
sudah tiga hari chesa dirawat dirumah sakit rasanya ia ingin segera pulang.
hingga niat yang di dalam pikirannya pun dicobanya.
"dok boleh saya minta pulang hari ini ?" tanya chesa pada dokter yang sedang memeriksanya.
" kenapa buk ? sudah bosan ya disini ." tanya dokter.
" sebentar ya buk saya periksa dulu ." timpal dokternya
" selamat pagi dokter suster , gimana dok keadaan anak saya ?" tanya mama Meira yang barusan tiba.
" baik buk, kondisinya buk chesa sudah sehat , dan buk chesa minta pulang hari ini tapi tunggu infusnya habis ya buk baru boleh pulang." ujar dokter
" terimakasih dokter " ucap mama dan chesa barengan
" ya sudah kalau begitu jangan lupa ya buk vitaminnya dan obat-obatan di minum teratur, kalau begitu saya permisi dulu baru buk " pamit dokter lalu berjalan keluar bersama perawat.
tokk.. tokk..
" selamat pagi Tante ,kak chesa " sapa Vania
" pagi Vania , mari duduk " mempersilahkan Vania duduk.
" ini kak ada titipan dari mama buat kak chesa ." Vania meletakkan bingkisan buah atas nakas
" mama kamu itu ya , selalu saja begitu. " timpal mama Meira
" tidak Tante ,.mama memang begitu orangnya. balas Vania
" oh ya kak ,kennan mana ?" tanya Vania pada chesa
" kennan sama papanya chesa masih di hotel , "timpal mama Meira
bukannya chesa yang jawab malah mamanya yang jawab.
" ya sudah kak aku pamit dulu ya , udah waktunya praktek , nanti siang aku kesini lagi ya " imbuh Vania
" tidak perlu Van , hari ini aku sudah diperbolehkan pulang." kata chesa
" oh gitu ya , kalau begitu hati-hati dijalan ya Tante , kak chesa , aku pamit dulu ya Tante " Vania Salim tangan mama Meira .
betapa bahagianya chess hari ia sudah diperbolehkan pulang.
tak ingin bahagia sendirian ia pun mengirim pesan pada Aulia dan Alvian.
tidak butuh waktu lama menunggu pesan balasan dari Aulia , yang membalas pesannya dengan emo "🤗"
chesa pun membalas emo yang sama pada Aulia .
ia pun memeriksa ruang chatnya pada Alvian yang masih contrreng dua putih.
" mungkin dia sibuk " lirih chesa
akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga .
chesa yang sedang duduk di kursi menunggu mamanya menyelesaikan administrasi.
sedari tadi ia terus melihat ponsel yang ditangannya berharap ada balasan pesan dari seseorang.
" yuk kak , taksinya sudah nunggu kita " ajak mama .
namun di lain tempat seorang pria yang sedang duduk di gazebo belakang rumah tengah memikirkan sesuatu.
tanpa disadarinya seseorang duduk didepannya tanpa disadarinya
" Al.." seseorang menepuk bahunya.
" pa , sejak kapan papa disini ? " tanya Alvian bingung
" sudah dari tadi, sedang memikirkan apa ?" sambil menyeruput kopi panasnya.
" nggak apa-apa pa " jawabnya
" oh ya kata mama kamu mau ngomong sesuatu sama papa ? apa itu Al ?!" tanya papa Hans Dharmawijaya
__ADS_1
" itu pa , soal..." Alvian bingung harus bagaimana
" soal anaknya teman papa yang mau dijodohkan sama kamu ? iya !" timpal papa
" iya pa." jawabnya
" kenapa kamu sudah punya pacar ? sejak kapan ?" tanya papa lagi
" aku belum punya pacar pa " jawabnya.
" sudah , nanti kamu kenalan dulu , setelah itu kamu lihat apakah dia cocok sama kriteria kamu apa tidak selanjutnya terserah kamu.
tapi papa harap kamu dan dia bisa menikah.
ya sudah papa masuk dulu mau istirahat badan papa capek sekali butuh istirahat" papanya pun berjalan pergi begitu saja.
Alvian hanya bisa memandang air di kolam renang.
memikirkan bagaimana perasaan dia pada chesa
pada hal dia merasa sangat nyaman ketika bersama chesa.
namun dia mendapatkan kabar bila papanya akan menjodohkannya pada anak rekan bisnis papanya.
rasanya ingin dia tolak. namun dia memikirkan janjinya pada papa yang pernah dibuatnya dan disaksikan oleh mama dan adiknya.
flashback Alvian on
" lihatnya Al kenapa dari dulu papa tidak menyetujui hubungan mu dengannya, tapi karena kamu bilang kalau kamu sudah menghamili apa boleh buat " ujar papa Hans
aku hanya bisa tertunduk diam memandang surat cerai ku dengan Nisya.
pernikahan ku dengannya hanya bertahan 3 tahun.
Nisya selingkuh dengan seorang pengusaha
Aku dan Nisya sudah saling kenal sejak satu sekolah semasa SMA dan ia menyatakan cintanya pada ku.
aku dengannya mulai pacaran saat kuliah.
hubungan ku dan Nisya selalu diselingi pertengkaran dan putus sambung terus.
hingga pada saat dihari wisuda Nisya mengatakan padaku kalau ia tengah hamil anakku.
sebagi seorang lelaki aku haru bertanggungjawab dengan apa yang ku perbuat
aku pun menikahinya dan menyelenggarakan pesta penyambutan di hotel mewah.
sesuai keinginannya.
alih-alih dia mengatakan ingin acara pernikahan mewah karena keinginan bayi didalam kandungan.
jujur aku dan Nisya pernah melakukan hal terlarang itu.
disaat kami dan teman lainya tengah bermain di villa orang tua ku.
aku pun menerima segala kekurangannya ,Nisya mengatakan pada ku jika dia sudah tidak p3r4wan lagi sejak dia masih kelas dua belas.
namun aku tetap menerimanya.
dan untuk melakukan itu atas dasar suka sama suka .
tidak lama menikah waktuku hanya mencari nafkah untuknya dan untuk calon bayiku.
sejak saat itu juga aku pun jadi jauh dari keluargaku.
hingga suatu hari aku mendapat telepon dari rumah sakit yang mengatakan Nisya sedang dirawat di sana.
sesampainya di sana aku pun langsung menemui dokter .
dokter mengatakan kalau Nisya keguguran betapa hancur hatiku saat yang sudah tunggu-tunggu malah seperti ini.
Nisya mengatakan padaku kalau ia tergelincir di kamar mandi.
aku pun mencoba menenangkannya walaupun di relung hatiku begitu hancur
__ADS_1
1tahun kemudian Nisya pun hamil kembali , begitu bahagianya hati ku mendapatkan kabar itu darinya.
Nisya sudah hamil 4 Minggu.
setelah pulang kerja aku sengaja mampir ke rumah papa dan mama untuk memberitahukan kabar gembira ini.
ketepatan ada Vania aku pun memberitahukan kabar ini. tapi Vania malah mengatakan pada ku jangan terlalu percaya pada istriku , bahwasanya Nisya hanya memanfaatkan aku , namun aku tidak percaya.
hingga membuat ku gelap mata.
saat Vania mengatakan pada ku jika dia melihat Nisya berjalan mesra dengan seorang om-om.
hal itu tidak dapat ku terima , andai saat itu papa tidak mencegahku pasti aku sudah melayangkan tamparan di wajah Vania.
seolah ingin membuktikan pada keluarga ku dan apa yang dikatakan Vania tidaklah benar.
aku sengaja berbohong padanya dengan mengatakan kalau hari ini aku harus keluar kota ,ada perkejaan yang harus ku tanganin sendiri.
dan aku pura-pura pergi dengan mobil taksi online yang sudah ku Carter.
sesampainya diluar kompleks aku meminta sopir untuk menepi dan menunggu Nisya
setengah jam kemudian aku melihat Nisya keluar dengan mobil silver ku.
lalu Ku minta supir mengikutinya secara diam-diam.
kulihat dia memasuki sebuah klub malam yang megah.
pakaian yang dipakainya juga tidak pernah kulihat seperti biasanya dia berpakaian.
pakaian yang dia pakai begitu s3ksi , memakai dress selutut dan tali tipis dibahunya dan dandanannya juga full make up.
dengan jarak jauh ku ikutin dia masuk kedalam klub hingga ia berjalan masuk ke sebuah room ,5 menit aku menunggu diluar tanpa ragu aku pun langsung masuk kedalam.
sungguh, darah didalam tubuhku langsung mendidih.
saat kulihat perempuan yang berstatus istriku tengah menikmati sentuhan dari lelaki tua yang pantas menjadi ayahnya.
Nisya yang saat itu setengah telanjang begitu terkejut melihatku berdiri menatapnya.
dengan cepat-cepat ia membetulkan pakaiannya.
dengan langkah besar aku pun berjalan menghampiri mereka.
" apa yang kau lakukan ini Nisya " teriak ku
" hai anak muda pelankan suaramu , kau bisa menyakiti calon bayi ku " ujar pria yang disamping Nisya yang tengah mengelusnya.
"anak ??, apa maksudnya Nisya jawab aku " teriak ku lagi
" seperti yang kamu lihat dan kamu dengar , aku rasa kau tidak perlu jawaban dariku" ucapnya dengan angkuh
" tunggu saja ,saat bayimu lahir akan ku ceraikan kau " sengaja ku tunjukkan jariku didepan wajahnya.
"akan ku tunggu juga saat itu harta Gono gini mu " decihnya
waktu yang ku tunggu pun tiba dimana Nisya melahirkan aku pun langsung memberikan surat cerai yang sudah ku siapkan
sesuai keinginannya aku pun memberikan mobil dan rumah beserta isinya .
aku tidak mengambil sepeser pun.
lalu aku pun menyibukkan diri diperkerjaan , hari-hari ku hanya ku lewati dengan perkerjaan.
hingga aku pun di utuskan pindah kerja di kota M.
flashback off .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa dukung terus ya ceritaku ini
jangan lupa vote , like and comment ya
luph you guys.😘
__ADS_1