Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 16


__ADS_3

" sayang, disini tempat liburan yang banyak orang kunjungi dimana ?" tanya Alvian pada chesa yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" ke Berastagi papih ,sana banyak yang kesana teman sekolah aku juga kesana sama papa dan mama nya " bukan chesa yang jawab malahan kennan yang menjawab.


Alvian hanya bisa mendengus melihat chesa yang masih mendiamkannya.


sesampainya di rumah orang tua chesa


" Oma , Ken pulang " teriak kennan


" den Kennan Oma lagi pergi " ucap bik yani


" mama kemana bik ?" tanya chesa


" tadi mama pergi katanya sih mau ketemuan sama teman-temannya ,"


"maaf non , apakah non sudah mau makan siang ? kalau sudah mau biar bibik panaskan sayurnya " timpal bik yani


" biar aku saja bik , bik tolong mandiin kennan saja " ucap chesa


" baik non "


bik Yani pergi ke lantai atas untuk memandikan kennan sedangkan Alvian sedang duduk di gazebo yang berada di taman belakang


setelah 20 menit kemudian chesa pun telah selesai memanaskan sayuran dan menghidangkan diatas meja


dan sudah mengambil nasi di ketiga piring


" Ken , makan yuk " ajak chesa pada kennan


" kamu duduk dulu ya , biar mami panggil papi dulu " chesa pun pergi memanggil suaminya.


" aku lagi diluar kota , coba kamu berbicara dengannya baik-baik pasti bisa " ucap Alvian pada seseorang melalui telepon


".........


"aku tidak bisa ikut campur masalah mu , nanti chesa bakal salah paham, sya kamu itu masa lalu ku dan kita tidak punya hubungan apa-apa lagi "


"...........


" nanti kita bicarakan lagi kalau aku sudah pulang ke Jakarta , ya sudah kalau begitu ,"


Alvian terkejut saat membalikkan badannya.


" makan dulu Ken sudah nungguin " panggil chesa.


" iya, kamu sudah lama berdiri disini ? " tanya Alvian penasaran takut-takut bila chesa mendengar percakapannya.


"baru saja , kenapa ?" chesa melihat Alvian


" tidak apa-apa , nanti kalau Ken sudah selesai ujian kita bawa dia ke Jakarta ya , aku mau kasih kalian hadiah " ucap Alvian.


" iya , yasudah makan dulu ,Ken sudah menunggu "


ketiganya pun makan bersama , dan Alvian membawa Ken pergi tidur siang sedangkan chesa membantu bik Yani membersihkan piring kotor.


setelah selesai chesa berpesan ia akan istirahat di kamar bila mama pulang.


sebelum masuk kamar chesa mengintip Alvian dan kennan sedang apa.


seulas senyuman manis terbentuk di bibirnya , ia melihat putranya yang sedang tiduran sambil mendengarkan cerita dongeng dari ayah sambungnya.


setelah melihat mereka berdua chesa pun pergi ke kamarnya.

__ADS_1


selesai mandi chesa keluar dan melihat suaminya yang duduk dan sedang melihat sebuah album foto.


chesa pun duduk di meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya.


setelah dirasa rambutnya sudah agak mengering ia pun menyisir rambutnya yang panjang.


lalu ia berjalan menaiki ranjangnya dan merebahkan dirinya.


cup.. Alvian mencium pipinya lalu perlahan jadi turun ke leher ,chesa yang merasa terganggu lalu duduk menghadap suaminya.


"aku sedang capek dan tidak ingin diganggu " ucap ketus chesa


merasa kata yang diucapkan istri menyinggungnya Alvian pun duduk menghadap istrinya.


" sebenarnya kamu kenapa ? sudah 2kali aku ajak kamu tapi selalu bilang sedang capek , dan aku lihat sebelum datang ke sini kamu seperti jaga jarak dengan ku ," ujar Alvian


" aku memang lelah dan wajarkan aku menolaknya.


dan kenapa aku seperti jaga jarak denganmu , ya kamu pikirkan sendiri apa yang telah kamu lakukan " chesa langsung membalikkan badannya


" hei kalau berbicara itu lihat aku , memang apa yang telah aku lakukan , dan sebelumnya aku juga sudah tanya apa aku ada melakukan kesalahan dan aku juga ada meminta maaf pada mu tapi apa kamu hanya diam bagaimana aku bisa tahu kesalahanku" hardik Alvian.


" jadi kamu tidak tahu letak kesalahan mu iya begitu ? , ada hubungan apa kamu dengan Nisya " tanya chesa dengan nada tinggi.


" kecilkan suaramu ,aku ini suamimu dan Nisya itu cuma mantan istriku dan aku juga sudah memperkenalkan dia pada mu "


" cuma ? oke , aku tanya sudah berapa kali kalian ketemuan dan apakah dia setiap hari mengirimi pesan pada mu " teriak chesa sambil mengepalkan tangannya


" aku tahu semuanya tapi aku pura-pura tidak tahu ,


saat kita membeli pakaian untuk kennan aku melihat dia merangkul mu dan kamu hanya diam , dan disaat hari pernikahan kita dia datang dan perlakuan dia ke kamu beda , dan juga saat di supermarket tingkahnya begitu terlihat bahagia saat dia melihatmu, dan saat aku memanggilmu untuk makan siang aku mendengar semua pembicaraan mu , apakah pantas seorang mantan istri dan mantan suaminya yang sudah menikah masih saling berhubungan tanpa sepengetahuan ku !!" teriak chesa dan air matanya sudah mengalir deras


" sudah ? apa masih ada kesalahan yang ku buat yang tidak ku ketahui , apalagi coba katakan dan biar kamu tahu kesalahan seorang istri adalah berbicara dengan nada tinggi kepada suaminya " ujar Alvian yang sedang mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih.


suami istri yang sedang berdebat memalingkan wajahnya ke arah pintu.


sepasang suami istri sedang melihat mereka yang sedang adu mulut.


"ada apa dengan kalian berdua , tadi siang kalian baik-baik saja kenapa sekarang berantem ?" tanya mama Meira


" sudah ma sudah nanti yang ada malah makin ribut " papa Liam menenangkan istrinya.


Alvian pun berjalan keluar dari kamar dan pergi ke gazebo belakang.


chesa langsung terjatuh duduk dan menangis' , chesa pun merasa khilaf karena berbicara nada tinggi pada suaminya.


papa pergi menemui Alvian , sedangkan mama Meira menasihati putrinya.


" ches apa kesalahan Alvian begitu fatal sampai-sampai kamu harus marah seperti itu padanya" tanya mama


chesa tidak menjawab pertanyaan mama, ia hanya terisak tangis sambil menghapus air mata yang terus mengalir.


"apa kalian tidak sadar , kalian itu baru menikah apa tidak aneh baru beberapa hari menikah sudah ribut seperti ini , dan kalian tidak ingat ada putra kalian yang mendengarnya sampai dia menangis ketakutan."


chesa langsung keluar mencari putranya setelah mendengar mamanya menyebut nama kennan.


" sudah.. sudah..jangan nangis lagi ya " bik Yani mencoba menenangkan kennan


" Ken takut sama mami , mami teriak-teriak " ucap Ken diisak tangisnya.


" kenapa bik ? " tanya Alvian ketika baru turun dari tangga saat akan berjalan ke gazebo belakang


" ini den Kennan nangis ketakutan liat non sama den..." bik yani tidak melanjutkan bicaranya

__ADS_1


Alvian mengerti apa kelanjutan pembicaraan bik Yani


" sini sama papih " bujuk Alvian


kennan menggeleng kepala, lalu bik Yani membujuknya dan begitu dengan Alvian mengatakan semua baik-baik saja.


barulah bocah 6 tahun itu mau ikut dengannya dan membawanya ke gazebo belakang rumah.


chesa yang baru turun dari lantai atas langsung mencari keberadaan kennan ,tapi ia tidak menemukannya lalu bertanya pada bik Yani dimana kennan


art nya pun memberitahukan jika Ken sedang bersama Alvian.


chesa berdiri diambang pintu yang langsung terhubung ke taman belakang.


terlihat dua orang dewasa dan anak kecil tengah tertawa.


ya , papa dan Alvian juga kennan sedang memberi makan ikan di kolam .


Alvian beberapa kali bermain dengan ken hingga tertawa terbahak-bahak hingga membuat papa juga ikut ketawa .


chesa berjalan pelan-pelan menghampiri mereka manik mata Alvian melihat chesa berjalan menghampiri.


" Ken , sini sama mami" chesa membuka kedua tangannya


kennan langsung menggelengkan kepalanya cepat.


"tidak mau , Ken takut sama mami yang teriak-teriak "


ucapan dari anaknya langsung menghujam ke jantungnya.


" Ken , tidak boleh seperti itu ,Ken tidak sayang mami ?" tanya Alvian


"sayang pih ,tapi mami teriak seperti tadi Ken jadi takut"


"tadi karena Papih buat salah makanya papih dimarahin makanya mamih teriak-teriak, Ken kan tidak nakal jadi Ken jangan takut ya , "


" iya pih."


" ya sudah sana peluk mamih " Alvian menurunkan Ken dari pangkuannya


Ken pun berlari kedalam pelukannya chesa, dan mencium pipi chesa.


" mamih jangan marah-marah seperti tadi ya ,Ken takut " ucap polos kennan


drrtt... drrttt... ponsel Alvian bergetar


Alvian pergi mengangkat telepon , tapi mata chesa meliriknya berjalan pergi.


"ya hallo , apa!!, ya ya saya balik kesana sekarang " panik Alvian dan langsung menutup panggilan telepon


" kenapa Al " tanya papa


" aku mesti balik Jakarta sekarang pa , papa Hans kena serangan jantung" jawab Alvian.


chesa yang duduk di gazebo bersama kennan pun terlonjak kaget, dan berjalan menghampiri suami dan papanya


" kenapa kak ?" tnya chesa


" papa kena serangan jantung , aku mesti balik sekarang. kamu disini saja dulu sampai Ken selesai ujian baru sekalian aku jemput ya ,aku pergi dulu


pa ma aku berangkat sekarang , kamu baik-baik disini nanti aku kabari " Alvian pun langsung bergegas masuk kedalam rumah untuk mengambil kopernya.


................... bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2