Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 23


__ADS_3

acara reuni pun dimulai.


" selamat datang para hadirin teman-teman semua. hari ini kita mengadakan acara reuni , tidak terasa sudah sepuluh tahun sudah kita lulus SMU dan hari ini kita mengadakan acara reuni sebagai mengenang saat kita sekolah dulu , yaa walaupun tidak semua teman-teman bisa kumpul tapi seenggaknya ada kalian , baiklah tidak perlu basa-basi lagi mari kita mulai acara kita.


kita persilahkan pangeran William kw kita menyumbang suaranya untuk kita , tepuk tangan dulu untuk William Wijaya "


" terimakasih untuk semua tepuk tangannya " ucap William


🎼


Aku sedang bertanya-tanya


Tentang perasaan kita


Benarkah kita saling mencinta


Atau hanya pernah saling cinta


Bukankah kamu juga merasa


Dingin mulai menjalari percakapan kita


Pertanyaan kamu sedang apa


Terkesan hanya sebuah formalitas saja


Coba tanyakan lagi pada hatimu


Apakah sebaiknya kita putus atau terus


Kita sedang mempertahankan hubungan


Atau hanya sekedar menunda perpisahan


Bukankah kamu juga merasa


Dingin mulai menjalari percakapan kita


Pertanyaan kamu sedang apa


Terkesan hanya sebuah formalitas saja


Coba tanyakan lagi pada hatimu


Apakah sebaiknya kita putus atau terus


Kita sedang mempertahankan hubungan


Atau hanya sekedar menunda perpisahan, wo-oo


Bila kamu tanya, aku maunya apa


Aku mau kita t'rus bersama


Coba tanyakan lagi pada hatimu


Kita sedang mempertahankan hubungan


Atau hanya sekedar, oh-wo-wo


Hanya sekedar menunda perpisahan 🎶


" wuuuuu.... Tambo j*Ng ". teriak dari salah satu penonton.


" baiklah jika anda ingin Tambo silahkan transfer dulu karena tidak ada yang gratis ha-ha-ha bercanda." William pun turun dari panggung


alunan musik kini berubah menjadi alunan lagu romantis dan beberapa pasangan mulai berdansa tapi tidak dengan Alvian dan chesa yang terus menerus merangkul istrinya duduk melihat orang-orang yang sedang berdansa.


" kamu tunggu sini dulu ya yank ,aku mau ke toilet dulu " Alvian beranjak pergi.


" iya , " ucap chesa.


15 menit pun berlalu Alvian pun tidak kembali , chesa yang duduk sendirian kebingungan karena dia tidak mengenal siapa-siapa kecuali 2 pasang suami istri itu. yang entah kemana perginya.


merasa haus ia pun berjalan ke meja yang sudah tersedia minuman dan beberapa cemilan.


" chess"


chesa membalikkan badannya , ternyata yang memanggilnya adalah mantan suaminya sendiri yang bersama seorang wanita.


" Damian, kamu kok disini ?" tanya chesa bingung karena setaunya Damian tidak satu sekolah dengan Alvian.


" oh iya , aku temani ini pacar aku ,kenalin Fanny " ujar Damian sambil memperkenalkan kekasihnya.


" Fanny, senang bisa berkenalan dengan mu , dan aku juga sudah tahu siapa kamu "


" chesa, iya senang juga bisa berkenalan dengan mu ,iya itu hanyalah masa lalu "


" kamu sama siapa disini?, suami kamu satu alumni sama mereka ?" tanya Damian

__ADS_1


" iya " chesa menganggukkan kepala


" benarkah ? kalau boleh tahu siapa nama suami kamu ?" tanya Fanny


" Alvian Dharmawan "


" akhirnya dia menikah juga , "


" kamu mengenalnya" ucap Damian dan chesa serentak


" ha-ha-ha, i iya kenal dong kan 1 sekolah 1 kelas juga gimana sih , tapi tadi aku melihatnya di taman sebelah sana sih " ujar Fanny


" oh.. terimakasih kalau begitu aku samperin dia dulu " ucap chesa.


"ta..tapi" belum sempat Fanny mencegatnya chesa sudah berjalan pergi


" kenapa fan?" tanya Damian


Fanny hanya menatap manik mata dengan sendu.


" apa apa fan ? " tanya Damian penasaran


" tadi aku melihat Alvian sedang berbicara berduan dengan mantan istrinya " jelas Fanny


" maksud kamu ?" Damian bingung kenapa kenapa Fanny mengatak Alvian sedang bersama mantan istrinya,


tidak perlu lama Damian langsung pergi menyusul chesa dan meninggalkan Fanny sendiri.


" untuk apa kamu memintaku untuk menjadi kekasih bohongan mu kalau kamu masih peduli padanya" batin Fanny .


sementara dilain tempat seorang wanita dan pria tengah berada disebuah taman, mereka sedang ngobrolin sesuatu yang tidak tahu apa yang dibahas mereka


", hai mas... sedang apa kamu disini ?" tanya Nisya yang berdiri dibelakangnya.


"hmm, tidak aku hanya cari udara segar disini , aku masuk dulu "


" tunggu mas , ada yang mau aku bicarakan" Nisya menahan Alvian untuk pergi.


"hanya 20 menit saja mas " mohon Nisya


" cepat katakan apa yang mau kau bicarakan?"


" mas , aku ingin kita bisa seperti dulu lagi " ucap Nisya


Alvian langsung menatap Nisya setelah mendengar dia mengatakan itu.


Nisya pun menceritakan semua tentang kehidupannya setelah bercerai dengan Alvian tidak lama ia menikah dengan lelaki yang lebih tua darinya.


setelah menikah perubahan sikap suaminya pun berubah hingga pada saat anaknya meninggal yang baru berusia beberapa bulan saja.


lalu ia memilih bercerai dengan lelaki tua itu dan kini ia hidup sebatang kara.


setelah mendengar semua ceritanya ,Alvian mendekati Nisya dan memeluknya.


"yang tabah ya , sudah jangan menangis lagi" bisik Alvian


Nisya pun membalas pelukan Alvian , ia melihat seorang wanita yang berjalan menuju kearahnya


" maaf sya aku tidak bisa karena aku sudah menikah dan aku tidak bisa menerimamu" ucap Alvian


" asal kamu tahu mas ,aku masih mencintaimu dan aku rela bila harus menjadi selingkuhan mu mas "


" hulf.. aku tidak bisa sya , hiduplah dengan baik-baik ya , aku pergi dulu "


" tunggu mas " Nisya langsung menarik Alvian dan menc*um bibirnya


" chesa , tunggu " Damian menarik pergelangan tangan chesa


" ada apa Damian " tanya chesa


" seperti aku melihat suami mu disana " tunjuk Damian ke asal tempat


chesa pun berjalan ke arah yang ditunjuk Damian.


tapi tidak Damian dia masih berdiri melihat kepergian mantan istrinya dan berpaling ke arah orang yang sedang berc"uman


" br*engsek " ucap seorang lelaki yang datang langsung menarik baju Alvian dan melayangkan satu tinju ke wajah Alvian dan tersungkur


" kyaaa Abang " teriak Vania saat ia melihat abangnya kena tinju


" David , apa yang kau la..lakukan" ucap Alvian meringis kesakitan di bagian sudut bibirnya.


Damian menghentikan langkahnya saat melihat kejadian didepannya.


" apa yang kau bilang !! sekarang aku tanya balik padamu apa yang kau lakukan dengan wanita yang kotor ini hah " hardik David


Alvian terdiam dan bangun


" ini salah paham David " bela Alvian

__ADS_1


" salah paham ??, hanya orang buta yang akan percaya omong kosong mu itu , kau tidak mikir jika chesa melihat ini , dan kau wanita rubah hentikan rencana busuk mu itu aku sudah tahu apa yang ada didalam pikiran mu itu " ujar David


" dasar kau wanita mur*han " hardik Vania


air mata Nisya terus mengalir saat ia mendapat cemoohan dari Vania dan David


" sudah Vania , dia tidak salah, tadi dia hanya berbicara pada ku dan meminta maaf padaku atas perbuatannya dulu padaku " jelas Alvian


disaat mereka ribut-ribut beruntung saja hal itu tidak ada yang tahu dan dengar karena musik diacara reuninya cukup keras.


" kak, ayo " Fanny menarik Damian pergi dari sana


Damian terlonjak kaget karena seseorang memegang tangannya.


" ini urusan mereka, kita jangan ikut campur " bisik Fanny


Damian pun mengikuti ucapan Fanny dan pergi dari sana.


sedangkan chesa sedang duduk sambil memijit kepalanya yang agak pusing dan ada beberapa keringat muncul di keningnya.


" ches , kamu kenapa ? tanya Julia yang tiba-tiba datang bersama Kirana


" eh , kepala ku agak sakit , oh ya apa kalian melihat Alvian ? chesa melihat kedua wanita yang ada dihadapannya secara bergantian


" oh , a.. ada i.. itu. dia sedang bersama suami kita-kita , ya kan Kirana " bohong Julia


" dimana ?" chesa mengedarkan pandangannya


" ches, Alvian memintaku untuk mengantar mu pulang lebih dulu karena mungkin dia akan agak malam baru pulang " Julia mengedipkan matanya pada Kirana


" i..iya karena para lelaki itu sedang berkumpul ,tahulah kalau laki-laki sudah berkumpul entah apa yang dibahas mereka, yuk ches" ajak Kirana


" tapi kok dia nggak bilang sama aku langsung " tanya chesa bingung


"ga tahu tuh , sudah yuk kita pulang sekarang " Julia menuntun chesa bangun dari duduknya.


chesa pun memilih ikut pulang bersama Julia dan Kirana


****


" Abang membelanya dari dulu Abang tidak pernah bisa melihat kelakuannya yang licik itu?" Vania menujuk wajah Nisya yang sudah berdiri dihadapannya


Nisya menangis sesenggukan saat Vania terus mengatainya.


" sudah Vania sudah" Alvian berdiri ditengah-tengah Nisya dan Vania


Nisya menggenggam tangan Alvian yang sudah berdiri didepannya.


" lepaskan tanganmu mu itu wanita m*rahan" hardik Vania


" hentikan semuanya ,apa kalian tidak mikir kita sedang berada dimana , david , Vania ayo kita pergi dari sini " ajak Edward


" kau benar-benar tidak berubah Al " ucap Gilang dan langsung pergi begitu saja


Alvian berdiri mematung meliha sahabatnya juga adiknya pergi dari hadapannya meninggal dia dan Nisya


" mas , a..aku takut " Nisya menundukkan kepalanya


" sudah jangan menangis lagi , pulanglah "


" iya mas , tapi bagaimana dengan bibir mu yang luka ini "


" tidak apa-apa aku bisa mengobatinya sendiri kamu pulang saja , dan aku tidak bisa mengantar mu pulang nanti bakalan lebih runyam " Alvian sedikit mendorong Nisya untuk segera pergi, karena dia takut ada orang yang akan melihat mereka berdua


" baiklah mas aku pulang dulu " Nisya pun pergi


****


" terimakasih ya sudah mengantar aku pulang " ucap chesa pada Julia dan Kirana


" iya , sama-sama nyonya sudah masuk sana " ucap Julia


" hei.. jangan memanggilku seperti itu aku belum tua " tolak chesa


" baiklah tuan putri , bolehkah kami pulang sekarang " ujar Julia


chesa yang mendengar dipanggil seperti itu langsung ketawa


" baiklah , kalian hati-hati dijalan ya "


" iya , bye "


" bye " chesa membalas lambaian tangan.


chesa langsung masuk kedalam rumah , beruntung dia membawa kunci duplikat karena dijam seperti ini putranya sudah tertidur.


ketika sudah berada dilantai atas chesa menyempatkan dirinya mengintip putranya yang sedang tertidur pulas yang ditemani asisten rumah tangga.


................... bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2