Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 45


__ADS_3

" Nisya " lirih Fred


" apa ?" jawab Nisya lalu mengikuti arah pandangan Fred


" apa yang kau lakukan disini ?, bukannya kau pernah bilang tidak akan muncul dihadapan kami ?!."ucap dingin pria itu yang di kenal dengan nama Rudianto atau biasanya di panggil Rudi.


" aku ini ibunya , wajar aku datang menjenguk putriku." balas Nisya


" apa ? ibu! sejak kapan kamu mengakui dia itu putri mu , kau selalu bilang malu punya putri cacat dan penyakitan seperti dia " ucap Rudi


Nisya langsung terdiam saat Rudi memojokkan dirinya dengan ucapan yang dulu dia katakan.


" cih.. dasar tidak punya malu bisa-bisanya datang jenguk bawa laki-laki." gumam Rudi lalu pergi bertemu dokter yang menangani Kimmy


" Fred , sudah kita saat ini ada dirumah sakit." Nisya menahan tangannya Fred


" Nisya sebaiknya kita pulang dan besok kita kembali lagi , karena kedatangan kita juga tidak diinginkan dan Kimmy juga sedang istirahat, kamu juga butuh istirahat ingatlah calon anak kita." bujuk Fred dan akhirnya Nisya pun nurut.


" ini kartu namaku , kabari aku jika ada apa pada Kimmy " Fred menyerahkan sebuah kartu nama pada Alex


Fred pun meletakkan kartu namanya di samping kursi Alex lalu pergi mengajak Nisya pergi walaupun ia tidak ingin.


Fred tidak sanggup melihat Nisya diperlakukan kasar ,maka lebih baik dia membawanya pergi saja dari sana.


" lepaskan fred , aku ingin menunggu Kimmy hingga sadar." Nisya mencoba menarik pergelangan tangannya yang di pegang Fred


" Nisya , aku tidak melarang mu seperti itu ,tapi aku tidak bisa melihat mereka perlakuan kamu seperti itu."fred menahan emosinya


" biar Fred , aku pantas mendapatkannya karena dulu aku selalu berbuat jahat dan kasar pada Kimmy " tangis Nisya pecah


" Nisya , kamu harus ingat saat ini didalam tubuh kamu ada anak kita , kamu ingat pesan dokter untuk tidak terlalu stres."


" maaf Fred.. maafkan aku "


" sudah sudah sekarang kita kembali ke apartemen dulu , ya " Fred membelai rambut coklat Nisya


****


chesa yang mulai sadar dari pingsannya mulai mengerakkan jari-jari tangannya dan mengejapkan matanya.


aroma karbol khas rumah sakit menusuk di Indra ciumannya


" yank ." panggil chesa yang melihat Alvian yang sedang sibuk dengan laptopnya.


" sayang ." Alvian langsung melayangkan kecupan di kening chesa


" sebentar aku panggil dokter dulu ya ." chesa hanya menganggukkan kepalanya.


setelah dokter telah memeriksa chesa dan mengatakan sudah diperbolehkan minum dan makan namun chesa perlu di observasi.


"yank , dimana Ken ?" tanya chesa yang tadi tidak melihat putranya


" tadi papa dan mama datang jenguk kamu dan David , lalu mama bilang akan menjaga Ken dirumah guna lebih mudah buat aku jaga kamu disini." jelas Alvian


" David.. bagaimana dengan keadaannya? Lalu Vania bagaimana ?!"


" kamu tenang dulu ya , David masih belum sadarkan diri dan Vania ada disana sedang menjaganya, sudah kamu istirahat besok kita akan pergi melihat David ya ." pujuk Alvian.


Alvian menyerahkan urusan rapat temu pada Kris dan dia hanya memantau bisnisnya dari laptopnya demi menjaga istrinya


keesokan paginya Alvian membantu chesa duduk di ranjang , chesa yang terus meminta ingin mandi walaupun Alvian terus membujuknya untuk lap badan saja ,namun karena tidak ingin menjelekkan mood istrinya Alvian pun mengizinkan asal dia membantunya untuk mandi.


chesa sempat menolak permintaan Alvian ,namun Alvian kembali mengatakan kalau tidak dituruti maka hanya di perbolehkan lap badan.


chesa pun kembali melayangkan syarat pada suaminya agar tidak berbuah mesum nantinya dan Alvian pun menyetujuinya.


Alvian membantu chesa dengan mengoleskan minyak kayu putih di punggungnya karena sejak kandungan membesar ia sangat suka mencium aroma minyak kayu putih.


" sudah , sekarang kamu sarapan dulu ya " Alvian menyuapi chesa


" yank.. " panggil chesa


" hmm.. "


" kapan kita jenguk David ?"


"sebentar ya , aku selesai ini dulu ya " ucap Alvian yang masih sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


drrttt... drrttt...


" hallo ," sapa chesa


" oh kak Damian ,iya ada apa ?" tanya chesa


Alvian yang tadi nya fokus dengan laptopnya kini tatapan matanya beralih ke chesa yang masih tiduran namun ponsel bertengger ditelinga


"sehat , bagaimana keadaan mama dan kak Lina ?"


alvian merebut ponsel chesa lalu menyalakan loudspiker


" baik , kami bagaimana ?" tanya damian


" sudah baik. dan besok sudah diperbolehkan pulang" jawab chesa.


" oh ya ches , aku mau izin bawa Ken ke Dufan boleh ?"


" kapan kak ?"


" Fanny ngajak hari Minggu katanya , tapi Sabtunya aku jemput Ken ya ." izin Damian pada chesa.


chesa melirik suaminya yang duduk disampingnya, untuk meminta izin Alvian menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


" boleh kalau begitu."


" terimakasih chesa " ucap damian


"padaku ? " tanya Alvian


" baiklah ches , aku tutup dulu ya terimakasih sudah izinkan Ken ikut."


" i..iya "


Alvian yang tadinya fokus dengan laptopnya kini malah gagal fokus karena Damian


sedangkan chesa yang tahu mood Alvian sedang jelek ia pun langsung mengalihkan pembuatan dengan mengajaknya menjenguk David .


" Vania.." sapa chesa yang kini sudah berada di ruang daviv dirawat.


" Kak." Vania langsung memeluk kakak iparnya


" belum kak , tidak ada tanda-tanda." jawab Vania lesu


" apa kata dokter?"


" kepalanya David kena benturan keras hingga terjadi penggumpalan darah dan itu mengakibatkan David koma ," Isak Vania


" yang sabar dek , jangan lupa terus berdoa agar dia cepat sadar. "


" selalu kak. "


dan kedua membicarakan hal lainnya , dan tiba-tiba ponsel Alvian berdering lalu dia izin keluar untuk mengangkatnya.


Lima menit berlalu Alvian tidak kembali lalu seorang perawat datang periksa infus David .


lalu entah kenapa chesa teringat dengan Kimmy


yang membuatnya langsung bertanya pada perawat.


" sus , bagaimana keadaan Kimmy?" tanya chesa


" masih belum sadarkan diri buk , dan tadi pagi jantungnya sempat drop tapi akhirnya kembali normal." jelas suster


" sus , apa saya boleh tahu dimana dia dirawat ?"


" kak ,? "


" oh iya buk , Pasien dirawat diruangan ICU."


" suster apa anda mau mengantarkan saya kesana ?" pinta chesa


" Sekarang buk ?" tanya suster


" kalau suster tidak keberatan." ucap chesa


" tidak buk , kebetulan selesai dari sini saya mau ke ruangannya , jadi sekalian saja buk " jelas suster.

__ADS_1


" oh ya , terimakasih sus."


" sama-sama buk, mari saya bantu."


" Van , nanti kalau Abang datang bilang sama dia kakak jenguk Kimmy ya "


chesa dan susternya pun pergi .


sesampainya di ruangan Kimmy dirawat , chesa melihat Alex duduk terdiam disana dengan tatapan matanya yang menata sebuah kaca transparan yang terhubung dengan Kimmy .


" kak ," lirih chesa


" oh chesa " Alex terkesiap melihat chesa datang.


" sus disini saja , terimakasih ya " ucap chesa pada suster.


" iya buk sama sama , saya permisi kedalam dulu "


" bagaimana keadaan mu ?" tanya Alex


" baik kak , bagaimana keadaan Kimmy ?"


Alex menghela nafas panjang


" dokter meminta kami untuk berdoa semoga ada mukjizat."


" maksudnya.." suara chesa mulai gemetar


Alex pun menjelaskan pada chesa tentang apa yang dokter katakan.


setelah mendengar penjelasan Alex chesa langsung menangkup wajahnya dan menangis.


lalu ia meminta izin pada Alex untuk menjenguk Kimmy.


Alex pun mengizinkan chesa menjenguk Kimmy.


Alex membantu chesa masuk kedalam ruangan Kimmy dirawat


" Kimmy , ini Tante chesa kamu jangan bobo terus cepat bangun sayang.. , apa kamu tidak rindu pada Tante ? nanti akan berikan kamu Barbie yang banyak.


bangun tante rindu senyuman kamu.


Tan.. Tan.. Tante ingin saat saat kita bercanda." chesa menangis sesenggukan


Alex langsung mendorong kursi roda chesa keluar dari ruangan Kimmy.


lalu berjongkok dan memberikan sapu tangan padanya.


" sudah jangan menangis lagi , lihat mata kamu sudah bengkak nanti suamimu berpikir yang tidak tidak."


" Alex bagaimana dengan keadaan Putri ku." ucap seseorang yang baru datang.


chesa terkejut melihat seorang wanita yang dikenalnya berada di sana dan juga mengatakan bagaimana keadaan putrinya.


" Nisya , untuk apa kau kesini " ucap Alex yang sudah berdiri


" aku datang menjenguk putriku ." ucap Nisya lantang


mata chesa membola ternyata ia tidak salah dengar apa yang wanita yang dikenalnya katakan.


Nisya mengenali chesa namun ia sedang tidak ingin bertegur sapa padanya.


" chesa ." panggil Alvian yang berdiri dibelakang Nisya


ketiganya menoleh ke arah Alvian yang tiba-tiba datang.


Alvian melewati Nisya dan Alex lalu mensejajarkan dirinya dengan chesa


"kamu kesini kok nggak bilang-bilang hmm.?" tanya Alvian mengusap wajah chesa


chesa hanya menjawabnya dengan gelengan


" ya sudah sekarang kita kembali istirahat ya " ujar Alvian yang chesa jawabnya dengan ya


" Alex aku permisi dulu , terimakasih sudah mengizinkan aku jenguk Kimmy ." pamit chesa lalu Alvian mendorong kursi roda chesa pergi.


Alex hanya menjawabnya dengan senyum .

__ADS_1


sedangkan Nisya hanya jadi penonton , ia tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat Alvian berada di sana.


................... bersambung...................


__ADS_2