Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 26 HSM


__ADS_3

Pretty Stewart merasa sangat panik karena baby Andrew tidak berhenti menangis. Ia tidak tahu bagaimana caranya mendiamkan dan menenangkan baby boy itu.


Selama ini ia hanya membantu mengganti popok ataupun pakaian bayi itu sedangan untuk susunya, Valerie sendiri yang membuatnya jika bayi itu tidak kenyang setelah menyapih dari dirinya.


"Oeeeek Oeeeek Oeeeek!"


"Oeeeek Oeeeek Oeeeek!"


"Oh my God. Bagaimana ini? Help!" gadis itu sudah mulai kewalahan dan akhirnya meminta tolong kepada kepala pelayan yang kebetulan adalah seorang perempuan paruh baya.


"Nyonya, aku tidak tahu bagaimana mendiamkan baby Andrew. Tolong aku!" teriak gadis itu melalui sebuah benda pengirim pesan yang menempel di dinding di setiap kamar di dalam Mansion itu.


Mrs. Robert, kepala pelayan itu langsung berlari menuju kamar Nyonya muda Valerie Timothy itu. "Apa yang terjadi padanya Nona Stewart?" tanyanya ketika sampai di kamar itu dan mendapati Baby boy itu masih saja menangis.


"Aku tidak tahu Nyonya. Sejak tadi ia menangis tiada henti. Apa mungkin Tuan muda sedang sakit?" tanya gadis itu dengan wajah khawatir.


"Oeeeek Oeeeek Oeeeek."


Mrs. Robert tidak menjawab. Ia hanya memeriksa keadaan popok bayi itu tetapi ternyata masih kering. Ia sendiri bingung dengan apa yang terjadi.


"Oeeeek Oeeeek Oeeeek."


"Berikan padaku Nyonya," Tiba-tiba saja Bradley Timothy muncul di dalam kamar itu dan segera meraih baby Andrew dari gendongan kepala pelayan itu.


Keadaan langsung berubah hening. Tak ada lagi suara di dalam kamar itu. Baby Andrew sendiri langsung berhenti menangis dan tertidur pulas dalam gendongan sang Daddy. Mrs. Robert dan Pretty Stewart saling berpandangan dengan wajah takjub.


Tak lama kemudian, Bradley Timothy menaruh putranya ke dalam box khusus untuk baby boy itu. Ia memandang kesekeliling ruangan kamar itu dan tidak mendapati istrinya ada di sana.


"Pretty, dimana Nyonya muda?" tanyanya pada asisten pribadi istrinya itu. Pretty Stewart tidak menjawab. Ia hanya tertunduk sembari menjalin jari-jarinya.


"Kamu dengar aku Pretty? katakan dimana Nyonya muda berada!" seru Bradley dengan intonasi yang cukup tinggi. Tubuh gadis itu langsung gemetar ketakutan.


"Nyonya pergi dari Mansion ini Tuan beberapa jam yang lalu."


"Apa maksudmu dengan kata pergi?!" teriak pria itu kemudian berlari kedalam Walk in Closet di dalam kamar itu. Ia mencari benda-benda berharga yang pernah ia berikan pada Valerie dan ternyata semuanya sudah kosong. Tak ada yang tersisa.


Hanya ada selembar kertas berisi tulisan tangan seseorang di dalam laci ia temukan. Dengan tangan gemetar, Bradley Timothy membaca pesan singkat itu.

__ADS_1


Dear Tuan Bradley Timothy,


Aku sudah melakukan tugasku sesuai perjanjian kita diawal kita bertemu yaitu, Aku hanya sekedar melahirkan putra untuk anda.


Aku sudah mengambil bayaranku untuk itu.


Satu saja pesanku, cintai dan sayangi Andrew meskipun anda sudah bersatu dengan kekasih hati anda.


Terimakasih,


Valerie Dominguez.


"Oh shi*t!" umpat pria itu sembari meraup wajahnya kasar. Ia meremas kertas kecil itu dengan dada bergemuruh emosi. Dengan langkah cepat ia keluar dari kamar itu.


"Kamu tahu Nyonya pergi kemana Pretty?" tanyanya lagi sebelum ia pergi meninggalkan kamar itu.


"Maafkan aku, Tuan tetapi Nyonya muda tidak mengatakan apapun. Tetapi sepertinya ia pergi bersama salah satu sopir pribadi di Mansion ini."


"Jackson! kita cari istriku sekarang juga!" teriaknya seperti orang gila. Ia tak menyangka kalau Valerie Dominguez masih mengingat perjanjian itu.


🍀


Valerie Dominguez sengaja menggunakan jasa kereta api ke Los Angeles, California untuk menghemat keuangannya.


Meskipun ia memiliki banyak uang sekarang tetapi ia belum tahu apakah ia akan mendapatkan pekerjaan dengan cepat setelah sampai di kota kelahiran ibunya.


Dan juga ia ingin menikmati perjalanan ini sebagai bagian dari liburan yang tidak pernah ia rasakan selama hidupnya. Mungkin dengan bertemu dengan orang baru ia bisa melupakan kesedihannya karena berpisah dengan putra yang baru dilahirkannya itu.


Butuh Kira-kira 2 hari, 12 jam perjalanan dari New York City ke Los Angeles, California. Dan perempuan cantik itu berharap ia bisa menikmati perjalanan itu nantinya.


Bunyi tanda kereta akan segera berangkat membuatnya tersenyum bahagia. Sebentar lagi ia akan meninggalkan kota yang penuh kenangan ini. Kemiskinannya bersama dengan sang ibu dan berakhir dengan harus berpisah dengan darah dagingnya sendiri karena sebuah perjanjian.


Tanpa terasa airmatanya kembali menganak sungai. Rasa rindunya pada Andrew tiba-tiba datang menyapanya dengan sangat menyakitkan.


Aaaaaa


Valerie Dominguez menyusut airmatanya kemudian mencari tempat duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera di dalam kertas tiketnya.

__ADS_1


"Hai, Aku Cristian. Senang bisa melakukan perjalanan ini dengan seorang gadis cantik." sapa seorang pria muda dengan tampilan yang lumayan menarik.


"Hai, Aku Valerie," jawab Perempuan itu tersenyum kemudian duduk di samping pria itu tetapi sebelumnya ia meletakkan koper Kecilnya di bagian atas kursi itu.


"Wah nama yang cantik seperti orangnya." ujar Cristian lagi tanpa mengalihkan pandangannya pada wajah cantik Valerie.


Perempuan itu hanya tersenyum kemudian mulai membuka majalah lama yang sengaja disediakan oleh pengelola kereta untuk dibaca sebagai pengusir rasa bosan.


Istri dari Bradley Timothy itu sedang tidak ingin berbasa-basi dengan pria yang ada disampingnya itu. Tetapi ternyata usahanya sia-sia saja. Cristian selalu saja mempunyai cara untuk membuatnya membuka mulut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pria itu.


"Apakah kamu tahu Val? ini adalah perjalanan terjauh yang aku pernah lakukan. Selama ini aku hanya berputar-putar di kota New York saja." ucapnya dengan nada yang sok akrab. Seolah-olah mereka sudah cukup lama saling kenal.


"Aku mau ke Los Angeles-karena ingin bekerja di sana. Bibiku memanggilku untuk bekerja di sebuah restoran miliknya." lanjutnya sembari memandang wajah Valerie.


"Kalau kamu tidak punya tujuan yang jelas di California. Kamu bisa ikut denganku. Bibiku membutuhkan banyak karyawan." pria itu terus mengoceh meskipun Valerie Dominguez tidak menanggapinya.


Valerie Dominguez mulai menghentikan gerakan tangannya yang sibuk membolak-balik halaman demi halaman majalah itu. Ia sepertinya mulai tertarik dengan tawaran pria itu. Ia juga tidak tahu siapa yang ingin ia datangi sesampainya di California. Keluarga ibunya sudah banyak yang meninggal.


"Baiklah. Aku akan ikut denganmu Tuan Cristian. Karena Anda sepertinya baru berhenti bicara sampai aku tertarik padamu."


"Oh dengan senang hati aku menemaninya Val." Cristian tersenyum lebar kemudian mulai menutup matanya.


"Aku akan tidur. Jika kita sampai pada stasiun berikutnya, tolong bangunkan aku."


"Ah ya, tidurlah supaya kupingku bisa sedikit tenang." jawab Valerie kemudian melanjutkan membaca majalah itu. Tetapi tiba-tiba ia mengernyit karena merasakan bagian depan tubuhnya terasa keram dan sakit. Setelah itu ia menyadari kalau air susunya baru berproduksi dengan sangat banyak.


Andrew sayangku, apakah kamu merindukan Mommy?


Maafkan mommy ya.


Kenapa justru ketika aku pergi produksi air susu ini jadi melimpah seperti ini?


Perempuan itu membatin dengan perasaan rindu yang teramat sangat pada putranya itu. Ia menyentuh pakaian bagian depannya yang sudah sangat basah itu.


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2