Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 18


__ADS_3

disebuah ruangan yang terbilang tidak lah terlalu luas seorang pria yang baru selesai mandi dan sudah berpakaian kini tengah memandang foto pernikahannya yang baru akan berjalan semingguan.


dia melihat ke salah satu bingkai foto dimana ke-dua orang dewasa mencium pipi seorang anak kecil yang tertawa dan wajahnya yang menghadap ke kamera.


membuatnya merindukan sang empu yang tertawa itu.


Alvian pun memutuskan untuk menelepon istrinya juga akan berbicara dengan putra sambungnya tapi tidak diangkat.


" kenapa akhir-akhir ini sering tidak angkat telepon ku " gumam Alvian.


lalu dia menghubungi ibu mertuanya dengan setelah menunggu tidak lama panggilannya pun dijawab


📞


" hallo selamat malam ma , apakah chesa ada ?" tanya Alvian


🗣️ : "chesa sedang tidak , dia sedang pergi dengan temannya memangnya dia ga bilang sama kamu ?"


"tidak ma , mungkin dia lupa. oh ya ma Ken ada ? "


🗣️ : "ada ,nih lagi duduk main-main, kamu mau berbicara dengannya?"


" iya ma, bisa minta tolong ma "


🗣️ : " iya sebentar ya "


tidak lama dia menunggu suara seorang anak kecil memanggilnya.


📞


🗣️ :" hallo papih "


" hallo Ken ,lagi ngapain ?" tanya Alvian


🗣️ :"lagi menggambar pih ,papih kata mamih besok Ken kejakarta terus nanti sekolah di sana "


"iya , Ken akan tinggal bersama papih sama mamih disini , jadi nanti tiap pergi sekolah papih yang antar " ujar Alvian


🗣️" benarkah.. yeeiii Ken akhirnya bisa pergi sekolah diantar papi."


" ya sudah kalau begitu , Ken istirahat dulu sana ya , papih juga mau istirahat biar besok papih yang jemput kalian , oke boy "


🗣️ : " oke papih , bye "


" bye son "


selesai berbicara dengan putra sambungnya , Alvian berpikir kenapa istrinya tidak mengatakan atau meminta izin padanya dulu saat akan pergi dengan temannya padahal tadi siang dia dan istrinya berbicara melalu telepon.


dia pun memutuskan mengirim pesan pada istrinya.


" kalau sudah sampai rumah telepon aku ,aku tunggu"📨


setelah mengirim pesan pada istrinya ,dia pun duduk di sofa yang berada di kamarnya dan menyalakan televisi


tidak lama kemudian malah dia ketiduran disofa.


*****


" terimakasih kak sudah dijemput plus diantar , maaf kalau repotin " ucap chesa


" tidak apa-apa lagian kan sejalan, ya sudah aku pamit pulang ya , safe flight ya buat besok." pamit Aryo


" iya , makasih kak sekali lagi, hati-hati " chesa lalu berjalan masuk kedalam rumah.


ketika chesa berjalan masuk kedalam rumah dan melewati ruang makan ia melihat kedua orangtuanya.


" loh ,papa sama Mama belum tidur ? " chesa melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 22:03


" nih lagi temani papa makan , soalnya papa kamu barusan pulang dan kelaparan " jawab mama Meira


chesa mengangguk kepalanya lalu pamit masuk kamar. baru beberapa langkah mamanya memanggilnya.


" chesa, tadi kamu pergi sama teman kamu , memangnya kamu tidak bilang sama Alvian ?"


" aku lupa ma ,tadi dia telepon mama?, bilang apa ?" tanya chesa


" chesa ingat biarpun kalian sedang berantem jika kamu mau pergi dengan teman atau tidak kamu wajib kasih tahu suami kamu dan meminta izinnya. karena sekarang kamu itu tanggung jawabnya." timpal papa


" iya, tadi dia cari kamu dan mama bilang kamu pergi sama teman kamu setelah itu dia bicara sama kennan" ucap mama


" ya sudah ma ,pa aku kekamar dulu " pamitnya lalu berjalan naik kelantai atas.

__ADS_1


chesa duduk didepan meja riasnya sambil melihat ponsel yang ada 2 panggilan tidak terjawab dan 1 video call tidak terjawab juga ada 1 pesan.


📨"kalau sudah sampai rumah telepon aku , aku tunggu"


chesa pun menelepon Alvian tapi.. tidak diangkat.


ia memutuskan besok pagi baru menelponnya dan mengatakan kalau ia lupa memberitahu.


ia pun masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, tapi disaat di dalam kamar mandi ponselnya bergetar. Alvian meneleponnya ,tapi karena chesa yang berada didalam kamar mandi.


20 menit kemudian chesa pun sudah selesai mandi dan duduk kembali di depan meja riasnya.


diliriknya ponsel tertera 10 panggilan tidak terjawab.


chesa membelalakkan matanya melihat panggilan tidak terjawab dari Alvian.


ia pun telepon balik Alvian , tidak butuh waktu lama sang empu sudah mengangkatnya.


" hall.." belum sempat bicara


" kenapa susah sekali untuk angkat telepon ku " ketus Alvian langsung


" aku tadi mandi dan ini juga baru siap." jelas chesa


" baru pulang ? sama siapa perginya? kok tadi pas kita teleponan tidak bilang dulu ."


chesa menghela nafasnya perlahan tapi dapat didengar Alvian


" kenapa susah ya buat kasih jawaban yang aku tanya , kamu ingat ches kami itu sudah menikah, kemana-mana kamu harus minta izin sama aku dan kamu wajib kasih tahu aku kalau kamu pergi sama siapa saja, oh apa karena kesalahan aku kemarin kamu sengaja seperti ini sama aku iya " hadik Alvian.


" aku lupa kasih tahunya, aku minta maaf kak " jawab chesa.


" lupa ? terus kenapa telepon ku tidak diangkat?!!, tadi kamu pergi sama siapa ?" hardik Alvian


chesa benar-benar dibuat kesal dengan kelakuan Alvian.


ia menghela nafasnya lalu menjawab pertanyaan suaminya.


" ponsel aku buat silent karena aku lagi di bioskop , terus aku perginya sama Jonathan , Aryo dan Rina sudah aku jawab.


dan kalau kamu cuma untuk marah-marah lebih baik aku tutup saja , aku sedang tidak ingin bertengkar cukup masalah kemarin membuat kepalaku pusing. " ucap chesa panjang.


chesa langsung memandang ponselnya dan berbicara sendiri.


" wah.. ini orang kenapa begitu menyebalkan sekarang, pertama kenal dan sebelum nikah dia tidak seperti ini, sumpah benar-benar bikin kesal ini orang " ucapnya dan melemparkan ponselnya ke tempat tidur."


*****


pesawat yang chesa dan kennan tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta


dan kini mereka berjalan keluar setelah mengambil koper.


kennan yang memakai ranselnya dan menarik koper kecilnya , sebelah tangannya terus menggenggam tangan chesa.


sedangkan chesa menarik koper besarnya.


sesampainya mereka di luar manik mata mereka berdua menangkap seorang pria sedang berjongkok membuka kedua tangannya.


" papih... " teriak Ken dan berlari memeluk Alvian.


" akhirnya ketemu juga sama jagoannya papih " Alvian menggendong Ken sambil melirik chesa


chesa yang menghampiri mereka sambil menarik dua koper ditangannya.


melihat Alvian senyum padanya mau tidak mau ia pun membalasnya.


" ayo.. kita ketemuan dulu ya Sama Oma Nia dan Opa Hans dirumah sakit " ucap Alvian sambil menurunkan Ken.


" Opa sakit ya pih ?" tanya ken


"iya , Opa kecapean sayang , ya sudah kamu gandengan sama mamih dulu biar papih yang bawain koper kalian" titahnya.


Ken pun menuruti ucapan Alvian , Ken dan chesa bergandengan tangan mengikuti Alvian menuju ke mobil yang terparkir.


" oke , sudah siap semuanya ?" tanya Alvian pada chesa yang sedang memasang seatbelt dan Ken yang duduk dikursi belakang juga sudah dipakaikan seatbelt.


" siap papih " jawab Ken dengan mengangkat sebelah tangannya.


"tapi mamihnya belum siap sayang , " Alvian mengerucutkan bibirnya


" mamih sudah siap?" tanya ken

__ADS_1


"sudah." jawab chesa


" sudah papih , ayo jalan Ken pengen ketemu sama Tante Vania " ucapnya Ken


" ok lah kalau begitu " Alvian melempar senyum pada chesa yang sedang melihat keluar jendela


sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit kennan tidak berhenti bicara , sesekali dia dan Alvian bernyanyi bersama ,tertawa bersama .


Chesa dan Damian berpisah saat kennan baru berusia 1 tahun disaat itu Ken tidak tahu apa-apa.


dan dia juga tidak tahu Damian adalah ayah kandungnya sampai saat ini.


beberapa kalian Damian bertemu dengannya dan memintanya memanggil papih tapi ken tidak pernah mau panggil.


ken selalu memanggilnya Om dam , Damian pun tidak bisa memaksa Ken memanggilnya papih karena Ken mau bertemu dengannya sudah bagus dari pada tidak.


" oke sudah sampai , kopernya taruh dibagasi dulu , sekarang kita ketemu sama opa dulu ya " ucap Alvian


" kamu lapar tidak ken ?" tanya Alvian pada Ken yang berada di gendongannya.


" tidak papih , Ken masih kenyang " jawabnya.


Alvian yang menggendong kennan yang terus berbicara tentang sekolah.


sedangkan tangannya Alvian satu lagi menggenggam sebelah tangan chesa.


mereka berdua berjalan beriringan , ada beberapa orang yang melihat mereka.


tapi Alvian mengabaikan hal itu.


sesampainya di lantai kamar pasien khusus VIP , Alvian meminta kennan dan chesa untuk menunggu di depan kamar papa Liam dirawat.


Alvian sengaja merencanakan hal itu karena dia ingin memberikan kejutan untuk papanya.


dia masuk terlebih dahulu kedalam. sedangkan chesa dan Ken sedang menunggu di luar.


" pa ,gimana sudah lebih mendingan ? " tanya Alvian


"seperti yang kamu lihat , kamu hari ini tidak kekantor?" mata papa Hans mendelik ke Alvian


" ada pa, cuma kerjaan kantor sudah beres ya aku kesini " jawabnya.


" oh ya aku punya kejutan untuk papa " ucap Alvian


" kamu itu ya jangan yang aneh-aneh Alvian,kamu tahu papa kamu punya serangan jantung " timpal mama


" mama tenang saja ,ini juga kejutan buat mama juga, sebentar ya " Alvian menepuk tangannya tiga kali.


" Opa.. Oma.. " teriak kennan dan berlari ke samping ranjang papa Hans


" Heii cucu Opa , kapan sampainya " tanya Opa Hans


" tadi di jemput papih opa , " jawab kennan.


" Ken Salim dulu sama Opa juga Oma " titah Alvian


kedua orangtuanya Alvian begitu senang melihat kedatangan cucunya.


walaupun Ken hanya cucu sambungnya mereka begitu sangat menyayangi nya.


Alvian menyadari ada yang kurang.


" Ken ,mamih kemana ?" tanya Alvian


" mamih tadi pergi sebentar katanya mau bicara sama Tante Tante itu " jelas kennan


" Tante Tante?" gumam Alvian.


kedatangan Ken menjenguk opa Hans membuat ruangan yang awalnya sepi kini jadi terdengar ramai disana padahal didalam ruangan hanya beberapa orang.


15 menit berlalu chesa pun belum juga kembali.


Alvian yang terlihat khawatir dan pikirannya terus berkecamuk yang terus menerus menelepon istrinya yang tidak di angkat-angkat.


" Al coba kamu cari dimana , siapa tahu di taman dekat sini " titah mama


" iya ma , " Alvian berdiri dan berjalan pergi.


sesampainya di pintu Alvian yang akan keluar berpapasan dengan chesa yang buka pintu untuk masuk kedalam.


................... bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2