
**TERIMAKASIH BANYAK SEMUANYA
SUDAH ADA 17 ORANG YANG BACA CERITA KU DAN ADA 1 ORANG NGASIH LIKE .
TERIMAKASIH BANYAK...
MOHON MAAF YA BARU BISA LANJUTKAN CERITANYA KEMARIN AKU BENAR-BENAR SIBUK.
SIBUK NONTON JIMIN LIVE DIHARI ULANG TAHUNNYA 😁
JADI KARENA ULTAHNYA SUDAH LEWAT MARI KITA KEMBALI KE NOVEL KU LAGI.
SELAMAT MEMBACA YEOREOBUN 😌**
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Selesai dengan ritual mandi dan skin care malamnya
chesa malah kini terduduk termenung melihat dirinya dipantulan kaca.
"apakah tidak terlalu cepat aku menerima dia ? apakah aku batalkan saja ? "
begitulah yang ada dipikirannya, dering ponsel membuatnya sadar lalu mengangkatnya.
yang ternyata telepon dari Alvian.
keduanya pun ngobrol sebentar saja lalu keduanya menutup ponselnya.
keesokan harinya chesa yang sudah bangun pagi-pagi kini tengah mempersiapkan sarapannya dan untuk Aulia.
Aulia yang sudah berpakaian rapi pun menghampiri chesa yang kini juga berpakaian rapi.
" ches hari ini kami sudah masuk kerja ?" tanya Aulia yang sudah duduk dihadapannya.
" aku sudah sembuh kok , nih sarapan dulu kalau tidak nanti kita tidak sempat makan." ujar chesa.
selesai dengan sarapan keduanya pun turun kebawah karena bus yang biasanya menjemput mereka telah tiba.
sesampainya mereka di kantor chesa mendapat pertanyaan dari rekan kerja lainnya .
chesa menjawabnya kalau dia sudah sembuh.
dan seseorang menghampirinya.
" chesa , kamu sudah sembuh? "tanya Denny
" sudah pak ," jawab chesa.
" baguslah , dan maaf ya kalau kemarin tidak bisa menjenguk kamu." ucap pak Denny
" iya pak, tidak apa-apa " jawabnya.
ketiganya sedang enak mengobrol didepan lift sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa dibelakang mereka ada 2 orang lelaki yang ikutan menunggu lift.
" ehem , selamat pagi pak ?" sapa Robin
" ya pagi " balas Denny.
" eh chesa sudah masuk kerja? selamat kembali beraktivitas ya" sapa Robin pada chesa yang tertunduk malu
" terimakasih Robin " balasnya chesa.
"ehem.. liftnya pak " sela Alvian yang melihat pintu lift yang di tunggu terbuka juga .
mereka berlima pun masuk kedalam lift serta beberapa karyawan lainnya yang ikut masuk kedalam.
saat didalam lift posisi berdiri chesa bersebelahan dengan Denny.
Aulia dan Robin berdiri bersamaan , sedangkan Alvian yang berdiri dibelakang chesa.
" apaan sih? pagi-pagi bikin mood jelek saja " batinnya sambil berdengus kesal
Denny yang terus mengajak chesa berbicara membuat Alvian jengkel dengan kelakuan atasannya.
__ADS_1
sehingga membuat chesa mengabaikannya.
andaikan dia tidak berjanji pada chesa mungkin dia sudah memanggil chesa dan memperlakukan chesa seperti orang yang disampingnya.
Robin yang tengah menggenggam tangan Aulia seolah akan menyeberang jalanan, padahal saat ini mereka sedang berada didalam lift .
dentingan lift menyadarkan dirinya terlihat beberapa karyawan lainnya sudah berjalan keluar .
terlihat wajah chesa tersenyum saat membaca sebuah chat masuk , Alvian yang melihatnya pun penasaran.
dia pura-pura membawa sebuah file dan bertanya pada chesa.
" chesa , untuk persentasinya apakah kamu yang membuatnya ?" bohong Alvian sambil asal menunjuk barusan ketikan.
sedangkan chesa yang tidak mengerti apa maksudnya Alvian, membuatnya garuk kepala
" maksudnya pak?" tanya chesa
" yang ini , kamu sudah sarapan?" bisiknya
chesa langsung terdiam dan menatap dengan mengedipkan mata.
" kamu mau mereka tahu kalau kita pacaran ? kalau kamu Mandang aku terus ,hmm" bisik Alvian sengaja berbicara seperti itu
" Hem.." jawabnya chesa.
"kok cuma Hem ? , ya sudah nanti kita makan siang bersama " ajak Alvian .
" iya , sudah tadi sebelum berangkat kerja. lagian kan bisa chat kenapa seperti ini ?"
" ya karena aku ingin saja , ya sudah terimakasih chesa silahkan kembali berkerja" ucap Alvian dan kembali ke mejanya.
chess benar-benar dibuat malu karena baru kali ini chesa melihat wajah Alvian begitu dekat.
dan mendengarkan alasan Alvian yang aneh.
chesa mencoba menetralkan degup jantungnya yang berdetak begitu cepat.
****
- C💞
" aku tunggu di kantin ya " 📨
chesa hanya membaca chat masuk dari Alvian ,lalu ia pun merapikan mejanya dan meraih dompet juga ponselnya.
sesampainya di kantin chesa mencari orang yang sudah ajak makan siang bersama.
terlihat seorang lelaki sedang duduk tengah menatapnya dan melemparkan senyum padanya.
chesa pun berjalan menghampiri.
keduanya pun duduk berseberangan dan makan bersama.
namun kebersamaan mereka berdua Alvian merasa terganggu
Robin yang tiba-tiba duduk disampingnya dengan membawa makan siangnya.
" mana Aulia ? " tanya chesa sambil melihat belakangnya Robin
" tuh lagi duduk sama orangnya Widi " tunjuknya dengan dagu.
" tumben biasa kemana-mana kalian berdua barengan " ucap Alvian sambil makan.
" lagi ngambek dia " jawab Robin .
"loh tadi pagi kalian berdua mesra banget, didalam lift aja kalian bergandengan tangan." timpal Alvian .
" gila lu Al , sampe segitunya lu " ujar Robin
"segitu apaan , kelakuan kalian itu terlalu mencolok tahu gak " jawabnya ketus.
" lu iri ya ? makanya cepat-cepat nyari pacar " ledek Robin
__ADS_1
" idih ngapain juga aku iri ,lagian aku tuh sudah punya calon istri ," ceplos Alvian.
"uhukk..uhukk.. " chesa tersedak karena mendengar Alvian berbicara seperti itu.
Alvian langsung duduk di samping chess dan memberikan minuman padanya sambil menepuk-nepuk punggung chesa.
sedangkan Robin yang melihat interaksi mereka berdua begitu dekat langsung Robin bertanya pada mereka.
" sejak kapan kalian dekat ? atau jangan-jangan calon istri lu ches..."
belum Robin selesai berbicara Alvian langsung menyuapinya dengan nasi yang ada di piring Robin
chesa langsung membelalakkan matanya.
" cukup lu yang tahu ,awas jangan sampai yang lain pada tahu " ucap Alvian
Robin mengangguk kepala sambil mengunyah nasi dimulutnya.
" sejak kapan kalian pacaran ? " tanya Robin .
" ssstt nanti aku jelasinnya , buruan makan " jawab Alvian
" aku sudah selesai , duluan ya " ucap chesa.
" nanti pulang kerja tunggu aku di depan kantor " ucap Alvian pada chesa
chesa pun menganggukkan kepalanya dan berjalan pergi meninggalkan ke-dua lelaki yang masih memandangnya.
" tar kamu juga ikut , sekalian ajak Aulia ya , tunggu gue di depan kantor, yuk balik kerja " ajak Alvian.
kini mereka berempat tengah berada disebuah restoran seafood.
chesa yang duduk diam sedang menetralkan detak jantungnya.
Aulia yang melihat chesa tidak seperti biasanya ia pun membuka suara.
" kamu kenapa ches? sakit kepala kamu kambuh lagi ?" tanya Aulia
" kita pesan makanan dulu ,nanti baru lanjut bicara" Alvian memanggil pelayan
setelah selesai memesan makanan juga minuman Alvian langsung berbicara kepada kedua orang didepannya.
"aku dan chesa akan segera menikah." Alvian langsung berbicara ke intinya.
" what !!!" pekik Aulia
chesa terkejut dengar suara Aulia.
Robin terkesiap mendengar penuturan dari Alvian.
selama ini dia begitu kenal dengan Alvian tidak pernah mendengar Alvian bertunangan.
Robin adalah adik sepupunya Alvian , papa Robin adalah adiknya papa Hans.
Robin juga tahu kisah rumah tangga Alvian namun tidak disangka kenapa dia bisa kecolongan tentang informasi pernikahan Alvian.
" kapan kalian menikah ?" tanya Robin dengan wajah serius sambil melipat tangannya didepan dada
"untuk tanggal belum kami pikirkan cuma untuk seriusnya aku dan chesa sudah yakin." Alvian menggenggam tangan chesa
" jadi Om dan Tante sudah tahu ?" tanya Robin
" sudah , dan awal merekalah yang menjodohkan kami berdua " jelas Alvian
" beneran ches kamu dan Alvian akan segera menikah ?" tanya Aulia pada chesa.
" i.. iya " jawab singkat chesa
" iiih.. chesa selamat ya, jangan lupa undang ya " Aulia menghampiri chesa lalu memeluknya.
" thanks " jawab chesa
setelah selesai dengan obrolan mereka pelayan pun datang mengantarkan makanan pesanan mereka.
__ADS_1
dan mereka makan di suguhi tawa , begitu juga chesa yang sudah terlihat tenang.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀