Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 42


__ADS_3

" sayang... sudah belum ?" teriak Alvian


" iya iya .. kenapa sih kamu harus teriak-teriak segala. " dumel chesa sambil memasang anting


Alvian tidak bergeming ,matanya membulat saat melihat wanita yang ada didepannya yang begitu cantik hari ini dan yang membuat Alvian menelan ludah saat melihat pakaian chesa yang begitu pas dilekuk tubuhnya serta model pakaiannya yang ada robekan dibagian dada yang sengaja di buat oleh perancang hingga membuat belahan d*d* terlihat


Dengan perutnya yang membesar serta dibagian atas yang juga tambah besar membuatnya merasa tidak tenang.


" yank, kok bengong ayo buruan." panggil chesa menyadarkan Alvian.


" tunggu-tunggu kamu tidak ada pakain lain lagi sayang kecuali ini ?" Alvian mencegat chesa berjalan


" kebanyakan nggak muat lagi , dan hanya ini yang nyaman dibadan ku, kenapa?"


" aku nggak suka lihat kamu pakai ini kesana , boleh ganti bajunya ?" pinta Alvian


" nggak suka gimana sih !? , lagian aku sudah nggak ada pakaian yang muat lagi " chesa yang mulai kesal


" i..ini lihat kamu nggak takut apa kalau ada yang lihat ?!!" tunjuk Devan pada dada chesa


" ya ampun ini hanya segaris saja loh dan nggak terbuka "


" apa segaris , aku yang disini bisa lihat belahan kamu" apa lagi nanti disana akan banyak laki-laki yang melihatnya, pokoknya nggak boleh pergi dengan pakaian itu titik ."


sejenak keduanya terdiam namun terdengar isakan tangis dari chesa yang langsung membuat Alvian panik


" ya..ya.. kamu boleh pakai itu tapi janji kamu harus dekat-dekat aku terus ya ." bujuk Alvian agar chesa berhenti menangis.


" iya.. ayo berangkat " ajak chesa yang langsung merangkul pergelangan tangan Alvian.


sebenarnya chesa hanya pura-pura menangis saja hanya untuk menyelesaikan perdebatan pakaiannya saja.


namun untuk pakaian memang sudah tidak ada yang muat padanya lagi hanya pakaian yang dipakainya yang muat dan itu juga adalah pakaian kesukaannya


mobil yang Alvian kendarai pun tiba disebuah hotel megah dimana acara resepsi pernikahan Robin dan Aulia diselenggarakan.


tidak sedikit tamu yang datang , kebanyakan tamu undangan adalah rekan kerja kantor Robin dan kerabat juga keluarga pihak kedua mempelai.


" ingat apa yang tadi aku bilang dirumah ya yank ?" ucap Alvian saat sudah berdiri didepan pintu masuk


" iya..iya.. " ucap chesa


keduanya pun masuk kedalam terlihat begitu megah , lampu gantung yang mewah , buket bunga mawar merah sebagai dekorasi pelaminan dan penerangan yang begitu bagus agar bisa menambah kesan keindahan acara resepsi.


" woii Alvian apa kabar ?" sapa salah satu rekan kerja Alvian dulu.


" baik-baik " balas Alvian


" wah semenjak menikah tidak ada kabar tahu-tahu sekarang sudah mau punya anak ya " canda rekannya.


" bisa saja , ya sudah aku ke sana dulu ya mau ngasih ucapan selamat dulu sama pengantinnya." pamit Alvian


" oke.. oke .."


banyak beberapa tamu menyapa Alvian karena mereka adalah mantan rekan kerja Alvian saat berkerja di perusahaan property dan ada beberapa orang juga menyapa chesa .


namun kebanyakan wanita yang menyapa Alvian dan menebar pesona padanya.


namun Alvian tidak menanggapinya.


" selamat ya Lia semoga langgeng ya dan cepat dapat momongan" ucap chesa pada Aulia


" terimakasih sudah datang bumil sudah datang" Aulia membalas pelukannya chesa

__ADS_1


"selamat ya rob , akhirnya lepas lajang juga lu." ucap Alvian


" ya tentu dong, emang kalian saja yang bisa enak-enak'an" jawab Robin


mereka berempat pun tertawa terbahak-bahak karena ucapan Robin yang blakkan


" yank , aku haus." ucap chess


" sebentar, kamu duduk disini dulu aku ambilkan."


" wow bumil kita seksi banget sih nih " ledek Julia yang datang menghampiri chesa


" istrinya siapa sih ini " ledek Kirana


" pada gosip apaan ini , wow kakak ipar cantik banget malam ini " timpal Vania yang baru melihat kakak iparnya.


"kalian ini ya habis makan apa sih kok ngomongnya terdengar mengerikan sekali " canda chesa


" oh ya kak Abang mana ?" tanya Vania


"lagi Ambi minuman, kamu datang sama siapa ? " tanya chesa karena ia tidak melihat David


" tuh pawangnya " tunjuk Vania ke arah David sedang ngobrol dengan orang Gilang dan Edward


" ya sudah aku balik kesana kamu mau ikut ? " tanya Julia


" nggak apa-apa sebentar lagi Alvian juga balik." jelas chesa


" ya sudah kita tinggal dulu ya , nanti nyusul ya " ucap Julia mulai berjalan pergi


sudah 5 menit berlalu tapi Alvian belum kembali juga , chesa bingung antara mau samperin atau tunggu tapi bila samperin takutnya nanti Alvian kembali dan tidak menemukan chesa , tapi kalau tidak samperin ia sudah kehausan.


ia pun memutuskan untuk samperin suaminya tapi baru jalan 1 langkah seseorang telah menyapanya.


" apa kabar nyonya chesa Dharmawan." sapa Denny


"apa kabar chesa ?" tanya denny


" baik pak , bapak sendiri? sudah lama tidak ketemu ya pak ." ucap chesa


" baik , kamu ? sudah berapa bulan?" tanya Denny ketikta matanya melirik ke perut buncit chesa


" oh sudah mau masuk tujuh bulan pak, bapak sama siapa ?" tanya chesa sambil menoleh ke kiri kanan


" duduk dulu ches, tidak baik wanita hamil berdiri lama-lama ." Denny memintanya duduk dulu


" he-he-he iya bapak juga ." balas chesa


keduanya pun duduk dan ngobrol bersama, namun dikejauhan seseorang menatap tajam seperti sedang menggunci musuhnya bak seorang elang yang tengah memantau mangsanya.


Denny dan chesa terlihat begitu akrab tidak ada kecanggungan diantara mereka.


Alvian yang terus melihat tidak tahan lagi dia pun langsung menghampiri istrinya yang terlihat tertawa lepas saat sedang ngobrol dengan Denny.


" sayang , ini minumannya." ucap Alvian sengaja agar menghentikan obrolan mereka


" kamu kemana aja ? , ini sudah diambil sama pak Denny "


" tadi ketemu sama teman papa jadi ngobrol-ngobrol sebentar." jawab Alvian.


" oh , gitu m"


" apa kabar Alvian " Denny mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan

__ADS_1


" baik , " balas Alvian dingin


" baiklah kalau begitu aku kesana dulunya, selamat menikmati.". ucap Denny lalu berjalan pergi.


chesa pun memakan puding yang diberikan Denny tadi namun mata Alvian melirik apa yang chesa makan dan dari mana .


" makan apa tuh yank ? tanya Alvian yang duduk disampingnya chesa


" hmm ini puding tadi bawakan sama pak Denny " jawab chesa santai.


" haiiizz ... sini sini " Alvian meminta pada chesa


" dah habis ,hehehe"


Alvian mengusap wajahnya , lalu dia beranjak berdiri dan mengajak chesa pulang


" kok cepat banget pulangnya?" tanya chesa


" kenapa ? mau ngobrol sama Denny itu lagi , kenapa sih suka banget bikin kesal. ". gerutu Alvian di akhir ucapannya


" hmm apa yank? nggak kedengaran" tanya chesa


" nggak ada apa-apa , ayo kita pulang." ajak Alvian


" tunggu bilang dulu sama papa dan mama sekalian bawa Ken pulang." Alvian menghentikan langkahnya saat chesa tidak mengikutinya


" Ken , nginap dirumah mama tadi katanya besok Vania dan David akan membawanya jalan-jalan." jelas Alvian


" ooh.. sebentar kita pamit dulu sama tuan rumah nya nggak sopan tahu." gerutu chesa dan berjalan dahulu meninggalkan Alvian yang berdiri mematung.


****


sesampainya di rumah chesa langsung masuk kedalam kamarnya yang kini berada di lantai dasar


sedangkan Alvian duduk di ruang tengah dan menengadahkan kepalanya entah apa yang dipikirkannya.


sesaat ponsel chesa yang berada di meja yang ada diruang tengah berdering


lamunan Alvian pun buyar


" Vania calling" lirih Alvian


"hallo " Alvian langsung menggeser ikon hijau kekanan


" Abang , kak chesa mana ?" tanya Vania


"lagi dikamar , kenapa ?" tanya Alvian


" aku mau ajak kak chesa ke mall besok, besok siang aku jemput tolong bilangkan ya bang , makasih bang. bye " Vania langsung menutup teleponnya


" kenapa aku nggak diajak? gerutu Alvian sambil menatap ponsel chesa


" apa ada yang telepon ?" tanya Alvian yang baru siap mandi


" Vania yang telepon , katanya besok dia mau ajak kami ke mall , besok siang dia datang jemput kamu."


" oh.. ya sudah " chesa berjalan ke dapur meninggalkan Alvian yang terus melihatnya


" bajunya udah aku siapkan ." chesa meletakkan susu hamil miliknya dimeja lalu duduk di samping Alvian


" aku kan nggak pernah pake baju ketika tidur?" ucap Alvian yang mengelus perutnya chesa


" yank, mulai sekarang kamu harus biasakan diri loh , setiap pagi aku harus panik kalau Ken masuk ke kamar kita . "

__ADS_1


" aku coba deh , aku mandi dulu." Alvian mengecup pipi tembem istrinya sebelum masuk kedalam kamar


...................bersambung...................


__ADS_2