
selesai chesa berganti pakaian dan kembali ke kamarnya ia tidak menemukan Alvian.
di kamar mandi juga tidak ada siapa pun.
chesa kembali keluar dari kamar, samar samar ia mencium bau sesuatu dan ia melihat seseorang berdiri dekat balkon dengan asap yang mengepul.
ia pun berbalik dan masuk ke kamarnya kembali.
alvian kembali ke kamar chesa dan begitu juga chesa yang baru selesai makan ponselnya pun berdering
" hallo , iya selamat malam dokter adrian " sapa chesa
Alvian duduk di samping chesa dan menajamkan pendengarannya.
" iya dok, benarkah" suara chesa meninggi.
" terima kasih banyak dokter, lusa saya akan kesana menjemput zoey , terima kasih banyak " ucap chesa yang sudah menitikkan air matanya.
" ada apa ? " tanya alvian melihat chesa menghapus air mata
" dokter Adrian bilang lusa zoey sudah boleh pulang."
jawab chesa
" benarkah , aku akan mengantarmu ." ucap Alvian dengan antusias.
" tidak perlu , aku bisa naik taksi." chesa langsung melengos ke tempat tidur.
" kenapa , aku juga ingin menjemput putriku." ucap alvian
" putri ?.. jangan berpikir karena aku sudah mendengar penjelasannya dari mantan istrimu itu bukan berarti aku sudah maafin kamu ya " ketus chesa.
" jadii , kamu belum maafin aku ?"
" kamu pikir saja sendiri " chesa langsung membalikkan badannya.
" eh.. eh..kamu mau ngapain ?" tanya chesa melihat Alvian naik ke atas ranjang.
" tidur chesa ." jawab alvian
" nggak... nggak... kamu tidur di sofa aja sana ."
" tapi dingin dek."
" sebentar.. " chesa berjalan keluar kamar
tidak lama ia kembali ke kamar dengan membawa sebuah selimut tebal.
" ini selimut buat kamu, dan ini bantalnya juga buat kamu."
" tapi.. "
" ya sudah kalau begitu aku tidur di kamar sebelah saja."
" iya, aku tidur di sofa ." ucap alvian yang menuruti perkataan istrinya.
chesa pun kembali ke tempat tidurnya dan membalikkan tubuhnya
sedangkan Alvian pun memilih tidur disofa seperti yang dikatakan chesa tadi.
__ADS_1
15 menit berlalu alvian belum bisa tidur walaupun ia mencoba untuk tidur dengan membolak-balik tapi tetap saja tidak bisa.
dilihatnya chesa yang sudah tidur nyenyak terdengar dengkuran halus.
Alvian tersenyum melihat istrinya yang mengigau namanya, dia pun mengeluarkan ponselnya dan merekam chesa
untuk mengabadikan momen istrinya meracau namanya
" jangan harap kamu bisa memiliki alvian , dia cuma buat aku." ujarnya
keesokan paginya alvian bangun kesiangan , ia melirik kearah ranjang chesa yang sudah tidak ada siapa-siapa lalu diliriknya jam yang tergantung di dinding.
dia pun bangkit dari sofa yang di tidurnya.
serasa badannya sakit semua.
" aw... sepertinya aku sudah tua." ucapnya dengan jelan pelan-pelan masuk kedalam kamar mandi.
seulas senyuman manis muncul di wajahnya.
masuk ke kamar mandi sudah disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya adem.
handuk berserta pakaian dan dalaman sudah tersedia di rak sudut.
alvian pun melakukan ritual mandinya.
sedangkan dilantai bawah.
" pa, ma sarapan dulu." ucap chesa yang menyediakan sarapan
" bik , tolong panggilkan erick ya ." titah mama
" pantesan nggak kelihatan dia dari tadi , terus suami kamu ? " tanya mama
" masih ti.. " belum sempat menjawab chesa langsung terdiam melihat orang yang ditanya sudah berada dihadapannya.
" pagi pa , ma ." sapa alvian
" pagi" jawab papa dan mama serempak.
" maaf den , mau minum apa ?" tanya bibik.
" minum teh hangat saja bik " jawab alvian
" chesa , kok diam saja ambilin suami kamu sarapan dong." ucap mama
" iya " ketus chesa.
" oh ya pa , ma ada yang mau aku aku sampaikan persoalan kehamilan nisya ." ujar alvian namun matanya melirik ke chesa yang sedang mengambil nasi goreng
" bagaimana ? siapa ayah yang dari bayi yang dia kandung.? " tanya mama dengan antusias
" ayah dari bayi yang dikandungnya adalah fred ." ucap alvian
" fred ?"
" iya , dia itu teman seangkatan aku ketika masih kuliah dan mereka sudah mendaftarkan pernikahan mereka di Catatan sipil dan KUA " jelas alvian.
" yakin banget kalau bayi yang dikandung nisya itu bayinya " gumam chesa
__ADS_1
" ehem . chesaa.." ujar mama
" sudah sudah kita sarapan dulu ya nanti selesai sarapan baru kita bahas " timpal papa
keempatnya pun sarapan , tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka.
" baguslah kalau begitu jadi urusan pernikahan kalian bisa cepat selesai dan bisa pulang kerumah dan berkumpul.
" ujar papa setelah mendengar rekaman pembicaraan nisya dan fred yang sengaja alvian rekam
" papa usir aku ?" tanya chesa yang barusan mendaratkan bokongnya ke sofa
" nggak , papa cuma tanya saja sama alvian, papa pusing lihat permasalahan rumah tangga kamu yang ada ada saja " jelas papa
" aku nggak akan pulang kesana ." ujar chesa
" kenapa ? " tanya alvian yang kini membuka suara.
" karena kamar itu bekas kamu dan dia " jawab chesa langsung.
" ya sudah nanti rumah itu aku jual saja ." ucap alvian
mata chesa langsung membola, pasalnya ia tidak bermaksud untuk meminta suaminya menjual rumah yang baru ditempatinya belum lama ini.
" jadi kalian tinggal dimana ?" tanya papa
" nanti aku akan cari rumah dulu pa , untuk sementara chesa bisa tinggal disini dulu. " ucap alvian
" terus kamu? , kenapa nggak dirumah orang tua kamu." tanya mama
" papa dan mama sedang keluar negeri untuk Check up , kalau dirumah mama nantinya chesa akan kesepian, vania jarang pulang kerumah semenjak david dirawat dirumah sakit , dan bila aku kerja cuma ada kennan dan zoey saja ,jadi biar aku saja yang tinggal dirumah mama Rania ." jawab Alvian
"nggak-nggak mama tidak setuju, suami istri itu tidak boleh tinggal terpisah." ujar mama yang tidak setuju usul Alvian .
" bagaimana kalian tinggal di apartemen yang papa beli dulu , kamu tahu kan nak " tanya papa pada chesa.
"tapi chesa masih belum memaafkan aku pa." kata Alvian
" ngg.. nggak ka kata siapa." chesa memelototi suaminya
" chesa ,kamu kok begitu sih kan permasalahan alvian dan mantannya sudah selesai kenapa kamu masih gitu. kamu nggak takut dosa ?" mama Meira menceramahi putrinya.
" ma , kok jadi aku yang dimarahi. mama tahu nggak kesalahan apa yang dibuatnya terus harus segampang itu aku maafkan." ujar chesa yang mulai meninggikan suaranya
" mama nggak marahi kamu , mama hanya kasih tahu bahwa kamu tidak boleh memperlakukan suami kamu seperti itu. dan untuk permasalahan kesalahpahaman itu kan sudah alvian jelaskan dan nisya juga mengatakan dengan jelas kalau bayi yang dia kandung bukan bayi nya alvian"
" ma, sudah ma sudah." papa coba menenangkan istrinya.
" dek , udah ." alvian meraih tangan chesa
" apaan sih, " chesa menepiskan tangan Alvian
" oke itu sudah jelas , mama tahu dulu aku juga di khianati damian ma , dan damian juga membawa selingkuhannya masuk ke kamar begitu juga dengan alvian ma , damian hanya berciuman dengan selingkuhannya saja sudah membuat aku sakit hati apalagi dia yang hampir hampir aaaa... aku benci" teriak chesa lalu berlalu naik ke lantai atas.
" chesaaa!" panggil papa
mama dan alvian hanya terdiam melihat chesa yang berlari ke kamar tanpa mendengar papa memanggilnya.
................... bersambung...................
__ADS_1
.