bilang jangan terlalu banyak bertanya!" bentak Jackson yang sudah mulai mencurigai akan apa yang dipikirkan oleh gadis itu.


"Tapi kalau aku penasaran bagaimana Tuan? Anda tidak akan rela bukan kalau aku nanti mati dalam keadaan penasaran?" timpal Pretty Stewart yang langsung mendapat satu buah jitakan di keningnya.


"Awwww!" gadis itu menyentuh keningnya dengan wajah meringis.


"Enak saja mau mati sekarang! tidak boleh!" kesal Jackson dengan tatapan tajam pada gadis itu.


"Siapa yang mau mati Tuan Thomson, pekerjaanku saja di sini belum cukup dua bulan. Itu berarti gajiku kan belum banyak." jawab Pretty Stewart dengan bibir mengerucut kesal.


"Lalu apa masalahmu nona cerewet?"


"Aku kira Nyonya Valerie Dominguez itu istri simpanan anda Tuan- Aaawww!" Pretty Stewart kembali berteriak sebelum menyelesaikan kalimatnya karena satu jitakan lagi mendarat cantik dikeningnya.


"Otakmu perlu dicuci dengan cairan antiseptik ini!" ujar Jackson Thomson sembari berdiri dari duduknya.


Ish


Pretty Stewart berniat meninggalkan pria itu dengan menghentakkan kakinya kesal.


"Hey mau kemana?" tanya Jackson Thomson karena gadis itu ingin keluar dari ruangan itu.


"Sekarang waktunya Nyonya Valerie memakan vitaminnya. Dan aku akan menyiapkannya."


"Tidak perlu. Ada Tuan Timothy sedang bersamanya sekarang!" jawab pria itu kemudian menarik tangan Pretty Stewart untuk tidak pergi dari sana.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2