Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 53


__ADS_3

keempatnya duduk bersebelahan disinilah mereka duduk sebuah restoran seafood yang menjadi pilihan mereka untuk berbicara.


nisya yang terlihat sedikit takut-takut namun fred yang duduk disampingnya tengah menggenggam tangannya yang berada dibawah kolong meja.


tidak dengan chesa yang sedang menetralisir detak jantungnya yang berdegup kencang , alvian terus melirik ke chesa yang sedang menoleh kesamping.


tidak ada pembicaraan diantara mereka hingga seorang waiters meletakkan minuman juga cemilan mereka diatas meja


selepas perginya waiters barulah fred membuka suara.


" langsung saja , aku fred suaminya nisya. , aku sudah mendengar permasalahan kesalah pahaman tentang alvian dan nisya ."


" salah paham ? " guman chesa


" iya , persoalan bayi yang Nisya kandung itu anakku bukan anaknya alvian." ujar fred


" iya , aku dan Alvian tidak pernah melakukan hubungan intim , saat itu aku berniat mengajaknya bertemu disebuah club dengsn alasan aku ingin mengakhiri hidup karena aku diceraikan oleh ayahnya kimmy. memasukkan cairan obat perangsang ke minumannyahanya hampir saja karena Alvian meyadari kalau aku bukanlah dirimu lalu dia mendorongku hingga jatuh ke lantai, dan kejadian itu terjadi 3 atau 4 bulan lalu dan usia kandungan ku baru menginjak usia 2 minggu." jelas nisya


" maka dari itu aku tidak ingin ada rumor yang tidak enak , aku langsung melamarnya dan nisya mengajakku pulang ke Jakarta untuk menjenguk putrinya kimmy dan aku juga langsung mendaftarkan pernikahan kami di catatan sipil."


" percayalah alvian tidak pernah sekalipun mengkhianati kamu , disaat aku memberikannya obat perangsang dia masih saja bisa mengingat kamu." jelas Nisya


" mas , aku minta maaf pernah menjadi orang yang sangat ingin menghancurkan rumah tangga mu "


" maafkan aku ches, maafkan mas alvian terimalah dia kembali." ucap nisya pada chesa


"aku pergi." chesa langsung bangkit dari duduknya.


alvian terus mengejar chesa yang sudah berjalan jauh darinya.


dia coba mengimbangi langkah kakinya dengan chesa.


" aaawww... perutku " chesa merasa kesakitan diperutnya.


" chesa... kamu kenapa " alvian merangkul bahunya


" lepaskan tanganmu.." chesa mencoba melepaskan rangkulan alvian yang ada dipundaknya.


" kita kerumah sakit ya." ajak Alvian


" tidak perlu , aku mau pulang saja." chesa mencoba berjalan walaupun jalannya tertatih-tatih


mereka berdua menjadi pusat perhatian dari pengunjung mall


" aku antar kamu pulang ya.." alvian melembutkan ucapannya chesa pun menurutiny


alvian langsung kembali merangkul bahu cheds dan menuntunnya berjalan pelan-pelan.


dan ketika mereka berdua berada di lobby mall alvian langsung menghentikan taxi yang memang saat itu tengah menurunkan penumpang.


" apa kita kerumah sakit saja ?" tanya alvian melihat wajah chesa terdapat bulir-bulir keringat.


" tidak ,aku mau pulang saja." jawab chesa


alvian menyebutkan alamat rumahnya yang dulu di huninya bersama chesa.


beberapa menit kemudian mereka pun Sampai di kediaman alvian.


setelah membayar ongkosnya alvian membantu chesa turun dari mobil.


" tuan , ada dengan nyonya " tanya bibik yang langsung panik ketika melihat alvian menuntun chesa turun dari mobil.


" bik , tolong ambilkan air hangat ya dan bawakan ke kamar " alvian membawa chesa ke kamar mereka


" pelan-pelan" Alvian menyelimutinya


" apa masih terasa begitu sakit ?" tanya Alvian sambil menyeka keringat chesa.


" permisi tuan , ini minuman air hangatnya."


" iya , terimakasih bik."


" ini minum dulu, buka mulut mu biar aku suapi" alvian memberikan minum pada chesa dengan cara menyuapi dengan sendok.


" sudah kak." ucap chesa


" apa perlu bibik panggilkan dokter nya ?"


" terimakasih bik , tidak perlu sebentar lagi sudah nggak sakit ."


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan nyonya ." ucap bibik .


" chesa boleh aku periksa luka jahitan Caesarnya? " chesa menjawabnya dengan anggukan.

__ADS_1


dengan sangat pelan-pelan alvian membuka kancing kemeja chesa dari bawah.


" kapan kontrol kerumah sakit " tanya Alvian


" lusa." seketika tubuh chesa menegang dan manik matanya membola.


" aku mau pulang." chesa langsung bangkit dari ranjangnya


" kenapa tiba-tiba seperti ini ?" tanya alvian bingung.


" aku tidak ingin berada di kamar yang kotor ini " hardik chesa


sekujur tubuhnya kaku dan lidahnya juga keluh tidak bisa berkata-kata lagi.


karena alvian pernah menjawab pertanyaan pasal kejadian dimana dia dan Nisya melakukan hubungan yang kotor itu.


chesa meraih tasnya yang ada di meja rias dan langsung meraih kenop pintu kamar lalu keluar tanpa berkata atau pamit lagi pada Alvian.


ia mengeluarkan ponselnya dan memanggil taksi online.


sambil menunggu taksi onlinenya tiba chesa memilih duduk di teras rumahnya.


" chesa , tunggu aku bisa jelasin." alvian menarik pergelangan tangan chesa


" jelasin apa lagi, kamu dan dia hampir melakukan hal kotor itu dikamar dimana kau dan aku tidur, yang jelas-jelas aku ini istri sah mu." ujarnya sambil menghapus air mata.


" itu cuman kesilapan dan saat itu juga aku dijebak dek, aku minta maaf , " mohon alvian


" aku tidak ingin tinggal disini , aku pulang kerumah orang tuaku saja , lepaskan tanganmu." chesa langsung menarik pergelangan tanganku dengan keras.


alvian pun melepaskan tangannya dan membiarkan chesa pergi dengan taksi online pesanannya.


sedangkan didalam mobil taksi chesa terus menangis dan terus menyeka air matanya yang terus mengalir.


sopir taksi hanya diam tidak ingin ikut campur permasalahan penumpang.


tapi sopir taksinya memberikan sebungkus tissue untuk chesa


sesampainya di rumah chesa langsung membayarnya melalu aplikasi taksi online dan langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam sambil menahan kesakitan perut dan kedua p***daranya.


" kamu dari mana sa " tanya mama yang bertepatan berjalan menuruni tangga


" ma , nanti aku tidak makan malam ya , lagi capek butuh istirahat, " lanjut chesa menaiki tangga


ketika keluarga Manuel tengah berkumpul untuk makan malam pintu mereka diketuk seseorang.


" bik ,tolong lihat siapa yang datang ya ." kata mama Meira yang tengah mengambil makanan untuk suaminya.


" maaf nyonya, didepan ada den alvian ."


" kenapa nggak suruh dia masuk bik , cepat suruh dia masuk." titah papa liam


" ngapain sih suruh dia masuk bikin nafsu makan jadi hilang."


" husstt erick nggak boleh ngomong gitu , dia itu kakak ipar kamu." ujar mama meira


"orang kek gitu jangan dibelain pa ma , nanti kemengkean." erick langsung menyuapi nasi beserta lauk kedalam mulutnya


" malam pa , ma " sapa alvian


" malam al , ayo duduk makan malam sama sama." ajak papa liam


" terimakasih pa , tadi aku sudah makan dirumah " jawab Alvian.


" oh.. gitu, chesa lagi istirahat katanya dia nggak makan malam hari ini."


" al, kamu mau bantuin mama antarkam makanan ke kamarnya kamu tahu kan dia kan baru saja melahirkan dan zoey juga membutuhkan ASI . tolong ya nak." ucap mama meira


erick memelototkan matanya ke arah mamahya.


" mama, mama sehatkan." tanya erick


" kenapa ?" tanya mama balik.


" mama sama dia kok lembut banget sama aku dan kakak kok beda " ucap erick.


"aduh..aduh ma sakit ma." erick memekik kesakitan karena mama menarik jambang rambutnya.


" sudah sudah kalian ini meja makan pun ribut-ribut." ucap papa


" ini al , tolong kamu antarkan ke kamarnya ya , kamarnya ada dilantai 2 di sebelah pojok kanan ya al." mama memberi nampan yang berisi sepiring nasi dan semangkuk sup dan sepotong daging ikan salmon dan segelas air putih hangat


alvian membawanya dengan hati-hati, pada hal alvian datang ke kediaman Manuel bermaksud untuk mengambil mobilnya dan menjelaskan tentang kesalah pahamannya dengan chesa .

__ADS_1


namun kedatangannya kerumah mertuanya bukan hanya untuk mengambil mobil tapi sekaligus mengantarkan makanan pada istrinya.


tokk.. tokk..


" masuk bik nggak dikunci " teriak chesa dari dalam


alvian berjalan masuk kedalam kamar istrinya yang bernuansa putih dan keadaan TV yang sedang menayangkan sebuah film drama korea .


namun Alvian tidak melihat chesa ada didalam kamar.


lalu dia mendengar gemericik air dari kamar mandi.


alvian meletakkan nampan yang berisi nasi dan lauk diatas meja yang sudah tersedia di dalam kamar.


alvian duduk di sofa sambil menunggu chesa selesai mandi.


dia melihat sebuah alat yang tidak ia tahu dan ada 2 bungkusan cairan putih pekat diatas nakas.


karena terlalu lama menunggu alvian pun ketiduran


aroma sabun mandi yang seperti wangi buah menyeruak ke dalam kamar .


chesa yang keluar dari kamar mandi hanya memakai kimono dan rambut panjangnya yang dibungkus dengan handuk menatap bingung kenapa ada dia disini.


tokk...tokk..


" sa ,ini susunya jangan lupa diminum. loh Alvian kok tidur disana ?, suruh dia pindah ke tempat tidur sa kasihan suami kamu ." titah mama


" iya nanti aku bangunin , ma nanti suruh bibik siapkan kamar tamu saja ya " ujar chesa saat menyambut segelas susu yang diberikan mamanya


" kamar tamu ? buat alvian ?" tanya mama


" iya ,." jawab chesa singkat


" eh.. kok gitu sih , dia itu suami kamu loh sa , ngakk apa-apa biarkan dia tidur disini sama kamu 1 malam saja ."


" tapi ma ."


" ck nggak ada tapi tapian , sudah mama mau urus papa mu dulu , nanti mama suruh bibik bawakan baju ganti untuk suamimu." ujar mama lalu menoleh pergi keluar.


chesa mencibir melihat suaminya tidur pulas


ia meletakkan segelas susu diatas meja, seolah seperti terhipnotis chesa malah mendekati suaminya yang masih tertidur.


" jahat banget sih si Erick , sampe patah tulang hidungnya." ujar chesa lalu mengelus-elus perban yang ada dihidung Alvian.


tanpa ia sadari seseorang telah membuka matanya dan menatap wajahnya yang begitu dekat.


chesa terkejut melihat alvian yang menatapnya seketika ia langsung bankit dari jongkoknya secepat kilat Alvian meraih tangannya dan menarik chesa hingga jatuh ke tubuhnya


tangan alvian mengelus-elus pipi chesa hingga tangannya menyelusup ke tengkuk leher chesa


seperti terhipnotis chesa memejamkan matanya dan mulai merasakan deru nafas menerpanya permukaan wajahnya.


jarak wajah mereka hanya beberapa sentimeter saat bibir ranumnya mulai dekat


tokk...tokk...


" non chesa " panggil bibik.


chesa pun terlonjak kaget dan tersadar dengan posisinya yang sedang berada diatas tubuh Alvian


" ya ada apa bik?" tanya chesa yang sudah membuka pintu kamarnya


" ini saya disuruh nyonya antar ini untuk den Alvian."


" oh iya makasih bik."


" iya non , kalau begitu bibik ke turun dulu ya " pamit bibik turun kelantai bawah


chesa menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Alvian lalu memberikan sepasang baju tidur untuk alvian


"nih ganti baju kamu disana." tunjuk chesa ke arah kamar mandi


" kamu mau kemana ?" tanya alvian melihat istrinya mengambil baju dan meraih kenop pintu


" aku mau ganti baju ke kamar sebelah." jawab chesa


Alvian pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


malam ini ia memutuskan nginap dirumah mertuanya.


................... bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2