
**terimakasih untuk yeorobun yang sudah membaca novel saya ini.
mohon maaf jika ada kesalahan pengetikan juga penyebutan nama
apa bila cerita nya kurang bagus mohon maaf ya karena ini novel pertama yang aku buat sebisa aku.
jika ada masukan dari para readers mohon tinggalkan jejak komentarnya.
maaf bila novel ku ceritanya loncat loncat
mohon vote terus dan like Novel ku ini biar aku makin semangat buatnya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰**
hubungan Chesa dan Alvian masih seperti kemarin , tidak terasa sudah 1 bulan sudah Alvian dan chesa berpisah jarak.
perubahan sikap Chesa padanya begitu terasa namun Alvian menepisnya
dia terus memberikan perhatian pada istrinya dari mengirimkan perhatian melalui chat lalu telepon hingga ke Videocall .
seperti malam Minggu ini Alvian hanya menghabiskan waktu dirumahnya sendiri dan ditemani Videocall dengan putranya "kennan "
" Ken kapan kamu libur sayang ? ," tanya Alvian
" sebentar Ken tanya mamih dulu " Ken meletakkan ponsel chesa begitu saja
" papih , kata mamih bulan depan Ken libur " jawabnya
" kapan ken dan mamih akan pulang ?" tanya Alvian lagi
Ken pun kembali pergi menanyakan hal itu pada chesa.
" papih , kata mamih nanti libur Ken boleh ke rumah Omah ran " ucap kennan sumringah
" benarkah ! " baiklah papih akan menunggu kedatangan kalian , mamih mana Ken ?" Alvian sangat merindukan istrinya
" sebentar ya pih " Ken memberikan ponselnya ke mamihnya
ketika layar ponsel menampilkan wajah orang dirindui Alvian langsung mengatakan
" i Miss you so much my wife " ucap Alvian
chesa mengalihkan kamera ponselnya menghadap belakang
tanpa alvian tahu air matanya menetes.
sebenarnya chesa pun sangat merindukan suaminya namun ia ingin suaminya menyelesaikan permasalahannya dengan mantan istrinya jika sudah selesai maka ia akan kembali pulang.
" hei kok malah dikasih layar televisi sih sayang , mana wajah mami " goda Alvian
" ehmm.. " chesa sudah membalikkan kamera depannya
" kamu habis nangis sayang ?" tanya Alvian
" Ken , jangan makan itu disini sayang nanti mamih-"
hoeeekk.. hoeeekk..
belum sempat mengatakannya chesa sudah eneg mencium aromanya.
dan chesa langsung berjalan cepat ke wastafel dapur.
" sayang , Ken mamih kenapa , hallo " Alvian terus memanggil karena Videocall nya belum dimatikan
" ya Papih " jawab Ken
" mamih kenapa sayang ?" tanya Alvian panik
" mamih tidak suka ini pih, Ken lupa kalau mamih bisa muntah kalau makan ini disini " tunjuknya pada cemilan rumput laut.
" Ken... " panggil chesa agak lemas
" iya mih, papih sudah dulu ya mamih lagi panggil bye pih "
klik.
Ken langsung mematikan panggilan videocallnya
sedangkan Alvian takut istrinya kenapa-kenapa karena tadi dia mendengar suara istrinya terdengar lemas begitu.
Alvian langsung menghubungi sekretarisnya untuk menanyakan jadwalnya esok dan lusa .
baru nada dering ke 2 langsung di angkat viona
" hallo ~" jawabnya dengan suara yang dibuat selembut mungkin
" maaf mengganggu, aku ingin tanya jadwalu ku besok dan lusa " Alvian langsung nanya ke intinya
" sebentar pak akan ku periksa" jawab viona
beberapa menit kemudian
" hallo pak Alvian , jadwal bapak besok harus menghadiri peresmian villa di Lembang Bandung dan Lusa bapak juga akan menghadiri perjamuan di villa Lembang Bandung." Viona memberitahu jadwal bosnya.
" begini , viona besok kamu gantikan saya , kamu kesana bersama Kris ya , malam ini saya harus pergi ke Medan ada urusan penting" ucap Alvian
" loh loh pak kenapa tiba-tiba begini ? " ucap viona
bukannya menjawab Alvian langsung memutuskan panggilan teleponnya dan langsung menghubungi Kris untuk segera ketempatnya .
__ADS_1
setelah selesai menghubungi asistennya Alvian kembali menghubungi istrinya namun tidak diangkat , dia pun mengirimkan pesan pada chesa
" sayang , kamu tidak apa-apa , malam ini aku langsung ke Medan ya untuk menemui kalian ?" 📨
" tidak perlu , aku baik-baik saja jangan khawatir " 📨 chesa membalas pesannya
melihat'chess membalas pesannya Alvian langsung menekan nomor telepon istrinya ianamun di reject
" jangan telepon , aku sedang menidurkan Ken "📨
" tapi aku khawatir padamu ?" 📨
" apakah permasalahan mu dengan mantan istrimu sudah selesai?" 📨 chesa menanyakan Nisya
" baiklah, akan segera ku selesaikan dan setelah itu kamu harus pulang dan berjanji tidak akan pergi dariku lagi ." 📨
" okey "
" love you my wife " 📨
" love you too" 📨.
Alvian tersenyum lebar sebab sekian lama dia mengirim pesan yang berakhir ucapa love you selalu tidak ada balasan.
namun kali ini berbeda, malam ini mungkin akan membuatnya tidur nyenyak.
Alvian teringat persoalan dengan Nisya , ia pun mengajak Nisya bertemu Alvian memilih menurutinya demi dia bisa kembali lagi dengan chesa.
dia pun memutuskan untuk segera menyelesaikan permasalahannya pada Nisya agar bisa bertemu kembali dan berkumpul.
*****
keesokan harinya Alvian sudah membuat janji ketemu dengan Nisya dua hari kedepan.
sebelum pertemuannya dengan Nisya ,Alvian harus mendapatkan maaf dari mamanya juga adiknya terlebih dahulu
mobil hitamnya sudah terparkir didepan pagar rumah mewah , dan security yang sedang bertugas dirumahnya sudah melihat kedatangan anak majikannya langsung dia bukakan pintu pagar dan mempersilahkan masuk.
" pas banget ada Vania dirumah " gumamnya saat melihat mobil Vania masih terparkir di samping lalu dia langsung masuk kedalam rumah.
Alvian tidak mendapati keberadaan mamanya juga adiknya.
dia pun bertanya pada art dan art mengatakan jika mamanya juga Vania sedang berada di taman belakang.
" iya sayang, kamu baik-baik ya jagain cucu mama baik-baik ya sayang , kalau kamu pengin makan apa bilang saja nanti mama suruh supir antar ke apartemen mu " ucap mama
" mama dan Vania sedang berbicara dengan siapa?"batinnya
" hallo kesayangan tante sedang apa ?" sapa Vania
mereka sedang melakukan Videocall walaupun hampir setiap hari mereka berkomunikasi tetap saja tidak ada rasa bosannya.
Alvian menguping pembicaraan mama dan Vania dibalik pintu karena dia dapat mengenali suara perempuan yang sedang berbicara dengan mamanya.
"rumah sakit " gumamnya
setelah beberapa menit kemudian Alvian menghampiri. mama dan adiknya yang sedang duduk disamping Kolam renang
mama dan Vania langsung memalingkan wajahnya saat mendengar derap langkah ,wajah mereka berdua kelihatan pucat melihat kedatangan Alvian yang tiba-tiba.
Vania dan mama mencoba bersikap biasa saja seperti tidak ada apa-apa.
" ma , dek aku ingin minta maaf atas kesalahan yang sudah ku perbuat aku tahu kesalahan ku hingga membuat istri dan anakku pergi dari ku , ku mohon maafkan aku " Alvian langsung berlutut didepan mamanya
" kalau kak chesa sudah maafin Abang baru aku maafin Abang. " Vania langsung beranjak pergi.
mama yang saat itu terus menatap manik mata putranya terlihat ada penyesalan tapi mama ingin memberikan putranya pelajaran.
" baiklah mama akan maafin kamu , asal kamu bisa bawa kembali chesa dan kennan kesini " ucap mama
" iya ma , aku akan membawa mereka pulang asal mama memaafkan aku dulu "
" enak saja kamu , dimana mana orang berkerja dulu baru ada gaji , nah kamu lakukan dulu yang mama minta baru mama maafin kamu , sudah-sudah mama mau pergi arisan dulu , sana sana kamu pulang " mama Rania pergi meninggalkan Alvian sendiri yang masih dalam keadaan berlutut.
" kok aku diusir sih , ma.. mama " Alvian terus memanggil
" Alvian kalau kamu masih disini mama bakal hapus kamu dari KK " teriak mama
" mama barbar " Alvian langsung berdiri dan berjalan keluar.
Vania dan mama yang berada dilantai atas melihat mobil Alvian yang melaju pergi melalui jendela
" ma, kenapa Abang begitu bodoh ,padahal kan dia sudah memang punya KK sendiri kenapa dia takut sama ancaman mama " Vania bingung dengan sikap abangnya.
" kalau Abang mu tidak bodoh dia tidak akan menjadi duda dulu , sudah yuk siap-siap mama sudah tidak sabar untuk bertemu sama menantu mama " mama pergi meninggalkan Vania
hari ini jadwal chesa cek kandungan namun kali ini ia harus datang sendirian ,
perawat disana sudah mengenal chesa dan diantara mereka tahu kalau chesa adalah kakak ipar dokter Vania
ada beberapa perawat menyapanya dan chesa membalasnya dengan senyuman
hari ini ia datang cek kandungan serta meminta vitamin yang sudah habis dan ia juga sudah janji ketemuan dengan mertuanya dirumah sakit.
saat ia sedang mendaftar seseorang menarik ujung pakaiannya, dan chesa menoleh ternyata adalah seorang anak perempuan yang dikenalnya
" haii.. Kimmy " chesa menyapa seorang gadis laki-laki yang sedang mendorong kursi roda yang tengah duduk di kursi roda.
Kimmy tersenyum padanya terlihat beberapa gigi yang ompong.
__ADS_1
chesa melihat ke sampingnya seorang laki-laki juga menoleh pada nya dan senyum padanya
" ini pak nomor antriannya, mohon tunggu sebentar ya dokter Vania sebentar lagi datang " ucap seorang suster menyerahkan selembar nomor antrian
" iya terimakasih sus " ucap Alex
" ini buk chesa nomor antrian anda , mohon ditunggu dansilahkan duduk dokter Airin sedang memeriksa pasien lainnya " ucap seorang suster.
ini pertemuan ke duanya dengan Kimmy namun entah kenapa chesa merasa senang melihatnya.
chesa melambaikan tangannya saat ia dan Kimmy harus berpisah jalan.
Kimmy pun membalas lambai tangannya.
setelah ia sudah mendaftarkan dirinya beruntung hari ini pasien yang datang hanya sedikit dan chesa tidak perlu lama menunggu.
tapi disaat ia akan masuk ke ruang dokter bertepatan mertuanya pun datang.
"ma , " sapa chesa dan cipika-cipiki sama mertuanya
" gimana kamu sudah giliran kamu ? "
" iya ma , yuk " chesa mengajak mertuanya masuk bersamanya.
sedangkan di parkiran rumah sakit Alvian bingung melihat mamanya datang ke rumah sakit bersama Vania.
diam-diam dia mengikuti mamanya karena tadi dia sempat menguping pembicaraan mamanya dengan seseorang yang suaranya mirip chesa.
Alvian merasa mencurigakan dia pun mengikuti mamanya.
saat tadi dia pulang dari rumahnya , Alvian memarkirkan mobil didepan mini market dan menunggu mamanya didalam mobil.
dengan sangat hati-hati Alvian mengikuti mereka , namun saat dia sudah didalam rumah sakit Alvian tidak melihat mamanya.
dia menelusuri seluruh lorong rumah sakit dan mengintip setiap ruang pasien namun tidak menemukan mamanya juga.
lalu dia pun memutuskan pergi dan pergi ke kantor saja.
" terimakasih dok kalau begitu kami permisi dulu " ucap mama
"sama-sama Bu " jawab dokter Airin
hari ini wajah mama Rania begitu bahagia bisa menemani menantunya memeriksa kandungan.
hal ini yang sudah ditunggu-tunggu sejak Alvian akan menikah lagi
" ma nanti kita pisah jalan didepan saja ya " ucap chesa
" iya sayang, kamu jaga diri juga jaga calon cucu mamanya " ucap mama sambil memegang perut chesa yang masih rata
" ya sudah , mama langsung jemput Ken saja , sebentar lagi dia sudah pulang sekolah "
" iya , chesa.. boleh mama bertanya ?"
"iya apa ma " keduanya ngobrol sambil jalan
" apa kamu masih marah sama Alvian ?" tanya mama.
" aku tidak marah padanya ma , cuman aku kecewa padanya kenapa dia tidak pernah mau jujur pada ku ma, dan aku ini istrinya .
perempuan mana yang mau bila mantan suaminya masih ketemuan dengan mantan istri pertamanya" jelas chesa.
" maafin mama , mama tidak mau kehilangan kamu sayang , " mata mama mulai memerah
" sudah ma ,mama tidak malu kalau orang-orang lihatin mama nangis hmm.."
" iya-iya ya sudah kamu hati-hati ya kita berpisah disini ya , mama mau ke toilet dulu ya , hallo sayang ini aku nenek kamu , kamu didalam perut mamih baik budi ya sayang , kasihan mamih lagi jauhan sama papih , sehat-sehat ya kamu . mama mengelus perut chesa
" ya sudah kalau gitu bye ma " chesa cipika-cipiki pada mertuanya.
keduanya pun berpisah jalan , saat chesa sedang menunggu taksi online pesanannya datang , seseorang menarik ujung pakaiannya.
" eh hai.. Kimmy ketemu lagi " sapa chesa
chesa menyapa Alex , dan begitu sebaliknya.
wajah Alex kebingungan sebab dia harus pergi mengambil mobilnya yang terparkir lumayan jauh namun di cuaca yang terik dia pun tidak tega bila putrinya harus ikut bersama berjalan jauh walaupun putrinya hanya duduk di kursi roda .
" maaf pak kalau saya lancang , ada apa ya ?" tanya chesa
" ha ? oh ini saya memarkir mobil saya jauh dari sini dan saya tidak tega harus mendorong Kimmy kesana di cuaca yang panas ini." jelas alex
" begini saja pak , Kimmy titip sama saya saja dulu disini dan bapak bisa pergi ambil mobilnya , bagaiman ? " chesa menawarinya
" tidak apa-apa ? , oh ya maaf sebelumnya jangan panggil saya bapak , saya belum tua panggil saya Alex "
Kimmy ketawa melihat wajah chesa yang merah padam
" baiklah kalau begitu saya titip kimmy."
" candy kamu sama Tante dulu ya , papa mau pergi ambil mobil dulu
" Kimmy , kok papa panggil kamu candy ?" tanya chesa bingung
" chesa!.."
tubuh chesa menegang saat ia melihat sosok laki-laki kemeja dan berpostur tinggi menghampirinya.
dan buku panduan ibu hamilnya jatuh dilantai tepat disaat laki-laki itu sudah berdiri dihadapannya.
__ADS_1
................... bersambung...................
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀