
Alvian beberapa kali meninju tembok Kris berusaha untuk mencegahnya.
dan untuk kesekian kalinya Alvian menyakiti chesa.
baru saja chesa pulang dari rumah sakit kini harus masuk kembali.
" maaf , bisa bicara sebentar." ucap dokter Airin
" ya , " jawab Alvian dengan suara paraunya
" maaf pak Alvian , kami harus minta persetujuan anda tentang ini."
" to the points saja dok " timpal Kris
" kami harus mengoperasi pasien karena pasien mengalami pendarahan ."
" tapi kandungannya baru berusia delapan bulan dok.'' ucap Alvian.
" iya pak , tapi hal ini harus segera kami tangani karena mengancam si bayi atau ibunya kalau tidak segera ditangani."
" baiklah lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok ." ucap Alvian
" baiklah , silahkan ikut perawat ini dan segera isi dan juga tandatangani semua persyaratannya , kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak anda . permisi." ucap dokter Airin lalu masuk kedalam ruang operasi
Alvian mengikuti perawat untuk mengisi formulir serta tandatangan sebagai persetujuan agar chesa melahirkan secara Caesar.
" Kris.." panggil Erick
" bagaimana keadaan kakakku "
" sedang di tangani oleh dokter , saya dengar dokter menyarankan untuk operasi Caesar."
" hah ??"
" Erick " panggil Alvian namun diacuhkan oleh Erick
" bagaimana kak chesa ? " tanya Erick dengan dingin
" chesa harus dioperasi karena mengalami pendarahan." jawab Alvian
" kenapa ? bukankah belum waktunya buat kak chesa melahirkan? lagian dia kan baru saja pulang dari rumah sakit " tanya Erick bingung.
" sebenarnya apa yang terjadi ceritakan padaku." Erick menegaskan ucapan ceritakan
saat Alvian akan kembali berbicara mama Rania berjalan cepat menghampiri mereka ( Alvian dan Erick juga Kris ) yang berdiri didepan ruang operasi
" ada apa Al , kenapa chesa tiba-tiba masuk rumah sakit " tanya mama Rania panik
" kamu sudah telepon mertua mu ?" tanya mama Rania
" Erick sudah telepon mama dan papa Tante dan mereka bilang malam nanti baru tiba." jawab Erick
" chesa kenapa Al ?" tanya mama Rania
" chesa pendarahan ma, dan dokter kandungan menganjurkan untuk melakukan operasi Caesar " jelas Alvian
" ya Tuhan selamatkan menantu dan cucuku." lirih mama Rania
mereka semua duduk menunggu operasi chesa selesai.
__ADS_1
hingga satu jam kemudian
terdengar suara tangisan bayi dari dalam membuat Alvian dan yang berupa syukur.
dan dokter Adrian pun keluar dari ruangan operasi
Alvian yang melihatnya langsung menghampirinya.
" bagaimana dok , istri dan anak saya ?" tanya Alvian yang dibelakangnya sudah ada mama Rania juga Erick
" operasi berjalan lancar , selamat pak Alvian istri anda melahirkan seorang putri, dan istri anda akan dipindahkan ke ruang perawatan."
ucap dokter Adrian
" anak saya juga dok ?" tanya Alvian
" maaf pak , putri anda harus mendapatkan perawatan intensif karena putri anda lahir prematur jadi Putri anda harus di rawat dengan bantuan inkubator."
" sabar Al.. sabar " mama Rania memeluk Alvian dari samping.
" baiklah kalau begitu saya permisi ." pamit dokter Adrian
setelah chesa dipindahkan ke ruangan perawatan mama Rania pamit pergi untuk menjenguk cucunya dan akan pergi menjenguk David yang kebetulan sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan chesa
sedangkan Erick pulang dan akan pergi menjemput kedua orangtuanya di bandara.
Kris disuruh pulang kerumah Alvian untuk mengambil pakaiannya dan chesa .
dan diruangan. chesa Hanya ada Alvian yang menemaninya.
" sayang , kamu sudah bangun?" tanya Alvian ketika melihat chesa telah membuka matanya.
" dia sedang dirawat di inkubator sayang ." jelas Alvian
hatinya Alvian begitu sakit ketika chesa menanyakan dimana anakku bukan dengan kata anak kita
" apa ?!"
" dokter bilang dia lahir prematur dan anak kita harus di rawat beberapa hari dulu di inkubator."
tidak lama dokter pun datang memeriksa kondisi chesa dan setelah itu ia diperbolehkan untuk minum dan dokter menganjurkan pada chesa jika sudah buang angin baru diperbolehkan makan.
setelah dokter yang memeriksa chesa telah pergi , keduanya pun terdiam kembali.
" aku ingin kita pisah." ucap chesa dengan lantang
manik mata Alvian membesar dan langsung menatap chesa dengan tajam
" apa maksudmu." ketus alvian
" aku ingin kita cerai." jelas chesa
" nggak ,aku nggak akaan menceraikan kamu." hardik alvian
" biar aku yang melayangkan gugatan cerai padamu "
" chesa..!! begitu fatalnya kah kesalahan ku , dan bayi yang dikandung nisya itu belum tentu anakku, kamu langsung mengatakan hal ini setelah kamu baru saja melahirkan."
" sayang , aku mohon percaya padaku ,aku dan nisya tidak melakukan itu, percayalah sama aku ."
__ADS_1
" bagaimana kamu tahu kalau kamu dan dia tidak melakukan hal itu , berarti kamu dan dia pernah berciuman iya ??"
" jawab aku , " hardik chesa
" maaf ,saat itu aku dan dia hanya.. hanya.. "
" hanya apa!!!" teriak chesa sambil memegang perutnya
" sayang, kamu kenapa "
" jawab aku dengan jujur , apa kamu dan dia melakukan hubungan seksual?" tanya chesa yang mulai menitikkan air matanya
lagi-lagi alvian diam tertunduk
" alvian Dharmawan jawab aku dengan jujur demi anak kita , apa kamu dan nisya pernah melakukan hubungan seksual?'' chesa sengaja mempertegas nama suaminya
" ha..hampir." jawab Alvian lirih
chesa nangis kencang mendengar jawaban alvian .
" dimana kalian melakukannya." tanya chesa yang masih terisak tangis.
" jawab..." teriak chesa
" sayang , aku mohon maafkan aku ." mohon Alvian.
" ada apa ini !!!" hardik papa Hans yang sudah berdiri di pintu bersama istrinya juga besannya
seketika chesa nangis kencang ketika melihat kedatangan kedua orangtuanya.
" papa , mama " lirih Alvian ketika melihat kedua orangtuanya dan kedua mertuanya
" jawab aku dimana kalian berbuat seperti itu." tanya chesa yang masih menangis.
" sayang aku mohon, kamu itu baru melahirkan." alvian melihat chesa meremas piyamanya bagian perut
" jawab aku kalau begitu."
" ada apa ini , kenapa kalian ribut-ribut dirumah sakit , dan chesa kamu itu baru melahirkan berhenti menangis, dan kamu Alvian kesalahan apalagi yang kamu lakukan ha ?!!" tanya papa hans
" suruh dia jawab dulu pa ."
" sayang , kamu itu melahirkan tidak diperbolehkan menangis nanti mata kamu kenapa-kenapa." mama rania membujuk chesa untuk diam menangis.
" jawab kak." ucap chesa
" al jawab nak , kamu nggak kasihan lihat mata istri kamu yang begitu bengkak." ucap mama Rania
"dirumah." jawab Alvian singkat
chesa kembali menangis histeris lalu tiba-tiba ia meracau kesakitan di bagian perutnya yang bekas operasi Caesar
orang yang ada didalam ruangan panik , alvian langsung berlari keluar memanggil dokter untuk meminta bantuan
setelah memanggil dokter , alvian datang bersama dokter adrian juga seorang suster saat mereka ada diruangan chesa sudah keadaan pingsan dan ada bercak darah tembus dipiyamanya.
dokter adrian langsung meminta pada keluarga chesa dan alvian juga kedua orangtuanya untuk menunggu diluar.
alvian mondar mandir di depan ruangan chesa , sedang ke-dua orang tuanya juga kedua mertuanya terus berdoa kepada yang di Atas
__ADS_1
................... bersambung...................