
saat mereka sedang berada di meja makan Alvian mengatakan kalau ada satu hal yang akan dia katakan namun setelah makan malam selesai maka dia akan mengatakannya.
kini seluruh anggota keluarga Dharmawan sudah duduk kumpul bersama diruang keluarga.
disana juga ada David yang tadinya mengantarkan Vania pergi.
" ma , pa , ada yang ingin aku sampaikan" ucap Alvian
"apa itu Al.." tanya papa
"aku berencana menjebak Nisya dan membuatnya menjauhi rumah tanggaku pa " jelas Alvian
" dengan cara seperti apa ?" tanya papa lagi
yk
" aku mengajak Nisya ketemuan disebuah cafe, dan mengatakan padanya kalau aku ingin kembali padanya ."
"Abang sudah Gilak ya , bagus-bagus kak chesa sudah maafin Abang tapi ini malah berulah lagi, ga punya hati banget sih jadi orang " potong Vania
" Vania.. " David meminta Vania untuk diam dulu.
"Abang belum menjelaskan semuanya dek.. " Alvian sengaja melembutkan suaranya
" teruskan Al.." ucap papa
" setelah aku dan Nisya sudah ketemu kami akan menghadirkan seorang laki-laki yang pura-pura menjadi atasan aku pa, aku berbohong padanya kalau sekarang aku hidup sendirian , aku sudah dihapus dari daftar warisan dan istri ku sedang minta pisah sama aku.
dan dengan hadirnya laki-laki itu ibarat sebagai umpan pa , nanti dia bakal jauh dari aku ."
" kamu yakin dia bakal lepasin kamu?" tanya papa
" aku yakin pa , dia hanya mau dengan ku karena dia menginginkan harta ku saja ."
" baiklah kalau kamu merasa yakin dengan rencana mu itu ,tapi sebelumnya chesa apa menyetujui hal itu ?" papa melihat ke arah chesa.
" aku setuju pa ,asal tidak ada kontak fisik sama Nisya saja pa " ucap chesa
" kalau itu mama setuju. kamu tahu dia itu wanita penggoda dan cara berpakaiannya selalu seksi ."ujar mama
" iya ma aku tahu ,dan lagi pula aku disana tidak sendirian nanti disana ada Gilang , Edward juga Daniel "
Vania yang mendengar nama kekasih di sebut pun langsung menoleh ke David yang hanya menatapnya dengan diam.
" menyelesaikan masalah pake bantuan teman " sindir Vania
" Vania , jangan bicara seperti itu bagaimanapun Abang mu mau hidup tentram damai dengan rumah tangganya." ucap mama
" Van , kamu belum maafin Abang ?" tanya Alvian
suasana jadi sedikit agak ribet karena dari tadi Vania terlihat tidak begitu menyukai apa yang Alvian katakan.
" nggak , aku belum maafin Abang " jawabnya
"kan Abang sudah bawa kak chesa pulang , kata mama kalau Abang bawa chesa pulang kalian akan maafin Abang kenapa sekarang kamu belum bisa maafin Abang "
" idih... Abang ini ya , yang bawa kak chesa pulang ke Jakarta itu mama tahu "
" sudah sudah kok pada berantem sih " papa menengahi mereka.
David memenangkan Vania yang terlihat mood sedang jelek , dan menjelaskan perihal dia ikut Alvian untuk menemui Nisya.
setelah menjelaskan pada keluarganya Alvian dan David pun bersiap-siap untuk pergi ke cafe yang sudah dibuat janji ketemu dengan mantan istrinya Alvian.
mereka berdua pun berangkat pergi , Gilang dan Edwin sudah menunggu kedatangan mereka.
sesampainya beruntung Nisya belum datang ,
Alvian dan David disana mereka langsung berpisah duduk .
David duduk bersama kedua sahabatnya yaitu Gilang dan Edward.
sedangkan Alvian duduk sendiri menunggu kedatangan Nisya.
tidak berselang lama Nisya pun datang ,
Alvian yang melihatnya langsung mengangkat tangannya dan memanggil Nisya
" maaf aku terlambat mas " ucap Nisya yang sudah duduk di depan Alvian.
" tidak apa-apa , aku juga baru datang." jawab Alvian.
" kamu sudah pesan mas ," tanya Nisya saat seorang waiters menyerahkan buku menu padanya
" aku pesan steak dan kus jeruk " pesan Nisya
" aku samain saja mas " ucap Alvian.
Nisya menelisir seluruh ruangan cafe yang kebanyakan berpasangan , namun saat ia melihat dipojokkan ia seperti mengenal kedua orang yang duduk menatapya
" sya.. " panggil Alvian sengaja agar Nisya tidak terus melihat kebelakang Alvian.
" ya mas.." jawab Nisya
belum sempat Alvian berbicaralah waiters telah datang mengantarkan pesanan mereka tadi.
keduanya menikmati makan malamnya dengan diam dan di temui alunan musik jazz.
" mas , ada apa ngajak aku ketemu disini ? tanya Nisya yang sudah menyelesaikan makannya
" tidak ada apa-apa, aku hanya butuh teman cerita." ucap Alvian
" memangnya Gilang dan sahabat mas lainnya kemana.?" tanya Nisya
" semuanya sudah pergi , aku sudah tidak punya apa-apa lagi sya " ucap Alvian yang suaranya mengecil.
__ADS_1
Nisya terus mendelik pakaian Alvian yang dulunya berpakaian rapi seperti kemeja dan celana panjang satin kini menjadi kaos oblong dan tetap celana panjang , juga ia melihat ponsel Alvian yang dulunya ponsel yang termahal kini menjadi android dan pergelangan tangannya yang biasanya jam tangan ori kini sudah tidak lagi tersematkan disana.
beberapa menit kemudian seseorang datang menghampiri mereka , seorang laki-laki yang berpakaian rapi .
"Alvian " sapa laki-laki yang dikenal Nisya sebagai atasan Alvian, padahal dia adalah Kris asisten alvian
" oh pak Dev..." jawab Alvian
" tidak perlu silahkan duduk , ini di luar jam kantor kamu tidak perlu terlalu sungkan padaku.
oh kau sedang makan malam dengan wanitamu. baiklah silahkan lanju..."
" hai..." Nisya langsung menyapa Dev..
Alvian melihat atasannya dan Nisya yang saling melepas pandangan.
" oh.. hai " Dev membalas jabat tangannya
" kenalin aku Nisya ." ucapnya memperkenalkan diri
" hmm saya Devano bhattara" ucapnya.
" baiklah silahkan kalian lan...jut kan " ucapnya sambil menarik paksa tangannya yang ditahan Nisya
devano alias Kris memilih duduk di belakang Alvian dimana dia bisa menebarkan pesona pada Nisya yang duduk menghadapnya.
setelah tinggal mereka berdua Alvian meraih tangan Nisya dan menggenggamnya.
" sya , terimakasih banyak untuk selalu ada disaat orang-orang menjauhi ku ,. " ucapnya.
Nisya yang diajak ngomong malah matanya sibuk melirik orang yang dibelakang Alvian yang tengah duduk menikmati makan malamnya
"sya.. "
" ya mas , " Nisya terlihat salah tingkah
" kamu melihat apa ?" tanya Alvian dan menoleh kebelakangnya.
"tidak apa-apa mas ,mas aku boleh tanya tidak ?"
" apa ?"
" bos kamu itu sudah punya istri?"
" jangankan istri , pacar saja dia tidak punya ."
"kenapa mas ?"
" dia itu sulit bisa dekat dengan seorang wanita, dia itu anak tunggal, kedua orangtuanya sudah meninggal, dan meninggalkan semua warisan , asuransi dan perusahaan juga segala aset padanya , kini dia hidup sendirian di rumah yang besar hanya ada 10 maid " bohong Alvian
mata Nisya berbinar-binar mendengar ucapan Alvian didalam pikirannya yang berkecamuk entah apa yang dipikirkan tentang devan.
" sya , sekarang aku menyadarinya ternyata kamu lah orang yang sangat penting bagi ku , selalu ada disaat orang-orang meninggalkan ku , sya kamu mau tidak kembali pada ku lagi . " ucap Alvian
" kamu menolak rujukan sya ?"
" maafkan aku mas,tapi alangkah baiknya kita coba saling mengenal lagi aku tidak ingin kita gagal lagi "
" baiklah , tunggu sebentar aku ke toilet dulu "
disaat Alvian pergi ke toilet , Nisya melirik ke Alvian yang sedang berjalan ke toilet, setelah melihat Alvian sudah tidak ada Nisya langsung menghampiri meja devano yang sedang duduk menikmati wine mahal
" hai , boleh aku minta nomor ponsel mu ?" Nisya menyerahkan ponselnya
" untuk apa ?"
" aku ingin berbincang-bincang dengan mu ,soal bisnis " ucapnya dengan gaya gemulainya
" oh kamu pengusaha?, maaf aku tidak bawa kartu nama dan bolpoin ." ucap devano
" ketik saja nomor ponselmu disini "ucap Nisya
devano pun mengetikkan nomor ponselnya lalu mengembalikan ponsel Nisya , dengan cepat-cepat Nisya kembali ke tempat duduknya dimana tadinya dia dan Alvian duduk bersama.
" sudah selesai sya ? yuk pulang aku antar " tawa Alvian
" tidak perlu mas ,aku masih mau ketempat lain lagi "
" aku antar saja ,yuk "
" tidak perlu repot-repot mas ,aku sudah memesan taksi online , kamu duluan saja" tolak Nisya
" baiklah kalau begitu aku pulang dulu , kamu hati-hati ya " pesan Alvian.
Alvian dan Nisya pun keluar bersama dari cafe , namun Alvian terlebih dahulu pulang , karena Nisya mengatakan padanya jika dia sudah memesan taksi online
setelah melihat mobil Alvian sudah tidak terlihat lagi Nisya kembali masuk kedalam cafe.
tapi bertepatan devano akan berjalan keluar, keduanya berpapasan di pintu masuk.
Devan mengalah dan memberikan ruang untuk Nisya berjalan masuk
namun Nisya menghentikan langkahnya tepat ia berdiri dihadapan Devan
" bisakah kau memberiku tumpangan , ponsel Ku lowbat sampai matikan daya, jadi aku tidak bisa memesan taksi online?" ujar Nisya
" baiklah ,silahkan " devano mempersilahkannya berjalan bersama.
Nisya terkejut melihat mobil devano saat ia dipersilahkan masuk kedalam mobil.
" Lamborghini Aventador" gumamnya
" apa ?" tanya devano
" bukan apa apa " jawab Nisya lalu masuk kedalam. mobil.
__ADS_1
Devan pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.
*****
" breng*** tuh cewek dari dulu ga berubah-ubah ya tetap aja matre " hardik Gilang
Edward dan David hanya mengamati dan mendengar Gilang yang terlihat marah marah " gimana ? ," tanya Alvian kepada ketiga sahabatnya
"oke " jawab Gilang
keempatnya duduk santai di rumah Alvian ,sambil menunggu kedatangan Kris mereka bertiga duduk sambil menikmati hidangan cemilan yang chesa buat.
saat chesa kembali masuk kedalam Gilang pun membuka suara
" oh ya lihat chesa gue jadi ingat , Al sejak kapan lu Buntingi chesa ?tanya Gilang spontan
Edward tersedak saat dia mendengar Gilang mengatakan itu dengan suara besar.
"a***** lu kalau ngomong sopan dikit kenapa ." Edward langsung memarahinya.
sedangkan David dan Alvian hanya tersenyum melihat tingkah Gilang.
Alvian pun menceritakan soal kehamilan chesa kepada sahabatnya sambil menunggu Kris datang.
"waah andai saja waktu itu lu gak buat kesalahan mungkin si kembar masih utuh " ujar Gilang
" ehem.. " David memberi kode kepada Gilang.
Gilang bingung melihat respon Edward dan David yang terlihat santai saat Alvian menceritakan tentang chesa
tidak ingin di buat bingung dengan rasa penasarannya dia pun langsung bertanya pada mereka berdua.
" btw lu berdua kok no respon ketika Alvian cerita " tanya Gilang.
" gue sudah tahu ,makanya respon gue ya gitu" jawab Edward
" what!!.. lu David?" tanya Gilang
" sama gue juga sudah tahu ,dan sering ketemu chesa periksa kandungan " ucap David
"Gila ya lu berdua " gerutu Gilang
plokk..plokk.. plokk..
" wah.. bagus banget ya akting kalian, sudah ngambek plus simpan rahasia kebenaran " ucap Alvian.
" itu semua karena permintaan chesa, ia meminta pada kami untuk merahasiakan dari mu , karena dokter mengatakan kandungannya lemah saat itu." jelas David
"iya chesa sudah menceritakan bahwa ia butuh menenangkan pikiran dan batinnya " ujar Alvian yang suaranya sedikit mengecil
keempatnya langsung menoleh ke luar pagar rumah, karena mereka mendengar deru suara mobil yang berhenti.
dengan jalan cepat Kris menghampiri bos dan ketiga sahabat bosnya yang sedang duduk di teras rumah.
"duduk dulu Kris , sebentar aku panggil mbok ambilikan minum buat kamu. " Alvian masuk kedalam rumah.
Kris pun menyeruput kopi yang dihidangkan mbok art mamanya Alvian.
" gimana tadi " tanya Alvian penasaran
" lancar pak , tinggal kita jalankan rencana berikutnya" ucap Kris
" tadi kamu antarin dia kemana , kok lama banget baliknya" tanya Gilang
" tadi aku antarin dia di apartemen pak yang di xxxx cuma dia terus menahan aku dan memintaku untuk mampir kedalam sebentar ,namun aku tolak pak " jawab Kris
" good buat kamu ." ucap Gilang
" cuma itu pak... eh... eh.. " Kris bingung harus bagaimana mengatakannya
keempatnya melihat Kris dengan bingung , menunggu Kris yang dari tadi terus mengatakan eh membuat Gilang tidak sabar.
" cuma apa Kris ?" tanya Gilang
" saya di... di... cium pak sama dia " ucap Kris gagap
ha-ha-ha...
keempatnya langsung ketawa terbahak-bahak , mereka ketawa melihat ekspresi wajah Kris yang pucat dan ada buliran keringat di dahinya.
" kamu dicium? dibagian mananya ?" tanya Alvian
" disini pak ,dia tiba-tiba cium pak " Kris menunjuk pipinya
"ha-ha-ha... ,ngeri juga tuh perempuan" ujar Gilang
selesai dengan ketawa bersamanya mereka kembali mengatur rencana selanjutnya.
"oke ,kalau gitu gue pamit pulang dulu ,kasihan Julia takutnya dia nungguin gue pulang. " pamit Edward.
" iya ,gue juga ya pamit pulang " sambung Gilang
David juga bangkit dari duduknya begitu juga dengan Kris .
" oh ya bilang sama chesa , thanks ya buat chess cake nya tar gue kasih Kirana " ucap Gilang
" sampein juga ya thanks gue ," ucap Edward
keempatnya pun memasuki mobil masing-masing kecuali Gilang dan Edward
Gilang dan Edward 1 mobil karena tadinya Gilang menjemput Edward lalu mereka berangkat bersama.
................... bersambung ...................
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
__ADS_1