
Mobil yang dikendarai oleh Pretty Stewart itu berhenti disebuah rumah minimalis di sebuah kompleks perumahan di kota New York. Rumah yang akan mereka datangi itu tampak rapih dan bersih.
"Apa ini alamatnya Pretty?" tanya Valerie seraya memperhatikan keadaan rumah yang nampak kelihatan sama dengan rumah-rumah lainnya di tempat itu.
"Iya Nyonya." jawab gadis itu seraya membuka seatbeltnya kemudian turun dari kendaraan roda empat itu. Ia mengitari mobil itu dan membuka pintu untuk Valerie. Gadis itu juga meraih baby Andrew dari pangkuan Moly agar gadis itu bisa turun dengan nyaman.
Sebuah mobil hitam berplat khusus milik keluarga Timothy juga berhenti tidak jauh dari mereka. Beberapa pria berbaju hitam mengawasi apa saja yang dilakukan oleh Nyonya muda mereka dan melaporkannya pada Tuan Bradley Timothy yang masih berada di California saat itu.
"Aku yang akan mengetuk pintunya Nyonya. Anda bisa menunggu di sini." ujar gadis asisten itu kemudian segera berlari ke arah beranda rumah itu.
Tok
Tok
Tok
Pretty Stewart mengetuk pintu itu berkali-kali tetapi tidak ada suara yang bisa ia dengar dari dalam rumah itu.
"Cassy! Apakah kamu ada di dalam?" gadis itu mulai memanggil nama perempuan yang ia yakini ada di dalam sana sesuai kisah yang telah diceritakan oleh Jason Derylo.
"Huaaaaa Huaaaa Huaaaaa," Pretty Stewart langsung memukul pintu yang terbuat dari kaca separuh itu karena mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam sana.
"Cassy buka pintunya!" teriaknya lagi sembari terus mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga. Valerie yang melihat gadis itu tampak kesulitan segera ikut naik ke beranda rumah itu. Ia ikut mendorong pintu itu dan akhirnya terbuka.
"Huaaaaa Huaaaa Huaaaaa..." Pretty Stewart langsung meraih anak kecil perempuan seumuran Baby Andrew ke dalam gendongannya.
"Huaaaaa Huaaaa Huaaaaa," tangis putri kecil yang sangat cantik itu semakin menjadi-jadi.
"Cup cup cup, diam ya sayang." Pretty Stewart terus menerus memeluk dan menepuk-nepuk punggung anak itu agar berhenti menangis.
"Dimana mommy mu sayang?" tanyanya seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan rumah itu. Valerie ikut mengedarkan pandangannya seperti yabg dilakukan oleh asistennya. Matanya tertumbuk pada seorang perempuan yang sedang membelakangi mereka.
Perempuan berambut panjang itu sedang berdiri menghadap jendela tanpa bergerak samasekali. Nampak sekali kalau kehadiran mereka saat ini tidak dipedulikan oleh pemilik rumah itu.
__ADS_1
Pretty Stewart menghampiri sosok perempuan itu dan memanggil namanya, "Cassy?!" ia tahu bahwa orang itu adalah Cassandra mantan majikannya meskipun sudah lama ia tidak bertemu.
"Mommy?" sentak gadis kecil berusia lebih dari satu tahun yang ada didalam gendongan sang asisten.
"Cassy!" perempuan cantik mantan model itu berbalik dengan wajah pucat dan pandangan mata kosong. Ia seperti sedang tidak berada di dalam dimensi yang ditempatinya saat ini.
Deg
Valerie merasakan dadanya berdebar kencang. Ia ingat tentang perempuan ini. Seketika bayangan kejadian sekitar dua tahun yang lalu berkelebatan di dalam kepalanya.
Perempuan ini adalah calon istri dari Bradley Timothy yang diperkenalkannya pada media saat itu. Matanya ia alihkan pada baby girl yang sedang berada dalam gendongan Pretty Stewart.
Apakah gadis kecil ini adalah putri dari Bradley Timothy, suaminya?
"Cassy? kamu ingat aku 'kan?" panggil Pretty Stewart pada perempuan yang nampak tidak sadar itu.
"Mommy!" gadis kecil itu berusaha menggapai pakaian perempuan itu.
"Cassy! ada apa denganmu!" teriak gadis itu sembari meraih perempuan itu dalam pelukannya. Air matanya tak berhenti menetes melihat keadaan mantan majikan kesayangannya itu.
"Aku tidak bisa hidup tanpanya Pretty, tolong bawa aku kepadanya, huaaaa."
Deg
Valerie merasakan dadanya sesak. Ia merasakan sebuah perasaan yang sangat mengganggu hatinya. Seketika air bening juga memaksa keluar dan meleleh dipipinya.
"Siapa dia Pretty?" tanya Cassandra seraya menatapnya dengan tatapan tanya. Perempuan itu melepaskan pelukan gadis itu padanya lalu mendekati Valerie yang sedang tergugu.
"Dia Nyonya Valerie. Dan aku sekarang bekerja padanya." jawab sang asisten dengan cepat. Ia mengikuti langkah Cassandra yang sedang menghampiri Nyonya muda pada keluarga Timothy itu.
"Untuk apa dia kesini Pretty?" tanya Cassandra lagi dengan mata masih tak lepas dari mata biru Valerie.
"Jason yang memintanya untuk datang, mungkin kamu butuh teman Cassy. Jadi kami datang untuk melihatmu." timpal Pretty Stewart berusaha mengetahui Valerie untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Untuk apa? aku tidak butuh orang lain Pretty. Aku hanya butuh Bradley Timothy calon suamiku yang sedang direbut oleh seseorang dariku." Valerie semakin merasakan dadanya sesak. Ia tidak menyangka dibalik Kebahagiaannya dengan pria itu ada seorang perempuan yang sangat menderita seperti ini di sini.
"Aaaaaaaa!" Cassandra tiba-tiba berteriak keras-keras kemudian menangis lagi dengan histeris. Ia terus-menerus memanggil nama Bradley Timothy dengan suaranya yang sangat menyedihkan.
"Mommy! huaaaaa!" gadis kecil dalam gendongan Pretty kembali ikut histeris ketika mendengar ibunya menangis seperti itu.
"Cassy sadarlah! Tuan Timothy sekarang sudah punya istri yang sangat dicintainya dan kamu juga sudah punya kehidupan lain dengan putrimu. Berhentilah mengharapkan yang bukan lagi milikmu." hibur Pretty dengan suara lembut. Ia mengelus pelan punggung perempuan itu yang masih saja menangisi nasib percintaannya dengan pria yang pernah ia khianati itu.
"Tidak Pretty! Bradley adalah milikku seorang. Tak boleh ada yang boleh memilikinya selain aku." jawab Cassandra masih dengan tekadnya yang membulat.
"Akan kusingkirkan perempuan itu yang berani mengambil kebahagiaanku. Bradley sudah berjanji akan menikahiku Pretty, ia ingin anak dariku. Bukan anak dari perempuan lain. Hanya aku yang ia harapkan memberinya keturunan. Huaaaaa." Cassandra kembali menangis dan menjambak rambutnya. Tubuhnya luruh ke lantai dengan sangat menyedihkan.
Valerie Timoty tidak tahu harus berkata apa, ia hanya bisa menyusut airmatanya seraya mengelus perutnya yang sedang mengandung anak kedua dari seorang Bradley Timothy.
Perempuan hamil itu langsung keluar dari rumah itu untuk menumpahkan tangisnya di beranda. Dadanya sungguh sesak. Ia merasa sangat kasihan pada perempuan itu yang ternyata tidak dipedulikan lagi oleh suaminya padahal ia juga sudah melahirkan keturunan Timothy.
"Mommy," panggil Baby Andrew yang sedang berada dalam stroller dijaga oleh Moly. Perempuan itu langsung melangkahkan kakinya ke arah putranya kemudian meraihnya dalam gendongannya.
Ia mencium seluruh wajah putranya itu dengan sayang lantas berucap,
"Sayang, ternyata kamu mempunyai keluarga lain disini. Mereka menderita karena kita menguasai Daddymu, Andrew hiks." Valerie terus menangis dan memeluk putranya dengan perasaan campur aduk. Ia lalu meminta Moly untuk membawa putranya kembali ke mobil karena perasaannya sedang tidak baik-baik saja.
Bugh
Tubuh perempuan hamil itu jatuh ke lantai beranda tetapi segera diraih oleh Jason Derylo yang kebetulan baru sampai.
Beberapa pria berpakaian hitam yang sedari tadi mengawasi aktivitas Nyonya muda Timothy itu langsung keluar dari mobil dan segera berlari ke arah rumah itu. Mereka ingin menolong istri dari bos mereka.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍