Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 38


__ADS_3

terimakasih semuanya para readers...


maaf baru updat sekarang dan mohon maaf jika ceritanya agak membingungkan kalian semuanya.


**sebelumnya aku ingin ucapkan


...🎄SELAMAT NATAL 🎄...


...&...


...🎉TAHUN BARU 🎉...


" kamu pasti salah paham pi , itu bukan aku " Nisya terkejut melihat fotonya yang ada dimeja


" apa kau bilang ini salah paham , sudah sering ku maafkan perlakuan mu tapi apa kau masih saja mengulanginya lagi " hardik pria yang berdiri dihadapan Nisya


Nisya menangis begitu keras sambil memohon maaf pada suaminya


" akan ku urus perceraian kita , dan hak asuh Kimmy aku pastikan jatuh ditangan ku " ucapnya langsung pergi meninggalkan Nisya yang terduduk menangis


seketika nama Kris terlintas dipikirannya dengan segera ia bangkit dari duduknya dan berjalan memasuki mobilnya.


namun sebelum ia menjalankan mobilnya Nisya memperbaiki riasan wajahnya lalu ia menjalankan mobilnya.


setelah memarkir mobilnya dengan baik Nisya meraih hand bag nya dan langsung masuk kedalam kantor yang akan dia temui.


sesampainya diruang direktur utama nisya kembali memoleskan lipstik namun samar-samar dia mendengar suara orang ketawa di sebuah ruangan yang berada disebelah kirinya.


penasaran dengan suara orang tertawa juga mengenal suara orang yang sedang berbicara Nisya pun mendekatkan telinganya.


" wah.. beneran lu langsung lihat dengan kepala mata lu sendiri??!" tanya Alvian


" iya , mungkin Dewi Fortuna sedang berpihak pada kita " ucap Gilang dan di selingi gelak tawa


" nih gue perlihatkan fotonya " Gilang mengeluarkan beberapa lembar foto seorang wanita yang tengah bermesraan dengan seorang pria.


" ternyata dia dari dulu tidak pernah berubah, " ujar Alvian


" biar lu tahu foto-foto ini sengaja gue cuci beberapa lembar, dan sisanya Gue kirim ke suaminya " ucap Gilang


" jadi pak , aku tidak perlu menjadi Devan lagi ?" tanya Kris.


" perlu , tapi untuk saat ini kamu jangan bertemu dengannya dulu cukup berhubungan melalui ponsel ." perintah Alvian


" baiklah aku akan pulang dulu , semua urusan kantor aku serahkan pada mu kris " ujar Alvian


" lu mau kemana ?"


"mau pergi sama chesa. " Alvian langsung pergi meninggalkan keduanya.


" baiklah Kris ,aku juga pulang masih banyak urusan yang belum diselesaikan." pamit Gilang


Nisya yang bersembunyi disamping ruangan Alvian pun menghela nafasnya dan mengepalkan tangannya


saat ia akan keluar dari persembunyiannya Nisya mendengar derap langkah sepatu heels, ia pun kembali bersembunyi.


" Kris , apa kau sudah selesai?" tanya viona


" kenapa ? " tanya Kris balik


" aku mau mengajak kamu makan siang , soalnya kamu sudah jarang temani aku makan siang dan makan malam semenjak kamu harus menjadi devan dan mendekati mantan istri pak bos."; Viona menekukkan wajahnya.


" baiklah, ayo kita makan siang , tapi setelah itu kamu harus membantu ku , dan malam nanti aku akan mengajakmu makan malam " ujar Kris sambil merapikan rambut viona


" okei.. Ayuk kita makan siang bersama " ucap viona keduanya pun pergi ke kantin.


hati Nisya benar-benar sakit ketika ia mengetahui semuanya ini ada perbuatan Alvian dan temannya yang bernama Gilang


dan ternyata Devan yang ia anggap seorang direktur utama ternyata seorang asisten saja.


"aku akan membalas mu Alvian" batin Nisya .


Nisya* menginjakkan pedal gasnya dan langsung menuju ke apartemen yang ia datangi beberapa hari lalu.


dan di sebuah pusat perbelanjaan kedua suami istri yang sedang mengantri untuk membayar belanjaan bulanan mereka.


setelah selesai berbelanja mengunjungi kediaman adik istrinya yang saat ini mertuanya sedang berkunjung ke Jakarta.


hubungan chesa dan Alvian juga terlihat dingin dan chesa dan Alvian mampu menutupi dihadapan keluarga mereka.


disaat chesa pergi ke dapur untuk mengambil minuman lalu kembali meletakkan kopi di atas meja ponsel Alvian berdering.


tertera nama seseorang disana


Nisya calling....


mata chesa melihat ekspresi wajah Alvian saat melihat nama si penelepon.


" aku angkat telepon sebentar." Alvian berjalan agak menjauh dari ruang keluarga.


" sini kak , duduknya " mama menepuk sofa yang ada disampingnya.


" sayang , boleh mama bertanya sesuatu?" tanya mama Meira

__ADS_1


" ya ma.. mama mau tanya apa ? jawab chesa


" kamu dan Alvian bertengkar?" tanya mama langsung.


" ti..tidak.." jawabnya


" beneran ?.. kalau memang tidak ada baguslah ,cuma mama tidak mau kamu menyimpan permasalahan kamu sendiri , ingat tidak ada masalah bisa terselesaikan bila tidak ada jalan keluarnya, kamu mengerti maksudnya mama kan " ujar mama Meira


" hmm iya ma " jawab chesa


" kalau kamu butuhkan teman curhat kamu telepon mama langsung " pesan mama


tiba-tiba mata chesa memerah dan bulir air matanya mengalir di pipinya yang putih.


" duh kok jadi Melo gini sih anaknya mama " mama langsung memeluk chesa.


keduanya saling berpelukan tapi chesa makin menangis.


" sa..yang. " Alvian langsung diam melihat istrinya menangis.


" kamu kenapa?" tanya Alvian


" tidak ada apa-apa , kamu tahu Al bawaan hamil pasti begini ." jelas mama Meira


" kamu beneran tidak apa-apa sayang ?" tanya Alvian


" iya aku nggak apa-apa." jawab chesa dengan suara serak


" aku ada urusan penting malam ini , kamu mau aku anterin pulang atau nanti aku jemput." tanya Alvian


" jadi batal makan malam sama papa dong " ujar mama


" boleh Aku nginap disini ." tanya chesa


" tapi ken ?"


" Ken nanti biar dijemput sama Erick saja , " ucap mama Meira


" baiklah, kalau aku cepat pulang aku akan ikut nginap disini , aku berangkat dulu ya ma , sayang " Alvian langsung bergegas pergi


mama Meira tahu jika putri sulungnya sedang tidak baik-baik saja, namun karena itu adalah urusan rumah tangga dan juga putrinya tidak mengeluhkan maka mama akan membiarkan saja.


sebelum Alvian pergi ketempat yang dijanjikan Alvian lebih dulu pulang kerumahnya untuk berganti pakaian dengan santai.


lalu dia meluncur ketempat yang dijanjikan.


"kemana sih nih pada tidak angkat telepon." dumel Alvian.


" Kris.. tidak biasa dia tidak mengangkat telepon ku" gumam Alvian sambil menyetir


sesampainya disebuah club Alvian terlebih memarkirkan mobilnya dan dia mengetikkan sesuatu pada temannya Gilang lalu turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam.


hingar bingar dentuman musik bass memenuhi pendengaran dan jantung pun terasa ikut berdebar dengan alunan bass.


penerangan didalam sana cukup susah karena lampu diskonya berputar-putar hingga membuat siapapun kesulitan untuk melihat orang.


seorang wanita melambaikan tangan padanya untuk memberikan kode kalau disana , Alvian pun pelan-pelan melewati beberapa orang yang sedang dance.


" kenapa ketemuannya disini " ucap Alvian agak keras


" apa ?" teriak Nisya


" kamu kenapa tiba-tiba ajak ketemuan !!! dan kenapa ketemuan disini ?!! " teriak Alvian


" oh.. aku sedang sedih mas..., " teriak Nisya


" kenapa !!"


" , mas kamu mau temani aku kan !!!" teriak Nisya


" aku tidak bisa lama-lama sya.!!"


" tidak apa mas..!!" Nisya lalu memanggil seorang pelayan untuk mengambil minuman.


seorang pelayan meletakkan 1 gelas minuam dan sebotol minuman.


Nisya melirik Alvian yang terus melihat ponselnya, muncul senyum smirk dan sebuah ide


" mas , kenapa tidak minum?, minumlah" Nisya menyodorkan minuman pada Alvian


" iya , letakkan saja nanti akan ku minum ." ucap Alvian


" tidak tidak sedari tadi kamu tidak meminumnya lihatlah es batunya pun sudah mencair" Nisya memaksa Alvian


lalu Alvian pun meminumnya dan tangan Nisya terus menahan gelas yang masih menempel dibibirnya Alvian


Nisya pun meletakkan gelas nya , Alvian meminumnya hampir setengah gelas dan wajahnya sudah terlihat merah.


" kenapa kamu terus melihat ponsel ? pergilah mas jika itu lebih penting."


"aku ke toilet sebentar."


belum sempat Alvian berjalan dia sudah oyong , Alvian terus menggelengkan kepalanya pandangannya berputar-putar.

__ADS_1


dan dia juga merasa rasa panas yang menjalari seluruh tubuhnya.


Nisya tersenyum melihat Alvian yang seperti itu.


" mas , kamu tidak apa-apa?" Nisya pura-pura bertanya.


" sya , kamu campur apa di minuman yang kamu berikan padaku ?" tanya Alvian


" minuman apa mas,? ya aku kasih kamu minum minuman yang sama dengan ku , aku tidak mencampurkan apapun mas ."


" mungkin aku sudah lama tidak minum minuman beralkohol "


"aku akan meminta seseorang membantuku untuk membopong kamu sampai ke parkiran." ucap Nisya


" ini untuk kamu , dan terimakasih untuk semuanya." ucap Nisya pada seseorang laki-laki sambil menyerahkan uang beberapa lembar.


" mas , aku akan mengantarmu dengan taksi , bisa kamu katakan alamat rumah mu ?" tanya Nisya yang sudah duduk disebelahnya.


" sebentar " Alvian melihat ponselnya kembali


"ah . s***t"umpat Alvian karena batre ponselnya low dan matikan daya.


" mas , " panggil Nisya


" antarkan aku ke xxx " Alvian merebahkan kepalanya di senderan kursi.


" tahukan pak ?" tanya Nisya pada sang Supir taksi


" tahu mbak , " ucapnya


30 menit juga perjalanan menempuh ke alamat rumah yang Alvian sebutkan tadi.


terlihat dari luar rumah gelap dan nisya tidak menyangka ternyata mantan suaminya tinggal di perumahan elit dan rumahnya juga terbilang mewah.


tiba-tiba seorang satpam yang sedang berkeliling datang menghampiri mobil taksi mereka .


" maaf ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang satpam.


" oh ya pak ,ini saya adiknya mas Alvian , apa bapak bisa bantu saya membawanya masuk kedalam rumah?" ucap Nisya


" pak Alvian ? , oh bisa mbak mari saya bantu" ucap satpam.


sebelumnya Nisya sudah terlebih membayar ongkos taksi .


dengan sangat hati-hati Nisya dan satpam membawa Alvian masuk kedalam rumah.


" terimakasih pak atas bantuannya ." ucap Nisya


" iya sama-sama ." jawabnya


seperginya satpam yang sudah menolongnya Nisya pun menutup pintu utama rumah Alvian lalu kembali kekamar Alvian dan melancarkan aksinya.


Alvian yang direbahkan diatas ranjang terus meracau , Nisya meletakkan ponselnya yang kamera sudah diatur untuk merekam.


Nisya mengambil parfum chesa dan menyemprotkan parfum di seluruh tubuhnya lalu ia mengelus-elus wajah Alvian dan meniup telinganya Alvian


dengan mata yang sayup-sayup Alvian melihat siapa yang melakukannya


" sayang.. " panggil Alvian


"iya " jawab Nisya


" kamu buk.."


belum Alvian selesai berbicara Nisya langsung mencium bibirnya Alvian.


dari kecupan lalu sekarang menjadi ******* , Akhirnya Alvian pun terbawa na*su karena terpengaruh minuman yang dicampuri dengan tetesan obat perangsang


tanpa disadari Alvian dengan siapa dia bercumbu.


karena terbawa na*su Alvian langsung melucuti pakaiannya dan begitu sebaliknya Nisya juga melucuti pakaiannya sendiri


keduanya memadukasih , suara kecupan mengisi ruangan kamar, namun saat Nisya akan memegang kendali ternyata alvian tersadar saat dia mendengar nisya memanggilnya "mas aku yang diatas saja"


ketika mendengar Nisya mengatakan itu Alvian langsung mendorong Nisya dengan keras hingga ia hampir terjadi dari ranjang.


" setelah aku keluar dari kamar mandi ,aku sudah tidak ingin melihat mu ada disini lagi ." hardik Alvian langsung masuk kedalam Kaman mandinya


Nisya segera bangkit dari tempat tidur dan mengambil ponselnya dan mematikan rekaman videonya yang beradegan panas dengan mantan suaminya walaupun tidak 100% berhasil seenggaknya videonya bisa di manipulasinya


Nisya terpaksa berjalan ke pos satpam yang tidak begitu jauh dari kediaman Alvian , setelah mengambil KTPnya lalu ia duduk menunggu temannya datang menjemputnya.


"kau akan menerima akibatnya kalau kamu berani dengan ku Alvian " gumamnya dan tersenyum sendiri.


tidak lama mobil yang di tunggunya akhirnya datang juga, Nisya pun pamit kepada satpam dan segera memasuki mobil temannya.


" Gilak lu pagi-pagi dah telepon suruh jemput , habis dari mana sih lu , dan ini perumahan siapa ?" tanya temannya


" habis main dari rumah mantan " ucap Nisya diselingi senyum


" Gilak lu ., jadi ini lu ngapain suruh anterin ke bandara?" tanya temannya lagi


" ketemuan sama my sugar Daddy " jawabnya

__ADS_1


temannya sudah tahu apa yang nisya lakukan yang selalu berganti pasangan dan menjadi simpanan orang tapi dia tidak tahu kalau Nisya sedang berbuat buruk pada mantan suaminya sendiri.


................... bersambung..................


__ADS_2