Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 28


__ADS_3

" perempuan si**lan , kau kemana ha selama aku tidak disini , bagaimana cara kau mengurus Candy sampai dia harus dirawat " hardik seorang pria


" kau pikir aku merawatnya itu mudah , sudah berapa kali aku katakan pada mu untuk memakai jasa baby sitter " Nisya menjawabnya dengan lantang


" apa ? dia itu putri mu dan dia begitu juga bukan kemauan dia , semua itu kesalahan kamu sendiri " ucapnya


" iya dia memang Putri ku dan biarkan saja aku bagaimana memperlakukannya ,"


"bikin malu saja " gumamnya.


" apa kau bilang ?"


" iya , dia itu membuat ku malu , seandainya aku tahu dia terlahir seperti itu lebih baik aku gugurkan saja dia lebih dulu " gumam Nisya yang masih dapat didengar pria yang berdiri didepannya


" Nisya!!!" teriaknya


" hentikan Ardan ,jika kau mau ambil saja dia dan ceraikan aku juga " ucap Nisya langsung pergi.


" ****" rutuknya


****


pagi yang cerah kini menyambut para pencari pundi-pundi rupiah.


begitu banyak mata menatapnya dan setiap orang yang melihatnya menyapanya dan dibalas senyum olehnya.


pasalnya kemarin malam dia berbicara dengan putranya walaupun hanya sebuah video call


Ting...


" selamat pagi pak " sapa viona yang berpakaian minim


" Hem.. apa jadwal ku hari ini. " ucap Alvian


" hari ini bapak ada rapat di restoran Jepang dengan bapak Wiyono , dan siangnya anda juga harus menghadiri rapat di kantor yang sudah dibuat ayah anda setelah itu jadwal anda kosong pak " viona membaca jadwal Alvian melalui notebook


" baiklah kalau begitu kau boleh keluar , oh ya tunggu sebentar viona " panggil Alvian


" iya pak saya "


" berapa gajimu ?" tanya Alvian


" 4juta pak , kalau boleh tahu ada apa pak ?"


tanya viona


" ah tidak,kamu yakin hanya segitu gaji kamu ? jujur aku tidak suka melihat kau berpakaian ketat seperti ini , apa kau tidak merasa sesak ? baiklah silahkan kembali ke tempat mu " ucap Alvian


"bilang saja kalau dia na*su lihat body saya" gumamnya viona sambil berjalan keluar.


" cih.. " Alvian tersenyum mendengar gumaman sekretarisnya


" body chesa lebih dari kamu dan tidak pernah dia perlihatkan ke orang selain aku" ucapnya sendiri sambil menyalakan laptopnya.


sesuai jadwalnya hari ini Alvian bertemu dengan para klienu dan di temani sekretarisnya.


" baiklah sampai disini dulu perjumpaan kita ,senang bisa berkerjasama dengan anda " ucap pak Wiyono


" iya pak , saya juga senang bisa berkerja sama dengan anda


"kalau begitu saya pamit dulu pak Alvian "Wiyono pun berjalan pergi


Alvian pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar diikuti sekretarisnya dari belakang.


" kita balik kantor " ucapnya saat sudah masuk ke dalam mobil


didalam perjalanan menuju kantor Alvian terdiam dan terus menatap wallpaper diponsel nya terpampang wajah isrtri dan anaknya


" i Miss you so much " lirihnya sambil mengusap foto di ponselnya


Viona terus menoleh ke belakang , penasaran dengan apa yang dilihat bosnya.


tangan supir menyentuh bahunya dan jari telunjuk juga tengah menunjukkan ke mata lalu ke depan seperti mengintruksikan pandangan lurus ke depan saja .


Viona hanya berdecih kesal dengan kelakuan sang supir .


****


" mih, Ken pergi dulu ya , om Erick sudah datang jemput " teriaknya


sedangkan chesa yang sedang berada di dalam toilet tidak dapat menjawabnya


setiap pagi chesa harus mengalami morning sick rasanya tubuh sudah lemas,baru saja dia minum segelas susu tapi langsung meminta untuk dikeluarkan Alhasil menjadi sia-sia.


tokk...tokk


" kak, kak kenapa ?" panggil Erick

__ADS_1


tidak ada jawaban dari dalam membuatnya semakin takut.


" kak, kakak chesa" Erick terus mengetok pintu kamar toilet


" apa sih dek " jawab chesa lemah


" syukurlah, kakak ngapain? wajah kakak pucat sekali " Erick melihat kakaknya sudah keluar dari toilet


" kakak tidak tahu , kepala kakak pusing sekali " chesa berjalan pelan-pelan


" sini aku bantu " Erick memapah kakaknya menuju kamar.


" kak, mau ke dokter?" tanya Erick


" iya , kamu bisa anterin kakak ?" chesa memijit keningnya


" bisa , nanti agak siang aku balik ya , sekarang kakak istirahat dulu ya , aku anterin Ken dulu ya kakak baik-baik disini ya "


" iya Erick pergilah sebelum ken terlambat "ucapnya


" iya iya , aku pamit ya kakak istirahat dan baik-baik ya"


" ya ampun , iya loh dek iya " kesal chesa.


Erick pun pergi mengantarkan kennan kesekolahnya.


setiap pagi dia datang menjemput keponakannya dan bila pulang sekolah maka chesa lah yang akan menjemputnya


usia kandungan chesa pun sudah memasuki usia 8 Minggu dan begitu juga waktu ia jauh dari Alvian sudah 4 Minggu lamanya.


sebenarnya chesa merasa sangat merindukan suaminya , merindukan pelukan suaminya namun apalah daya demi janinnya ia tidak mau sesuatu hal tidak diinginkan terjadi.


" kak , duduk sini dulu ya aku ambil nomor antrian" Erick membantu kakaknya duduk dan pergi mendaftar kakaknya


" chesa ," panggil seorang pria yang melihatnya


" eh kak David " balasnya


" sedang periksa kandungan?"


"iya " jawab chesa


" sama siapa? " tanya David lagi


"tuh " chesa menunjuk ke arah administrasi


setelah Erick selesai mendaftar kakaknya ,dia pun duduk disamping kakaknya .


mengerti dengan tatapan mata kakaknya yang melihat ke para pasien yang datang bersamaan dengan para suami untuk periksa kandungan.


dia pun merangkul pundak kakaknya dan menganggukkan kepala mengisyaratkan baik-baik saja.


lamanya mereka duduk menunggu giliran, kini giliran chesa yang dipanggil.


" selamat siang Bu chesa " sapa dokter Airin


" selamat siang juga dokter airin " balasnya


" gimana kabar si kecil apakah ada keluhan? " tanya dokter Airin


" sudah dua tiga hari ini aku terus morning sick dok " jawab chesa


" apa itu tidak apa-apa dok.?" timpal Erick


" tidak apa-apa itu adalah hal wajar , biasanya morning sick akan berhenti ketika usia kandungan memasuki 12 minggu " jelas Airin


" baiklah kalau begitu silahkan Bu chesa tiduran disana , kita akan memeriksa apakah posisi bayinya apakah baik atau tidak ya Bu, sus tolong dibantu ya " ucap Airin


Erick pun menuntun kakaknya naik ke atas ranjang dan suster pun memoleskan gel ke permukaan perut chesa.


haru tangis yang chesa rasakan sekarang semenjak ia sembuh ,ia tidak pernah melakukan USG lagi Namun karena ini permintaan dari dokter Airin chesa pun menurut saja.


" terimakasih dok untuk hari ini " ucap chesa


" sudah sepantasnya aku melakukan itu sebagai seorang dokter , oh ya vitaminnya masih ada?" tanya dokter Airin


" masih dok " jawab chesa


" baiklah kalau begitu lanjutkan terus minum vitamin juga susu hamilnya , jika ada apa-apa langsung hubungi saya , " Airin ikut mengantar chesa sampai didepan pintu ruangannya.


Erick menuntun kakaknya berjalan namun saat di lorong rumah sakit Erick meminta kakaknya untuk duduk dan menunggunya sebentar.


dia mengatakan akan ke toilet sebentar.


chesa pun nurut dan duduk menunggu adiknya.


seorang anak perempuan sekitar berumur 7 atau 8 tahun tengah duduk di kursi roda , terlihat diwajahnya ia seperti ketakutan dengan disekitarnya.

__ADS_1


chesa yang melihat hal itu membuatnya beranikan diri untuk menghampirinya.


" hai " sapa chesa pada anak perempuan itu.


anak perempuan yang disapa chesa mengedipkan kedua matanya.


namun anak itu membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan.


chesa bingung melihat anak itu hanya membalasnya dengan senyum dan lambaian tangan.


seketika chesa pun mengerti lalu kembali melanjutkan berbicara dengannya.


" kamu sama siapa disini?" tanya chesa


anak itu kemudian menuliskan sesuatu di sebuah papan yang ada di pangkuannya


" bersama papa " tulisnya


" oh.. , terus papa kamu kemana ?" chesa melihat ke kiri dan kanan tidak terlihat ada orang disekitarnya.


" papa lagi ambil botol minum ku yang ketinggalan di mobil "


" boleh tante temani ?" tanya chesa ?


"jangan takut Tante bukan orang jahat , kenalin aku chesa Olivia , kamu ?" timpal chesa


" Kimmy olivier "


" wah nama belakang kita hampir mirip , kalau begitu kita jabat tangan dulu "chesa menengadahkan telapak tangannya untuk dijabat oleh Kimmy


Kimmy terlihat ragu-ragu untuk memberikan tangannya pada chesa , namun Kimmy memberanikan dirinya untuk menjabat tangan chesa.


tubuh chesa menegang melihat tangan kanan Kimmy berbeda pada orang umumnya.


Kimmy tahu mata chesa terus menatap tangannya dengan buru-buru ia memasukkan kedalam saku sweaternya


"kita pindah duduk agak sanaan ya boleh ? soalnya tante lagi hamil tidak boleh lama lama berdiri , gimana ?" chesa menunggu jawaban Kimmy


Kimmy pun menganggukkan kepalanya


chesa membantunya dengan cara mendorong kursi roda sampai disamping kursi yang ia duduki


keduanya duduk dan berbicara serta ada gurauan di pembicaraan mereka.


" yuk kak , " ajak Erick


" sebentar dek kita temani Kimmy dulu sampai papanya datang " ucap chesa


" Kimmy " panggil seorang pria


"pwahpah" jawab Kimmy


Alex menghampiri putrinya yang duduk bersama dua orang dewasa yang tidak dikenalinya


" maafin papa sayang , papa kelamaan " ucap Alex yang mensejajarkan dirinya dengan Kimmy yang dijawab dengan gelengan


" siapa mereka sayang " bisik Alex


chesa langsung memperkenalkan dirinya pada orang yang didepannya.


ketika Alex berbisik pada putrinya menanyakan siapa orang yang disamping putrinya


" maaf tuan , perkenalkan saya chesa olivia dan ini adik saya Erick Manuel , tadi saya melihat putri anda sendirian disana , dan sepertinya dia ketakutan jadi saya menemaninya tapi sebelumnya saya sudah memperkenalkan diri saya pada Kimmy " jelas chess


Alex yang mendengar penjelasan dari chesa langsung melihat ke putrinya untuk mendapatkan jawabannya apa benar atau tidak


namun putrinya menganggukkan kepala


"terimakasih banyak .... "


" panggil nama saya saja tuan " timpal chesa


" iya chesa terimakasih sudah menemani Putri saya , kalau begitu kami pamit dulu karena sudah ditunggu sama dokter , mari " Alex berpamitan pada keduanya


Alex mendorong kursi roda putrinya lalu dia mendapatkan intruksi dari putrinya untuk berhenti sebentar lalu Kimmy membalikkan wajahnya kebelakang menatap chesa.


sedangkan chesa melihat Kimmy melihatnya langsung ia melambaikan tangannya pada Kimmy.


Alex pun ikut tersenyum melihat Putri bisa tersenyum seperti itu dan bisa interaksi dengan orang lain selain dirinya.


" yuk kak , aku masih ada mau meeting lagi dengan suamimu itu " ceplos Erick


" iya , tapi sebelumnya kita jemput Ken dulu dek " ucap chesa


" baik nyonya " canda Erick


................... bersambung...................

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2