Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 50


__ADS_3

tiga hari chesa dirawat dirumah sakit akhirnya kini ia sudah diperbolehkan pulang , tapi zoey masih harus dirawat di inkubator untuk empat hari kedepan.


dan sejak kejadian awal pertengkaran chesa dan Alvian. mereka tidak pernah bertemu namun didalm hatinya chesa ia sangat merindukan suaminya


dan ia juga khawatir dengan keadaan suaminya yang ia dengar dari mamanya kalau wajahnya Alvian babak belur.


setelah selesai mengemas semua barangnya mama Meira pun datang untuk menjemput chesa .


" ma, aku mau mampir liat zoey sebentar ya ma.'' pinta chesa


" iya sayang , yuk." ajak mama meira


sesampainya di ruangan inkubator kebetulan chesa bertemu dengan dokter Adrian


" bagaimana kondisi anda bu " tanya dokter Adrian


" baik, dok bolehkah aku menjenguk putriku sebentar." chesa ingin sekali menyentuh putrinya walaupun hanya sebentar.


" hmm.. boleh " ucap dokter Adrian


" sayang, ini mamih ,kamu disini dulu ya sehat-sehat nanti beberapa hari lagi mami jemput kamu sama abang ya." ucap chesa sambil menitikkan air matanya


" love you my daughter " ucapnya sebelum pergi keluar


" sudah jangan nangis lagi ." ujar mama yang memeluk chesa.


" iya ma "


" ya sudah yuk kita pulang sekarang. terimakasih banyak dokter atas perawatan anda selama Putri saya disini , saya titip cucu saya dokter." ujar mama pada dokter adrian


" sama sama bu , sudah kewajiban kami sebagai seorang dokter,.hmm bu chesa ingat datang kontrol untuk pemeriksaan jahitan dan datanglah 2minggu setelah melahirkan hal itu untuk mencegah terjadinya masalah ketika menyusui." pesan dokter adrian


" baik dokter, kalau begitu saya titip anak saya kalau begitu, saya pamit pulang dulu."


" iya ,pasti . banyak-banyak istirahat ya jangan terlalu banyak gerak, hati-hati di jalan"


chesa dan mama meira pun berjalan pulang kerumah, saat ia akan masuk kedalam taxi chesa berbalik melihat kebelakang ia merasa ada orang yang sedang memperhatikannya tapi setelah ia lihat tidak ada siapapun.


" kenapa sayang ?" tanya mama meira


" tidak apa-apa ma ." jawab chesa lalu masuk kedalam mobil.


mobil taxi yang chesa tumpangi pun perlahan jalan meninggalkan gedung rumah sakit dimana ia dan putrinya dirawat.


namun dibalik tembok ada seorang pria yang berpakaian rapi dengan wajah yang masih lebam dan sebuah plaster yang menempel dibatang hidungnya


dia hanya bisa menatap kepergian mobil taxi yang mulai menghilang dari pandangannya


" sayang, aku merindukanmu." gumam Alvian yang terus menatap mobil taxi yang mulai berjalan jauh


ketika mobil taxi yang chesa tumpang tak terlihat lagi , Alvian pun memakai kacamata hitamnya dan berjalan ke parkiran.


" nisya " alvian melihat mantan istrinya yang akan memasuki mobil hitam bersama seorang laki-laki


" nisyaa!!, tunggu" teriak Alvian beberapa kali


"s**t" umpat alvian


Nisya tidak mendengar teriakan dari Alvian dan masuk kedalam mobil bersama fred

__ADS_1


alvian berpikir bertanya langsung siapa ayah dari bayi yang dia kandung dan dia juga ingin Nisya menjelaskan hal itu didepan keluarganya juga mertua terutama dihadapan istrinya.


" kris , cari tahu dimana nisya tinggal sekarang " alvian menghubungi Kris untuk mencari tahu alamat tempat tinggalnya.


Alvian pun masuk kedalam mobilnya dan melaju cepat diatas rata-rata.


keesokan harinya chesa yang baru selesai mandi turun ke bawah untuk makan siang bersama namun ia tidak melihat siapapun disana.


ting.. tong.. (suara bel pintu)


chesa terus mendengar bel pintu berbunyi sari tadi hingga ia pergi membuka pintu sendiri.


" SURPRISE" teriak erick bersamaan yang lainnya


" happy birthday kak chesa ,wish you all the best sister." erick memeluk chesa dengan erat


" terimakasih banyak , mama sama papa kemana dek ?" tanya chesa


" kerumah sakit lihat zoey sekalian antar asi , nih buat kakak" erick menyerah sebuah paperbag kecil


" apaan ini ?" tanya chesa


" masuk dulu kasihan mereka "


chesa melihat ke belakang erick ternyata benar Erick bersama temannya dan seorang perempuan cantik yang tengah memegang bucket bunga dan dibelakang ada..


" aulia , Robin "


" hai... happy birthday ya " ucap Aulia


" terimakasih, " keduanya pun saling berpelukan


erick serta 3 temannya juga aulia dan robin sudah duduk di ruang tengah, dan bibik datang menyuguhkan minuman kepada para tamu.


chesa yang duduknya berdampingan bersama aulia, sedangkan Erick memiliki duduk selonjoran dibawah yang sudah dialasi karpet bulu dan ketiga temannya duduk disofa panjang.


" kak, ini ada kado dari aku semoga kakak suka ." seorang menyerahkan sebuah bucket bunga dan sebuah kado pada chesa


dan kedua teman erick pun nyusul memberikan kado pada chesa.


juga robin dan aulia juga memberikan kado pada chesa


" terimakasih banyak ya , serasa aku menjadi anak kecil kembali" ucap chesa dan diselingi tawa temannya dan teman Erick


di kediaman Manuel sedang senang karena merayakan ulang tahun chesa tapi tidak disebuah kediaman Alvian Dharmawan


Alvian duduk dengan punggung yang senderan di kepala ranjang tengah menatapi foto yang berbingkai besar yang tergantung tepat di depannya.


sebuah foto prewedding alvian dan chesa tergantung didalam bilik kamarnya


" selamat ulangtahun sayang, aku benar-benar merindukan kamu dan anak-anak kita." ucap alvian dengan suara paraunya seperti sedang menahan tangisnya


dering ponsel alvian tidak berhenti-henti, tapi Alvian tidak meresponnya


wajah lebam diwajahnya sudah mulai memudar tapi tetap membuatnya enggan untuk keluar pasca Chesa pergi dari sisinya.


suara deru mobil berhenti tepat di terad rumahnya , dan kebetulan jendela kamarnya menghadap ke teras.


alvian bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang datang berkunjung.

__ADS_1


melihat orang yang datang berkunjung alvian langsung bergegas turun ke bawah.


" tuan , ada mertua tuan dibawah " ucap bibik yang bertepatan ketemu Alvian dilantai atas.


" iya bik , tolong buatkan minuman ya." alvian langsung bergegas turun.


"pa , ma " sapa Alvian pada kedua mertuanya


" bagaimana keadaan wajah mu ?" tanya mama Meira


" sudah lebih baik hanya agak kesulitan bernafas saja., papa dan mama apa kabar ?'


" kabar kami baik , al ada yang ingin papa tanyakan padamu." ujar papa


" aku tahu pa , apa yang akan papa tanyakan, aku mohon pa percayalah pada ku pa , ma berikan aku kesempatan." alvian memohon.


" al, mama dan papa percaya sama kamu, itu semua adalah jebakan dari mantan istri mu , hanya kamu harus meyakinkan hati chesa saja sekarang." uja mama meira


" aku pasti makanelakukannya, terimakasih pa ma sudah percaya pada ku."


setelah Alvian berbincang-bincang pada kedua mertuanya ,alvian pun menceritakan insiden tersebut dimana dia di berikan obat perangsang oleh nisya


" jahat sekali dia, sebaiknya kamu harus cari mantan istrimu dan meminta dia menjelaskan siapa ayah dari bayi yang dia kandung ." ujar mama yang geram dengan nisya


" papa akan meminta bantuan teman papa untuk melacak dimana dia tinggal, jangan lupa kirim fotonya pada papa." papa Liam tahu jika Alvian tidak akan melakukan hal itu karena itu beliau akan membantu Alvian.


" baiklah al , papa dan mama pulang dulu ,papa tidak ingin chesa khawatir."


tidak lama orang yang dibicarakan menelepon papa liam


" tuh baru saja papa ngomong." tunjuk papa Liam pada layar ponselnya.


" hallo.. " jawab papa liam


(chesa) " papa lagi dimana ?"


(papa liam ) '' papa lagi dirumah teman , ada apa sayang ?"


papanya chesa sengaja menyalakan loudspiker


( chesa) " tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu papa sama mama lagi dimana , soalnya sudah lama pergi kok belum pulang "


(papa Liam)'' iya sebentar lagi papa sudah jalan sama mama kamu, sudah dulu ya."


(chesa ) " iya pa , hati-hati dijalan ya." pesan chesa


pembicara telepon seluler pun selesai


" alvian , mama dan papa pulang dulu jika ada kabar dari mantan istri kamu jangan lupa kabari kami secepatnya." pesan mama sebelum pamit pulang.


" iya ma , tunggu sebentar ma ,pa aku mau menitipkan sesuatu. " cegat Alvian pada kedua mertuanya


" ini , tolong berikan ini pada chesa ya ma , sebagai hadiah ulang tahunnya." alvian menyerah sebuah benda persegi panjang yang terbungkus kertas kado


" kenapa tidak kamu sendiri saja yang memberikannya? " imbuh papa Liam


" maunya gitu pa , tapi melihat aku aja nggak mau apalagi ketemu,"


" baiklah akan mama berikan pada chesa ya , kamu disini baik-baik ya " pesan mama meira lalu pamit pulang bersama suaminya.

__ADS_1


................... bersambung...................


__ADS_2