Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 59


__ADS_3

2 tahun kemudian


"zoey .. pelan-pelan jangan lari-lari sayang ,nanti kamu jatuh" chesa mengimbangi langkahnya dengan zoey yang sedang berlari


"hap.. gadis kecil papi ini mau kemana sih , jangan lari-lari kasihan mami sayang capek kejar kamu nya."


" loh kak , kok jam segini sudah pulang" tanya chesa , karena biasanya Alvian akan pulang malam hari


" lagi nggak ada kerjaan di kantor , gimana masih mual?" tanya Alvian


" sudah tidak terlalu " jawab chesa


saat ini chesa sedang hamil anak ke tiga , usia kandungannya baru menginjak 2 bulan pada umumnya morning sicknes adalah hal lumrah bagian setiap ibu hamil pada umumnya


sejak kehamilan anak ketiganya ini chesa terlihat baik-baik saja tidak seperti saat hamil anak pertama dan keduanya.


malahan nafsu makannya yang berlipat ,hingga bobot tubuhnya kini agak gemuk tapi alvian tidak memusingkan hal itu , selagi itu yang terbaik untuk istri dan calon bayinya maka Alvian akan memberikannya apa pun


sering chesa mengeluh dan bertanya soal bobot tubuhnya pada Alvian.


sepasang suami istri sedang duduk di ruang tengah bersama putrinya yang sedang bermain sendiri.


" kak , nanti aku titip zoey ya , nanti sore aku mau pergi belanja bulanan "


" sama siapa kamu perginya?" tanya Alvian sambil menyeruput kopi buatan chesa


" sendirian , selesai belanja sekalian jemput kennan."


" aku ikut , sekalian aku mau beli sesuatu." bohong alvian


" zoey bagaimana "tanya chesa


" titip sama mbok saja , kan hanya sebentar " ucap Alvian


" ya sudah kalau begitu aku mandi dulu ya, jagain zoey sebentar ya" chesa melenggang pergi meninggalkan zoey bersama Alvian


*****


" sudah belanjanya ?" tanya Alvian sambil mendorong keranjang belanjaan


" sudah deh ,kasihan ken nanti lama nungguin."


keduanya pun berjalan ke kasir untuk membayar belanjaan.


selesai berbelanja Alvian melajukan mobilnya menuju tempat les kennan.


sesampainya di tempat les , kennan sudah duduk menunggu kedatangan orang tuanya


" yeee... hari ini papi datang jemput" kennan begitu bahagia melihat alvian


" senang banget sih anaknya papi" alvian menggendong kennan lalu membawanya masuk kedalam mobil.


"iya , soalnya papi jarang jemput aku , mi zoey nggak ikut ?" tanya ken


" nggak , zoey dirumah sama mbok , pasang sabuk pengamannya sayang " titah chesa


" sudah mi."


sesampainya di depan rumah ada sebuah paj**o hitam terparkir.

__ADS_1


"ada om dam ,pi " kennan langsung turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah.


damian dan Alvian kini sudah berteman hal itu dia lakukan demi kennan .


tidak ingin di jauhi ken Alvian pun mencoba berteman dengan damian,


walaupun awalnya alvian sempat berpikiran buruk tentang Damian yang akan merebut chesa kembali.


" sudah lama dam ?" tanya alvian yang melihat Damian tengah bermain dengan zoey dan kennan


" nggak juga , oh ya aku ke sini mau anterin ini jangan nggak datang ya " damian memberikan undangan pernikahan


" wah.. selamat ya , kami pasti datang " ucap chesa


" kamu sendirian kesininya ?" tanya chesa


" iya , lagi di pingit fannynya jadi ya sendirian kesininya, ya sudah aku pamit dulu ya mau ke tempat lain lagi. "


" dada ken , dada zoey " damian melambaikan tangan pada kedua anaknya chesa


" dada Om " balas kennan


seminggu kemudian acara pernikahan damian dan fanny pun diselenggarakan.


suasana begitu ramai dengan tamu undangan.


chesa dan Alvian tidak bisa hadir di acara janji sucinya damian dan fanny tapi untuk acara resepsi mereka turut hadir.


banyak pasang mata menatap chesa namun di abaikan olehnya.


ada beberapa orang menyapanya dan dibalas chesa dengan ramah.


setelah memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan chesa pun menyapa mantan mertuanya juga mantan kakak iparnya.


dulu saat masih berstatus istri damian mereka dualah yang selalu menemani chesa kemana mana.


alvian dan chesa duduk berdua menikmati makanan yang tersedia disana bersama kedua orang tuanya chesa dan kedua mertuanya.


****


sebuah ruangan bernuansa putih dan ada aroma disinfektan menyebar ke seluruh ruangan.


seorang wanita yang rambutnya diikat cepol yang sedang sibuk mengamati layar monitor komputer dan jari-jari yang menari diatas keyboard


diatas meja kerjanya terdapat 1 bingkai foto yang ada dimejanya sebagai mood booster.


salah satunya yaitu foto keluarganya


tokk..tokk..


" dok, dokter nggak pulang ?" tanya seorang perawat


" sebentar lagi , kamu duluan saja." mendongakkan kepalanya


" baiklah kalau begitu , jangan terlalu keras kerjanya buk dokter ." pamit perawat.


kini vania lebih sering menghabiskan waktunya hanya kerja kerja dan kerja sejak David memutuskan pernikahan mereka.


vania sudah mencoba meyakinkan David namun David lebih memilih ego-nya dan melepaskan vania.

__ADS_1


sebelum david pergi dari hadapannya David pernah berkata pada vania untuk mencari laki-laki yang mempunyai kaki yang sempurna , yang bisa menemaninya , menjemputnya dan mengantarnya pulang kerja


5 tahun hubungan yang telah mereka jalani kini pupus sudah di tengah jalan.


pada hal hanya menunggu janji suci yang akan di ucapkan.


vania tidak bisa berbuat apa-apa ketika David mengatakan ingin mengakhiri hubungan pertunangan mereka hanya karena sebuah alasan yang tidak masuk akal.


yaitu " alasan belum siap " itu yang david katakan sebagai alasan mengapa ia ingin membatalkan pernikahan serta mengakhiri pertunangannya dan Vania.


Alvian sempat naik pitam ketika dia tahu hal ini.


ingin rasanya Alvian menghajarnya jika tidak dihadang vania.


" wah... sepertinya aku butuh traveling" vania merenggangkan kedua otot tangannya lalu mengambil tasnya dan berhak keluar dari ruangannya.


30 menit lebih perjalanan menuju kerumahnya


sesampainya di rumah vania dihampiri asisten rumah tangga


" non , mau makan malam ?" tanya mbok Lin


' tidak perlu mbok , saya masih kenyang." ucapnya lalu berlalu menaiki tangga


tidak lama kedua orangtuanya juga sudah tiba dirumah.


" mbok , Vania sudah lama pulangnya ?" tanya mama rania yang sudah berdiri di teras rumah dengan mbok Lin


" baru saja nyonya ." jawab mbok Lin


" baiklah kalau begitu " mama rania mengajak papa kekamar mengganti pakaian.


tok...tok..


" Vania kamu sudah tidur sayang ? " tanya mama rania yang baru selesai ganti pakaian


ceklek..


" belum ma " jawab vania dan mama pun masuk kekamar putrinya.


" sedang apa kamu sayang, kenapa malam malam begini masih kerja ." ujar mama rania ketika melihat banyak buku dan laptop di atas meja


" nggak apa-apa ma , oh ya ma gimana acara pesta pernikahannya ?" tanya Vania seolah mengalihkan pembicaraan


" hmm ramai banget , oh ya van tadi mama ketemu teman sekolah kamu siapa ya mama lupa namanya." mama rania mencoba meingat nama teman Vania


" cewek apa cowok ?" tanya Vania penasaran


" cowok , nanti coba kamu tanya abang mu soalnya tadi mereka sempat ngobrol ngobrol. ya sudah mama istirahat dulu , kamu juga ya sayang selamat malam."


" selamat malam ma ."


Vania kembali menyelesaikan pekerjaannya dan ia juga harus mengisi data dirinya.


karena dirumah sakit ia berkerja sedang diadakan penerimaan relawan yang akan diutuskan ke luar negeri dan sebuah tempat terpencil yang dimana disana tidak ada rumah sakit ataupun klinik terdekat.


maka dari itu pihak rumah sakit membuka sebuah lowongan relawan.


tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya vania mengajukan dirinya dan bila di terima maka vania akan memberitahu kedua orangtuanya nanti.

__ADS_1


...----------------Bersambung season 2 ----------------...


__ADS_2