Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 20


__ADS_3

pagi menjelang dengan disambut dengan cuaca yang dingin dikarenakan matahari yang malu-malu bersembunyi dibalik awan .


sepasang bola mata pria mengagumi keindahan seseorang didepannya.


" rasanya aku tidak percaya bila akhirnya dia menjadi istriku" batin Alvian .


sedangkan sang istri yang masih tertidur sangat pulas terlihat diwajahnya yang lelah.


entah berapa jam mereka melakukan pergulatan panas.


memandang wajah istrinya yang tanpa make up salah satu kebiasaannya.


entah kenapa matanya malah turun menatap belahan dad*nya hingga membuat juniornya terbangun dipagi hari .


"bolehkah aku meminta jatahku sepagi ini " ucapnya sendiri.


pelan-pelan Alvian mengecup kening ,pipi dan ke bibir dan tangannya membuka selimut yang menutupi bagian dad*


terpampang dua gundukan yang seperti menantangnya untuk melahapnya.


dan saat itu pula juniornya sudah bangun tegak


saat dia akan melahap dua gundukan tiba-tiba..


tokk..tokk..


" mamih... papih... " panggil Ken


chesa terbangun mendengar ketukan pintu kamar dan mendengarkan suara putranya yang berteriak memanggilnya.


Alvian mengetahui pergerakan dari istrinya,dia pura-pura tidur kembali seolah tidak ingin ketahuan oleh istrinya apa yang telah dilakukannya tadi .


" yank.. bangun " chesa menepuk-nepuk tangan suaminya yang melingkar diperutnya.


Alvian menggeliat dan menguap seperti orang bangun tidur.


" kenapa sayang hmm " Alvian malah membenamkan wajahnya di gundukan istrinya.


" bangun , itu Kennan sudah manggil-manggil ,kamu bukain pintu ya aku mau kekamar mandi." chesa langsung memungut pakaiannya yang berserakan dilantai.


dia pun bangun dan memakai boxernya dan juga celana ponggolnya setelah selesai dia langsung membuka pintunya.


" papih kenapa lama sekali buka pintunya " dumel Ken.


" sorry son , papih baru bangun tidur , dan mamih lagi mandi ." bohongnya.


" yah.. kirain mamih sudah bangun aku lapar pih "


" ya sudah ayo papi buatin ,tapi sarapannya roti panggang tidak apa-apa kan ?" tanya Alvian


" tidak apa-apa papih asal itu bisa mengenyangkan ku "


ucap kennan.


" dasar kamu ini , ayo kita keluar "


kedua lelaki yang berbeda usia tengah menikmati sarapan dengan ditemani film kartun


tanpa mereka sadari chesa keluar dari kamarnya ia melihat ayah dan anak itu begitu serius dengan layar televisi.


"wah.. enak banget ya makannya sampe segitunya " sindir chesa sambil memakan roti bakar yang dibuat suaminya.


" sayang , kamu sudah selesai mandi , ya sudah Ken papih mau mandi dulu ya , kalian siap-siap dulu nanti papih mau bawa kalian ke satu tempat ." ucap Alvian


" kemana Pih ? tanya kennan


" kejutan " ucapnya lalu masuk kedalam kamar .


****


Alvian memarkirkan mobilnya didepan rumah mewah yang tidak chesa ketahui rumah siapa


chesa dan kennan melihat rumah mewah Nyang yang kelihatan seperti baru dicat .


" yank rumah siapa ini ? kok suka-suka kamu masuk " chesa menarik tangan Alvian.


" sudah ayo ikut saja " Alvian menuntun istri dan anaknya.


ibu dan anak terkesima dengan dekorasi rumah yang begitu menenangkan


warna catnya soft , perabotan rumah sudah tertata rapi.


" pih , ini rumah siapa ?" tanya kennan


" ini pemiliknya " tunjuk Alvian pada sebuah foto yang tergantung di dinding


" loh, kok ada kita disana pih ?" tanya kennan

__ADS_1


"ini rumah kita , dan disana ada kolam renangnya " tunjuk Alvian


" kamu serius !!" tanya chesa


" iya sayang aku serius , ayo ku tunjukkan kamar kita " Alvian menuntun istri dan anak ."



"waah.. papih kamarnya bagus sekali " pekik kennan.


"hei kenapa kok diam " Alvian melihat chesa berdiri terdiam


chesa mengusap air matanya yang hampir menetes keluar.


" papih kamar Ken dimana ?" tanya kennan


" ayo papih tunjukkin , ayo sayang " Alvian mengajak mereka melihat kamar putranya.


"ini kamar kennan "



" waaah papi ini benar-benar bagus " pekik kennan melihat kamarnya.


kenann menelisir seluruh ruangan kamarnya yang sudah didekorasi sesuai permintaan Alvian.


" apa kamu suka ?" tanya Alvian


" sangat suka " jawab Ken.


air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi kini sudah mengalir di pipinya ,ia tidak pernah melihat kennaan sebahagia ini.


Alvian langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya.


"mulai besok kita tinggal disini " ucap Alvian.


****


seorang perempuan berkulit putih dan berbody sexy tengah duduk santai dipinggiran kolam yang hanya memakai bikini berwarna mereka dan kacamata hitam bertengger di hidungnya.


" kalau bukan karena saldo di ATM-nya aku tidak Sudi berada disini melihatnya dia berenang dengan perut buncitnya. " gumam Nisya sambil membalas lambaian tangan ke pria yang sedang melambaikan tangan padanya.


Nisya sambil memandang foto Alvia dann yang tengah berdiri memandang langit sore , dia memakai kemeja putih dan memakai kacamata hitamnya.


nisya hampir melihat seluruh foto Alvin yang di sosmed.


tidak lupa ia mengupload fotonya sendiri



❤️104like&ggilangg


3dward : wow bagus ya bangunannya


ggilangg : @3dwaed bukitnya juga padat


tidak terasa pernikahan Alvian dan chesa sudah berjalan 2 bulan , rumah tangga chesa terlihat begitu harmonis kian hari semakin mesra.


dan sejak papa Hans sakit Alvian menggantikan posisi papanya.


rutinitas chesa setiap pagi hari sama seperti ibu rumah tangga pada umumnya.


menyiapkan sarapan, menyiapkan pakaian suami dan anak dan mengantar suami dan anak sampai depan pintu rumah.


Kenan pun kini sudah kelas 1 SD dan setiap paginya Alvian mengantarnya ke sekolah , dan bila pulang sekolah chesa yang akan menjemputnya.


" kemana sih kak esa " dumel Erick beberapa kali memencet bel namun tidak ada yang membukanya.


kesal dari tadi berdiri sambil memencet bel Erick pun menghubungi Abang iparnya.


" hallo bang , kak chesa tidak ada di rumah kali ya " ucap Erick sambil mengintip ke jendela


🗣️: ...........


" sudah bang tapi tidak ada yang bukain pintu "


🗣️ : ..........


" ya sudah kalau begitu."


Erick pun mengakhiri teleponnya lalu berjalanlah masuk kembali ke mobil dan pergi dari rumah Alvian.


****


" selamat ya bu anda sedang hamil dan kandungan ibu sudah memasuki usia 3 Minggu, dan apakah ibu punya keluhan lainnya?" tanya dokter Airin yang memeriksa chesa.


" kepalaku sering sakit dok dan badanku sering merasa kecapekan " chesa memberitahukan keluhannya.

__ADS_1


" keluhan lainnya Bu , seperti setiap pagi ibu muntah gitu ?" tanya dokter.


" tidak ada dok , hanya itu saja." jawabnya


" baiklah , ini resep obat serta Vitaminnya dan jangan lupa susu hamilnya sehari 2x ya Bu , jangan lupa bulan depan datang kontrol lagi ya, " titah dokter.


" baiklah terimakasih ya dokter , permisi "


" ya sama-sama Bu, hati-hati di jalan."


chesa berjalan keluar dari rumah sakit dan ia berjalan beberapa langkah ke apotek terdekat untuk membeli obat dan vitamin sesuai resep dokter.


" maaf Bu , disini cuma ada vitaminnya ini saja kalau untuk obatnya disini sedang kosong Bu. " jelas karyawan apotek.


" didekat sini ada apotek?" tanya chesa.


" mungkin agak jauh buk dari sini."


" terimakasih " chesa memutuskan pergi untuk membeli resep obat dokter.


baru berjalan beberapa ia terhuyung ke belakang beruntung dibelakangnya ada yang langsung menangkapnya.


" maaf , anda tidak apa-apa,"


" chesa , Damian " ucap mereka berbarengan


" kamu tidak apa-apa? " tanya Damian


" eh.. iya aku tidak apa-apa " jawab chesa sambil membetulkan posisinya.


" ches, kamu sakit ? wajah kamu agak pucat " tanya Damian


" tidak,hanya agak pusing saja kepalaku." ucap chesa


Damian memungut resep obat yang dibuat dokter jatuh ke lantai


" kamu beli obat ini?' tanya Damian lagi


" iya tapi obat ini tidak ada , sedang kosong dan dia mengatakan padaku didekat sini ada apotek yang menjualnya." jelas chesa.


" kamu hamil ?" tanya Damian antusias


" i..iya, kenapa kamu tahu? "chesa heran kenapa mantan suaminya tahu obat ini .


" Fanny juga sedang hamil, dan dokter juga memberikan obat yang sama seperti ini " ucapnya.


" kamu sudah??.."


" sudah ,mari aku antar kesana, demi calon anak kamu " potong Damian


chesa pun menerima ajakan Damian untuk mengantarnya ke apotek untuk membeli obat kandungan.


sesampainya di apotek chesa terlihat senang telah mendapatkan obat yang diinginkan dan tidak lupa pula ia membeli susu hamil.


tanpa ia sadari sepasang mata terus menatapnya dan memfotonya, hingga mereka masuk kedalam mobil dan pergi jauh dan hilang dari jangkauan penglihatannya.


" terimakasih untuk tumpangannya " chesa melepaskan seatbelt dan turun dari mobilnya.


" iya sama sama , sampaikan salam ku pada suamimu juga kennan" Damian pun pamit pulang.


" iya , nanti ku sampaikan" ucap chesa dan berjalan masuk kedalam rumah.


saat didalam rumah chesa suara televisi yang menyala , penasaran siapa yang tengah menonton televisi, dan jam didinding baru menunjukkan pukul 11 siang .


terlihat ayah dan anak sedang selonjoran dilantai yang sudah di gelar tikar .


" yank, kok sudah pulang jam segini ?" tanya chesa.


" tidak apa-apa , lagi tidak enak badan , kamu dari mana ?" tanya Alvian dengan tatapan tajam.


" ah.. aku dari supermarket beli perlengkapan bulanan ku , sebentar ya yank aku simpan ini dulu " chesa jalan menaiki tangga.


Alvian yang terus menatapnya hingga chesa naik ke atas , dia menyunggingkan senyum.


" kau mulai berbohong padaku" batin Alvian.


setelah selesai mengganti pakaian ia kembali turun kebawah untuk menyiapkan makan siang untuk suami dan anaknya


terlihat ayah dan anak tengah tertidur sambil menonton televisi di ruang tengah.


keduanya tidur saling berpelukkan.


ia pun pergi ke dapur menyiapkan makan siang , sesekali ia meringis kesakitan di kepalanya. dengan segera ia meminum obat yang diberikan dokter.


lalu melanjutkan masaknya.


................... Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2