Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 57


__ADS_3

maaf bila cerita sudah agak keluar jalur karena aku pun sudah kehabisan ide nih , jadi rencananya aku mau selesaikan cerita ini dan akan fokus ke cerita terbaru aku yang berjudul sunny .


jadi cerita haruskah sesakit ini aku persingkat saja ya guys.


terimakasih atas like nya


maaf bila lama baru update.


...----------------...


hari demi hari chesa pun mulai bisa menerima Alvian di kehidupannya.


seperti saat ini alvian dan chesa tengah menghabiskan waktu bersama putra dan putrinya.


Alvian yang sedang mengajari kennan berenang,dan chesa sedang menyuapi putrinya makan.


zoey yang saat ini menginjak usia 6 bulan dengan bobot tubuhnya yang gemes serta jeritan dan bahasa bayinya yang tidak dapat dimengerti siapa pun saat ini.


alvian dan chesa sudah tidak menepati di apartemen papanya chesa , 4bulan yang lalu Alvian membeli sebuah rumah yang jaraknya berdekatan demgan kedua orang tua alvian.


sesuai permintaan chesa,.


" good morning ponakan aunty " sapa vania


" good morning aunty " ucap chesa dengan menirukan suara bayinya


" Tanteee... " teriak kennan


" haiii kesayangan tante." sapa vania


alvian mengajak kennan naik ke atas untuk meminum air putih dulu.


" Ken , Tante bawain kamu sesuatu nih " vania menyerahkan sebuah papper bag pada kennan


" nggak adeknya nggak abangnya sama saja " dumel chesa


" apa sih sayang dumel dumel hmm"


cup.. cup.. Alvian terus mencium pipi chesa


" waduh bikin aku iri aja lihat keharmonisan kalian, jadi pengen cepat di halalin ." sindir vania yang terus memainkan pipi gembul zoey


" sabar.. sabar.. beberapa bulan lagi ketemu kok dan semoga cepat di halalkan ya." ucap Alvian.


" kalian nggak mandi lagi " teriak chesa ketika ia melihat suami dan anaknya sedang duduk di kursi kayu


" nggak mih, ken mau mandi dulu ya , tante jangan pulang dulu ya ken mandi sebentar." ken langsung masuk kedalam rumah bersama asisten rumah tangga


" sayang tolong siapkan baju aku ya ,aku mau mandi dulu ." alvian meraih kimono dan memakainya lalu berjalan masuk kedalam rumah


" sini kak zoey sama aku aja, aku bawa ke ruang tengah ya." ucap vania


" titip sebenarnya ya" ucap chesa lalu berjalan menyusul suaminya.


Vania selalu singgah kerumah jika dia sedang senggang, David yang saat ini tengah menjalani pengobatan di Jerman membuat mereka harus LDR namun hal itu tidak meruntuhkan cinta mereka.


vania yang berkerja sebagai seorang dokter dia tidak bisa ikut menemani david di Jerman


david mengatakan padanya untuk selalu menunggunya dan bila dia kembali maka david akan segera menikahi vania .


dan vania pun menyetujuinya untuk menunggunya pulang ke Indonesia.


chesa yang sedang serius memilih pakaian untuk suaminya dikejutkan oleh sepasang tangan yang melingkar diperutnya hingga membuatnya sedikit berteriak kaget


" kamu ini ya suka banget bikin aku terkejut." dumel chesa sedangkan alvian hanya cengir kuda

__ADS_1


chesa mulai risih dengan perlakuan Alvian yang terus mengecup tengkuk lehernya dan deru nafas alvian yang sengaja dihembuskan ke telinga chesa.


" kak , ada vania dibawah lagi nunggu kita" chesa mencoba melepaskan pelukan Alvian


" nggak apa-apa dia pasti ngerti apa yang dilakukan Abang dan kakak iparnya." alvian terus mengecup chesa


" kak , nanti zoey nangis gimana ?, aku ke bawah saja ya" chesa melepaskan pelukan Alvian


saat chesa meraih kenop pintu ia sempat berpaling melihat Alvian yang wajahnya terlihat murung.


ia pun menggundurkn lalu berjalan kembali menghampiri suaminya yang masih bertelanjang dada


" kak ,tapi jangan lupa pake pengamanan ya nanti."


" aku belum siap punya bayi lagi , kasihan zoey nanti ga bisa aku urus." sambung chesa


" iya" ucap alvian singkat karena hasrat nya sudah hampir di ubun-ubun (🤭)


Alvian pun melancarkan aksinya


sedangkan di lantai bawah


" bilangnya sebentar, nanti kalau turun pasti dah basah tuh rambut" gumam vania


" Tante ngomong sama siapa ?" tanya ken


" nggak apa-apa sayang, tante lagi baca mantra " canda vania


zoey pun merengek-rengek , vania yang terlalu mengerti pun meminta kennan memanggil asisten rumah tangga untuk membantunya.


30 menit kemudian sepasang suami istri pun turun menghampiri vania dan ken yang tengah menikmati es cream sambil menonton siaran televisi kartun kesukaan ken.


" enaknya panas-panas gini makan es cream " alvian membuka suaranya


" tuh kan apa aku bilang tadi." guman vania ketika melihat sepasang suami istri datang menghampiri mereka


" zoey mana van ? " tanya chesa


" zoey dah tidur , tadi aku nggak tahu soalnya dia nangis jadi aku suruh ken panggil bibik ."


chesa langsung pergi ke kamar zoey untuk melihat putrinya.


ia merasa bersalah pada putrinya yang tadi di tinggalkannya demi mengurus suaminya.


" bang , aku pulang ya besok aku ada seminar ke Bandung." pamit chesa


" Tante jangan lupa oleh-oleh buat aku ya." ucap kennan


" pasti dong, oh ya bang dengar dengar Abang mau pergi liburan ?" tanya vania ketika ia dan alvian sedang berada di ambang pintu


" pasti dari mama , iya tapi lebih tepatnya pergi honey moon sih , tapi Abang takutnya chesa nggak mau ,kamu tahu sendiri dia tidak pernah bisa berjauhan dengan anak-anak."


" zoey masih asi eksklusif?" tanya Vania


" tapi tadi aku lihat kak chesa kasih dia makan MPASI buat zoey "


" sudahlah , besok mertuaku akan datang dan mama juga lihatlah bagaimana nantinya , kamu hati-hati nyetirnya."


" iya , titip salam ya buat kak chesa."


" iya , hati-hati."


keesokkan harinya suasana rumah Alvian ramai tidak seperti biasanya


hari ini dia kedatangan kedua mertuanya serta kedua orang tuanya

__ADS_1


chesa yang sedang sibuk masak-masak didapur untuk menyiapkan makan siang untuk seluruh anggota keluarganya


sedangkan Alvian dan papa juga mertuanya sedang berada di belakang rumah tengah membahas mengenai perusahaan.


sedangkan mama Meira dan Rania sedang berada dikamar anak-anak.


masakannya juga sudah selesai disiapkan diatas meja , chesa meminta bibik untuk memanggil mamanya dan mertuanya , sedangkan chesa pergi memanggil suaminya dan papa juga mertuanya.


****


" gimana van apa kamu sudah bilang ke chesa kalau hari ini kamu mengajak ke Bali ?" tanya papa liam


" jam berapa berangkatnya " tanya mama meira


" belum pa , berangkat nanti sore jam 5 gitu " jawab Alvian.


"gimana ya pa , ma aku bilang ke chesa ." tanya Alvian


" kamu tenang saja serahkan semuanya sama kami , asal kamu percaya saja."


" lagi pada bahas apaan nih seru banget " timpal chesa


" duduk dulu sini sayang" ucap Alvian menepuk sofa disampingnya


" sayang, hmm nanti sore kita berangkat ke Bali kamu mau pergi kan ?" tanya alvian


" benarkah !! aku mau , kok mendadak sih? , ya sudah aku beres-beres pakaian anak-anak dulu."


" tapi kita perginya berdua." sela Alvian


kedua orang tua Alvian dan chesa hanya diam mereka menunggu respon chesa ketika Alvian mengatakan kalau mereka pergi ke Bali hanya berdua saja


" terus anak-anak?" tanya chesa


" anak-anak biar kami yang jaga , kamu tenang saja " jawab mama Meira


" iya nak , pergilah saat kalian pergi maka kami yang akan tinggal disini bersama anak-anakmu." ucap papa


" aku.. aku.. aku pikir-pikir dulu" chesa langsung berjalan ke lantai atas.


" ma , sudah biar alvian saja yang menjelaskan saja pada chesa Mama disini saja " papa mencegah mama meira yang akan menghampiri putrinya.


tokk...tokk..


" dek" panggil Alvian pada chesa yang sedang duduk di meja riasnya.


" maaf , aku buat keputusan tanpa bertanya sama kamu lebih dulu" Alvian menggenggam kedua tangan chesa


" kenapa harus berdua sih kak ,kenapa anak anak tidak diajak?" tanya chesa yang terdengar serak suaranya


" aku ingin kita habis waktu berdua aja hanya beberapa hari saja kok." jelas Alvian


keduanya terdiam sejenak.


" ya sudah kalau begitu kita batalin saja , aku bilang sama mama dan papa dulu " ucap alvian


" kak, berapa hari kita disana ?" tanya Chesa


" 3 hari saja" ucap Alvian


" ya sudah kalau begitu aku mau pergi " akhirnya chesa pun mau pergi


" kamu yakin ?" tanya Alvian


" iya , jangan sampai aku berubah pikiran." ucap chesa yang memalingkan wajahnya kesamping

__ADS_1


" iya...iya.. sayang , kamu beresin pakaian dulu ya ,aku ke depan dulu kasih tahu yang lainnya dulu" alvian keluar memberi tahu keluarga lainnya.


......................


__ADS_2