Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 26


__ADS_3

keesokan hari yang begitu cerah menyambut senyum ceria Alvian yang 1harian mengurus putra sambungnya.


dia meminta cuti 2hari kedepan demi kebersamaan dengan kennan.


mulai dari malam saat mau tidur hingga hari ini dia memandikannya , memakaikan baju serta sarapan bersama walaupun ada orang tuanya dan juga adiknya. tapi mama juga Vania mendiamkan Alvian , sedangkan papa akan berbicara pada Alvian jika ada kepentingan saja.


walaupun awalnya mendapat penolakan dari kennan Alvian terus mendekat dirinya pada putra sambungnya.


" ken , nanti berikan ini pada mamih " Alvian menyerahkan bucket bunga.


"iya pih " Ken memangkunya


saat dalam perjalanan menuju rumah sakit ayah dan anak tengah menikmati alunan lagu dan ikut bernyanyi.


" okei kita sudah sampai , sebentar ya papi bukain dulu " Alvian turun membukakan pintu mobil untuk anaknya


kedua ayah dan anak berjalan sambil tersenyum manis pada orang yang melihat mereka.


****


tokk..tokk


" permisi " salam Fanny yang masuk bersama Damian


" hai.., silahkan masuk dan duduk " chesa mempersilahkan keduanya duduk.


" bagaimana keadaan kamu ?" tanya Fanny


" sudah membaik , kalian kok tahu aku dirawat disini?" tanya chesa bingung


"oh , aku tahu dari Edward dan Gilang , terus aku ajak kak Damian datang " jelas Fanny


" oh ya chesa ini ada buah-buahan jangan lupa dimakan.


kamu sendirian disini ?" tanya Damian


" tadinya ada Erick cuma karena dia ada meeting pagi-pagi jadi ya aku sendirian sekarang," jelas chesa


" loh dia kerja dimana?" tanya Damian


"Erick itu siapa ? " timpal Fanny


" Erick tuh adiknya chesa " jawab Damian


" Iya, papa buka perusahaan cabang yang baru disini jadi dia yang nerusin"


drrtt...drrtt...


" sebentar aku angkat telepon dulu " Fanny pergi keluar


disaat Fanny keluar mengangkat telepon dan meninggalkan Damian dan chesa berdua didalam.


" ches, aku ingin minta maaf untuk dulu yang pernah aku lakukan padamu " ucapnya Damian


"mungkin ini sudah terlambat untuk mengucapkan minta maaf padamu tapi saat itu aku tidak punya keberanian untuk menemui mu.


dan mungkin ini saat yang tepat untuk ku minta maaf pada mu ,"


" aku tahu kesalahan yang ku perbuat benar-benar fatal tapi rasa bersalah itu menghantui ku dan saat ku lihat Ken yang tidak mau memanggil ku dengan papa tapi dengannya dia memanggil ku om sudah cukup baik bagi ku, ches maukah kau memaafkan ku ?" tanya Damian


chesa menimang semua ucapan Damian bila kalau diingat memang sakit ,dulu ia rela berbohong kepada orang tuanya demi pria yang dihadapannya sekarang ini.


dan sampai-sampai ia harus dicuekin oleh keluarganya.


sampai dimana anaknya merayakan umur 1tahun Damian kedapatan bermesraan dengan seorang wanita dikamar mereka sendiri.


setelah apa yang sudah diperbuatnya baru disesali dan meminta maaf pada chesa.


" baiklah aku maafkan ,tapi aku ingin kamu jangan mengulangi yang sama lagi pada Fanny." ucap chesa


" iya terimakasih banyak" ucap Damian


" aku mau ke toilet dulu " chesa pelan-pelan beranjak turun dari ranjang.


Damian melihat chesa sedikit kesusahan untuk turun dari ranjang dengan sigap Damian langsung berjalan memutari ranjang dan berdiri disamping chesa sambil memegang tiang infusnya


" nanti sudah sampai depat toilet kamu bawa masuk sendiri ,kalau sudah selesai jangan segan-segan panngil aku " ucap Damian sambil menuntun chesa dan sebelah tangannya memegan tiang infus.


" terimakasih " chesa pun menutup pintu toiletnya


5menit kemudian chesa pun sudah keluar dari toilet.


" sudah" Damian kembali menuntunnya


" hem.. sudah " jawabnya


disaat keduanya bergandengan berjalan menuju ranjang dari arah pintu ada yang masuk secara langsung tanpa ketok pintu .

__ADS_1


" mamih.." teriak kennan yang sudah berlari masuk.


sedangkan Alvian berdiam diri mematung diambang pintu.


dia melihat apa yang dua orang depan ini lakukan.


mimik wajahnya memerah dan tangannya mengepalkan sampai buku-buku ditangannya memutih.


" hei... sama siapa kesini ?" chesa yang sudah duduk di ranjang


" sama papih Mih, eh ada om Damian " Ken menyapa Damian


" kak , " panggil chesa


Alvian pun terlonjak saat beberapa kali chesa memanggilnya.


" kenalin ini suami ku " chesa memperkenalkan pada Damian.


" Damian " Damian mengangkat tangan kanannya untuk bersalaman dengan Alvian


" Alvian " balasnya dengan menyambut jabat tangannya


tidak ada lagi percakapan diantara mereka , hanya ada celotehan dari kennan.


" ehem.. ches kalau begitu aku pamit dulu ya , semoga cepat sembuh ya " pamit Damian


" loh tapi si.." belum sempat melanjutkan ucapannya terpotong sama Damian


" iya, nanti aku susulin saja , Ken om Damian pamit pulang dulu ya , nanti kalau ada waktu kita main-main lagi ya " ucap Damian .


" ya sudah aku pamit dulu ya , " pamit Damian pada mereka.


Damian pun berjalan keluar mencari keberadaan Fanny .


namun beberapa langkah seseorang memanggilnya dia pun berbalik melihat.


" Damian , tunggu sebentar " panggil Alvian


"ya " jawabnya


" bolehkah aku jujur , bolehkah kau berjaga jarak dengan istri ku karena aku tidak suka kau dekat dengannya" ucap Alvian langsung


Damian tersenyum mendengar ucapan Alvian.


" apakah aku juga boleh jujur ?, bolehkah kau berjaga jarak dengan perempuan lainnya selain istrimu , aku tidak suka kau menyakitinya. permisi " Damian langsung pergi


Alvian tidak bisa berkutik ketika Damian mengatakan hal itu.


*****


" kenapa ?" tanya Alvian pada chesa.


" kepalaku sedikit sakit " jawab chesa lalu membaringkan diri.


" Ken , menggambarnya disana saja ya "


" iya pih " jawabnya.


" sini aku pijit" tawar Alvian


" tidak perlu kak" jawab chesa.


bruuaakk (suara pintu dibuka dengan kasar)


" chesa sayang " mama Meira langsung memeluk putrinya.


" mama , papa " chesa terkejut melihat kedatangan kedua orangtuanya.


" kamu itu selalu seperti ini ada apa-apa tetap tidak mau kabari papa sama Mama " tangis mama pecah


Alvian yang melihat kedatangan kedua mertuany langsung memberi salam kepada keduanya.


namun bukan salaman yang ia malah tatapan tajam.


" kamu itu suami yang seperti apa hah! istri kamu hamil saja kamu tidak tahu dan sekarang malah chesa keguguran " hardik mama


" mama " ucap chesa


"kenapa kan benar apa yang mama katakan " hardik mama .


" sudah ma, kita lagi dirumah sakit ,mama mau kita diusir keluar " papa mengingatkan.


" papa ini bukannya bantuin mama malah ingatkan " dumel mama


" hulf.. Al bisa kita berbicara diluar sebentar" ajak papa


" bisa pa " jawabnya.

__ADS_1


kedua lelaki dewasa pun keluar dari ruangan chesa dirawat.


sedangkan Ken yang langsung memeluk Omanya.


*****


" Al , papa tahu segalanya dan hal ini kami sembunyikan dari mama . papa kecewa terhadap kenapa kau seperti ini " ucap papa


" maaf pa , ak..aku.. aku" ucapnya gugup


"bukan maaf yang ingin aku dengarkan , aku ingin mendengar penjelasan kamu.


apa kamu tidak serius dengan pernikahan kalian ? kalau ya maka ceraikan chesa " ucap papa lantang


" pa ," Alvian langsung menatap wajah papa mertuanya


" kenapa ?jika kamu masih berhubungan dengan mantan istrimu maka lepaskan putri ku,"


" tidak pa , aku tidak bisa hidup tanpa chesa pa , dan aku akan menjelaskan semuanya sama papa " Alvian pun langsung menjelaskan semuanya kepada papa Liam


20 menit kemudian


" ribet sekali kehidupan mu , baiklah jika chesa ingin pulang ke Medan maka kamu izinkanlah , biar dia tenangkan pikirannya disana." ujar papa


" iya pa , aku harus memilih itu dari pada aku cerai sama chesa dan aku juga tidak mungkin melanggar janji suci ku "


" bagus kalau kamu bisa berpikir begitu tapi jangan hanya .. " papa belum selesai bicara seseorang datang memanggil menantunya


" mas.. " panggil Nisya


matanya Alvian melotot melihat kedatangan Nisya yang tiba-tiba apalagi disaat kedua Mertuanya datang berkunjung.


" mas , ternyata kamu disini ? aku cari kamu di kantor tapi aku dilarang masuk " Nisya berbicara dengan manja


" ehem.." papa Liam sengaja berdehem


" mas ,kapan kamu pulang?" tanya Nisya


" hei nak , kenapa kamu terus mengganggu menantu saya ? Dan kalian itu sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi , juga Alvian sudah menikah dengan Putri saya apakah pantas seorang mantan istri terus datang menghampiri mantan suaminya." ucap papa


" maksud om apa ?"


" hei pelakor !!! " teriak mama Rania yang datang tiba-tiba


ketiganya terperanjat melihat mendengar seseorang memanggil Nisya dengan sebutan pelakor


setelah dilihat ternyata yang memanggilnya adalah mamanya Alvian yang datang bersama Robin.


dan begitu juga orang yang disekitar mereka melihat kearah mereka dan ada orang yang berbisik-bisik


" kamu itu ya tidak tahu malu ya masih cari suami orang , apa yang disiram kopi tidak mempan ya , atau kamu mau aku siram kamu pakai air keras biar rusak sekalian wajah kamu itu , dan berhubung kita masih dirumah sakit juga.ujar mama Rania yang sudah berdiri sejajar dengan mereka bertiga.


" Robin , " mama Rania memanggil keponakannya


" iya Tante. , kamu pergi cari Vania dan minta air keras sama dia dan bawa kesini sekarang!" ketus mama Rania


Robin pun segera pergi sesuai perintah tantenya sedangkan orang yang dikatakanny langsung pergi tanpa pamit.


ia tahu mantan mertuanya tidak pernah main-main dengan yang diucapkan


terlebih ia juga tahu kalau mertuanya dari awal memang tidak menyukai kehadirannya.


" mana ma.. mana biar aku saja yang siram dia " Vania langsung datang membawa air keras


" Robin , kamu beneran?" mama Rania terkejut melihat kedatangan putrinya bersama keponakannya


" tapi Tante yang suruh , tadi saat aku ketemu Vania dan menceritakan padanya , Vania langsung mengambilnya dan membawanya kesini " ucapnya.


mama Rania langsung memijit pelipisnya


" ya ampun aku hanya mengertaknya dan dia menanggapi dengan serius" gumam mama


" mana perempuan itu ma mana " Vania sibuk mengedarkan pandangannya


" sudah pergi" jawab Alvian


" diam kamu aku tidak bertanya pada mu " ketus Vania


Alvian langsung melototkan matanya


" sudah sudah , Vania kamu kembali berkerja sana "


", mas kok disini Mei kemana ? " timpal mama


" Meira sedang berada diruangan bersama chesa " jawab papa Liam


" ya sudah yuk Robin kita ke jenguk chesa , mas kamu jangan terlalu banyak bicara dengan orang di sampingmu itu mas " sindir mama Rania langsung pergi

__ADS_1


" sabar Al ... sabar " papa menepuk pundak menantunya lalu pergi menyusul mereka.


alvian menghela nafasnya disaat orang-orang yang kecewa padanya dan tidak mau mendengar penjelasannya namun dia juga bersyukur disaat itu juga masih ada yang mau mendengarkan pucuk permalasahannya.


__ADS_2