
terimakasih sudah mampir 💕
...----------------...
Alvian dan chesa sudah menyelesaikan makan siangnya
dan sesuai yang dikatakan Alvian tadi dia pun membuka suara.
tapi sebelumnya dia kedatangan tamu.
tokk.. tokk..
" maaf pak ganggu , ada pak Gilang didepan "ucap Kris
" suruh dia masuk " jawab Alvian
" masih sibuk yank ?" tanya chesa
" enggak " jawab Alvian
"eh ada chesa , apa kabar chesa." sapa Gilang yang langsung duduk tanpa dipersilahkan.
" baik kak ," jawab chesa
"lagi bahas apa sama Alvian ? bahas perpisahan ya " ceplos Gilang langsung
" yaaa jaga mulut mu anak kecil ." Alvian
" jangan panggil aku anak kecil paman , begini begini aku sudah bisa buat anak " ejek Gilang
" paman paman kita itu cuma beda 1 tahun saja , kau mengejekku ? biar kau tahu chesa juga sedang hamil." ujar Alvian
" whatt!!..." pekik Gilang
chesa menutupi kedua telinganya , membuat Alvian kembali melayangkan ucapan kasar
" bisa kau pelan kan suara mu , anakku bisa terkejut " ucap Alvian yang sedang mengelus-elus perut chesa
" bisa kau berhenti mengumpat didepan anakmu , bukankah waktu itu Chesa keguguran?? " tanya Gilang
walaupun dia sedikit kesal pada sahabatnya karena sedari tadi dia selalu mendengar Alvian mengumpan.
" sudah-sudah aku mau pulang saja kepalaku tiba-tiba pusing mendengar kalian saling mencela " chesa pun berdiri dari duduknya.
sedangkan Kris yang baru datang menyuguhkan minuman melihat mereka bertiga dengan bingung
suasana yang tadinya santai
Alvian langsung menahan chesa dan memintanya untuk duduk kembali karena hal yang akan dia bicarakan pada chesa belum dikatakan.
" ok sekarang kita ke intinya ya " ucap Gilang
Alvian dan chesa serta Kris yang duduk menunggu Gilang memulai pembicaraan
dan Gilang pun membuka suaranya
" nanti malam gue , Alvian serta Edward juga David akan kesana lebih dulu , dan Lu Kris kalau gue sudah kirim pesan sama Lu baru lu muncul , mengerti?"
" Hem , ngerti pak " jawab Kris
" apa yang kalian bahas ? dan nanti malam kalian mau kemana?" tanya chesa bingung
Gilang terpelongo mendengar pertanyaan chesa
dia berpikir Alvian telah menceritakan hal yang mereka rencanakan .
Kris dan Gilang menatap Alvian dan begitu juga chesa yang melihat Kris dan Gilang melihat ke suaminya kini ia juga melihat suaminya.
" sayang , sebenarnya aku dan mereka merencanakan menjebak Nisya dan mengumpulkan bukti dan untuk menyerahkan pada suaminya " jelas Alvian
" dan aku pura-pura baik padanya juga peduli padanya dan aku juga mengatakan padanya bahwa sekarang hidup sendiri ,juga aku menceritakan padanya saat kejadian di cafe itu aku di hapuskan dari ahli waris dan kamu juga sedang meminta cerai " Alvian menjelaskan dengan hati-hati sambil melihat ekspresi wajah chesa
" sayang , maaf aku terpaksa melakukannya demi kita , demi keluarga kita " Alvian melihat mata chesa sudah membendung
" iya chesa , ini demi rumah tangga kalian agar tidak diganggu dari orang ketiga, percayalah " jelas Gilang.
Alvian terus menggenggam tangan chesa dan meyakinkan isyrinyu bahwa dia benar-benar terpaksa melakukan ini semua.
"apa mama tahu hal ini ?"tanya chesa
" tidak, aku belum sempat menceritakannya pada mama , tadi pagi aku ingin menceritakan hal ini pada mu dan juga mama , namun kata mbok kalian pergi joging dan aku pun terburu-buru karena ada meeting penting" jelas Alvian
" sebaiknya hal ini juga perlu beritahukan pada mama aku takut akan timbul masalah lagi nantinya " chesa merasa ada hal yang akan terjadi tapi dia tidak tahu apa itu
" iya nanti aku jelaskan , yang paling penting sekarang aku sudah menjelaskan padamu " Alvian mengelus rambut panjang chesa.
" hei.. paman setidaknya kalian memikirkan kami yang berada disini " Gilang menjentikkan jarinya
"baiklah kalau begitu aku pulang dulu , karena aku tiba-tiba merasa lelah " ucap chesa
" aku akan meminta Kris mengantar mu pulang " Alvian meminya Kris mengantarkan istrinya pulang
dan Alvian dan Gilang pun melanjutkan pembicaraan mereka yang akan mereka laksanakan nanti malam .
****
" Kris nanti kamu antar aku ke supermarket ya nanti aku pulangnya naik taksi saja." ucap chesa
__ADS_1
" tidak apa-apa buk biar saya tunggu saja." Kris memaksa diri untuk menunggunya.
" tidak perlu, aku takut aku akan lama dan siapa tahu Alvian membutuhkanmu bagaimana" ujar chesa.
Kris pun membenarkan apa yang diucapkan istri bosnya
mau tidak mau Kris pun menuruti perintah chesa yang hanya mengantarnya ke supermarket saja.
setelah menurunkan chesa ,Kris langsung melajukan mobilnya kembali ke kantor Alvian.
saat sudah didalam supermarket chesa langsung mengambil troli belanjaan dan mencari barang yang dibutuhkannya.
saat ia berjalan dibagian cemilan chesa melihat seorang laki-laki yang dikenalnya tengah memilih beberapa Snack.
laki-laki yang berpakaian kemeja lengan panjang dan celana hitam panjang.
ketika Alex berbalik matanya menangkap seorang wanita melihatnya dan senyum padanya.
"selamat siang pak " sapa chesa
" Hem.. " Alex hanya menjawabnya singkat
" permisi nona bisakah Anda tidak memanggilku dengan pak !" Alex menekan panggilan itu dan berlalu pergi
",i...iya " jawab chesa
setelah mendengar jawabu chesa merasa terkejut mendapatkan tegoran Alex yang dengan suara baritonnya
setelah selesai berbelanja Chesa mendorong trolinya ke kasir .
ia tidak tahu jika belanjaannya akan banyak sekali .namun semua itu memang yang diperlukannya
" huft.. " chesa keberatan ketika ia mendorong trolinya sampe depan supermarket k
" sini , " alex langsung mendorong trolinya.
" kamu naik apa pulangnya " tanya Alex
" sudah letakkan disini saja , aku pulangnya naik taksi " jawab chesa sambil melihat ponselnya
"aw... " chesa memegang perutnya yang tiba-tiba kram
" kenapa ?"
" perut aku tiba-tiba kram "
" duduk disini dulu " Alex menuntun chesa duduk di sebuah kursi yang dia pinjam.
" taksinya masih lama ? apa perlu kerumah Sakit?"
" tidak perlu nanti sebentar lagi sudah reda kramnya." jelas chesa.
Alex langsung memarkirkan mobilnya didepan supermarket dan segera turun dan membantunya untuk masuk kedalam mobil.
setelah chesa masuk kedalam mobil Alex memasukkan beberapa belanjaan chesa ketempat duduk penumpang.
chesa pun memberitahukan alamat rumahnya Alex pun melajukan mobilnya dengan hati-hati.
30 menit perjalanan untuk sampai di kompleks perumahan elite itu
sesampainya di depan pagar tinggi Alex langsung turun dan membukakan pintu chesa dan memapahnya.
" maaf " Alex memegang bahu chesa
wajah chesa terlihat pucat dan tangannya yang memegang tangan Alex terasa dingin
petugas keamanan yang melihatnya langsung membuka pintu gerbang.
" ya ampun non kenapa ?" tanya art panik melihat kedatangan menantu majikannya dituntun.
" tidak apa-apa mbok , perut ku hanya kram ini sudah mendingan " jelas chesa yang sudah duduk sofa.
" maaf non , belanjaannya saya taruh mana ?" tanya mang Asep yang seorang petugas keamanan.
" taruh didapur saja mang ," jawab chesa
" aku pamit pulang kalau begitu " pamit Alex
" terimakasih kak " ucap chesa
Alex diam mematung sedetik kemudian dia dapat menetralkan kembali dan. berjalan keluar.
"mbok ... "
"ya.. saya non , ini diminum dulu air teh hangatnya "
" terimakasih mbok ,mbok tolong bantu saya kekamar " minta chesa pada art
dengan sangat pelan dan hati-hati mbok membantu chesa ke kamarnya yang berada di lantai 2
******
Alvian terus mengumpat Karena art mamanya menelepon dan memberi tahukan keadaan chesa dan kini sedang beristirahat dikamar.
walaupun mbok telah mengatakannya kalau chesa sudah lebih baik tapi alvian kekeh untuk pulang ke rumah.
Kris yang menjadi sasaran bos-nya hanya bisa tertunduk diam , sedangkan viona terus menerus bertanya pada Kris ada apa dan menanyakan apakah Alvian sudah menikah seolah ingin memastikan.
__ADS_1
sesampai di rumah orang tuanya Alvian langsung berlari masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan mbok yang memanggilnya , lalu dia berlari menuju kamarnya.
dan ternyata didalam tidak ada siapa
Alvian langsung menelusuri kamarnya sambil memanggil istrinya namun tidak ada jawaban ,
seketika samar-samar dia mendengar suara orang yang sedang bernyanyi di dalam kamar mandi.
Alvian mendaratkan bokongnya disofa yang ada dikamarnya sambil menunggu istrinya.
15 menit kemudian chesa pun keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang sedang terbungkus dengan handuk , dan dirinya yang masih memakai kimono.
ia terkejut melihat suaminya yang duduk di sofa.
menyadari seseorang melihatnya Alvian mendongak dan menatap ke samping
" yank , kamu kapan pulangnya ?" tanya chesa yang sudah berdiri didepannya
" sudah 20 menitan , kamu tidak apa-apa, bagaimana dengannya " Alvian mengelus perut chesa yang mulai menonjol ,dan sesekali Alvian mengecupnya
"sudah baik , " chesa tahu dari siapa suaminya tahu tentang apa yang terjadi padanya .
" sini duduk " Alvian mengambil alat pengering rambut
" aku bisa sendiri yank " ucap chesa
" tidak apa-apa , aku sedang ingin memanjakan Istriku apa salah hmm " Alvian mulai mengeringkan rambut chesa
" makasih yank " ucap chesa
" ini bukanlah apa apa dengan apa yang kamu berikan padaku " Alvian mengecup pipi chess
tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka dua , Alvian pun mengeringkan rambut Chesa dan mengambilkan pakaian rumahan untuk chesa.
hari ini dia ingin memanjakan istri , dengan lembut Alvian memijat kaki chesa hingga tertidur pulas.
melihat istrinya tertidur pulas Alvian pun pergi mandi .
sebelumnya dia sudah mengatakan pada Kris kalau dia tidak balik kantor lagi semua pekerjaannya dia serahkan pada Kris dan viona.
selesai dengan ritual mandinya Alvian merebahkan diri di samping chesa dan menutupi tubuh nya dan chesa dengan selimut , karena tiba-tiba cuaca yang tadinya panas terik kini malah turun hujan deras.
tokk..tokk...
" mamih.. papih .. " panggil dari luar kamar
chesa yang mulai membuka matanya, karena ia mendengar ada yang mengetuk pintu saat ia akan bangun ada tangan yang melingkar diperutnya
ia menoleh ke samping ternyata adala Alvian
" yank .. yank..." chess membangunkan Alvian
" masih ngantuk yank " jawab Alvian yang semakin mengeratkan pelukannya
dibalik pintu kamarnya seorang anak kecil yang terus mengetuk dari tadi kini menjadi gedoran pintu.
Alvian terperanjat dari tidurnya sambil mengelus dadanya.
" Yank.. pakai dulu celananya " chesa mengingatkan suaminya yang turun dari ranjang hanya memakai boxer
Alvian malah masuk kekamar mandi
" kirain mau buka pintu malah masuk kekamar mandi "dumel chesa pelan-pelan berjalan membuka pintu
" mamih kok lama bukanya " gerutu Ken .
" tadi mamih tidur sayang" jelas chesa yang melihat wajah putranya di tekuk.
" jangan ngambek dong sayang , tadi Ken ikut Oma pergi kemana ?chesa pura-pura mengalihkan pembicaraan
Ken langsung menjawabnya dengan matanya yang berbinar dan menceritakan tentang hari ini dia pergi bersama Oma Rania ke arisan juga pergi ke mall bersama Vania dan juga ada David
disaat ibu dan anak itu sedang asik bercerita terus Alvian yang baru selesai mandi memanggil chesa untuk mengambilkan pakaiannya.
" anak papih kemana tadi kok tidak ajak papih " Alvian memangku Ken
" tadi Ken pergi jalan-jalan ke mall sama Tante Vania da om David pih "
" oh ya , enak banget ya , kamu sudah makan sayang ?alvian melihat jam didinding kamarnya yang sudah hampir jam makan malam.
"oh iya aku lupa... tadi Oma pesanin aku banguni papih sama mamih buat makan malam " Ken menepuk keningnya dengan pelan.
" ayo ayo kita makan dulu " ajak chesa yang baru selesai mandi .
ketiganya turun ke lantai bawah untuk makan malam .
dan meja makannya sudah tersusun masakan yang sudah dihidangkan oleh si mbok
dan disana juga sudah ada papa Hans , mama Rania , Vania juga David yang sudah menunggu mereka.
Ken mengatakan pada Oma Rania jika dia lupa untuk memanggil kedua orangtuanya turun untuk makan malam .
lalu ken mengatakan sorry kepada Oma Rania
makan malam bersama pun dimulai dan tidak ada yang berbicara hanya ada dentingan suara sendok dan garpu.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1
................... bersambung...................