Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 46


__ADS_3

sejak kembali dari ruangan Kimmy dirawat keduanya tidak berbicara , chesa yang masih memikirkan ucapan Nisya yang mengatakan datang untuk menjenguk putrinya.


sedangkan Alvian duduk disofa panjang yang sudah tersedia didalam ruangan chesa.


dia terlihat sedang memikirkan sesuatu


" yank , tadi kamu dengar apa yang Nisya ucapkan ?" tanya chesa pada Alvian.


Alvian terdiam.


" yank " panggil chesa lagi.


lagi-lagi Alvian tidak menjawab panggilan chesa.


" kak." panggil chesa yang sedikit menaikkan suaranya


" ya , apa ?" Alvian tersentak


" kamu kenapa ?, " tanya chesa


" tidak apa-apa, tadi kamu bilang apa ?"


" huh.. tadi aku tanya waktu tadi kamu cari aku di ruangan Kimmy kan ketemu Nisya , terus kamu dengar nggak apa yang Nisya katakan tadi ?''


" nggak , aku nggak dengar ,emangnya dia bilang apa ?" tanya Alvian


" tadi Alex tanya padanya untuk apa datang , Nisya bilang dia datang untuk menjenguk putrinya. artinya Kimmy itu putrinya Nisya ?"


" benarkah?"


" sepertinya sih ''


" ya sudah biarin saja , kamu disini dulu aku urus administrasi ya ."


" iya "


Alvian pergi keluar .


***


selesai menyelesaikan administrasi Alvian ke kantin untuk memesan kopi.


dan menunggu Kris datang untuk menjemputnya dan chesa


setelah selesai memesan kopi Kris pun telah datang , keduanya berjalan beriringan menuju ruangan chesa dimana ia sudah menunggu.


'' sayang , maaf lama tadi aku ke kantin sebentar. sudah siap ?"


" sudah ." jawab chesa


" sini nyonya biar saya saja yang membawanya." Kris menawarkan jasa untuk membawakan tas chesa


'' ya terimakasih Kris. " ucap chesa


"yuk " ajak Alvian


dalam perjalanan pulang kerumah Alvian banyakan diam saja , berbeda dengan chesa yang terus mengobrol dengan Kris.


dan sesekali chesa menghela nafasnya.

__ADS_1


sesampainya di rumah Alvian mengantarkan chesa ke kamar.


" Kris nanti kamu tunggu aku di ruang kerja." ucap Alvian sebelum memasuki kamarnya


" baik pak ." jawab Kris


"kamu istirahat dulu ya , aku kerja dulu ." ucap Alvian lalu mengecup kening istrinya.


" Ken kemana ?"


" Ken dirumah mama , untuk beberapa hari dia tinggal sana dulu ya ."


" aku kesepian ."


" hanya beberapa hari sayang ,kamu butuh istirahat penuh ,ada aku yang akan menemani kamu., istirahat ya aku kerja dulu." Alvian mengecup perut' buncit istrinya lalu keluar dari kamarnya.


chesa tidak bisa memejamkan matanya walaupun dia sudah mencoba untuk istirahat namun tidak bisa.


karena sedari perjalanan pulang dari rumah sakit perutnya terasa kram tapi chesa mencoba menahannya


makin lama perut chesa menjadi terasa mulas , ia mencoba memanggil Alvian namun tidak ada jawaban.


bahkan ponselnya Alvian pun terletak di atas meja rias chesa .


dengan pelan-pelan chesa bangkit dari tidurnya lalu turun dari ranjangnya .


"aku bertemu dengannya di sana , bagaimana ini Kris , kenapa dia bisa hamil ?"


" saya tidak tahu pak , saya hanya menjalani perintah bapak untuk mencari tahu ada hal apa dia pulang ke Jakarta."


" aku sangat yakin Kris kalau malam itu aku dan dia belum sampai ke hubungan badan..." ucap Alvian lirih


" tapi bagaimana mungkin, lagian saat itu kami berdua melakukan beberapa menit dan hanya pemanasan saja." Alvian terlihat bimbang


" apa nyonya sudah tahu pak ?" tanya Kris


" belum ,jangan sampai istri ku tahu aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya juga kandungannya, kamu mengerti Kris ?"


" mengerti pak "


" aku tidak tahu harus bagaimana kalau anak yang dia kandung adalah anakku juga." ucap Alvian


" boleh saya bertanya pak ?" izin Kris


"apa ?!''


"maaf ini sedikit vulgar ,''


'' apa ?! katakan saja .''


" bagaimana malam itu bisa terjadi ?" tanya Kris


Alvian pun menceritakan tentang kejadian malam itu dimana Nisya mengajaknya bertemu namun sebelum Alvian menceritakan dia terlebih menghela nafas.


" nyonya ada apa ?" tanya bibi asisten rumahtangganya


" tidak apa apa bik , perutku terasa kram tadi dan ini sudah mendingan." jelas chesa


" apa perlu saya panggilkan tuan ?" tanya bibik

__ADS_1


" tidak apa-apa bik , ini saya mau keruang kerjanya dulu, oh ya ini minumannya untuk tuan ya ?" tanya chesa melihat kedua tangan bibik memegang nampan yang berisi 2 gelas kopi dan kue kering.


" sini bik ,biar saya saja."


" tapi nya.."


" tidak apa-apa , bibik kembali masak saja keburu saya lapar nanti " chesa ketawa menampilkan giginya yang putih dan rapi


chesa pun melanjutkan ke ruangan kerja Alvian dengan membawa nampan yang akan diantar bibik


namun sesampainya didepan pintu chesa mendengar Alvian mengatakan tentang Nisya


" kau tahu Kris ,saat itu aku setengah sadar dan aku juga yakin tidak yakin telah berhubungan badan dengannya. apalagi tentang kehamilannya membuat ku benar-benar pusing."


" bagaimana kalau Nisya hamil anak bapak ?"


" maka aku akan men..."


praaaankkk... (suara pecah)


nampan yang berada ditangan chesa jatuh begitu saja ketika dia mendengar soal kehamilan nisya dan juga tentang sebuah one night stand suaminya


Kris dan Alvian terkejut mendengar pecahan kaca dan segera berlari keluar.


namun baru didepan pintu ruangan Alvian melihat chesa yang sedang menangis memegang perutnya dan satu tangan lagi ia pegang sebuah meja yang tepat berada disamping ruang kerja Alvian


"nyonya " lirih Kris


" sayang , kamu kenapa , ayo kita ke rumah sakit'." ajak Alvian yang sudah merangkul bahu chesa


" pergi , singkirkan tanganmu " ucap chesa sambil mengertakkan giginya


" apa ?" tanya Alvian bingung


" lepaskan tanganmu!!!" teriak chesa


" nyonya ,nyonya tenang nyonya ." ucap bibik


" sayang , kamu kenapa tiba-tiba begini." tanya Alvian


" aku sudah dengar semuanya, dasar kamu laki-laki brengsek.!!!" teriak chesa


" kamu salah paham , aku tidak mungkin begitu."


" tidak mungkin bagaimana hah !!!.. jelas-jelas kamu melakukan hal itu pada nya hingga aaaaaaaahh..." teriak chesa diakhir ucapannya


" bik , tolong ambilkan ponsel saya dikamar ." chesa terus menarik nafas dalam dan membuangnya kembali


" aaaaahhh.... CEPAT BIK ." teriak chesa yang merasakan kesakitan diperutnya


chesa memencet nomor telepon seseorang namun tidak diangkat , dan tiba-tiba chesa merasakan hangat-hangat yang mengalir dari pahanya ke betisnya


" nyonya ." panggil Kris melihat ada darah segar mengalir dikaki chesa


" sayang." teriak Alvian


seketika penglihatan chesa berubah menjadi gelap dan ia tidak sadarkan diri..


Alvian dan Kris langsung membawa chesa kerumah..

__ADS_1


................... bersambung...................


__ADS_2