Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 17


__ADS_3

sudah 4 jam Alvian pergi namun tidak ada kabar darinya.


chesa yang sedang membantu mempersiapkan makan malam sesekali ia melirik ponsel untuk melihat apakah ada pesan masuk atau panggilan masuk .


tapi yang diharapkan tidak sesuai.


" ches gimana kabar mertua mu apa sudah ada kabar dari Alvian ?" tanya papa Liam.


" belum pa , tadi aku sudah menghubunginya malah tidak diangkat , " jelas chesa


" mungkin dia sibuk , ya sudah kita makan dulu nanti baru coba kamu telepon lagi." ucap papa


papa sengaja berbicara seperti seolah tidak ingin membuat anaknya khawatir.


pada hal tadi siang baru adu mulut.


malam kian larut seluruh anggota Manuel telah beristirahat.


tapi chesa yang sedang duduk dan menyenderkan punggungnya ke headboard


tiba-tiba seseorang muncul didalam pikirannya dan membuatnya langsung menghubungi orang tersebut.


Vanya adik iparnya.


📞........


V : " hallo " sapa seseorang disana


C : " hallo Van ,ini aku chesa , maaf ya Van kakak lagi tidak dijakarta , gimana keadaan papa ?"


V : " tidak apa-apa kak ,tadi bang Al sudah cerita kok semuanya , keadaan papa sudah membaik cuma masih butuh dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari kedepan."


C : " Baguslah kalau begitu , gimana keadaan mama ?"


V : " mama awalnya ketakutan tahulah kak gimana rasanya kalau melihat orang disayangi seperti itu, Kakak mau bicara sama mama ?"


C : " kamu lagi dimana ? "


V : " aku lagi dirumah sakit , lagi nemenin mama , sebentar ya kak aku kasih teleponnya ke mama "


rasanya chesa ingin bertanya apakah Alvian ada disana tapi ia enggan , entah kenapa mulutnya keluh untuk bertanya soal Alvian


mama mertua : " hallo "


C : " hallo ma , mama gimana ? sudah makan ?"


mama mertua : " mama baik-baik saja , mama sudah makan . kamu gimana ?"


suara mertuanya terdengar lesu.


C : " chesa baik ma ,maaf ya ma kalau chesa tidak ada disana ? "


mama mertua : " iya tidak apa-apa ,Alvian sudah jelaskan kamu jangan khawatir sayang. oh ya kata Alvian kalau ujian ken selesai dia bakal tinggal di Jakarta ya bareng kalian ?"


C : " iya ma , tinggal 2 hari lagi , kebetulan Ken masih TK jadi ujian mereka hanya butuh waktu 3 hari saja.


mama mertua : " ya sudah ches mama mau pulang dulu ya , sudah ada Alvian yang gantiin mama jagain papa .


kamu dan Ken baik-baik disana ya sayang , cepat pulang ya ,bye chesa "


C : " bye ma


Tut.


begitu percakapan chesa dengan adik iparnya juga mama mertuanya.


namun sebelum mertuanya mematikan telepon ia sempat mendengar mertuanya bilang kalau Alvian sudah datang.


" habis dari mana ?" batin chesa


tokk..tokk..


"ches.. sudah tidur nak ? " panggil mama dari luar kamar.


ches turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan mamanya masuk.


" kenapa ma ?" tanya chesa


"gini ches, mama rasa lusa kamu dan kennan bisa berangkat saja langsung ke Jakarta. dan untuk raportnya biar mama yang wakili kamu.


lagian lebih cepat lebih bagus kamu berangkatnya.


lagian seorang menantu tidak baik terlalu lama diruma orang tuanya." jelas mama Meira


" iya ma ,aku tadi ada sempat mikir seperti itu , cuma aku belum bicarakan hal ini sama Alvian"


" ya sudah kalau begitu, mama istirahat dulu kalau tidak sebentar lagi papamu bakalan nyusul kesini."


sebelum keluar mama mencium kening kennan.


chesa pun melakukan ritual sebelum tidurnya yaitu Menganti baju tidur , mencuci muka dan sikat gigi lalu memakai skin care malam.


selesai dengan semuanya , chesa pun merebahkan dirinya disaat itu pula ponselnya yang diatas nakas bergetar.


sebuah video call masuk dari Alvian , bimbang antara mau diangkat atau biarkan saja.

__ADS_1


sebenarnya ia ingin melihat wajahnya dan mendengar suaranya Alvian tapi ia masih ingat kejadian tadi siang.


video call yang masuk pun berhenti, ponselnya kembali bergetar.


chesa mengangkatnya namun chesa lebih dulu mematikan lampu kamarnya dan kameranya di arah ke kamera belakang .


"loh kok gelap , ?" tanya Alvian


" sayang , kok wajah kamu tidak kelihatan. sambungnya


" hmm.. ya " jawab chesa


" kamu sudah mau tidur? Ken mana ?" tanya Alvian


" iya sebentar lagi , Ken sudah tidur ." jawabnya singkat.


" kamu masih marah ? please sayang kamu jangan marah terus seperti ini. aku sebenarnya kangen sama kamu dan kennan ,"


" ya sudah kalau begitu kalau kamu kasi


chesa benar-benar mendengus kesal dengan sikap Alvian yang tidak ada pekanya.


ia pun merebahkan dirinya dan tidur agar besok ia tidak kesiangan untuk mengantar Ken kesekolah.


****


setelah chesa selesai dengan menata sarapan diatas meja , ia pun pergi ke kamar untuk melihat putranya apakah sudah selesai dengan seragamnya.


" Ken, sudah selesai nak ?" tanya chesa.


" sebentar mih Ken sisiran dulu. " jawab kennan


" mamih tunggu dibawah ya "


setelah semuanya selesai sarapan chesa mengantar kennan ke sekolah menggunakan mobil Erick, sesudah mengantar Ken kesekolah ia pun menuju kekantor lamanya untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.


banyak mata yang melihat chesa dan menyapanya serta banyak yang memberikan ucapan happy wedding kepadanya.


ia pun berjalan masuk kedalam lift.


tokk..tokk..


" masuk " jawab orang didalam sana.


"selamat pagi pak " sapa chesa


" oh kamu chesa si pengantin baru ha-ha-ha , silahkan duduk "


" terimakasih" cengir chesa


" tidak perlu pak , saya hanya sebentar saja , ini pak kedatangan saya kesini untuk menyerahkan surat pengunduran diri" ucap chesa


" kamu mau resign? kamu yakin ? apa kamu tidak mau berpikir-pikir dahulu gitu ? " Hendra terus meyakinkan chesa.


" tidak apa-apa pak , aku yakin dan aku juga sudah memikirkan ini dengan baik-baik, aku ingin lebih fokus mengurus suami dan anak "


" baiklah kalau itu keputusan kamu , tapi kalau suatu saat kamu mau bergabung lagi perusahaan ini akan menerima mu kembali "


" terimakasih pak kalau begitu saya pamit dulu pak.


sekali lagi terimakasih pak " ucap chesa sambil bersalaman dengan Hendra.


selesai menyerahkan surat pengunduran diri ia singgah ke divisi dimana ia dulu kerja sebelum di pindahkan.


" cintaaaaa... " teriak Jonathan ketika melihat chesa berdiri menatapnya.


" hei.. apa kabar hmm " tanya Jonthan yang sudah memeluknya.


" baik Jo, kamu gimana ?, loh Aryo mana ? " tanya chess .


" aku baik , Aryo lagi ke HRD ."


" kita ngobrol di kantin aja yuk " ajak Jonathan


Jonathan dan chesa sudah berteman sejak mereka masih Sekolah Menengah Umum ,hingga saat chesa lulus sekolah ia lebih memilih menikah dengan Damian Marley , sedang Jonathan melanjutkan ilmu pengetahuannya dengan melanjutkan kuliah.


Jonathan yang lebih dahulu berkerja di kantor properti dan berkenalan dengan Aryo lalu tidak lama ia bertemu dengan chesa dan menawari chesa berkerja di kantor dia kerja .


" wah.. chesa kamu itu ya benar-benar cepat banget ambil keputusan , tapi kok aku tidak tahu dia tuh duda ya ?" ucap Jonathan saat melihat foto pernikahan dan prewed chesa.


" serius banget ngobrolnya" timpal Aryo


" kak Aryo " sapa chesa.


" apa kabar hmm ?" tanya Aryo


" baik kak , kak Aryo ?balik tanya chesa


" seperti yang kamu lihat , kamu kapan sampainya? " Aryo mengangkat kedua bahunya


"btw suami kamu mana cinta ?" tanya Jonathan


" baru balik Jakarta karena ada keperluan mendesak " jelas chesa.


" jadi kamu kapan baliknya ? " tanya Aryo

__ADS_1


"besok aku sudah balik Jakarta bersama kennan "


chesa seolah sedang di interogasi oleh kedua temannya.


tapi ia tidak pernah memusingkan itu.


" cepat banget.. " Jo memasang wajah ngambeknya.


"oh ya aku punya oleh-oleh buat kalian berdua, aku harap kalian suka ." chesa menyerahkan 2 paper bag


" wiiih.. cantiknya makasih cinta " Jonathan memeluknya.


" terimakasih ya ches " ucap Aryo


" ya sudah aku pulang dulu ya mau jemput Ken lagi " pamit chesa


" tunggu-tunggu, ches nanti malam kita pergi nonton sama makan yuk, soalnya besok kamu sudah balik Jakarta , tidak tahu kapan lagi bisa ketemu ."ucap Jonathan dan melirik Aryo


" oke , nanti shareloc saja biar aku langsung kesana.


ya sudah aku pulang dulu ya , selamat berkerja semangat" ucap chesa lalu pamit pulang.


*******


setelah selesai menjemput kennan ,chesa langsung pulang kerumah lalu makan siang .


selesai makan siang ia pun membereskan pakaian kennan juga dirinya ke dalam koper untuk dibawa ke Jakarta


sangking begitu serius ia membereskan pakaian , telepon masuk dari Alvian pun tidak terdengar olehnya.


" ches..ini ada telepon dari Alvian" ucap mama


ia sempat bingung kenapa Alvian telepon ke ponsel mama kalau hanya untuk mencarinya.


kenapa tidak telepon langsung ke ponsel chesa langsung.


C: " hallo "


Al: " iya , lagi sibuk ya ? kok telepon ku tidak diangkat?"


C :" tidak kedengaran,"


keduanya pun terdiam


Al :"lagi apa ?" tanya Alvian lagi


C :" ini lagi beresin baju Ken dan aku ke koper, sudah makan siang ?" tanya chesa tanpa ada embel-embel


Al :" loh kamu mau kemana sayang ?"


C : " besok sore aku pulang Jakarta bersama kennan.


kabar papa gimana ?."


Al :" benarkah , jam berapa sayang ?" Alvian begitu senang.


C :" jam 2 sore gitu penerbangannya."


Al :"Ken mana sayang "


C :" lagi dilantai bawah , mau aku panggil?"


Al :"tidak perlu ya sudah aku tutup dulu teleponnya ya . love you , bye ."


C:" hmm "


perbincangan mereka pun berhenti, dan chesa pun kembali merapikan pakaiannya.


malam pun tiba , sesuai janjinya dengan kedua temannya yang janjian malam ini mereka akan pergi nonton dan makan malam bersama ,


tapi kini chesa masih berdiri di garasi mobil, ia kebingungan melihat ban mobil adiknya kempes.


sedangkan papanya belum pulang karena malam ini lembur berkerja.


ponsel Chesa bergetar, ada panggilan masuk dari Jonathan


Jo :" hallo cinta kamu sudah otw ?"


C:"belum, ban mobilnya entah kurang angin atau bocor"


Jo :" sebentar ya aku telepon Aryo dulu , oke "


C :" e..e.. tung..gu "


teleponnya sudah dimatikan sepihak oleh Jonathan.


chesa yang sudah berpikir akan memesan taksi online namun Jonathan mengirim pesan padanya , mengatakan kalau nanti Aryo yang akan datang menjemputnya.


mendapatkan pesan dari Jo chesa pun masuk kerumah kembali dan mengatakan pada mamanya dan sekalian pamit pergi karena Aryo sudah mengirim pesan kalau dia sudah berada didepan rumah.


" dadah.. Ken dirumah ya jangan nakal" pamit chesa pada kennan.


"dadah mamih " balasnya sambil melambaikan tangannya


" hati-hati , ya sudah masuk yuk ken " ucap Oma Meira.

__ADS_1


................... bersambung...................


__ADS_2