Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 21


__ADS_3

" benarkah wah selamat ya , senangnya dengar kabar kamu hamil .


andaikan aku disana sudah aku peluk kamu." ucap Aulia


" iya aku juga senang tapi Aulia aku mau kamu rahasiakan dulu ya kabar kehamilan ku ini , kamu jangan ceritakan ke Robin ya " pinta chesa


" kenapa ?" tanya Aulia penasaran


" aku mau kasih kejutan ke Alvian , 5 hari lagi dia ulang tahun, dan aku akan memberikan kabar ini tepat dihari ulang tahunnya"


" wah..kamu ini ikutan kekinian ya , baiklah kalau begitu aku akan jaga rahasia ini " ucap Aulia .


" kalau begitu sudah dulu ya , iya nanti kalau ada waktu jalan-jalanlah kerumah ku ya , bye Aulia " tutup chesa


masa kontrak kerja Aulia di Jakarta telah habis dan ia kembali kerja di perusahaan lamanya di kota Surabaya.


terpaksa Aulia dan Robin LDR


"mamih.. aku pulang"teriak Ken


" iya-iya mamih sudah tahu , langsung ganti pakaiannya ya sayang lalu cuci tangan sudah itu makan ya " ucapnya


" habis teleponan sama siapa ?" tanya Alvian


" teleponan sama Aulia, kamu sudah makan ?"tanya chesa.


"sudah tadi makan siang bareng klien .


ya sudah aku langsung balik kantor. by " Alvian langsung bergegas pergi


chesa pun kembali masuk kedalam rumah mengurus putranya.


*****


malam hari ini cuaca cukup dingin dengan turunnya hujan deras , chesa yang sedang menidurkan putranya dengan membacakan dongeng sebelum tidur.


sedangkan Alvian masih berkutat dengan laptopnya di ruang kerjanya.


chesa sedang membuat susu hamil untuk dirinya dan juga membuat kopi untuk suaminya.


tanpa ia sadari Alvian tengah mengamatinya di ambang pintu dapur.


" yank.. kamu itu bikin aku terkejut saja." chesa terkejut karena Alvian tiba-tiba berdiri diambang pintu.


" sorry.. sedang apa ?" Alvian memeluk chesa dari belakang.


" ini aku buatkan kopi panas untuk mu dan susu coklat panas untuk ku"


" ya sudah sini aku bawakan" tawar Alvian.


chesa mengikutinya dari belakang hingga mereka kembali keruang kerja Alvian yang laptopnya masih menyala dan beberapa file berserakan dimeja.


"apakah masih banyak kerjaan kamu yank " tanya chesa yang kini duduk di sofa.


" iya.. maka dari itu aku lebih suka kerja sama orang dari pada aku memimpin perusahaan". jelas Alvian sambil memijit pelipisnya.


"apakah kamu butuh bantuan ?" tanya chesa.


" iya , kemarilah"


Alvian menepuk-nepuk pahanya meminta chesa duduk di pangkuannya, chesa pun menurutinya dan melingkarkan tangannya di leher Alvin.


manik matanya terus menatap sesuatu yang tengah menonjol didepannya.

__ADS_1


chesa terperanjat ia merasa ada tangan yang menyentuh dua gundukannya.


ia melirik Alvian yang tengah memijit gund*kannya tanpa ia sadari chesa mengeluarkan suara, tapi Alvian menyadari dan semakin di sengajanya memijit agak kuat seperti merem*s.


" sayang , boleh aku melakukannya disini ?" tanya Alvian yang sedang menahan hasra*nya.


chesa yang sedang duduk di pangkalan pahanya Alvian juga merasakan ada benda keras dibawah sana.


ia pun mengangguk kepalanya.


tanpa menunda-nunda Alvian pun meluncurkan aksinya.


tangannya yang awalnya berada diluar pakaiannya kini sudah berada tepat di salah satu gund*kan yang sudah menantang.


chesa yang terus menengadah kepalanya ke atas dan mengigit bibir bawahnya.


ia benar-benar tidak bisa mengimbangi permainan yang Alvian lakukan.


suara erotis yang sudah mengisi ruangan kerja Alvian membuat keduanya semakin melakukan adegan ci*man yang saling menukar saliv*.


setelah puas melakukan pemanasan Alvian menggendong istrinya seperti anak kecil yang melingkarkan kedua kakinya di pinggang Alvian tanpa melepaskan pagutan mereka yang mengeluarkan lenguhan suara dari keduanya.


dia menidurkan chesa diatas sofa.


" pelan-pelan saja yank " chesa memberitahu Alvian tuk melakukan pelan-pelan saja.


" pasti " ucapnya sambil mengg*m*t ujung gund*kan chess seperti seorang anak bayi


chesa terus menarik rambut suaminya dan menekan kepalanya Alvian .


mengerti apa yang dilakukan chesa padanya Alvian semakin li*r dan tangannya sekarang berada di v*gina istrinya.


" kau begitu menikmatinya sayang ?" tanya Alvian yang sudah memposisikan dirinya di kedua belah pahanya


jlebb...


keduanya mengeluarkan suara bersamaan saat Alvian memasukkan juniornya kedalam.


pelan tapi pasti nikmatnya Alvian terus memompa istrinya yang terus meracau kenikmatan dan juga meracau memanggil namanya.


" aku sudah mau keluar yank " ucap chesa di sela lenguhannya.


" keluarkan saja yank aah~~" ujar Alvian yang terus mengagahi istrinya.


terlintas dalam pikirannya , dia mengingat film yang selalu dia tonton setiap malam kala lelah datang karena kerjaan kantor yang menumpuk.


Alvian pun mempraktekkan kepada istrinya dengan menuntun istrinya menungg*ing


" benar-benar semp*t sayang "


tidak butuh waktu lama gaya yang seperti itu membuatnya menjadi cepat menyemburkan bibitnya kedalam perut chesa.


air conditioner yang cukup dingin tidak juga bisa mendinginkan ruangan disana.


sepasang suami istri yang tengah kelelahan dan keringatan sedang tiduran disofa yang cukup besar untuk tiduran.


Alvian terbangun dari tidurnya menyadari kalau dia dan istrinya masih berada diruang kerjanya.


dia mengutip pakaiannya yang berserakan dilantai dan memakainya.


" untuk malam ini Kita tidur disini " Alvian membentangkan tempat tidur lipatnya.


sebelum dia memindahkan istrinya , Alvian terlebih memakaikan piyama ke istrinya lalu dia memindahkan chesa ke tempat tidur yang sudah dibentangkan.

__ADS_1


keduanya tidur dengan posisi tangannya Alvian yang menjadi bantalan yang ada di kepala chesa


tidak lupa dia juga menyelimuti mereka berdua.


******


keesokan paginya Alvian meraba tempat tidur disampingnya sudah kosong tidak ada istrinya


dia pun membuka matanya untuk mengumpulkan nyawanya.


" sayang.." panggil Alvian dari bawah tangga.


" ya aku disini yank" jawab chesa.


" kamu kenapa ? kok wajahmu agak pucat?" Alvian menempelkan telapak tangannya dikening chesa.


" kamu demam sayang, ayo kita sekarang kedokter" Alvian menarik tangan chesa.


drrttt... drttt..


" hallo " jawab Alvian


🗣️....


" baiklah, iya.. iya.. aku siap-siap sekarang" Alvian memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


" kenapa ?" tanya chesa


" hari ini ada meeting penting , 30 menit lagi aku sudah harus sampai di kantor " ucapnya lemas


mengerti akan ucapan suaminya chesa pun mengatakan


" pergilah, nanti biar aku yang kedokter sendiri dan setelah itu aku yang akan menjemput Ken " chesa sedikit mendorong suaminya naik ke lantai atas.


"maafkan aku sayang " ucap Alvian.


"iya iya , sudah sana mandi dulu biar aku siapkan pakaian kamu."


Alvian pun sudah siap-siap berangkat kekantor dan sebelum berangkat chesa sudah menyediakan bekal sarapan untuknya walaupun itu hanya sandwich.


" kalau bisa nanti siang aku singgah ke kantor ya ?" ucap chesa


" tidak tidak.. biar nanti aku yang pulang makan siang ya tapi aku tidak tahu jam berapa pastinya.


nanti aku akan menghubungimu " ujar Alvian


" aku pergi dulu " sebelum pergi Alvian mencium bibir istrinya.


................... Bersambung...................


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


***segini dulu ya ceritanya semuanya..


mohon maaf bila hanya sedikit.


dan aku benar-benar bahagia dan terimakasih sudah membaca cerita ku ini.


aku tidak menyangka bila akan sebanyak 9x.xxx yang baca ceritaku ini.


dan yang sudah favorit 2xx lebih terimakasih banyaaaaak...


tanpa kalian aku tidak akan semangat

__ADS_1


terimakasih untuk semua dukungan kalian.


salam sehat sejahtera buat kalian semuanya 😘😘😘💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗***


__ADS_2