Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 41


__ADS_3

sejak saat itu nisya tidak pernah mengganggu rumah tangga Alvian.


dan berita tentang perceraian Nisya dan suaminya juga sampai di Alvian dan tersebar meluas ke teman-temannya.


kini Nisya seperti hilang ditelan bumi , ia tidak pernah menghubungi Alvian lagi sejak pertemuan terakhir mereka saat di Bali ketika ia akan mengancam Alvian akan menyerahkan video mesumnya namun rencananya gagal dikarenakan ponselnya tertinggal di rumah dan berkat seseorang masalah Alvian dan Nisya pun terselesaikan.


seperti hari ini matahari tidak pernah telat terbit menyinari permukaan bumi.


begitu juga chesa yang selalu bangun pagi-pagi hanya untuk mengurus suami dan anaknya.


walaupun gerakan chesa sekarang tidak seperti dulu karena perut buncitnya ia harus sangat berhati-hati melakukan aktivitasnya


walaupun Alvian sudah memperkerjakan dua orang asisten rumah tangga tapi kalau soal masakan chesa selalu ingin ia sendiri yang memasak untuk suami dan putranya.


" yank , bangun sudah jam 6 nanti terlambat ." panggil chesa untuk membangunkan suaminya yang masih terlelap tidur


" iya . sebentar " Alvian duduk di pinggiran ranjang sambil mengumpulkan nyawanya (🤭)


" aku tunggu di meja makan ya" chesa sudah selesai meletakkan pakaian suaminya lalu berjalan keluar


" good morning love , and my child" Alvian langsung menyematkan ciuman di kening chesa dan juga perutnya yang sudah menonjol


" good morning boy " ucap Alvian pada Ken yang sedang makan nasi goreng.


" good morning papih " balas Ken.


Alvian pun duduk di kursinya dan terlihat dimeja yang sudah tersedia satu piring nasi goreng dan segelas teh hangat yang sudah disediakan chesa.


mereka bertiga sarapan bersama tanpa bicara apa-apa hanya dentingan sendok yang terdengar.


" ini Ken , jangan lupa ya minum air yang banyak , belajar yang pinter ya nak " pesan chesa pada. putranya


''iya mamih, muach bye mami"


" kamu hati-hati nyetirnya yank." pesan chesa


" iya , kamu juga setelah ini istirahat dikamar ya jangan kerjakan apa pun , nanti siang aku jemput kita pergi cek kandungannya sama-sama." Alvian mengecup b*bir istrinya lalu masuk kedalam mobil


''dadah mami " Ken melambaikan tangannya dan dibalas chesa


begitulah rutinitas chesa setiap harinya tapi dia begitu menikmatinya karena dari dulu keinginannya adalah memilik keluarga yang harmonis dan kini keinginannya terkabul dan tidak berapa lagi akan hadirnya seorang bayi di rumah mereka.


rumah sakit


"selamat siang buk chesa , silahkan duduk?" ucap dokter Airin yang biasa menangani chesa


Alvian dan chesa pun duduk dan chesa memberitahukan kalau semenjak kehamilannya masuk usia enam bulan tidak ada keluhan apapun.


" baiklah Bu, silahkan tiduran disana kita akan lihat posisi dedek bayinya ya ?"; ucap dokter Airin


Alvian membantu chesa untuk duduk di ranjang dan dengan pelan-pelan chesa merebahkan dirinya


seorang perawat pun mengoleskan gel diatas perut buncitnya.


" relax saja ya buk chesa jangan tegang " Airin mulai meletakkan alat usg dan mulai menggeser alatnya agar sang bayi terlihat di monitornya yang 4D karena majunya era zaman sekarang.


" sayang lihatlah hidungnya dan bibirnya benar-benar seperti kamu " Alvian begitu bahagia melihat layar monitor yang ada didepannya


chesa tidak bisa berkata apa-apa , walaupun ini adalah kehamilannya yang ke dua tapi chesa begitu terharu pasalnya saat hamil Ken setiap periksa kandungan ia selalu ditemani mantan mertuanya atau mantan kakak iparnya.


dan saat hamil Ken belum ada usg 4D yang ada hanya 2D hanya menampilkan bentuk bayinya dan warna putih putih saja.


tapi ketika hamil kedua ini Alvian sangat menginginkan chesa melakukan USG.


" apa kalian ingin tahu jenis kelaminnya?" tanya dokter Airin yang melirik suami istri yang dihadapannya.


Alvian menatap chesa seolah minta persetujuan.


chesa pun mengiyakan pertanyaan dokter Airin pasalnya dari sebelum usia kandungan masuk enam bulan dia sudah meminta izin pada chesa jika nanti saat USG dia ingin sekali mengetahui jenis kelaminnya bayi yang ada diperut istrinya


" wah.. " Airin tersenyum saat mengetahui jenis kelamin bayinya chesa

__ADS_1


" kenapa dok ?" tanya Alvian penasaran


" kalian ingin anak perempuan atau laki-laki ?" tanya dokter Airin


" aku terserah dok , mau perempuan atau laki-laki tapi aku hanya ingin tahu saja , asal dia sehat-sehat didalam sana " jawab Alvian.


dokter Airin dan chesa tersenyum mendengar jawaban Alvian yang tidak mempermasalahkan apa jenis kelamin anaknya.


" selamat ya pak buk bayi anda perempuan" Airin langsung memberikan ucapan selamat pada mereka


" Baiklah sudah selesai , sus tolong dibantu bersihkan ya ." pinta Airin pada suster yang ada disampingnya dan langsung diiyakan.


setelah selesai memeriksa kandungan chesa Alvian dan menembus vitamin chesa , mereka langsung pulang ke rumah orangtuanya Alvian sekalian untuk menjemput putranya yang sedang berada di sana


" pelan-pelan sayang" Alvian menuntun isterinya turun dari mobil.


" aku tuh nggak sakit loh yank , aku bisa jalan sendiri tanpa di gandeng seperti ini." chesa sebal pada Alvian yang sedari tadi menuntunnya.


" nggak apa-apa, aku cuma ingin memberikan perhatian lebih padamu juga baby girl kita ." ucap Alvian


sesampainya diruang tengah sudah ada mama Rania juga kennan serta papa Hans mereka bertiga seperti sedang asyik memainkan sebuah permainan zaman dulu yang menggunakan dadu dan pion.


" pa , ma " sapa Alvian dan chesa bersamaan langsung Salim tangan kedua mertuanya


" papih.. mamih..." sapa kennan


" kamu nggak nakal kak sayang " tanya chesa pada putranya


" nggak mih, Ken disini ga nakal kok ya kan opa " Ken melihat ke papa Hans


" iya , Ken sangat pandai." jawab papa Hans


" bagaimana ,apa dokter bilang baik-baik saja ?" tanya mama ,


" baik ma, dokter bilang posisinya juga bagus dan harus banyak istirahat." jawab chesa


" bagus lah kalau begitu " mama Rania gembira mendengarkan kabar seperti itu


" apa " mata mama mendelik tajam ke Alvian


" mama tahu , tadi dokter juga mengatakan jenis kelamin bayi , dia bilang chesa hamil anak perempuan " Alvian ketawa serta langsung memeluk chesa yang duduk disampingnya


" benarkah , wah.. senangnya , tidak masalah apa jenis kelaminnya asal ibu dan bayinya sehat-sehat saja itu sudah baik." ucap mama yang membelai rambut panjangnya chesa


" terimakasih ma ," ucap chesa


" itu jangan diragukan lagi ma , mama tahu aku selalu memberikan yang terbaik untuk istri juga anakku ma jadi mama tenang saja ." seru Alvian.


" oh ya Van mama hampir lupa ini ada undangan pernikahan dari Robin dan Aulia , katanya tadi dia mau kerumah nganterin undangan ini cuma mama bilang titip sini saja karena nanti kamu dan chesa akan kesini setelah selesai periksa kandungan." jelas mama


" waahh akhirnya mereka menikah juga , oh ya ma David dan Vania kapan menikah ? , soalnya mereka sudah lama berpacaran ma." Alvian memikirkan hubungan adiknya dengan sahabatnya yang sudah lama berpacaran tapi belum juga menikah.


" tiga Minggu lagi " jawab mama singkat


" apaaa!!!" teriak Alvian


" Alvian ,yank " panggil mereka tiga serempak ( papa Hans , mama Rania dan chesa )


" eh maaf-maaf , kamu terkejut sayang?!" Alvian sadar jika tadi dia mengejutkan istrinya


" kapan bilangnya? kok aku nggak tahu?" dumel Alvian yang baru tahu kabar kalau Vania dan david akan menikah 3 Minggu lagi


" kamu nggak tahu ?" tanya mama dan Alvian hanya menggelengkan kepalanya


" oh ya mama lupa ,saat lamaran kemarin tuh kamu sedang dibali " jawab mama Rania


" kamu tahu yank "? tanya Alvian pada istrinya


" tahu" jawab chesa singkat


" waaah.. kenapa selau aku jadi orang terakhir yang tahu sesuatu hal " gerutu Alvian.

__ADS_1


" sudah-sudah ,pusing kepala papa tiba-tiba kamu buat gara-gara teriak tadi." dumel papa


" Ken , kita pindah main ular tangganya dikamar saja ,Ayo " ajak papa Hans


" Ken , kita sudah mau pulang loh" Alvian mengingatkan putranya.


" biar Ken nginap disini malam ini , lagian ini juga weekend , ayo Ken " papa langsung mengajak Ken ke kamarnya


" baiklah ma ,kami pulang dulu ya " pamit Alvian


" ma ,titip Ken ya , maaf kalau ngerepotin mama terus ." chesa merasa tidak enak hati pada mertuanya


" kamu ini kayak sama siapa aja ngomongnya, hati-hati ya kalau sudah sampai dirumah kasih kabar ya sayang " pesan mama Rania langsung cipika-cipiki pada menantunya


" iya ma , " jawab chesa.


******


"Fred, aku boleh pulang ke jakarta ?" tanya Nisya pada Fred yang masih memeluknya


" untuk apa ?" tanya Fred


" aku ingin bertemu dengan Kimmy " ucapnya pelan


namun dapat didengar Fred


" baiklah , tapi ada syaratnya "


"apa?" tanya Nisya bingung


"aku ikut" ucap Fred


Nisya tersenyum mendengar syarat yang di ucapkan , ia berpikir kalau Fred akan memberikan syarat yang aneh


" kamu ini , aku kira apa "


" emang kamu kira apa?" tanya Fred


Nisya menggelengkan kepalanya lalu memeluk Fred dan membenamkan wajahnya di dada Fred


" kamu tahu sya, aku nggak bisa jauh-jauh dari kamu dan aku takut kalau kamu tidak akan kembali lagi ." ucap Fred


" tidak mungkin Fred , yang ada aku yang takut kehilangan kamu , karena aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kmu " matanya mulai berkaca-kaca


" hei.. kok jadi Melo begini sih , sudah ah " titah Fred


" aku nggak tahu kenapa akhir-akhir ini aku sering melo " ucap Nisya


Fred diam mendengar ucapan Nisya ,dan bila dipikir-pikir memang akhir-akhir ini Nisya terlihat berbeda , lebih sensitif dan gampang nangis.


Fred mencoba menepiskan apa yang ada dipikirannya namun masih kepikiran terus


karena Fred dan Nisya sering melakukan hubungan ***sual tanpa pengaman


" sya.. besok ikut aku ya ." ajak Fred


" kemana , ?" tanya Nisya


" pokoknya kamu ikut saja , okay" fres mencium keningnya


^^^bersambung.....^^^


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


terimakasih para reader sudah membacanya maaf bila ada salah kata dan penulisan.


jika ceritanya kurang menarik mohon dimaafkan ya


jangan lupa like and vote and comment ya


🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2