Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 55


__ADS_3

akhirnya hari yang ditunggu chesa pun tiba. ia sedang bersiap-siap untuk berangkat pergi ke rumah sakit untuk menjemput zoey.


"tokk.. tokk..


" non , non chesa ?" panggil bibik dari luar kamar


" ya bik ?" jawab chesa


"tadi bapaknya non telepon katanya agak malam baru datang dengan ibu


" oh ya , ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat dulu bik " ucap chesa lalu diikuti bibik dengan membawa tas kecil yang berisi pakaian serta selimut bayi.


" jalan pak " ucap chesa pada supir taksi.


sejak perdebatan chesa dengan ibunya ia lebih banyak diam.


dan ia meminta izin kepada ayahnya kalau ia akan menempati apartemen yang dulu dibeli ayahnya untuk sementara


mengerti akan suasana hati putrinya ayahnya pun memberikan izin , beliau tahu antara putrinya dan istrinya sedang tidak baik-baik saja.


alvian beberapa kali mendatangi apartemen yang di tempati chesa namun selalu ditolaknya.


seperti saat ini , ia baru saja akan menyapa istrinya, tapi chesa sudah terlebih masuk kedalam sebuah mobil hitam bersama seorang wanita.


dapat Alvian pastikan kemana chesa akan pergi hari ini.


sesampainya di tempat tujuan chesa keluar dari mobil dengan seorang wanita keduanya berjalan bersamaan ke receptions


alvian selesai memarkir mobilnya pun langsung menyusul chesa.


" bik ,temani aku kontrol luka caesar dulu ya setelah itu kita jemput zoey." ucap chesa


" iya non." jawab bibik.


alvian tidak menemukan istrinya , dia pun berjalan di mana zoey saat sedang dirawat.


terlihat tidak ada siapapun disaana.


" kemana zoey ? apa mereka sudah pulang ?" gumam Alvian menekan nomor ponsel chesa


" tidak diangkat."


" suster maaf ,anak bayi yang dirawat disini sudah dibawa pulang ya." tanya pada seorang perawat yang kebetulan keluar dari ruangan inkubator


"bayinya sudah di pindahkan keruangan khusus bayi , nanti bapak terus saja dan ruangannya terletak disebelah kiri." jelas suster


" oh terimakasih sus." ucap alvian lalu pergi ke ruangan khusus bayi.


sesampainya dia disana alvian melihat ada dua orang suster, salah satu suster tengah mengganti popok bayi ,


tokk.. tokk..


" permisi sus , boleh saya jenguk bayi yang bernama zoey ? Ucap Alvian


" anda ini ?" tanya suster


" saya ayahnya si bayi, yang katanya hari ini sudah diperbolehkan pulang." ujar Alvian


" oh , sebentar pak ,ini baby zoeynya lagi digantiin popok sama teman saya "


" ini pak babynya, bapak bisa menggendongnya, hati-hati ya pak." ucap suster yang membantu Alvian menggendong zoey


dengan sangat hati-hati Alvian menggendong zoey.


seperti sedang memegang sesuatu yang takut jatuh pecah


" haii... sayang ini papi , kamu cantik sekali."


alvian begitu bahagia hal yang dia tunggu-tunggu akhirnya datang juga. hingga dia tidak ingin melewatkan hal tersebut dia mengabadikan foto putrinya.


__ADS_1


" kamu benar-benar cantik seperti mami." ucap Alvian sambil menimang putrinya.


alvian terlalu asik berbicara pada putrinya hingga dia tidak sadar jika ada orang yang tengah menatapnya.


" sini biar aku yang gendong " chesa langsung menggendong putrinya


" haii.. sayang , hari ini kita pulang " chesa berbicara pada putrinya.


Alvian pun mengabadikan momen ini dimana chesa menggendong zoey ,


" kamu fotoin aku ?" tanya chesa ketus


" nggak , aku lagi screenshot file kerjaan " bohong alvian


" bik , yuk " ajak chesa pada asisten rumah tangganya dan diikuti alvian dari belakang.


sesampainya di lobby alvian menawarkan dirinya untuk mengantarnya pulang dan di tolak chesa , lalu alvian mengatakan kalau hari ini dia sudah berjanji dengan kennan kalau hari ini dia akan mampir, karena hari ini kennan pulang dari liburan.


mau tidak mau chesa pun akhirnya menyerah.


sepanjang perjalanan chesa terus berbicara dengan zoey dan sesekali menciumnya.


tidak lama mereka pun sampai di apartemen chesa.


" bik , tolong letakkan ini di sana saja ya , aku mau letakkan zoey ke kamar dulu." ucap chesa


" baik non,. maaf den silahkan duduk dulu mau minum apa den ?" tanya bibik


" kopi saja bi ." jawab alvian


chesa tidak menggubris kehadiran alvian , ia lebih berdiam diri bersama putrinya dikamar


5 menit alvian duduk diruang tamu tanpa seorang yang menemaninya


tokk.. tokk..


" non ," panggil bibik dari luar kamar


" itu non , bahan-bahan di kulkas belum diisi , saya mau ke supermarket sebentar non." ucap bibik


" oh iya bik , sebentar ya.. ini bik uangnya maaf ya bik aku kelupaan tadi."


" tidak apa-apa non , kalau begitu saya pergi dulu ya non."


" iya bik. , hati-hati dijalan ."


" maaf den , saya tinggal dulu ya, mau belanja bahan masakan." ujar bibik ketika melewati alvian yang duduk diruang tamu.


15 menit kemudian setelah bibik pergi ,chesa yang masih tetap berada didalam kamar dan Alvian yang masih sibuk dengan ponselnya dan bel pintu berbunyi.


alvian bingung harus apa , dia lirik pintu kamar chesa yang masih tertutup rapat , tidak lama terdengar suara anak kecil yang berteriak dari luar pintu


" mamih.. buka pintunya ini ken."teriak kennan


alvian langsung berjalan ke pintu membukanya.


saat mendengar suara kennan.


" papih " kennan langsung memeluk perut Alvian dan langsung dibalas Alvian.


" papih , mamih dimana ?" tanya kennan


" mamih dikamar " jawab alvian


dibelakang Alvian ada 2 orang yang tengah berdiri menatap mereka berbicara.


" oh ya ayo masuk dulu" alvian mengajak damian juga fanny untuk masuk.


" mamih..." teriak kennan sambil berlari ke kamar chesa.


" eh.. ken nggak boleh teriak-teriak nanti dedek bayinya terkejut,."Fanny memberikan arahan pada kennan.

__ADS_1


" uppss.. sorry tante aku lupa. berarti aku sudah jadi abang ." ujar kennan


" iya , yuk kita lihat dedek bayinya." ajak Fanny


sedang damian diajak alvian untuk duduk dahulu dan ia menuju ke dapur untuk mengambil minuman


" maaf aku tidak tahu car bikin minuman,hanya ini yang bisa aku sediakan , asisten rumah tangganya sedang pergi belanja ," ucap alvian


" iya , tidak apa apa terimakasih atas kelahiran putrinya." ucap damia.


" terimakasih kasih " jawab Alvian.


dan Fanny dan kennan yang kini sedang berada dikamar chesa sedang memperhatikan zoey yang sedang tidur pulas di box bayi


" eh , astaga kalian berdua membuatku terkejut saja."ucap chesa yang baru selesai mandi.


"tadi kami sudah ketok pintu , tapi nggak ada yang jawab ya kami masuk aja ." ucap fanny dan di angguki kennan.


Oeeee..oeeee...


" heii.. kenapa nangis sayang." chesa menghampiri putrinya.


" sepertinya dia lapar." ucap fanny


" sepertinya."


" ya sudah kamu berikan dia asi dulu, aku akan mengajak kennan keluar untuk membeli es cream'' ucap fanny sengaja membawa ken keluar dari kamar chesa


" mau , tante yukk kita beli es cream." kennan langsung menarik tangan fanny keluar dari kamar.


" iya iya , Ayuk." ucap fanny


ketikat mereka sudah keluar dari kamar chesa


kennan mengatakan pada alvian kalau dia dan fanny akan pergi ke supermarket terdekat sini untuk membeli es cream.


" kalau begitu aku ikut ya , ada hal yang mau aku beli" ucap damian


" ayo om cepetan." kennan langsung menarik tangan damian


" dadah papi." sebelum pergi kennan melambaikan tangan pada alvian.


setelah mereka bertiga pergi , Alvian mendengar suara ponsel berdering dari sebuah tas kecil yang terletak di kursi sofa.


" papa." gumam alvian ketika melihat nama panggilan masuk dari ponsel chesa


" dek , ini ada telepon da... " alvian membelalakkan matanya


" kamu itu ya kalau masuk kamar bisa ketuk pintu dulu nggak " ucap chesa langsung membalikan badannya.


" maa maa maaf a..aku lupa. " ucap alvian Dengan gugup.


" ada apa ." tanya chesa ketus.


" oh ya ini ada telepon dari papa." alvian menyerahkan ponsel chesa


" sebentar " chesa mengancing bajunya dan berjalan meletakkan zoey kedalam box bayi.


" sini " ujar chesa.


"hmm.. dek boleh aku gendong zoey sebentar." tanya Alvian dengan suara lembut


" hmm, tapi hati-hati." pesan chesa lalu menelepon papanya.


................... bersambung...................


😘😘😘🥰🥰🥰🥰😘😘😘🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰😘😘🥰🥰🥰😘😘😘


pusing mikirin kelanjutan ceritanya..


maaf ya yeorobun lama update.

__ADS_1


🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️


__ADS_2