Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 28 HSM


__ADS_3

Cristian ikut turun dari kereta api itu. Ia mengikuti Valerie Dominguez, karena sedikit khawatir akan masalah yang menimpa gadis yang baru dikenalnya.


Dari jauh ia memperhatikan seorang pria dewasa sedang berbicara dengan gadis itu. Pria itu tampak seperti orang kaya dilihat dari pakaian yang sedang digunakannya. Belum lagi seorang asisten yang berdiri di belakangnya juga tak kalah tampan dan menarik.


Apakah mereka orang baik-baik?


Atau jangan-jangan orang yang ingin melakukan kejahatan pada Valeri?


Karena penasaran dengan apa yang terjadi. Cristian pun segera mendekati mereka bertiga.


"Siapa mereka Val?" tanyanya dengan tatapan tajam pada dua orang pria yang nampak kaya itu.


"Apa mereka juga menawarimu pekerjaan?" lanjutnya dengan pandangan menyelidik. Valerie tidak menjawab. Ia tidak tahu apa status dari hubungannya dengan pria bernama Bradley Timothy itu. Suami atau hanya seorang pria yang membutuhkannya untuk sekedar melahirkan.


"Kalau urusanmu sudah selesai kita kembali ke Kereta Val, Bibiku sudah menerimamu bekerja." Cristian terus mengoceh tanpa henti dan tidak menyadari kalau tatapan tajam seorang Bradley Timothy padanya sudah hampir membakar tubuhnya bagai laser.


"Perempuan ini adalah istriku, dan aku akan membawanya pulang. Tidak ada pekerjaan atau apapun itu," ucap Bradley Timothy sembari meraih tangan istrinya agar mendekat padanya.


Ia memberi kode pada Jackson Thomson untuk mengambil barang-barang milik istrinya itu untuk dibawa ke Limousinenya.


Cristian tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya. Dengan cepat ia ingin meraih tangan Valerie yang lainnya tetapi Bradley Timoty lebih cepat bergerak. Ia memeluk tubuh perempuan itu dengan perasaan rindu di hatinya.


Valerie Dominguez tersenyum meringis menahan rasa sakit pada dua asetnya saat Bradley Timothy meraih tubuhnya ke dalam pelukan pria itu. Apalagi tangan besar itu memeluknya sangat erat.


"Andrew membutuhkanmu Val, ia menangis terus tiada henti setelah kepergianmu." ujar Bradley Timothy sembari menatap wajah cantik perempuan itu. Hatinya begitu gembira karena bisa menemukan istrinya itu mendahului orang suruhan sang kakek.


Valerie Dominguez tidak menjawab. Ia sedang tidak dalam kondisi yang bagus saat ini, tubuhnya semakin ia rasakan meriang karena pengaruh air susunya yang ia rasakan membatu. 24 jam tanpa dikeluarkan dengan semestinya membuat reaksi yang sangat buruk pada dirinya.


"Lanjutkan aktivitas anda tuan. Karena Tuan Timothy akan membawa Nyonya muda untuk pulang." ujar Jackson Thomson dengan maksud memberikan peringatan pada pria muda itu.

__ADS_1


"Val, bagaimana dengan rencana kita?" tanya Cristian dengan wajah berubah sedih. Ia sudah terlanjur tertarik pada gadis itu tetapi malah harus berpisah dengan begitu cepat.


"Maafkan Aku Criss, lain kali mungkin kita akan bertemu," jawab Valerie dengan suara pelan. Keram didadanya benar-benar tidak bisa ia tahan sehingga ia tidak perlu banyak bicara sekarang.


Perempuan itu melambaikan tangannya pada pria muda itu kemudian mengikuti langkah suaminya ke arah Limousine yang sudah terparkir dengan elegan di depan Stasiun.


"Ada apa Val? apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Bradley Timothy sembari membingkai wajah cantik itu dengan kedua tangannya. Sedari tadi Valerie Dominguez hanya diam saja hingga Pria itu merasa sangat khawatir.


Ia takut kalau pria muda tadi mempunyai hubungan khusus dengan isterinya dan terpaksa berpisah karena kedatangannya. Apalagi ia merasakan tubuh istrinya itu sangat panas.


"Tubuhmu demam Val, apa kita perlu ke Rumah Sakit sayang?" Valerie Dominguez menggelengkan kepalanya lalu menyentuh bagian depannya yang sangat basah dan menetes terus menerus. Ia meringis karena sakit dan keram yang ia rasakan.


"Tolong aku Tuan, keduanya sangat sakit."


"Oh ya ampun. Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Bradley Timothy dengan wajah semakin khawatir.


Bradley Timothy langsung memencet sebuah tombol remote control untuk memisahkannya dengan Jackson Thomson sebagai pengendara di bagian depan.


"Buka pakaianmu Val, Biarkan aku melihatnya sayangku." tangan pria itu dengan cepat bergerak membuka jaket dan blus yang sedang digunakan oleh istrinya.


Hanya sekitar lima menit bagian atas perempuan itu terekspos bebas dihadapannya disertai wajah meringis Istrinya yang semakin tampak menarik bagaikan sebuah undangan khusus.


Mata Bradley Timothy menatap benda favorit sejuta umat itu dengan pandangan tak terbaca. Ia tahu harus melakukan apa untuk membuat istrinya itu merasa lebih baik.


Sebuah respon terbaik pun terjadi dari dirinya. Bagian intinya tiba-tiba berkedut dan menggeliat dibawah sana hanya dengan melihat dua buah benda putih kenyal dan sangat menantang seolah memanggilnya.


Ia tidak punya pilihan lain selain menggantikan posisi Andrew saat ini. Baby boy itu tidak bisa membantu mommynya karena jarak antara New York dan Los Angeles cukup jauh. Sedangkan Valerie sedang butuh bantuannya sekarang juga.


Ia mulai mengangkat tubuh mungil Valerie ke atas pangkuannya agar ia bisa lebih bebas memberikan pertolongan kepada sang istri.

__ADS_1


"Aku akan menolongmu sayang," bisik Bradley sembari mulai mendekatkan mulutnya pada sebuah tombol berwarna pink yang masih sangat kecil karena baru dua kali ia menyedotnya.


"Aaaaawww, sakit Tuan." desis Valerie saat sang suami menghissapnya terlalu bersemangat. Tangannya sampai meremass kuat rambut pria itu yang sedang menempel di dadanya.


Bradley menghentikan aksinya dengan bibir penuh cairan putih. Tangannya mengelus lembut punggung sang istri agar bisa lebih santai dan menikmati apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


"Panggil aku Bradley, Val...aku suka kalau kamu menyebut namaku sayang, Hem." ujar pria itu kemudian mengulumm lembut bibir istrinya kemudian melepaskannya.


Bibirnya ia arahkan kembali ke arah dua sumber nutrisi yang sedang butuh pertolongan untuk dibuat lembut kembali.


"Aaaaakh, hmmmpt," lama kelamaan desissan sakit berubah menjadi dessahan nikmat keluar dari mulut Valerie.


Bradley Timothy mengganti posisinya dan berpindah ke sumber nutrisi putranya ke yang satunya lagi. Sedangkan tangannya mulai bergerak kemana-mana bahkan ke dalam pangkal paha sang istri.


"Brad, aku masih berdarah, maafkan aku ya," bisik Valerie diantara desahannya. Tangannya menahan tangan suaminya yang sepertinya sedang ingin menjelajah ke sebuah lembah tersembunyi miliknya.


Pria itu tidak menjawab. Ia sepertinya sedang sangat menikmati aksinya saat ini. Rasa kesalnya karena ditinggalkan oleh istrinya ini justru membuatnya sangat kenyang.


Sedangkan Valerie merasakan kenikmatan yang tidak terkira. Rasa keram didadanya kini berubah ringan dan lebih baik. Sampai ia tertidur diatas pangkuan suaminya yang masih tak berhenti menghissap pucuk berwarna merah muda miliknya.


'Tidurlah sayangku. Aku juga sudah sangat kenyang," bisik Bradley kemudian tersenyum karena tanpa sadar bersendawa dengan keras.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2