Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 44


__ADS_3

braakk..


terdengar benturan keras dan bersimbah darah diaspal


dan orang orang yang ada disekitar berdatangan


" tolong panggilkan ambulance !! " seorang warga yang membopong tubuh anak perempuan yang terkulai tidak sadarkan diri


" Kimmy !!!!, bangun sayang ini papa jangan bikin papa takut" Alex mengambil tubuh Kimmy dari tubuh seorang warga


" David.. " Alvian yang mengangkat kepala David


" mamih... " teriak Ken


Vania langsung berlari mendekati David lalu terus menggenggam tangannya David,


air matanya tidak berhenti mengalir dan mulutnya terus memanggil David


Alvian langsung meminta bantuan orang sekitar untuk membantunya membopong istrinya ke mobil.


karena chesa tiba-tiba pingsan .


" Alex , bawa dia ke mobil cepaat!!" teriak Alvian


karena salah satu orang yang di sekitar menawarkan diri mereka untuk membawa korban ke rumah sakit.


berkat bantuan orang-orang David dan Kimmy di bopong ke mobil , dan di kedua mobil itu Nisya yang mengikuti Alex dan Kimmy


dan fred ikut di mobil satu lagi yang dimana ada Vania dan David tempati.


Alvian langsung melajukan mobilnya yang didepannya ada tiga pengendera motor yang terus membunyikan klakson untuk memberikan jalan.


sesampainya di rumah sakit Nisya langsung membukakan pintu mobil dan Alex langsung menggendong Kimmy yang darahnya terus menetes


lalu disusul satu mobil lagi, Fred langsung teriak meminta perawat mengambil brankar.


David dibaringkan diatas brankar juga dibantu orang yang tadi menawarkan mobil.


begitu juga Alvian yang langsung membopong istrinya dan Fred pun tidak tinggal diam dia langsung menggendong Ken yang tengah menangis terus memanggil mamih..


" ya Allah kenapa tuh sus , kecelakaan beruntun ya ?" tanya salah satunya orang yang melihat kericuhan


" nggak tahu buk , permisi."


ketiganya langsung dimasukkan kedalam ruangan IGD dan UGD


Alvian yang terus mengacak rambutnya dan terus melafalkan doa semoga tuhan melindungi mereka semua.


"papih.. " tangis Ken yang terus memanggil Alvian


" sini , terimakasih " Alvian memeluk putranya dengan erat.


Fred langsung duduk disampingnya Nisya yang terus menangis.


sedangkan Alex yang terus meracau memanggil kimmy yang tengah berjuang didalam sana


" Kim.. jangan tinggalkan papa Kim " racau Alex


" kak, ... " huhuhu tangis Vania


" sebentar Ken papih telepon omah sebentar kamu duduk sini dulu "


Alvian langsung menghubungi mama Rania dan papa Hans juga menghubungi Kris untuk menjemput mamanya yang sedang berada dirumah


Alvian tidak ingin terjadi apa-apa pada mamanya.


" pak Alvian Dharmawan " panggil dokter


" saya dok ." jawabnya


" bagaimana keadaan istri daya dok ." tanya Alvian panik


" istri anda tidak apa-apa hanya pingsan dan istri anda juga terguncang karena kecelakaan yang dilihatnya. dan untuk bayi dalam kandungannya juga tidak apa-apa istri anda hanya butuh istirahat dan pasien harus rawat inap agar saya bisa observasi. " ucap dokter

__ADS_1


" terimakasih dok ." ucap Alvian lega


Alvian langsung masuk kedalam ruang perawatan chesa dan mendudukkan Ken di sofa yang ada disamping


tidak bersela lama papa Hans pun tiba dengan langkah besar untuk mencari keberadaan anak dan menantunya.


terlihat dari jauh seorang wanita tengah duduk menangis di ruang tunggu


papa Hans mengenalinya lalu langsung menghampirinya.


" Vania " panggil papa Hans dan Vania langsung hambur kedalam pelukannya


" pa... kak David pa " ucap Vania di sela tangisannya


mama Rania juga Kris akhirnya tiba disana dan Erick juga datang setelah mendapat telepon dari Alvian


"Vania apa yang terjadi nak !!'' mama langsung memeluk putrinya


"Kris , kamu hubungi Alvian" perintah papa


sedangkan di ruangan operasi lainnya seorang laki-laki menangis tertunduk dan duduk dilantai


dan seorang wanita menangis dalam pelukan seorang pria yang terus menggelus punggungnya


" kita berdoa semoga Kimmy selamat " bisik Fred


****


" maaf pak , buk chesa dirawat di lantai 4 ruangan VVIP


"sela Kris


"baiklah, ma kamu temani Vania disini bersama Kris , papa mau lihat keadaan chesa." Hans memerintahkan Kris untuk menemani istri dan Putrinya.


Hans menghela nafas beratnya, dan berlalu pergi.


" kenapa cobaan ini begitu berat " gumamnya lalu masuk ke dalam lift


tokk.. tokk...


"Al , bagaimana keadaan chesa ?" tanya papa Hans


" dokter bilang dia shock berat dan hanya pingsan , ," jelasnya


" hmm bagaimana kandungannya?" tanya papa lagi


" dokter bilang tidak apa-apa , syukurlah pa "


" iya , syukurlah." Hans mengusap-usap kepala kennan yang tengah tertidur dengan matanya yang sembab


" kasihan Ken , bagaimana dengan Ken ?"


" dokter bilang , dia jadi trauma,karena kecelakaan itu terjadi tepat didepannya dan dia jadi takut dengan mobil ." jelas Alvian


" oh ya pa bagaimana David ?"giliran Alvian yang bertanya


" masih diruangan operasi, dokter bilang kepalanya terkena benturan keras dan terjadi pembekuan darah." jelas papa


" sebenarnya apa yang terjadi Al , ceritakan pada papa ."


Alvian pun menceritakan tentang kejadian kecelakaan tadi siang yang terjadi begitu singkat.


hingga disaat-saat dia bercerita Alvian sempat berhenti dan kembali menceritakan kepada papanya


" baiklah kamu disini dulu jaga istrimu dan anakmu , papa mau lihat David dulu apakah sudah selesai operasi apa belum." papa Hans keluar meninggalkan Alvian yang masih duduk disamping chesa.


tidak lama papa Hans pergi dan mama Rania pun datang bersama Kris yang datang membawakan makanan dan minuman


"Kris kamu kerumah ku mengambil pakaian ,tadi aku sudah menghubungi bibik untuk menyiapkan pakaian kami dan kamu ambil saja padanya."


" baik pak ." jawab Kris lalu berlalu pergi.


" papih... " tangis ken pecah yang baru bangun tidur

__ADS_1


" ssstt... papih disini." Alvian menenangkan putranya.


Ken langsung meminta untuk digendong


mama Rania membasuh tangan chesa dengan kain lap yang sudah direndam air hangat


sedangkan Alvian menimang-nimang Ken yang terus menangis memanggil maminya.


sedangkan dilain tempat.


" dok bagaimana kondisi anak saya ?" tanya Alex ketika melihat dokter bedah telah keluar.


" kita serahkan sama yang di atas pak, saya hanya melakukan apa yang seorang dokter lakukan."


" maksudnya dokter ?" sela Fred


" anak anda mengalami koma."


" ya Tuhan..Kimmy " Alex langsung merosot duduk dilantai


" Lex , bangunlah jangan seperti ini kamu harus kuat dan menyemangati Kimmy ayolah." bujuk Fred dan menuntunnya bangun


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu , nanti pasien akan dipindahkan keruangan ICU , dan itu hanya 1 orang yang diperbolehkan masuk."


"iya dokter terimakasih banyak'' ucap fred


dan begitu juga David yang baru selesai operasi dan kini dia berada di ruangan recovery room dan di temani Vania dan papa Hans


Vania terlelap di sofa panjang yang sudah tersedia disana.


dan papa Hans yang masih setia memainkan gawainya.


tokk... tokk..


" Hans , bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya papanya David yang baru saja tiba.


" kita berbicara diluar saja akan lebih baik , ayo "


papanya David pun mengikuti papa Hans keluar dan hanya asistennya yang ada didalam untuk menemani David dan Vania disana.


" terimakasih Hans sudah mewakili saya " ucap papanya David.


" tidak apa-apa , sebentar lagi kita akan menjadi keluarga , tidak perlu sungkan-sungkan."


"oh ya dimana istrimu?" tanya Hans


" dia sedang perjalanan kesini, mungkin sebentar lagi sampai."


keduanya pun ngobrol-ngobrol dengan di temani secangkir kopi di kantin rumah sakit.


kedua orang tuanya Alvian pun sudah pulang kerumahnya dan mereka juga mengajak Ken ikut pulang kerumah agar Alvian juga bisa menjaga chesa


sedangkan Vania yang menjaga David dan di dampingi asisten rumah tangga orang tuanya David.


yang di utus untuk menemani Vania .


dan Alex yang penampilannya berantakan sedang duduk di depan ruangan ICU bersama Fred dan Nisya.


tidak lama ponselnya Alex bergetar


" hallo tuan ,iya tunggu sebentar saya akan segera kesana ." putus Alex dan langsung berjalan pergi.


Fred dan Nisya hanya melihatnya berlalu begitu saja tanpa bertanya.


5 menit kemudian Alex kembali namun dia tidak sendirian.


dia datang dengan seorang lelaki tua yang memakai jas dan dibelakang mereka ada seorang laki-laki bertubuh tegap.


" Nisya " panggil Fred lirih


" apa ?" jawab Nisya lalu ikut melihat arah pandangan Fred


................... Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2