
suasana hati chesa hari bagus karena dulu ia sangat ingin di temani suami setiap cek kandungan,kini keinginannya tercapai.
berbeda dengan Alvian yang kini sedang memikirkan sesuatu yang.
"atas nama ibu chesa Olivia " suster memanggilnya.
" ya saya sus ." chesa menjawabnya
" yank , yuk " ajak chesa.
lamunannya Alvian buyar karena memanggilnya dan menggoyangkan bahunya.
keduanya berjalan bersamaan masuk kedalam ruang pemeriksaan.
" selamat siang buk chesa " sapa dokter Airin
"selamat siang dok " balas chesa.
" baiklah apakah ada keluhannya Bu selama 1 bulan ini ?tanya dokter.
" seperti biasa dok , morning sicknes dan kadang kepala pusing dok " jawab chesa
" gitu , baiklah silahkan ibu tiduran disana biar saya periksa ya , suster tolong dibantu ."
" baiklah relax ya , " ucap dokter Airin saat akan melakukan pemeringkatan USG
Alvian yang berdiri di samping chesa dan terus menggenggam tangan istrinya , tapi matanya terus menatap layar persegi yang menunjukkan gambar janin yang didalam perut chesa.
tidak henti-hentinya Alvian mengucapkan terima kasih kepada yang diatas.
" nih Sekarang si kecil sudah menjadi janin , nah sudh mulai terbentuk ya " ucap dokter Airin.
walau pun ini bukan pertama kalinya bagi chesa namun ia tidak bisa menahan air matanya yang sudah siap meluncur.
apalagi Alvian yang matanya mulai merah.
" apa kalian ingin mendengar detak jantungnya ?" tanya dokter Airin
" mau dok " jawab Alvian langsung
" sebentar ya pak , " dokter mengarahkan Doppler ultrasoundnya
" ya Tuhan terimakasih banyak atas apa yang engkau berikan pada kami " ucap Alvian ketika dia mendengar detak jantung calon bayinya
air mata Alvian langsung menetes dan dia memberikan kecupan di kening chesa
" sudah , tolong dibersihkan ya sus , terimakasih " dokter Airin kembali duduk di kursinya.
dengan sangat hati-hati Alvian menuntun chesa turun ranjang ,dan mendudukkan istrinya disampingnya.
" ini resep vitaminnya , dan ini juga obat mualnya bisa di tebus di apotek sini " Airin memberi resep pada Alvian.
" maaf dok , ada yang mau aku tanya ?" Alvian membuka suara.
" apakah boleh kami melakukan hubungan suami-istri?"
pupil mata chesa langsung membesar ketika ia mendengar pertanyaan suaminya pada dokter Airin.
chesa benar-benar dibuat malu oleh Alvian.
" tidak perlu khawatir buk ,ini adalah pertanyaan yang lumrah ,"ucap Airin pada chesa.
" kalau soal itu alangkah lebih baiknya ditunda dulu karena mengingat usia kandungan buk chesa baru menginjak 3bulan ,dan masih rentan jadi mohon kerjasamanya pak ." jelas Airin
" berapa lama baru boleh dok ?" tanya Alvian
chesa yang duduk disampingnya Alvian hanya bisa menekukkan wajahnya.
" sekitar 2 atau 3 Minggu lagi . " jawab airin
" baiklah kalau begitu terimakasih dok untuk jawabannya " Alvian pun pamit keluar bersama chesa.
saat mereka telah keluar dari ruangan Airin chesa langsung berjalan cepat meninggalkan Alvian yang berada dibelakang.
mengingat chess yang sedang hamil Alvian menyusul chesa dan menyamakan langkah kakinya dengan chesa.
"kamu kenapa sih sayang , wajah kamu di tekukin gitu , mulut di buat seperti bebek " alvian gemas melihat Tingkah istrinya.
"tanya aja sama dirimu sendiri" ketus chesa.
" huft.. kamu jalannya jangan gitu , kasihan dedeknya " Alvian meraih tangan chesa
"Sudah kamu duduk disini dulu ,aku nebus vitamin sama obat kamu dulu . jangan kemana-mana "
chesa yang duduk sendirian sambil mengelus-elus perutnya yang mulai menonjol
" maafin mamih ya sayang " gumamnya
sambil menunggu Alvian kembali chesa mengecek WhatsApp masuk dari temannya.
ia tersenyum sambil membalas chat dari seseorang.
chesa yang melihat sepasang kaki yang bertumpu di pijakan kursi roda membuatnya langsung mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang ada dihadapannya.
ternyata itu adalah Kimmy dan Alex
"hai.. ketemu lagi " sapa chesa yang mengelus pipinya Kimmy
" Tante sedang apa ?" Kimmy menuliskan disebuah papan dan dibaca oleh chesa
" Tante lagi nungguin suami Tante nebus obat sayang, Kimmy sendiri ngapain disini ?"
Kimmy mendongakkan kepalanya menatap Alex yang berdiri didepan belakanganya.
" Kimmy datang check up "jawab Alex
lalu chesa dan Kimmy ngobrol walaupun Kimmy membalas pertanyaan dan bertanya pada chesa hanya menggunakan sebuah papan kecil tapi itu cukup bisa buat dia tertawa lepas ketika chesa berbicara padanya
Alex yang melihat interaksi mereka berdua pun tersenyum karena chesa adalah orang kedua yang bisa akrab dengan Kimmy
sedangkan dilain sisi seorang pria yang barusan selesai menebus obat dan vitamin untuk istrinya pun menghentikan langkah.
Alvian menajamkan penglihatannya, siapa laki-laki yang berbicara dengan istrinya dan apa yang mereka bicarakan sampai mereka bisa ketawa seperti itu.
tidak ingin di rundung penasarannya Alvian pun menghampiri chesa.
" sayang .. " panggil Alvian yang sudah berdiri disamping chesa
__ADS_1
sedangkan chesa kembali terdiam sejenak melihat suaminya.
Alex yang melihat chesa yang tiba-tiba diam langsung membuka suara untuk pamit .
" bye-bye Kimmy " chesa melambaikan tangannya dan Kimmy membalasnya.
ada rasa cemburu di diri Alvian , dia ingat betul dengan lelaki yang baru saja pergi ini yang tadi siang dia lihat saat sedang meeting dengan klien .
tadinya dia akan menanyakan hal itu pada chesa , ketika pemeriksaan USG Alvian jadi lupa untuk menanyakan hal itu karena dia begitu bahagia melihat calon bayinya dan mendengarkan detak jantungnya.
tersadar dari lamunannya Alvian tidak melihat chesa disampingnya lagi.
ternyata istrinya sudah berjalan terlebih dahulu dan meninggalkannya yang diam mematung.
dengan setengah berlari albian mengejar istrinya yang sudah berjalan lebih dulu.
Alvian terus melirik istrinya yang masih terdiam dan pandangannya keluar jendela.
" ehem..sayang ." panggil Alvian
" Hem.." jawab chesa.
" anak kecil tadi siapa sayang ? kamu kenal ?" tanya alvian yang masih fokus kedepannya.
" siapa ? Kimmy ?" tanya chesa balik.
" yang duduk di kursi roda tadi " jelas Alvian
" iya namanya Kimmy "
" kenapa ?" tanya chesa
" tidak apa-apa , terus laki-laki tadi itu ayahnya ?"
tanya Alvian lagi
" iya "
" ooh gitu. tapi kelihatannya kalian begitu dekat "
" tidak juga "
" tapi sama ayahnya kamu pasti dekat"
" maksudnya?" chesa melihat alvian
"tadi aku ngelihat kamu dianterin sama dia ,dan tadi kalian bertemu lagi , dan aku baru ingat dia adalah lelaki yang berbicara dengan mu ketika awal aku bertemu dengan mu tepat saat dirumah sakit ini
" terus ?"
" aku tidak suka kamu berhubungan dengannya."
" terus kalau bertemu dengannya aku tidak boleh sapa dia gitu .? terus kalau dia sapa aku gimana ?kamu cemburu.? "chesa mulai kesal dengan suaminya.
" iya aku cemburu ,aku tidak suka cara dia Mandang kamu, ngerti."Alvian menepikan mobilnya
" itu menurut kamu , tapi dia itu sudah punya anak dan istri gak akan mungkin dia punya perasaan sama aku "
" kamu gak ngerti itu. , laki-laki kalaupun sudah punya anak dan istri dia juga bisa jatuh cinta dengan perempuan lain "
Alvian terdiam saat chesa mengatakan bahwa "termasuk dia "
" sifat mu terlalu kekanak-kanakan" gumam Alvian namun masih bisa didengar chesa
chesa melepaskan seatbelt dan saat membuka pintu mobil, Alvian memegang tangannya untuk menahannya turun.
" kamu mau ngapain ?"
" aku mau turun disini"
" kamu itu jangan kekanakan, hanya karena lelaki itu kamu marah pada ku. atau kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan laki-laki itu "
plakk..
chesa langsung menampar pipi kanan Alvian dan n menepiskan genggaman tangan Alvian lalu turun dari mobil
" chesa.. chesa. " Alvian terus memanggilnya
namun chesa langsung masuk kedalam mobil taksi yang kebetulan lewat dan tidak membawa penumpang.
Alvian hanya memukul setirnya karena habis bertengkar dengan istrinya.
dan pipinya juga terasa panas karena habis di tampar chesa.
Alvian kembali melajukan mobilnya dan mengejar taksi yang di tumpangi chesa, mengikutinya sampai depan kompleks.
tidak ingin memperkeruh keadaan Alvian memilih kembali ke kantor.
permalasahanya dengan chesa akan dia selesai nanti saat pulang kerja.
mengingat bahwa hari ini dia ada pertemuan dengan kolega penting .
barusan setengah perjalanan Alvian mendapatkan pesan dari viona jika seorang wanita yang bernama Nisya datang mencarinya dan sekarang sedang menunggunya.
" hai.. sya , maaf kamu harus menunggu begitu lama " ucap Alvian yang duduk tepat didepan Nisya
"tidak apa-apa , memangnya kamu habis dari mana mas ?"
"aku harus pergi meeting mewakili atasanku " jawab Alvian.
" memangnya atasan mas kemana ?" tanya Nisya
" sedang ada urusan di China yang harus dia hadiri "
" hmm.. kalau begitu aku langsung pulang ya mas "
" loh kok cepat banget pulangnya , baru saja aku mau ngajak kamu makan siang bersama."
" maaf mas tiba-tiba ada temanku mengirim pesan ada urusan penting , aku pulang dulu ya " Nisya langsung keluar dari ruangan Alvian dan melewati viona yang baru datang mengantar minuman.
" pak ,ini bagaimana ?" tanya viona bingung
" buat kamu saja , oh Kris kemana ?"
" Kris sedang ngumpet pak ,di ruangan sebelah"
Alvian ketawa mendengar hal itu , beruntungnya hal ini mereka sudah menceritakan pada viona dan memintanya untuk berkerja sama .
__ADS_1
Viona tugasnya hanya mengawasi kedatangan Nisya ke kantor .
*****
" sayang , Alvian kok belum pulang ?" tanya papa Hans yang tidak melihat Alvian makan malam bersama.
" mungkin dia sedang meeting atau sedang bersama Gilang untuk membicarakan soal Nisya" jelas chesa
" loh , memangnya dia nggak kasih tahu kamu atau meminta izin kamu gitu .? tanya mama Rania
" anak ini kebiasaan ya , sudah tahu istrinya lagi hamil bukannya ditemani ini malah kelayapan," gerutu mama Rania.
" sudah-sudah ayo kita makan " ajak papa Hans
malam ini mereka makan malam hanya berempat papa Hans ,mama Rania , chesa juga kennan
sedangkan Vania sedang makan malam bersama David juga ia mencari kado ulang tahun untuk keponakannya.
malam semakin larut tidak ada tanda-tanda kepulangan Alvian , chesa yang mulai khawatir menurunkan egonya untuk menelpon suaminya .
bebrapa kali chesa mencoba meneleponnya namun tidak diangkat, bahkan pesan juga WhatsApp juga tidak balasnya.
ia memilih menunggu suaminya di ruang tengah.
lama menunggu Alvian pulang ia merasa lapar, memilih membuat segela susu dan membuat roti selai yang akan menemaninya.
susu dan roti telah habis , chesa pun ketiduran disofa yang muat untuk chesa.
kini televisi yang menemaninya tidur.
orang yang ditunggu tunggu akhirnya pulang dengan keadaan berantakan.
jasnya yang diletakkan di bahunya dengan dasi di longgarkan dan lengan kemeja yang dilipatnya hingga ke siku.
saat dia melewati ruang tengah ,dia melihat seseorang tidur disofa dan televisi yang masih menyala.
dengan sangat pelan dan hati-hati Alvian menggendong chesa agar tidak bangun dari tidurnya.
pelan-pelan direbahkan tubuh chesa di atas ranjang dan menyelimutinya tidak lupa juga dia mengecup kening istrinya lalu beranjak masuk kedalam kamar mandi
bibir chesa melengkung ketika Alvian mengecup keningnya.
sebenarnya chesa sudah terbangun saat Alvian menggendongnya namun karena rasa kantuk dan matanya yang tidak bisa diajak kompromi ia memilih memejamkan matanya dan membiarkan suaminya menggendongnya sampai kamar.
setelah selesai dengan mandinya, Alvian yang keluar hanya memakai celana boxernya lalu ikut masuk kedalam selimut bersama istrinya dan memeluk istrinya hingga Alvian pun terlelap.
keesokan paginya chesa yang sudah bangun jam 6 pagi ,ia pun langsung cuci muka dan sikat gigi.
setelah itu dia mengambil pakaian kotor Alvian yang berada di keranjang kamar mandinya.
saat chesa akan memasukkan pakaian suaminya kedalam mesin cuci ,ia terkejut melihat sesuatu dikemeja Alvian
sebuah ada lipstik yang membentuk bibir yang menempel di kemeja Alvian, sontak hal itu membuat chesa meneteskan air matanya di pagi buta.
ketika ia mendengar derap langkah buru-buru cheaa menghapus jejak air matanya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
selesai dengan pakaian kotor ia pun kedapur membantu mbok menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga
seluruh anggota Dharmawan sudah berkumpul untuk sarapan bersama.
tidak ada percakapan semuanya makan dengan diam.
ketika semua sudah selesai sarapan , papa Hans sudah berangkat kerja dan Ken juga sudah berangkat sekolah yang di antar oleh Alvian .
tinggallah di rumah hanya ada chesa dan Vania juga mama.
tokk.. tokk...
" kak,..." panggil Vania
3 kali Vania mengetuk pintu tidak ada jawaban ia pun pelan-pelan membuka pintu kamar yang tidak dikunci
ruangan kosong tidak ada siapa pun disana , lalu ia kembali menutupnya dan mencari dimana kakak iparnya.
" ma , kak chesa dimana ?" tanya Vania pada mama yang sedang duduk diruang tengah
" ya di kamarnya " jawab mama
" nggak ada ma ,''
" jadi dia kemana ?" tanya mama
" ya Vania nggak tahu makanya kesini tanya mama.''
" coba kamu telepon ponselnya"titah mama
" nggak diangkat ma" Vania menutup kembali ponselnya.
" sebentar mama telepon Abang mu dulu ."
deringan ke tiga baru ada jawaban
" hallo Al , mama mau tanya tadi chesa ada ngomong sama kamu nggak kalau dia mau pergi kemana gitu ?" tanya mama
" nggak ada ma, memangnya kenapa ma ?'' jawab Alvian
"ini , tadi Vania mau ngomong sesuatu sama chesa , terus pas Vania kekamar kalian tidak ada dia disana ,"
" nggak ada ma, memangnya dia tidak apa sama mama kalau chesa mau pergi keluar gitu." tanya Alvian
" nggak ada , justru itu mama telepon kamu siapa tahu chesa ada ngomong sama kamu."
" nggak ada ma , ya sudah nanti coba aku cari nanti aku kabari mama .''
" iya iya.. hati-hati ya ''
begitulah percakapan ibu dan anak yang melalui telepon yang menanyakan keberadaan chesa.
ibu dan anak ini sedang memikirkan dimana chesa dan tidak biasanya chesa pergi tidak bilang-bilang.
sedangkan dilain tempat orang yang dicari tengah berada di taman perumahan yang berada di sekitar kompleks rumah mama mertuanya
duduk menikmati pemandangan sambil makan bubur ayam.
setelah puas ia pun berjalan pulang dengan menenteng jajanan kue .
................... bersambung...................
__ADS_1