Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 19


__ADS_3

tatapan mata Alvian dan chesa bertubrukan, chesa yang melihat Alvian hanya tersenyum padanya.


dan berjalan masuk kedalam sambil membawa parcel buah untuk mertuanya.


" pa , ma " chesa menyalami kedua mertuanya


" kamu dari mana sayang , kata Ken kamu pergi berbicara dengan seorang perempuan siapa itu ches ?tanya mama penasaran.


" tadi kebetulan aku ketemu dengan seseorang yang ku kenal dan karena sudah lama tidak bertemu ya kami berbicara sebentar , sekalian aku beliin buah buat papa " bohong chesa pada mertuanya.


" maaf ma aku harus bohong " batin chesa


chesa meletakkan buah diatas meja ,dan berbicara dengan papa mertuanya.


" pa , gimana apa sudah lebih baik?" tanya chesa dan melirik ken yang sedang menggambar


" sudah ches, kamu tidak perlu bawa buah segala" ucap papa


" kalian sudah makan?" tanya mama


" belum ma ," ucap Alvian dan chesa serempak


" ya sudah kalian makan dulu sana keburu nanti sakit perut" timpal papa


" mih , Ken pengen makan kentaki ."


" ya sudah ayo kita pergi makan " ajak chesa


" tidak mau , maunya makan disini saja ,Ken capek mih ." ucapnya kennan


" ya sudah mami pesan dari ponsel " ucap chesa.


" tidak perlu didekat sini ada yang jual ,kita pergi beli bersama saja " Alvian sengaja mencegah chesa pesan dari ponsel.


" ya sudah mamih sama papih pergi beli dulu kamu sama Oma dan Opa disini ya, jangan repotin Oma ya sayang " pesan chesa lalu berjalan pergi dan diikuti Alvian.


chesa yang sedang duduk menikmati minuman sodanya sambil menunggu suaminya.


Alvian memintanya untuk duduk menunggu saja


chesa yang terus mengaduk minuman dan pikirannya memikirkan hal yang dia bicarakan dengan perempuan tadi.


flashback


*ibu dan anak yang sedang berdiri disamping pintu kamar VIP bersiap-siap untuk memberikan kejutan untuk orang yang sedang berada didalam.


seorang perempuan datang menghampirinya bertepatan saat terdengar tepukan tangan dari dalam ruangan.


"Ken masuk dulu ya ,mama mau bicara dulu sama Tante itu " ucap chesa


ia dan perempuan yang berambut panjang duduk di cafe terdekat


keduanya saling memandang tanpa bicara.


" langsung saja , aku tidak ingin Alvian panik mencari ku. "ucap chesa ketus.


"heh.. sok kecantikan" gumam Nisya


" aku mau kamu dan putramu itu pergi tinggalkan Alvian, biar kamu tahu dia masih mencintaiku dan asal kamu tahu beberapa hari ini aku yang memasak makanan untuknya." ucap Nisya langsung.


" sudah gitu saja ?" tanya chesa.


" aku tidak tahu ada hubungan apa kamu dengan suamiku, jika dia memang masih mencintai mu untuk apa dia menikahiku sampai dia harus mengucapkan janji sucinya didepan altar." ucap chesa


"ya kan itu cuma paksaan dari orangtuanya saja untuk menikahimu " seru Nisya.


" paksaan? , bagaimana kau tahu ? jika kamu berpikir bisa merebutnya dari ku silahkan saja, aku mau lihat apakah kau mampu merebutnya, kalau begitu aku harus pergi menjenguk mertuaku, oh ya minumannya sudah aku bayar hari ini aku sedang berbaik hati. " chesa langsung pergi.


Nisya yang masih duduk mengepalkan tangannya dan malu.


flashback off.


" apa kamu tidak mau mengatakan padaku ?" tanya Alvian yang sudah duduk didepannya.


" tidak, nanti saja aku masih capek , kalau sudah membelinya ayo kasihan Ken sudah menunggu kita " chesa langsung berdiri dan pergi.


Alvian yang melihat kelakuan chesa seperti itu hanya bisa menghela nafasnya,tapi bagaimana pun Alvian begitu mencintainya.


dia mengejar chesa yang sudah berjalan jauh dan ketika Alvian sudah mengimbangi jalannya chesa dia langsung merangkulnya tanpa penolakan dari chesa.


" cuit..cuit... ada pengantin baru nih " ledek Vania


" apa sih Van " chesa malu diledek di tempat umum.


".kamu itu ya , kerja sana cari uang yang banyak buat nanti nikah." ujar kennan


Alvian dan chesa bertemu Vania di lobby, saat Vania sedang berdiri didepan receptionis.


ia melihat sepasang suami isteri tengah berjalan bersama sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


" Habis dari mana kak ?" tanya Vania sambil berjalan bersama mereka.


chesa mengangkat bungkusan plastik ditangannya yang berlabel huruf M .


"buat siapa kak ?" tanya nya lagi


"buat kennan" jawab chesa.


" what kennan datang kak ,kenapa kakak tidak kabarin sih nih juga Abang." Vania langsung berjalan cepat ke lift dan menekan tombolnya.


chesa dan Alvian menggelengkan kepala melihat tingkah Vania seperti anak ABG saja padahal dia sudah dewasa.


tokk..tokk..


"permisi apakah disini ada kennan andrelio ?" tanya Vania.


" auntyyy... " Ken begitu senang melihat Vania hingga dengan cepat-cepat dia turun dari sofa


" aduhh.. kangen banget onty ,muach "


" Ken juga kangen onty , tapi ken akan tinggal disini seterusnya kata mamih "


" benarkah!!!... senangnya " Vania memeluk Ken kembali'


" sudah-sudah pelukannya nanti baru lanjutin lagi , Ken makan dulu sayang " ucap Alvian


" bentar ya onty Ken makan dulu" Ken langsung pergi mencuci tangan


" siap kapten "


kedua orang Alvian begitu bahagia melihat anak-anaknya dan cucunya seperti ini , hal ini yang mereka inginkan berkumpul bersama dan tertawa bersama.


****


malam ini mama dan Vania yang akan menemani papa dirumah sakit , itupun atas permintaan mama Rania .


" besok papa sudah diperbolehkan pulang , tapi untuk sementara ini aku harus menggantikan papa dikantor."ucap Alvian


" iya tidak apa-apa sementara papa istirahat dulu dirumah." ucap chesa sambil mengelus rambut kennan yang sedang tertidur dipeluknya


Alvian membawa istri serta anaknya pulang ke apartemen yang 3hari ini di kosongkan.


sesampainya di basement parkiran Alvian menggendong Ken dan menarik koper kecil , sedangkan chesa menarik koper besar.


apartemen Alvian sudah di renovasi saat dia dan chesa akan menikah.


apartemen Alvian hanya terdiri 2 kamar tidur.


selesai mengurus Ken ,chesa pun kembali ke kamarnya untuk mandi, namun saat ia tiba di kamar , pemandangan yang merusak mata setiap orang yang melihatnya..


dengan hal kebiasaannya Alvian setiap malam hanya memakai boxer saat menjelang tidur.


melihat'itu chesa berpura-pura tidak melihat apa-apa dan hanya berjalan terus masuk ke kamar mandi.


" kok langsung nyelonong masuk hmm" Alvian menarik pinggang chess.


"aku mau mandi dulu , badan ku terasa lengket dan capek " ucap chesa.


"tunggu , kamu tidak merindukan ku " Alvian memeluk chesa dan mencium tekuk leher chesa.


" yank , ada yang mau aku tanya " ucap chesa yang sudah berdiri menatap manik mata Alvian.


Alvian melihat kedua bola mata chesa yang terlihat seperti ingin membicarakan hal serius. dia pun melonggarkan genggamannya.


" ini dipakai dulu celananya " chesa memberikan celana pendek padanya.


Alvian pun memakainya dan duduk di sofa bersebelahan dengan chesa yang sudah duduk dan menundukkan kepalanya.


" hei.. kamu mau tanya apa hmm , sepertinya serius " Alvian menggenggam tangan chesa.


" aku mau kamu jujur sama aku ," ucap chesa


"iya aku akan jujur padamu apa pun pertanyaannya" jawabnya


" apa kamu masih mencintai Nisya ?, dan apakah kamu menikahi ku karena keterpaksaan dari kedua orang tua mu ?" chesa memandang Alvian


" huh.. aku itu sudah tidak punya perasaan sama dia lagi sayang ,aku tuh cuma mencintai kamu. dan soal menikahi mu itu murni dari niatku sendiri tanpa keterpaksaan dari orang tua ku " jawabnya.


" kenapa kamu bisa memikirkan hal itu sih sayang ? atau ada yang bicara yang tidak-tidak padamu ? siapa orangnya"


" tadi Nisya datang ke rumah sakit dan aku bertemu dengannya lalu kami berbicara dicafe terdekat." ucap chesa.


" sudah ku duga " gumam Alvian


chesa melihat Alvian , bagaimana dia bisa tahu kalau chesa bertemu dengan Nisya .


" apa yang dia katakan padamu ?" tanya Alvian


chesa terdiam saat Alvian menanyakan apa yang Nisya katakan padanya.

__ADS_1


" ceritakan semuanya pada ku , dan ada satu hal yang harus kamu tahu ,tapi aku ingin kamu menceritakan apa yang dia katakan padamu dulu" Alvian sudah tahu saat siapa yang dimaksud kennan dengan tante-tante itu.


chesa pun menceritakan semuanya pada Alvian


tentang ucapan Nisya padanya.


"F**k" geram Alvian


plakk...


chesa memikul punggung Alvian , Alvian pun terkejut mendapatkan pukulan dari istrinya.


" mulutnya loh , sekarang ada kennan yang tinggal bersama kita kalau bicara tuh dijaga " imbuh chesa


" iya iya maaf, habisnya aku tidak sangka dia bicara seperti itu , dan sayang aku ingin menjelaskan semuanya pada mu saat kita bertengkar kemarin " ucap Alvian.


" aku tidak ingin memikirkannya lagi ,jadi tidak perlu dibahas " ujar chesa.


" tapi aku ingin menjelaskan semuanya pada mu sayang , "


" saat pertama kali kita pergi membeli pakaian untuk kennan ,aku itu juga lagi lihat-lihat tapi saat aku melihat..." Alvian menghentikan bicaranya


" melihat apa ? " tanya chesa ,matanya sudah menatap tajam seperti elang yang siap memangsa


" he-he-he.. lihat lingerie , niatnya mau beliin buat kamu pakai nanti kalau kita nikah,malah ketemu Nisya disana terus dia langsung merangkul tanganku,lalu aku sadar kalau aku kesananya kan bareng kamu pas aku lihat-lihat ternyata kami sudah dikasir.


" aku nggak sangka kalau pikiran kamu seperti itu .


dan saat aku berdiri dikasir ya itu aku lagi kesal tahu ,masa mau aja dirangkul sama perempuan lain dan di tempat bagian lingerie lagi."


"terus dihari pernikahan kita , disaat kamu pergi istirahat yang Erick mengantar kamu ke kamar hotel yang sudah aku check-in ,dia memang ada datang ,tapi aku berani sumpah loh yank aku tidak mengundangnya datang , dan biar kamu tahu saat Nisya pergi teman sekolah ku dulu semuanya pada menghakimi aku loh yank"


"Halah.."


" terus yang saat kita belanja di supermarket itu juga kita ketemuan juga tidak sengaja, dan aku juga langsung perkenalkan kamu ke dia, tapi pulang-pulang kamu langsung diamin aku tapi gitu-gitu masih dapat jatahlah aku nya." muach Alvian mencium pipi istrinya.


" nah kalau yang terakhir ini kamu salah paham , dia memang ada telepon aku dan meminta pertolongan ku dengan alasan dia sedang ada masalah dan dia sedang ketakutan. , tapi aku sudah mengatakan padanya kalau aku dan dia sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi,juga memintanya untuk tidak menghubungi ku lagi dan dia terus memohon-mohon padaku untuk bertemu denganku ,ya aku bilang nanti aku kembali dari Medan.


" terus kamu balik ke Jakarta dan ketemu dia juga kan ,dan makan masakannya kan " cela chesa


" kata siapa sih yank , biar kamu tahu selama aku menggantikan papa di kantor aku tuh terus makan delivery tahu . nih lihat perut aku buncit begini" ucap Alvian ketus


"bagus dong berarti kamu cocok dengan makanan delivery, dan aku juga bisa santai dirumah juga tidak perlu repot-repot masak lagi."


" kok gitu sih sayang, memangnya kamu sudah tidak sayang padaku lagi " Alvian mengerucut bibirnya


" tapi dia bilang sering masak kasih kamu makan !!.."


"iya sih,ta..tapi aku tidak memakannya aku berikan ke sekertaris papa , kamu jangan marah dan cuek lagi ya , please.."mohon Alvian.


"apaan sih , sudah aku mau mandi dulu "


"tunggu dulu , persoalan kita sudah clear kan sayang "


" Hem.."jawab chesa.


" Hem apa sayang "


" iya ,iya. sudah clear tapi awas ya jangan sementang mentang aku sudah maafin permasalahan kita, dan bisa kamu ulang-ulang." dumel chesa dan berlalu masuk ke kamar mandi.


20menit kemudian chesa sudah selesai, ia melirik ke suaminya yang duduk di sofa sambil menatap layar laptop


" kamu kalau ngantuk tidur saja dulu " Alvian membuka suara.


" ya sudah aku duluan ya, kamu jangan malam kali tidurnya."


"Hem.."


****


chesa menggeliat ia merasa ada deru nafas dilehernya dan dibagian inti gundukannya seperti ada yang tidak biasa.


dan sekarang dibagian bibirnya merasa seperti ada benda kenyal menyentuh.


tidak lama rasa itu berpindah ke gundukannya yang sintal hingga tanpa disadarinya ia melenguhkan su


merasa teganggu ia pun mengerjapkan matanya.


ia melihat Alvian yang sudah berada diatasnya dan 2 kancing piyamanya sudah tebuka karena ulah Alvian.


Alvian yang merasa mulai ada pergerakan dari chesa , dia pun berhenti menatap chesa yang sudah terbangun dari tidurnya.


" aku menginginkan kamu, boleh ?" ucapnya dengan suara berat yang sedang menahan nafsunya.


"ehmm"


Alvian tersenyum mendengar chesa hanya bergumam


dan langsung melu*** bibir istrinya.

__ADS_1


malam mereka hari ini diisi dengan pergulatan panas diatas ranjang.


................... bersambung...................


__ADS_2