Haruskah Sesakit Ini

Haruskah Sesakit Ini
bab 56


__ADS_3

" aku harus kerumah sakit sekarang ." ucap alvian


" ada apa ?" tanya chesa yang bingung melihat Alvian begitu panik


" david sudah sadar ,tadi Edward menghubungi ku , nanti aku jelasin aku pergi dulu." pamit alvian langsung meraih kunci mobilnya


" hati-hati kak " ucap chesa yang sempat di jawab iya oleh alvian


chesa masuk kedalam kamar melihat putrinya yang terlelap pulas didalam baby box


" ada kalau david sadar kenapa kak Alvian begitu panik.?" gumamnya


rumah sakit


" vid , lu harus tenang ." ucap Edward


" apa tenang , gua cacat sekarang gua cacat tau nggak' lu." teriak david


" kak, jangan gitu kak kamu harus semangat, kamu pasti bisa jalan lagi, " vania terus menangis namun terus menenangkan tunangannya


" kapan.. kapan... kamu nggak dengar apa yang dokter katakan tadi!!" hardik david


" david!! kamu jangan kasar seperti itu pada vania , dia itu sudah menjaga dan merawat kamu disini selama kamu koma " papanya david mulai membuka suara.


on Mon on and


ke-dua orang tua david juga turut menenangkan putra semata wayangnya hingga dokter dan perawat yang ada disana diusir oleh David.


setibanya Alvian dirumah sakit dia langsung berjalan dengan cepat sesampainya dia diambang pintu alvian melihat David sudah terkulai tidak sadarkan diri


karena dokter terpaksa memberikan suntikan penenang untuknya


" david..." lirih alvian saat dia melihat sahabatnya yang begitu kacau


" Abang" vania langsung berhamburan ke pelukan Alvian


" kamu tenang ada abang disini. "


" ada apa dengannya " tanya David pada


" david divonis lumpuh sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan, bisa dibilang intinya kakinya tidak bisa berjalan lagi."


jelas Edward


" apaa !!... itu kan hanya vonis dokter "


" iya , kami sudah mengatakan itu padanya tapi dia terus mengatakan kalau kini hidupnya sudah tidak berguna ." ucap papa david


alvian melirik adiknya yang terus menangis sambil menggenggam tangan david


drrttt.... drrrttt...


sebuah panggilan dari chesa , Alvian pun permisi keluar sebentar untuk mengangkat telepon.


" begitulah ceritanya." alvian menceritakan keadaan david


" bagaimana dengan Vania ? apa dia baik-baik saja , apa aku boleh kesana ? aku kesana ya sekarang." ucap chesa dengan runtutan pertanyaan


" kalau kamu kesini anak-anak gimana ?" tanya Alvian

__ADS_1


" ada papa sama mama aku disini." jawab chesa


" nggak usah sebentar lagi aku pulang kamu di apartemen saja , zoey lebih butuh kamu, disini ada orang tuanya david dan Edward juga sebentar lagi papa sama mama rania juga sampai. "


" hmm ya sudah" ucap chesa setelah dipikir apa yang Alvian katakan ada benarnya


" ya sudah kalau begitu ya , kamu tunggu dirumah saja " ucap Alvian lembut


" iya ,"


keduanya sama sama memutuskan panggilan telepon.


Alvian kembali masuk keruangan pasien untuk berbicara kembali dengan Edward dan kedua orangtuanya David.


1 jam berlalu akhirnya alvian memutuskan pulang ke apartemen chesa , dan kepulangannya langsung disambut oleh chesa dengan runtutan pertanyaan.


" bagaimana kak keadaan david ?, apa dia masih marah-marah ? bagaimana dengan vania ? " tanya chesa


" aku mau mandi dulu , soalnya aku dari rumah sakit " ucap alvian


" loh kok mandi , jawab dulu."


" chesa, kamu ini suami kamu baru pulang dari rumah sakit biarkan alvian mandi dulu baru nanti kamu tanya tanyanya " sela papa Liam


chesa masuk kedalam kamarnya lalu tidak lama ia pun keluar lagi dengan membawa pakaian lengkap untuk Alvian


Alvian pun sempat bingung , bagaimana pakaiannya ada di apartemen istrinya


" nanti saja tanyanya, kamu mandi dulu sana" ucap chesa dengan suara kecil seolah ia tahu apa yang jadi pertanyaan suaminya.


selagi alvian tengah mandi chesa pergi ke dapur membuatkan secangkir kopi untuk suaminya.


" dek ada plastik nggak aku mau taruh pakaian kotornya.."


" sini pakaian kotornya " chesa mengambilnya dan menaruh keranjang baju kotor.


" gimana keadaan david al ?" tanya papa Liam


" emosinya tidak terkontrol pa , dokter vonis kan kalau dia tidak bisa berjalan lagi."


papa dan chesa langsung terdiam bisa di bayangkan betapa hancurnya hati seseorang bila mendapat hal tersebut.


" sa, ken sudah kembali belum ?" tanya Alvian dia merasa tidak mendengar suara putra sambungnya


" sedang dikamar tidur sama mama " jawab chesa.


tidak lama terdengar suara tanggisan bayi dari dalam kamar chesa.


chesa bergegas masuk ke kamarnya.


" gimana hubungan kamu dan chesa al ?" tanya papa


" seperti yang papa lihat , dia masih dingin sama aku pa." jawab Alvian


" sabar al , kamu harus bisa mencairkan suasana hatinya , maka kau dan dia pasti akan baik-baik saja." ucap papa dan di iyakan oleh Alvian.


lalu keduanya membahas tentang perusahaan dllnya


malam hari pun tiba ,kedua orangtuanya chesa pun telah pulang selesai makan malam , alvian pun bersiap-siap untuk pulang kerumah.

__ADS_1


namun langkahnya terhadang oleh seseorang.


" papih , papih mau kemana?" tanya ken


" papi mau balik kerumah nak, abang disini ya temani mami."


" kok papi nggak disini sama kita , ken mau papi disini juga " ken mulai rewel


" ken, kenapa sayang ?" tnya chesa yang baru selesai menidurkan zoey


" papi mau pulang mi , ken mau ikut papi pulang juga." rengek kennan


" ken, besok papi kesini lagi ya " bujuk alvian mencoba menenangkan putranya


Huaaaaaaa


pecah tangisnya kennan , membuat seluruh ruangan penuh dengan tangisan suaranya


chesa dan Alvian kalang kabut membujuknya agar diam karena tangisannya bisa membuat zoey terbangun.


" ssttt... sudah sudah papi bakal tidur sini." ucap chesa


" besok ?" tanya ken di isak tangisnya


"iya boleh." jawab chesa


"besoknya lagi."tanya ken lagi


" iya juga " jawabnya malas


" kalau begitu papi tinggal sama kita lagi kan mi" seru kennan


" hmm." jawab chesa


" iya mi ?" tanya kennan


" iya iya, sudah mami mau ke kamar saja pusing kepala mami tiba-tiba lihat kalian berdua." dumel chesa berjalan masuk ke kamarnya


" yess , thank you son " ucap alvian


" tos dulu pi " ucap kennan dengan mengangkat sebelah tangannya dan disambut oleh Alvian.


" ayo kita ke kamar sekarang , biar papi bacain dongeng buat anak papi ini" ajak Alvian


chesa yang sedang berada didalam kamar tidak tahu bahwa tadi putranya menangis karena tidak ingin papinya pulang adalah drama


alvian dan kennan sudah merencanakan sejak chesa menidurkan zoey .


dan itupun tidak lah gratis , alvian mengiming-imingi putrnya dengan sebuah mainan yang bebas dipilih kennan.


kini keduanya sedang berada di dalam kamar , selesai mengantikan pakaian kennan dan memintanya menggosok gigi


kini alvian tengah membaca dongen untuk putranya sesuai apa yang dikatakan Alvian.


hingga 10 menit kemudian ken pun tertidur.


Alvian pun menaruh buku dongeng di samping nakas lalu dia ikut merebahkan dirinya.


" kamulah jalan satu-satunya papi untuk kembali ke mami , maaf bila papi melibatkan kamu sayang" ucap Alvian lalu mengecup putranya.

__ADS_1


................... bersambung................


__ADS_2