Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 58


__ADS_3

akhirnya Waktu keberangkatan chesa dan alvian ke Bali pun tiba.


kini Alvian dan chesa dalam perjalanan ke bandara.


mereka berangkat menggunakan taxi, kalau papa liam ingin mengantar mereka ke bandara tetapi ches menolak.


chesa menolak karena ia takut akan memberatkan keberangkatannya juga membuatnya berat meninggalkan zoey chesa yang terus menyeka air matanya , sedangkan Alvian yang ada disampingnya merasa tidak nyaman


" hah... ya sudah kita pulang saja , pak tolong putar balik ya saya tidak jadi berangkat." ucap alvian


chesa langsung mengusap air matanya dan langsung menoleh menatap suaminya yang terlihat dari wajah seperti muram.


" kita lain kali saja perginya." ketus Alvian


" tidak perlu pak lanjutkan saja ke bandaranya." imbuh chesa


" kalau kamu berat buat berpisah dengan anak-anak maka kita balik saja selagi belum berangkat." tukas Alvian


" tidak apa-apa kak." chesa bergelanjut manja di lengan Alvian.


Alvian tidak bisa berbuat apa apa lagi jika sang isteri sudah memasang wajah pupy eyes.


Alvian dan chesa pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Bali


walaupun awal keberangkatan terjadi drama tangis kini sepasang suami istri tengah berjalan bergandengan tangan masuk kedalam pesawat.


sesampainya di Bali chesa meminta Alvian untuk lebih dulu mandi dan chesa akan melakukan video call untuk memberi kabar bahwasanya ia dan alvian sudah sampai dibali dan sekaligus ia ingin melihat putra dan putrinya.


20 menit kemudian Alvian selesai mandi , setelah keluar dari kamar mandi Alvian melihat chesa yang sedang tertidur pulas dan ponselnya Masih dalam genggamannya.


cup..


Alvian mengecup pucuk kepala istrinya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


kruuuukkk...


suara perut chesa sudah berdemo minta diisi, diliriknya jam di ponsel sudah menunjukkan pukul 14: 39.


" pantesan aku kelaparan ternyata sudah sore."


chesa pelan-pelan melepaskan pelukan suaminya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang terasa lengket.


alvian meraba samping tempat tidurnya yang kosong, sontak membuat alvian langsung bangkit dari tidurnya


" sayaangg... " teriak alvian


" iya , sebentar." jawab chesa


" kenapa sih baru bangun tidur sudah teriak-teriak " dumel chesa


" aku pikir kamu pergi tinggalkan aku "


" memangnya aku mau pergi kemana ?" ucap chesa memoleskan skin care diwajahnya


" siapa tahu kamu pulang sendiri nggak ajak ajak aku "

__ADS_1


" apaan sih, sudah mandi dulu sana lepas itu kita pergi cari makan , aku lapar." chesa mulai memilih pakaiannya


"hmm sayang... gimana kalau kita makan disini saja," Alvian kembali memeluk chesa


" aku baru selesai mandi , jangan macam-macam kak."


Alvin terus menciumi tengkuk leher chesa dan tangannya mulai menyentuh setiap inci tubuh istrinya.


" kak , aku lapar bisakah kita menundanya" ucap chesa di sela de**hannya


Alvian pun menghentikan aksinya lalu dia berjalan ke kamar mandi meninggalkan chesa yang berdiri mematung.


sebenarnya chesa juga sudah terbawa suasana permainan alvian namun karena perutnya yang sudah diajak kompromi.


disela-sela Chesa dan alvian makan , manik mata chesa melihat seseorang yang ia kenal sedang berbicara dengan seorang pria yang sudah berumur.


alvian mengikuti arah mata chesa memandang.


dan ternyata Alvian juga mengenali siapa pria itu.


" ehem.. lihatin sajaa terus " sindir Alvian


" kak , itu alex kan ?" tanya chesa untuk meyakinkan orang yang dilihatnya


Alvian mengerutkan keningnya, sebenarnya dia menyindir tapi kenapa istrinya kini malah menyebut nama pria itu


" entah,aku nggak tahu " ketus Alvian


" sudah selesai makannya ?"


" i.. iya ini sudah." jawab chesa lalu menyusul alvian yang sudah berjalan lebih dulu


" auh... " chesa merasa kesakitan di bagian d4d4nya


" kenapa ?" tanya Alvian


" sebentar kak , aku lupa pompa asi , sebentar." chesa berjalan ke kamar mandi


***


"waah.. cantik sekali " chesa mengaguminya keindahan restoran yang sudah didekorasi sesuai permintaan Alvian


" ini tidak seberapa sayang , ayo " alvian menyematkan jari-jarinya di sela jari chesa dan menuntunnya untuk duduk


alunan musik instrumen yang bernada lagu ulang tahun membuat chesa langsung menatap laki-laki yang ada di depannya yang saat ini berstatus sebagai suaminya.


dan seorang pelayan memberikan kue ulang tahun yang bertuliskan " happy birthday my wife " beberapa lilin yang menyala sebagai hiasan.


" selamat ulang tahun nona " ucap sabg pelayan sebelum pergi


" terimakasih" balas chesa


pelupuk mata chesa sudah terbendung air mata yang sudah siap sedia lolos menetes.


" jangan nangis sayang , ini adalah hari bahagiamu ." ucap Alvian

__ADS_1


" make a wish dulu sayang " imbuh alvian dan chesa menggenggam kedua tangannya dan berdoa dalam hati lalu meniup lilinnya


" terimakasih banyak kak ." itulah yang dapat chesa ucapkan


" jangan pernah ucapkan terimakasih untukku sayang , karena bagi ku ini tidaklah seberapa dengan apa yang kamu berikan padaku, kesempatan yang telah kamu berikan padaku dan anak-anak yang sangat lucu dan pintar itu semuanya sangat berharga, maafkan aku bila selama ini aku selalu membuat mu mmph..."


cup.. chesa mengecup bibir Alvian


" cukup kamu selalu disamping ku dan selalu ada untuk anak-anak maka semua itu tidak ada apa-apanya." ucap chesa lalu kembali menc**mi suaminya


" ini bukalah " alvian memberikan sebuah kotak persegi berwarna merah


" maaf bila selama ini aku belum bisa membahagiakan kamu "


chesa tidak percaya bila Alvian memberikan dia sebuah kalung yang sangat di inginkannya selama ini


" sini aku pakai kan ." chesa mengangguk dan mengangkat rambut panjangnya yang tergerai


" cantik." puji alvian


" baiklah sekarang kita makan dulu setelah itu giliran aku memakanmu , ingat apa yang kamu katakan tadi sore " senyum smirk diwajahnya Alvian membuat Chesa paham apa yang dikatakan suaminya.


****


akhirnya liburan bulan madu Alvian dan chesa pun usai , terlihat wajah keduanya begitu cerah sesampainya di bandara Alvian dan chesa di jemput oleh sopir papa hans.


kepulangan mereka memang sengaja dikabarkan pada keluarga besar mereka


sesampainya di halaman rumah Alvian , chesa segera turun dari mobil dan Dengan langkah besarnya untuk masuk kedalam rumah


" ken, zoey " itulah yang ada dalam pikirannya chesa setiba di rumah


" mamih... papih.." teriak kennan sambil berlari menghampiri kedua orangtuanya


chesa merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan putra sulungnya.


" mamih kangen banget sama Abang.., Abang tidak nakal kan " chesa terus menciumi wajah putranya


" tidak mamih , ken tidak nakal dedek zoey juga tidak nakal." adu ken lalu berpindah memeluk papi Alvian


" pa , ma " sapa alvian dan chesa pada kedua orangtuanya juga kedua mertuanya


"zoeyy... " zoey begitu bahagia melihat mamihnya


" auh... zoey.. i Miss you" chesa mengecup pipi tembem putrinya


kepulangan mereka sangat disambut hangat oleh keluarga besarnya.


kehidupan rumah tangga chesa sekarang sudah terbilang dari kata bahagia walaupun jika kedepannya akan terjadi sesuatu yang tidak siapa pun tahu tapi chesa bersyukur jika Tuhan memberikannya kedua orang tua yang begitu menyayanginya juga kedua mertuanya yang menerima dia apa adanya dengan statusnya dulu seorang janda beranak satu.


tak lupa juga chesa bersyukur telah diberikan seorang suami yang begitu baik dan mencintainya juga putranya


walaupun kennan bukanlah putra kandungnya Alvian Sangat menyayangi kennan begitu sebaliknya juga.


chesa berharap kedepannya ia sanggup mempertahankan rumah tangganya ini.

__ADS_1


" mamih , ken mau dedek bayi lagi boleh" ucap kennan polos yang langsung membuat seluruh anggota keluarga ketawa


...---------------...


__ADS_2