Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 10


__ADS_3

Akhirnya Alvian dan chesa telah memutuskan tanggal pernikahan mereka.


dan pernikahan mereka hanya tersisa 10 hari lagi.


juga masa kontrak kerja chesa sisa 1minggu lagi.


Soal urusan pernikahannya Alvian menyerahkan kepada WO saja namun sebelumnya dia telah meminta persetujuan pada chesa .


Alvian mengatakan hal itu karena dia tidak ingin chesa terlalu lelah , karena akhir-akhir ini perkejaan kantor cukup banyak apalagi saat masa kontrak chesa akan habis.


status hubungan mereka juga sudah diketahui para rekan kerja kantor.


saat mereka mengumumkan status hubungan mereka banyak dari rekan kerja yang memberikan selamat dan mendukung hubungan mereka .


dan ada yang tidak terima hubungan mereka , apalagi ada sebagian karyawan perempuan lainnya tidak rela jika seorang Alvian Dharmawan Wijaya akhirnya melabuhkan cintanya dengan seorang chesa Olivia.


- C💞


" ches, nanti pulang aku antar ya " 📨


^^^" maaf kak mungkin aku agak malam pulangnya, karena selesai ini aku masih ada file yang lain akan ku kerjakan "^^^


" ya sudah kalau begitu, nanti kamu kabari saja kalau sudah pulang nanti aku jemput kamu." 📨


^^^" oke, nanti pulangnya hati-hati ☺️"^^^


"😘"📨


begitu isi pesan chatting Alvian pada chesa, sebenarnya Alvian agak kecewa karena akhir-akhir ini mereka jadi agak jauh.


jam pulang kerja pun tiba, Alvian pun tengah bersiap-siap untuk pulang tapi sebelum beranjak pergi dia melirik meja kerja chesa dengan komputer yang masih menyala namun orangnya tidak ada ditempat.


"mungkin sedang meeting dengan pak Denny " batin Alvian


*****


" baiklah chesa laporan yang kamu kerjakan ini semua benar-benar bagus dan aku sangat puas, dan mulai besok kami tidak perlu datang lagi ke kantor." ucap pak Denny.


". maksud bapak ?" tanya chesa bingung.


" maksud saya , masa kontrak kerja kamu kan sisa semingguan lagi dan saya memutuskan untuk percepat karena tidak lama lagi kamu juga akan segera menikah jadi saya memberikan kamu untuk istirahat seminggu ini ,dan belakangan ini kamu sudah berkerja begitu keras. " jelas panjang Denny


" ooh terimakasih kasih banyak pak " chesa menyalami Denny


Denny pun menyambut salamannya dan tersenyum pada chesa.


" baiklah kalau begitu saya pulang dulu pak , dan maaf jika selama ini jika kinerja ku tidak bagus " ucap chesa yang berdiri dari duduknya.


" jangan sungkan , kamu pulang sama siapa ?" tanya Denny


" bersama Alvian tadi Alvian mengatakan akan jemput saya, kalau begitu saya pamit dulu pak , selamat malam" pamit chesa


Denny yang tersenyum terus memandangi punggung chesa yang berjalan keluar dan menghilang di balik pintu.


" kenapa gak di angkat sih!" kesel chesa yang beberapa kali menelepon seseorang tidak di jawab


chesa melirik jam di pergelangan tangannya sudah pukul 20:13wib , dan keadaan kantor pun sudah tidak ada orang hanya dua orang security yang sudah ia kenal .


" mbak , apa perlu saya panggilkan taxi ?" tanya salah satu seorang security.


" tidak apa-apa pak, nanti bila dia tidak datang jemput biar saya panggil pakai aplikasi saja " ujar chesa.


" silahkan duduk dulu mbak , kotaknya taruh disini saja dulu ,apa tidak berat bila di angkat terus." tawar si security


seketika sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat di post security dan turun dari mobilnya.


kedua security yang melihat orang yang turun dari mobil langsung memberi hormat.


chesa yang melihat mereka pun menoleh kesamping.


" chesa kamu kok belum pulang ?" tanya Denny


" belum pak , ini lagi nungguin Alvian datang jemput" jelas chesa


" jadi dia sudah dalam perjalanan? ," tanya Denny sambil melihat jam di tangannya


"tidak tahu juga dari tadi aku meneleponnya tapi tidak diangkat angkat " chesa sambil mencoba mengirim pesan pada Alvian


" bagaimana kalau saya antar kamu pulang ? dan kebetulan kita searah, mau ? ini sudah malam ." ujar Denny


"tapi pak " ucap chesa gugup


" nanti kalau Alvian datang kalian beritahu saja kalau chesa sudah pulang bersama saya " Denny memberi pesan kepada kedua security-nya.


" baik pak " jawabnya.


Denny pun membukakan pintu untuk chesa, dan meletakkan sebuah box yang chesa punya dia menaruh dikursi belakang.


lalu dia mengitari dan masuk kedalam mobil lalu menyalakan mobilnya dan berlaju pergi.


sedangkan dilain tempat seorang yang sedang tidur dengan pulasnya terbangun karena gedoran pintu yang cukup keras juga teriakan.


" Alvian!!!.. Alvian!!!.. buka pintunya " teriak mama Rania


dengan jalan yang tergopoh-gopoh untuk membuka pintunya.

__ADS_1


" mama , kenapa sih gedor pintu segala kan ada bel ma " dumel Alvian sambil menuangkan minum.


" mama sudah dari tadi pencet bel , telepon kamu juga tidak diangkat kamu ini ya makanya mama gedor pintunya" mama Rania meletakkan beberapa makanan siap saji di kulkas.


" sejak kapan kulkas kamu diisi bahan masakan ?" tanya mama


" itu kemarin chesa datang berkunjung sekalian masak makanan buat a...ku, ya Tuhan chesa " Alvian memukul jidatnya sendiri lalu berlari kekamar mandinya


" kenapa Al dengan chesa " tanya mama panik.


"sudah jam berapa ma " teriak Alvian dari dalam kamar mandi


" sudah jam 9 kurang ,kenapa Al , chesa kenapa " teriak mama.


" nanti aku ceritakan sekarang aku pergi dulu ya ma " pamitnya lalu mengambil kunci mobil serta ponselnya


" hati-hati " pesan mama .


sesampainya di kantor.


" cari siapa mas?" tanya seorang satpam


" apakah didalam masih ada orang pak ?" tanya Alvian.


" sudah pada pulang mas , mas cari siapa?" tanya balik


" siapa ji ?" tanya rekannya


" oh mas Alvian ,cari Mbak chesa ya mas ? mbaknya sudah pulang" ucap Yanto seorang satpam kantor


" sudah lama pak ?"


" sudah 30menitan gitu, tadi pak Denny yang antar mbak chesa pulang , soalnya si mbak nungguin mas gitu lama jadi kebetulan pak Denny mau pulang dan lihat mbaknya masih duduk di sini nungguin masnya ,"jawab Yanto.


" terimakasih kalau begitu pak " Alvian pun berjalan masuk ke mobilnya.


dia melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari chesa juga banyak pesan masuk dari chesa yang tidak dibacanya.


dalam hati dia merutuki dirinya sendiri .


"kenapa bisa ketiduran sih " rutuknya sambil menyetir.


sesampainya di basemen apartemen yang ditempati chesa ,Alvian langsung turun dari mobilnya dan menekan tombol lift.


Alvian menekan bel beberapa kali namun tidak ada yang membukanya.


dia terus mencoba telepon ke ponsel chesa namun tidak aktif lalu dia mencoba kembali menekan bel.


ceklek..


" chesa sudah pulang ?" tanya Alvian


" ehmm ga tahu , kamu masuk dulu biar aku lihat dulu ya " Aulia mempersilahkan Alvian masuk.


" Al chesa belum pulang, memangnya tadi kalian tidak barengan ?" tanya Aulia


" tadi dia ada meeting sama pak Denny dan tadi aku sudah janji bakal jemput dia tapi akunya ketiduran"


" sudah kamu coba telepon dia ?"


" sudah tapi tidak aktif , dan tadi saat aku ke kantor satpam bilang chesa pulangnya bersama Denny , ya sudah aku cari dia dulu nanti kalau dia sudah pulang kabari aku ya " Alvian pamit pergi


" hati-hati."


Alvian duduk terdiam didalam mobil , dia bingung harus mencarinya kemana dan kenapa Sampai jam segini belum pulang juga.


saat Alvian akan menghidupkan mobilnya ,dia melihat sebuah mobil sedan berhenti didepan mobilnya.


tatapan matanya terus menatap dua orang yang turun dari mobil.


" terimakasih pak sudah traktir aku makan tadi " ucap chesa


" seharusnya aku yang bilang terimakasih sudah mau menemani ku makan malam , sini biar aku saja yang angkat ini cukup berat loh " Alvian mengambil box yang terletak di tempat duduk belakang.


dhum...


keduanya terkejut mendengar dentuman pintu mobil mereka pun melihat ke arah sumber suara tersebut dan seorang lelaki berjalan mendekati mereka.


" kak Alvian," lirih chesa


Denny melihat mimik wajah chesa yang terlihat tegang ketika Alvian melihat mereka berdua tidak seperti biasanya.


dapat Denny lihat tatapan matanya Alvian begitu tajam.


" sorry Alvian ,tadi saya mengajak chesa makan dulu " jelas Denny


" biar saya saja yang bawa " ketus Alvian.


" baiklah kalau begitu saya pamit dulu. mari chesa" pamit Denny pergi.


" iya pak sekali lagi terimakasih" ucapnya sambil tersenyum


" cih" Alvian tidak suka melihat orang didepannya tersenyum begitu kepada calon istrinya.


Alvian terus menatap mobil Denny yang mulai menjauh dari pandangannya, saat itu juga chesa mengambil box yang ditangan Alvian

__ADS_1


" sini kak aku saja " ucap chesa.


" sudah tidak apa-apa aku saja, lagian ini juga lumayan berat, ayo " Alvian berjalan mendahului chesa.


sesampainya didepan pintu apartemen mereka berdua berpapasan dengan Aulia yang begitu terburu-buru dan membawa tas ransel.


" chesa , syukurlah kamu pulang juga " Aulia menghela nafas.


" maaf sudah bikin kamu khawatir " ucap chess


" kamu mau kemana?" tanya Alvian sambil melihat Aulia memakai tas ransel.


" ah iya , aku mau pulang ke Surabaya ,tadi Abang ku telepon katanya mama sedang sakit jadi malam ini aku harus balik" Aulia terlihat sedih.


" kamu pulang sama siapa?" tanya chesa dengan antusias.


" dengan Robin , dan sekarang dia sedang dibawah nungguin. kalau gitu aku berangkat dulu ya.


bye chesa, Al aku titip chesa ya " Aulia buru-buru berjalan keluar.


"duduk dulu ,biar aku buatkan minum " ucap chesa.


Alvian meletakkan box disamping meja televisi dan duduk di sofa ,


" diminum kak , duduk dulu sebentar aku mau ganti pakaian dulu " ucap chesa saat meletakkan secangkir kopi.


sambil menunggu chesa , Alvian melirik ruangan apartemen dan membuka gorden terlihat diluar sana yang begitu Langit yang begitu gelap tanpa di temani bintang.


" huh.. " Alvian menghela nafas


" kak " panggil chesa yang baru selesai mandi.


Alvian kembali duduk di sofa disamping chesa yang agak jauh.


diam-diam chesa melirik Alvian yang menundukkan kepalanya.


" maaf tadi aku tidak jemput kamu " Alvian mulai membuka suara.


" iya, tidak apa-apa "


"apa kamu marah ?" tanya Alvian yang sudah menatap chesa.


" tidak "


" sudah ku duga "


" tadi kakak kemana ? dan kenapa telepon ku tidak diangkat?" tanya chesa


" tadi itu aku ketiduran mungkin aku terlalu lelah sampai tidak mendengar ponsel ku berdering "


" Hem.."


" ya sudah aku pulang dulu , kamu tidak apa-apa kan sendirian disini ?" tanya Alvian


" iya , tidak apa-apa , pulanglah besok kakak mau berkerja "


" kamu mengusir ku ?"


" tidak , cuma ini sudah malam kak dan besok kakak kerjakan "


" baiklah, aku pulang dulu ya kalau ada apa-apa hubungi aku " Alvian beranjak pergi.


" apakah akan kakak angkat ?"


" ya pasti aku angkat... kamu menyindir ku ?"


" tidak "


chesa mengantarnya Alvian sampai pintu, saat Alvian sudah melangkah dia pun berbalik langsung menarik chesa kedalam pelukannya.


" jangan marah-marah,aku nggak bisa liat wajahmu begitu jutek sama aku seperti ini , maaf lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi " ucap Alvian.


sebenarnya chesa juga khawatir pada Alvian yang tidak mengangkat teleponnya


sampai ia harus menghubungi calon mertuanya.


" ya sudah aku pulang dulu"


Alvian pun melepaskan pelukannya , kini wajahnya mendekat wajahnya chesa yang sudah memejamkan matanya.


jarak wajah Alvian hanya beberapa inci.


" kakak minum alkohol?" chesa menatap mata Alvian.


"sedikit " jawabnya.


chesa langsung membuang muka kesamping , sedangkan Alvian yang melihatnya mengerti jika perempuan yang dihadapannya tengah marah padanya.


" ya sudah aku pulang dulu, hati-hati disini " Alvian mengelus rambut panjangnya chesa lalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***segini dulu ya gaiss , lagi butuh istirahat nih aku nya . gara-gara maraton Drakor hometown cha-cha dan juga lagi sedih dengan artikel Kim Seon ho semoga ada titik terangnya.


oh ya terima kasih udah like novel ku ini ya 🥰***

__ADS_1


__ADS_2