
Dua hari sudah Valerie telah melahirkan baby boy yang diberi nama Andrew Timoty, tetapi air susu, sebagai nutrisi bagi putranya itu belum juga berproduksi dengan baik. Hingga ia merasa kalau inilah jalannya untuk meninggalkan putranya itu.
Meskipun Bradley tidak pernah menyinggung perjanjian mereka waktu itu tetapi ia sadar diri karena pria itu dan kakeknya seolah memberinya tanda dengan banyaknya hadiah yang ia dapatkan sebagai ucapan terimakasih.
Sebuah kotak perhiasan mewah dan mahal ia buka yang baru diantar oleh kepala pelayan di Mansion itu. Dan begitu terkejutnya ia karena mendapati tulisan yang cukup mengganggu perasaannya sebagai seorang ibu.
Terimakasih Valerie, engkau memberikan hadiah yang sangat berharga untuk penerus keluarga Timoty.
Hadiah ini pasti tidak seberapa atas jasamu mengandung dan melahirkan baby Andrew.
Bradley Timothy.
Perempuan itu tersenyum dengan hati teriris sakit. Kata-kata itu benar adanya, dan ia tidak perlu tersinggung akan hal itu. Mungkin perasaannya saja yang sedang sensitif sekarang hingga ia begitu merasakan kesedihan yang sangat.
Dengan menarik nafas dalam-dalam ia menyimpan semua pemberian keluarga Timothy itu dalam sebuah koper yang ia miliki. Semua itu adalah bayarannya dan ia akan membawanya pergi dari tempat ini.
Pagi ini Valerie merasa sudah sangat sehat dan kuat. Perempuan itu menimang putranya dan menciumi pipi gembul Andrew dengan perasaan campur aduk. Air matanya tak berhenti juga keluar dari sana.
Semalaman ia sudah memikirkan banyak hal. Dan sudah memutuskan untuk meninggalkan putranya itu di dalam Mansion besar itu bersama dengan Bradley Timothy sang Daddy.
"Akan banyak keluarga yang akan menyayangimu Andrew, Mommy minta maaf karena harus meninggalkanmu sayang. Tapi inilah perjanjian aku dan Daddy mu." ucap Valerie sembari memeluk sayang baby boy yang sedang tertidur itu.
Perlahan ia meletakkan tubuh mungil itu ke dalam boxnya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Koper yang berisi pakaian dan beberapa hadiah ia bawa bersamanya.
__ADS_1
"Nyonya mau kemana?" tanya Pretty Stewart dengan wajah penasaran. Mata biru gadis itu memandang Valerie dari atas ke bawah dengan pandangan bingung.
"Aku akan pergi Pretty, kamu jaga baby Andrew ya," jawab Valerie sembari mengelus tangan gadis yang selama ini menemaninya di dalam Mansion besar itu.
"Kenapa bisa seperti itu Nyonya? aku sungguh tidak mengerti. Bagaimana dengan Andrew jika mencari anda?"
"Ia akan lupa padaku Pretty. Akan ada seorang ibu baru yang akan datang untuk merawatnya." jawab Valerie sembari berusaha menahan air mata yang sudah hampir tumpah dari kelopak matanya.
"Bagaimana bisa seperti itu Nyonya. Anda adalah ibunya yang sudah melahirkannya. Baby Andrew butuh anda." timpal Gadis itu lagi semakin tidak mengerti. Ia meraih pegangan koper perempuan itu agar tidak pergi dari sana.
Sungguh gadis itu bingung dengan apa yang terjadi karena ia tidak pernah melihat perempuan cantik itu berdebat atau saling berteriak dengan seorang Bradley Timothy seperti dulu ia sering melihat Cassandra dan pria itu. Jadi tidak mungkin mereka berdua sedang ada masalah.
"Jangan pergi ya Nyonya," mohon gadis itu dengan mata berkaca-kaca. Baginya Nyonya Valerie adalah majikan sekaligus sahabatnya. Sifatnya yang lembut dan rendah hati sangat berbeda dengan Cassandra, majikannya dulu.
Pretty Stewart merasa sudah sangat dekat dengan perempuan cantik itu dan juga sudah sangat nyaman dengannya. Dan satu hal lagi yang membuatnya khawatir adalah, kalau Valerie pergi, ia jadi tidak punya pekerjaan lagi. Ia takut akan kembali menjadi gembel.
"Oeeeek Oeeeek Oeeeek." suara tangisan Baby Andrew hanya menghentikan langkahnya sejenak kemudian dengan hati yang sangat pedih perempuan cantik itu pergi sana tanpa menoleh lagi.
"Oeeeek Oeeeek Oeeeek." Pretty Stewart tidak tahu harus pergi kemana. Ia ingin sekali menghentikan kepergian Nyonya Muda itu tetapi tangisan Baby Andrew juga tidak bisa ia abaikan.
Valerie Dominguez terus-menerus menyusut airmata yang seakan tak ingin berhenti menganak sungai dipipinya. Seorang sopir pribadi keluarga Timothy ia panggil untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang cukup jauh dari Mansion ini.
"Maafkan Mommy sayang, aku pergi karena aku harus, hiks." ujarnya sembari memandang wujud Mansion milik keluarga Timothy itu yang semakin jauh semakin tak tampak.
__ADS_1
Lama mereka berkendara sampai mereka tiba disebuah stasiun kereta terbesar di kota itu.
"Terima kasih banyak." ucapnya pada sopir itu dengan berusaha untuk tersenyum.
"Apakah saya harus menunggu anda di sini Nyonya?" tanya sang sopir dengan wajah menunduk sopan.
"Tidak perlu, kamu bisa kembali pulang ke Mansion." jawab Valerie Dominguez sembari meraih kopernya dari tangan sopir itu.
"Tetapi tugas saya adalah menenami anda kemanapun Nyonya. Saya tidak bisa kembali kalau tidak bersama dengan anda."
"Aku bilang, kamu bisa kembali ke Mansion karena aku akan pergi jauh, mengerti?!" seru Valerie dengan tatapan tajam pada sopir itu. Ia jadi menyesal kenapa ia tidak naik Taksi saja.
Pria itu tidak menjawab. Tetapi tidak bergerak sedikitpun. Ia tetap berdiri disana bagai sebuah patung.
What ever!
Valerie Dominguez tidak perduli lagi dengan pria itu, toh ia merasa tidak melarikan dirinya. tugasnya melahirkan seorang anak untuk keluarga Timothy sudah selesai dan ia juga sudah mendapatkan bayaran untuk itu, jadi ia tidak perlu takut lagi.
Perempuan cantik itu meninggalkan sang sopir dan melanjutkan langkahnya ke dalam stasiun. Ia sudah berniat untuk berangkat ke California saat itu juga. Memulai hidup baru dengan berusaha melupakan belahan jiwanya dengan keluarga kaya itu.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍